
"Bukanlah, mana mungkin dia jatuh cinta dengan wanita yang lebih tua darinya apalagi dia itu ganteng banget, kaya raya dan juga mapan pastinya memilih perempuan yang benar-benar perfect benar-benar sempurna di matanya."
"Lalu kenapa kamu tanya sama aku dan aku jawabnya juga nggak salah kan? Kalau jika perempuan itu pastinya lebih tua dari si laki-lakinya.."
"Memang nggak salah tetapi jawabanmu yang salah karena dia mencintai perempuan yang usianya jauh berbeda dari usianya dan seumuran sama kita makanya aku heran mengapa laki-laki yang kaya raya dan juga sukses di karirnya memilih perempuan yang masih bocoh, tidak memilih perempuan yang lebih tua saja darinya supaya bisa sama-sama mengembangkan bisnisnya."
Aruna tersenyum, perempuan cantik itu tidak heran Lagi mengapa sekarang laki-laki dewasa sukanya dengan anak-anak karena menurut Aruna anak-anak itu lebih menggemaskan dan juga lebih mudah diatur daripada seorang perempuan terlebih lagi jika laki-laki itu menginginkan sebuah pernikahan yang pastinya lebih enak untuk mengatur seorang gadis kecil daripada orang tua dan pastinya yang muda itu yang akan memberikan semangat dan juga yang enak tentunya.
"Tidak masalah, karena usia tidak mempengaruhi yang penting mereka saling cinta."
"Memang usia tidak masalah tetapi saling cinta bagaimana la wong baru Firman itu baru saja bertemu dengan perempuan itu beberapa hari yang lalu dan langsung saja menyatakan rasa suka dan cintanya bahkan malah akan berkunjung ke rumahnya karena kebetulan sekali Bang Firman itu sudah kenal betul dengan orang tua perempuan itu."
Deg
Bang Firman? Apa yang dimaksud oleh Digo itu adalah Kak Firman yang beberapa hari lalu aku temui... Dan kalau memang iya berarti gawat bisa-bisanya dia tertarik sama aku dan apa tadi di grup bilang dia mau bertemu dengan aku dan besar raturahmi dengan kedua orang tuaku, oh my God ini tidak bisa dibiarkan aku harus menghubungi papa dan memastikan semuanya karena tadi di ikut mengatakan jika Kak Firman itu mengenal papa ya meskipun aku tidak boleh GR duluan tetapi rasa-rasanya apa yang diceritakan oleh Diego itu semua mengarah kepada aku namun meskipun begitu aku harus waspada dulu tidak mau GR atau apapun juga, siapa tahu jika teman Digo ini banyak Firman-Firman yang lainnya bukan Kak Firman itu? Dan untung saja Digo tidak ingat tentang laki laki yang kemarin ngajakin aku kenalan, apa mungkin difikiran Digo bukan Firman yang itu? Ah sudahlah....
__ADS_1
Ya Aruna kaget ketika Digo mengatakan nama Firman ia berpikir jika Firman itu adalah laki-laki yang baru beberapa hari ini kenalan dengan dirinya meskipun diikuti tidak menyebutkan nama dari perempuan itu tetapi menurut Apa yang diucapkan oleh Diego sosok Firman itu persis seperti yang Aruna kenal kemarin dan pastinya Aruna ketar-ketir jika memang benar Firman itu adalah Firman yang Aruna kenal berarti Firman itu juga kenal dengan Papah Adi yang mana ia harus menghubungi Papah Adi dan menanyakan semuanya.
"Kenapa sayank? kenapa diam saja kaget ya?"
"Ya seperti apa yang kamu katakan meskipun aku sebenarnya tidak heran tetapi mengapa laki-laki yang sukses itu sukanya sama perempuan yang kecil. Apa memang yang kecil itu menarik dan sangat enak?"
Aruna mencoba untuk menetralkan ekspresi wajahnya ia tidak mau terlihat bingung atau apapun juga yang mana nanti malam menambah kecurigaan Digo karena Aruna tidak mungkin bercerita jika beberapa hari yang lalu ia sudah berkenalan dengan seorang laki-laki tampan meskipun sebenarnya Digo juga sudah tahu namun Aruna juga tidak mengatakan jika laki-laki itu ada Firman.
Eh tapi mengapa Digo nggak curiga ya padahal dia kan sudah tahu juga aku beberapa hari yang lalu perkenalan dengan seorang laki-laki dan juga aku sudah menyebutkan namanya mudah-mudahan saja Firman yang dimaksud Digo itu bukanlah Firman yang aku kenal kemarin.
"Karena yang muda itu lebih menggoda.."
Sungguh jika di dekat Aruna diikut sulit untuk mengendalikan dirinya meskipun untuk saat ini ia harus bersabar untuk tidak memangsa Aruna secara brutal tetapi memang kebutuhan Diego itu seperti itu laki-laki itu mendadak bersikap mesum jika sudah di dekat Aruna.
Beberapa jam kemudian...
__ADS_1
Aruna bangun duluan, ia melihat ke arah samping dan ternyata suaminya masih tertidur lelap dengan hanya tertutup selimut tentunya setelah melakukan adegan panas di sore hari yang mana setelah itu baik Aruna maupun Digo sama sama kelelahan dan hingga akhirnya tertidur.
Aruna bergegas menuju ke kamar mandi karena sebentar lagi pasti mertuanya akan ke atas untuk mengajak makan malam kalau nggak juga asisten rumah tangganya yang pastinya akan setia setiap saat mengajak Aruna untuk makan supaya Aruna mempunyai tenaga karena memang Aruna saat ini butuh begitu banyak asupan gizi dan juga protein.
Di dalam kamar mandi Aruna berpikir sejenak apakah mungkin jika laki-laki yang dimaksud itu adalah Firman-Firman yang sama dengan Firman yang arona kenal dan jika itu terjadi maka Aruna harus menanyakan kepada Papah Adi menanyakan tentang keberadaannya jangan sampai jika Digo tahu tentang firman itu.
Perempuan cantik itu bergegas menyudai aksi mandinya kemudian segera keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian menyisir rambutnya dengan rapi yang sebelumnya sudah dikeringkan dulu.
Lihat suaminya masih tertidur pulas, Aruna menuju ke balkot sembari mengambil ponselnya ia ingin menghubungi Papah Adi dan menanyakan semuanya ya meskipun sebenarnya tidak enak jika berbicara ditelepon tetapi mau bagaimana lagi Aruna harus memastikan semua supaya tidak terjadi kesalahpahaman supaya dirinya juga tidak GR dengan apa yang didengarnya dari Digo barusan.
"Halo Pah, ada waktu nggak?"
Astaga, Aruna yang tidak mau basa basi atau sekedar menanyakan kabar kedua orang tuanya, karena ia sudah tahu bagaimana kabar kedua orang tuanya itu dengan langsung saja menanyakan tentang firman kepada Papa Adi dan Aruna pengen sekali bertemu dengan Papah Adi dan menanyakan secara langsung tidak lewat sambungan telepon seperti ini
"Ada waktu nak, Ada apa? kebetulan sekali karena mau telepon, papa juga sebenarnya ingin menelpon kamu ingin menanyakan sesuatu hal dengan kamu tetapi rasanya jika ditelepon sepertinya tidak enak lebih baik kita bertemu, bagaimana besok setelah pulang sekolah kita makan siang bersama?"
__ADS_1
Begitu juga dengan Papa Adi, dibalik sambungan teleponnya Papah Adi juga sedari tadi khawatir dan ingin menanyakan tentang Firman kepada Aruna yang pastinya beliau tidak mau jika sampai rumah tangga putrinya itu ada gangguan lagi cukup dengan Nathan yang sepertinya Nathan sudah berubah dan sudah tidak berada di Indonesia jangan ada laki-laki lain nantinya yang akan merusak rumah tangga Aruna.
"Tapi mas Digo, Pah?"