My Crazy Husband

My Crazy Husband
Ternyata...


__ADS_3

Tidak puas hanya bermain di atas ranjang saja, Digo dengan cepat menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi, berdalih meminta istrinya mandi bersama dengan dirinya tetapi tentunya Digo mempunyai maksud dan tujuan yang lainnya kalau ia ingin memangsa istrinya lagi.


Tidak memanjakan dirinya di salon, Digo sudah kecanduan dengan tubuh Aruna apalagi seperti ini, di mana Aruna benar-benar membuat Digo tidak bisa melepaskannya bahkan kalau bisa Digo tidak akan berhenti untuk memangsa Aruna.


Hingga kini Aruna sudah berada di dalam kamar mandi bersama dengan Digo dan tentunya dengan posisi yang seperti Digo inginkan.


Tentu saja Digo kembali menguasai tubuh Aruna dari belakang, dengan cepat ia menghentakan ular piton nya itu supaya bisa bergerak bebas di dalam inti Aruna yang membuat Aruna menjerit dan juga mengeluarkan nyanyian nyanyian merdu di sana.


"Di sudah ya, Aku lemes banget.."


Ujar Aruna sedikit protes bukan karena ia tidak mau melayani suaminya secara baik tetapi yang benar saja entah sudah berapa ronde Digo melakukan itu yang pastinya Aruna sendiri sudah lemas dan tubuhnya tidak bertenaga tetapi berbeda dengan Digo yang malah semakin kesini tambah semakin semangat saja.


"Sebentar lagi sayank, katanya kamu mau menjadi istri yang baik dan menurut dengan suami kamu."


Kalau seperti ini bagaimana aku mau menurut, tubuh ku saja lemas dan tidak bertenaga... Memang dasar digo gila, mimpi apa aku mempunyai suami yang gila seperti Digo.


Aruna hanya pasrah saja ketika Digo membolak-balikkan badannya, untung saja kamar mandi ini berukuran besar hingga Digo leluasa untuk mengganti gaya sesuai dengan yang diinginkannya.


Ya meskipun ini adalah pertama kalinya Digo melakukan dengan Aruna tetapi sepertinya Digo sudah mahir betul dengan semua gaya bahkan bisa membuat Aruna tidak bisa berkata apa-apa lagi, sungguh perlakuan Digo sepertinya sudah mahir dalam melakukan sesuatu yang membuat Aruna terbang melayang di atas awan.

__ADS_1


"Aku candu dengan kamu, besok ke salon lagi ya?"


Bisa-bisanya Digo mengatakan seperti itu di saat dirinya masih menghentakkan sesuatu di bawah sana dengan tangan yang memberi sentuhan-sentuhan lembut di area sensitif Aruna.


"Nggak mau!! Sebenarnya aku tadi menolak untuk pergi ke sana tetapi dipaksa sama Mami, lagian kasihan juga uangnya uang segitu banyaknya hanya Untuk perawatan."


Di samping Aruna takut jika suaminya menjadi buas dan ganas seperti ini, Aruna juga sayang uangnya. Perawatan di salon untuk dua orang saja kurang lebih hampir menghabiskan uang 500 juta dan itu membuat Aruna menggelengkan kepalanya.


Tidak menyangka hanya dalam waktu beberapa jam dirinya dan juga Mami mertuanya sudah menghabiskan uang segitu banyaknya meskipun Aruna sendiri bukan dari golongan orang yang kurang mampu dan ia sudah dilimpahi harta kekayaan yang berlebih namun tetap saja uang jumlah banyak hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak penting menurut Aruna, hanya membuang membuang uang saja dan masih ada hal positif yang perlu dilakukan selain memanjakan diri di salon, lagi pula tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu, banyak salon-salon yang harganya di bawah standar tetapi kualitasnya bisa disejajarkan dan hasilnya juga bagus.


"Untuk uang tidak masalah, apa kamu meragukan kemampuan suami kamu? uang aku masih banyak sayank, dan kamu tidak perlu takut jika aku akan bangkrut hanya karena kamu tioanhari pergi ke salOn atau shoping. Bahkan kalau perlu salon itu bisa aku beli untuk kamu."


Ya meskipun Aruna tidak ke salon untuk memanjakan seluruh tubuhnya dan bagian bawahnya tetap saja Digo selalu kecanduan dengan rasa yang lebih dari tubuh Aruna bahkan aroma wangi dari inti Aruna betah berlama lama berada di sana.


"Bukan hanya masalah itu saja tetapi..."


"Takut kalau aku menjadi ganas seperti ini? habisnya benar-benar enak sayank dan aku benar-benar tidak bisa melepaskanmu."


Padahal keduanya sedang menikmati sesuatu yang begitu enak tetapi Digo dengan sengaja memberikan pertanyaan yang mungkin bisa membuat Aruna rileks, begitu juga dengan Aruna mengapa dia juga bodoh menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Digo untuknya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Digo selesai mengeluarkan sesuatu yang hangat dan kental dari bawah sana dan membenamkan sebentar ular pitonnya itu di tempatnya, tidak ingin buru-buru untuk mencabutnya karena Digo percaya semakin lama bersemayam di sana maka akan menumbuhkan sesuatu yang ada di rahim Aruna nantinya.


Cup


"I love you jangan lupa besok ke sana lagi suami kamu sangat menyukainya."


Aruna tidak menjawan, perempuan cantik itu setelah dilepaskan dari pelukan Digo langsung saja menuju ke bathub di man memang sudah disiapkan air hangat untuk berendam Aruna.


Samentara Digo tersenyum penuh kemenangan, bisa-bisanya ia menjadi gila seperti ini padahal dirinya dikenal sebagai laki-laki yang baik, kalem dan tidak neko-neko apalagi mengenai sesuatu yang berbau seksual pastinya Digo di mata teman-temannya itu tidak tahu-menau bahkan gaya-gaya apa yang dilakukan pasti Digo tidak bisa, namun kenyataannya berbanding terbalik bahkan Digo sangat menguasai tentang hal ini dan ia bisa menjadi gila hanya gara-gara Aruna.


Tidak ingin mengganggu istrinya mandi, Digo segera membersihkan diri di bawah guyuran shower, laki-laki itu sedikit melihat ke arah istrinya yang saat ini memejamkan matanya sembari menikmati aroma terapi yang sudah dicampurkan ke dalam air.


Digo menggelengkan kepalanya bisa-bisanya di usia yang masih muda ia sudah menyandang status sebagai suami dari Aruna, seorang perempuan yang memang sudah ia cintai sejak pandangan pertama bertemu bahkan Digo sebenarnya yakin dengan pilihannya hingga ia melakukan hal nekat supaya mendapatkan Aruna dan menikahi Aruna.


Digo tentu saja tidak menyesal dengan keputusannya menikah di usia muda bahkan dengan bersama Aruna, Digo akan semangat bekerja untuk bisa membuat Aruna bahagia dan menghidupi Aruna seperti yang sudah Papa Adi lakukan sejak Aruna kecil dan kini saatnya tugas itu diambil alih Digo. Digo tidak akan pernah membuat Aruna kesusahan dan akan membahagiakan istrinya.


"Sayank, aku keluar dulu.. kamu jangan lama-lama berendamnya."


Aruna hanya menganggukkan kepalanya sembari melihat suaminya yang menggunakan handuk yang dililitkan sebatas pinggang saja keluar dari kamar mandi tentu saja Aruna merasa lega, berarti ia bisa berendam sepuasnya tanpa takut jika Digo tiba-tiba menyusulnya.

__ADS_1


Sementara Digo yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung saja mengganti pakaiannya, ia berniat untuk membuatkan Aruna susu hangat supaya lebih segar dan juga mencari sesuatu yang ada di dapur mana tahu ada sesuatu yang bisa dimakan oleh dirinya dan juga Aruna. Tentunya Digo cukup paham jika Aruna tidak mau keluar malam-malam hanya untuk sekedar mencari makan.


__ADS_2