My Crazy Husband

My Crazy Husband
Ketar Ketir


__ADS_3

Bel berbunyi, itu tandanya waktu istirahat sudah habis dan murid-murid di sekolahan itu bergegas untuk meninggalkan kantin.


Begitu juga dengan Digo dan keempat sahabatnya mereka berlima membayar makanan dan minuman yang dipesan kemudian menuju ke kelas.


Meskipun mereka bukan laki-laki yang baik dan bandel tetapi dalam pelajaran, mereka tidak akan pernah membolos dan serius menerima pelajaran apalagi ada Digo sebagai ketua OSIS, tentu saja tidak mau jika citra Digo itu buruk di mata yang lainnya..


Digo sedikit berlari keluar dari kantin,.ia berharap akan menemui istri nya yang ada di dalam kelas tetapi sayang sekali ketika berada di depan kelas Aruna, pintunya tertutup dan guru baru saja masuk ke dalam kelas Aruna.


Digo mendengkus kesal, padahal ia kangen banget dengan Aruna dan ingin melihat wajah cantik Aruna, tetapi tidak apalah karena sepertinya guru mata pelajaran Aruna saat ini memang galak dengan menutup pintu kelas rapat-rapat.


"Sudahlah.. yuk ke kelas, lagi pulang nanti malam juga ketemu, lo seperti ABG saja yang kangen dengan pacarnya, lagi pula Aruna sudah menjadi istri lo."


Dino menepuk pundak Digo, ia tahu jika sahabatnya itu ingin bertemu dengan Aruna yang pastinya itu tidak mungkin karena pintu kelas Aruna sudah tertutup.


Digo menganggukkan kepalanya, memang ucapan Dino itu benar, nanti juga ia bisa bertemu dengan Aruna dan beberapa jam ini memang Diego harus menahan rasa kangen dengan istri tercintanya itu.


Tidak bisa melihat wajah cantik Aruna, tetapi Digo tidak menyerah, laki-laki itu mengirimkan pesan kepada Aruna, tentu saja dengan sedikit mengancam.


[Sayank... awas kamu ya kalau dekat-dekat dengan laki-laki lain atau pandang pandangan mata, nanti malam habis dibawah aku]


Tentu saja Digo tidak main-main, ia yang tidak melihat Aruna dekat-dekat dengan laki-laki lain saja sudah gemes dengan istrinya apa lagi melihat Aruna bersenda guru dengan laki-laki lain yang pastinya Digo akan memangsa Aruna dengan ganasnya dan membuat Aruna tidak berdaya, memangsa Aruna sampai habis pastinya.


Laki-laki itu tersenyum, meskipun pesannya belum dibaca oleh Aruna tetapi sudah centang dua, tinggal menunggu bagaimana reaksi Aruna nanti.


Setelah mengirimkan pesan itu, Digo memasukkan kembali ponselnya, karena setelah ini guru yang akan memulai pelajaran tidak akan mentoleransi jika murid-muridnya itu bermain ponsel.


Begitu juga dengan Aruna, perempuan cantik itu juga tidak membaca pesan yang dikirimkan oleh Digo ia pun sama karena saat ini gurunya benar-benar tidak bisa mentoleransi jika ada murid muridnya yang bermain ponsel.


Hingga beberapa jam kemudian, 30 menit sebelum bel berakhirnya pelajaran hari ini, kelas Aruna sudah diperbolehkan untuk pulang, tentu saja karena mereka semua sudah meminta izin untuk pulang lebih awal untuk menjenguk Bagas di rumah sakit.


Aruna mengambil ponsel, tentu saja ia juga harus menghubungi Digo karena tidak bisa bertemu dengannya sebentar, meskipun Aruna sudah pamit jika pulang sekolah akan tetapi ia tidak tahu jika mendapatkan pengurangan waktu tiga puluh menit sebelum pelajaran berakhir.


Aruna membulatkan matanya ketika ia baru saja membaca pesan yang dikirimkan oleh Digo ternyata suaminya itu tahu jika tadi siang dirinya bersenda gurau dengan Ryan dan tentunya Aruna juga paham betul jika Digo itu bukan hanya sekedar mengancam tetapi memang melakukan sesuatu yang benar-benar ingin dilakukannya.

__ADS_1


Mampoos!!


Aruna yang niatnya akan mengirimkan pesan kepada Diko malahan lupa, ia ketar-ketir sendiri membaca pesan yang dikirimkan oleh suaminya itu hingga akhirnya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


"Ayo Run, lo pastinya tidak bawa motorkan ikut dengan gue saja." ujar Vina kepada Aruna, pastinya Vina tau kalau sahabatnya itu tidak bawa motor atau mobil.


Aruna menganggukkan kepala karena ia memang tidak bawa motor, boro-boro bawa motor ia sudah meminta izin kepada Digo untuk mengambil motornya di rumah tetapi Digo tidak mengijinkan.


Dan saat ini Aruna bersama dengan Vina dan teman-teman lainnya sudah berada di parkiran tentu saja mereka masuk ke dalam mobil masing-masing untuk menuju ke rumah sakit.


"Cuma kita berdua saja nih, yang lainnya sudah pada masuk ke mobil masing-masing?"


Tanya Aruna kepada Vina, yang mana mobil Vina hanya ditumpangi oleh dirinya sendiri padahal teman-teman Aruna itu paling males jika disuruh untuk menyetir mobil, mereka seringnya malahan nebeng meskipun punya mobil sendiri.


"Aman semuanya, tinggal lo sama gue saja atau lo mau ditemenin siapa?"


"Temenin siapa? yang nggak lah. Digo sendiri tidak bisa karena dia rapat OSIS."


Padahal pertanyaan Vina itu bukan Digo tetapi Rian, kalau Digo...Vina sudah tahu jika suami dari Aruna itu tidak bisa mengantarkan Aruna ataupun tidak bisa ikut menjenguk Bagas dan Vina pun hanya sekedar bercanda saja.


"Ryan? ngarang!! kalau beneran terjadi bisa-bisa habis gue sama Digo nantinya!"


Vina tertawa cekikikan dan ia paham betul bagaimana perasaan Aruna saat ini di mana memang sebenarnya Aruna sendiri tidak ada rasa dengan Rian, tetapi dari dulu memang Aruna dengan Ryan itu sudah dekat bahkan sering cerita, tetapi setelah Aruna menikah dengan Digo pastinya Aruna mau tidak mau harus menjaga jarak dengan Ryan.


"Asem!! Pasti Lo ngetawain yang enggak enggak!!"


"Bukan yang enggek, enggak...tapi yang iya iya..hahahaha...."


Kembali lagi Vina tertawa, tentu saja karena melihat wajah Aruna yang cemas, pastinya memikirkan sesuatu tentang Digo.


Hingga akhirnya, Vina menghidupkan mobil nya ia harus bergegas keluar dari parkiran sekolah ini supaya tidak tertinggal dengan teman teman nya.


"Tunggu, Vin!!"

__ADS_1


Baru saja Vina menghidupkan mesin mobil nya, tetapi Ryan tiba tiba sudah berada di depan mobil, laki laki menghadang mobil Vina yang akan bergerak mundur.


Vina dengan cepat membuka kaca jendelanya sepertinya Rian membutuhkan bantuannya atau mungkin saja Rian ingin ikut ke dalam mobilnya.


Melihat Ryan yang sudah berdiri di samping mobilnya bina akhirnya turun dan menghampiri Ryan.


"Ada apa? Bikin kaget gue aja. Untung saja gue denger kalau nggak bakalan mampus lo!!"


"Sorry sorry, gue ikut mobil lo ya kebetulan mobil gue dipakai sama anak-anak, gue tadi ke toilet tapi ditinggal."


Ujar Ryan kepada Vina sepertinya laki-laki itu memang pura-pura berkata seperti itu padahal sejatinya ia ingin sekali bersama dengan Aruna, mumpung Digo tidak ada jadinya ini adalah kesempatan emas baginya untuk bisa bersama dengan kekasih orang.


"Oh ya udah deh, masuk lo yang nyetir ya!"


Vina mengiyakan saja karena ia berpikir sudah tidak ada orang lagi di sini, teman-teman kelasnya sudah pada pergi 5 menit yang lalu dan seperti yang Rian katakan, mobil Ryan juga tidak ada di parkiran.


Tetapi Vina lupa jika saat ini yang berada di samping kemudi adalah Aruna yang pastinya jika sampai Digo melihat dan Digo mendengar semuanya, bisa bahaya.


Yess


Seru Rian di dalam hati karena ia berhasil untuk bersama dengan Aruna tentu saja ia langsung membuka pintu mobil dan duduk di belakang setir kemudi dengan Vina yang saat ini berpindah posisi menuju ke belakang.


"Loh..."


Apa apan ini...bisa bisa habis beneran aku nanti...semoga saja Digo tidak melihat...


Tentunya Aruna kaget mengapa tiba-tiba Rian ikut ke sini terlebih lagi ia bersama dengan Ryan di depan pasti jika suaminya nanti tahu akan berpikir yang tidak tidak mengancamnya apalagi ini melihat dirinya dan juga Rian bersebelahan di dalam mobil.


"Sorry Run, gue nebeng ya .. gue ketinggalan teman-teman, nggak apa-apa kan lagi pula ada Vina."


Dengan terpaksa Aruna menganggukan kepalanya, ia kemudian menoleh ke belakang yang sepertinya Vina mengedikkan bahunya dan meminta maaf secara perlahan tentu saja Vina juga baru sadar jika saat ini Aruna tidak lagi jomblo, ada seseorang yang senantiasa menjadi cctv setiap kali Aruna melakukan sesuatu.


Ryan dengan cepat melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah, dan ia tidak melajukan dengan kecepatan tinggi karena ia masih ingin berlama-lama berada di dalam mobil bersama dengan Aruna.

__ADS_1


Dan ketiganya saat ini hanya diam saja dengan sesekali Rian yang menoleh ke arah Aruna, laki-laki itu sebenarnya ingin ngobrol banyak dengan Aruna tetapi waktunya yang tidak pas ada Vina yang ada di dalam mobil, meskipun sebenarnya Vina sendiri juga tidak masalah jika mendengarkan apa yang ingin diucapkan oleh nya tetapi Rian masih punya cara lagi untuk bisa ngobrol berdua saja dengan Aruna nanti.


.


__ADS_2