
Nathan menganggukkan kepalanya mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Mami Nina kalau ia tidak seharusnya melupakan Aruna dengan begitu keras karena ada yang bilang jika kita berusaha untuk melupakannya malahan yang ada yang bayangan dan juga kenangan manis itu muncul kembali dan malahan akan susah untuk melupakannya jadi biasa saja, biarkan lah mengalir seperti air tanpa harus dicoba sekuat tenaga pasti lama-kelamaan seiring berjalannya waktu Nathan akan bisa melupakan Aruna.
"Akan aku coba Mi tetapi Mami jangan khawatir meskipun aku masih mencintai Aruna dan belum move on Aku tidak akan merusak hubungan Aruna dengan Digo, aku tahu diri .. bagaimanapun Digo adalah adik kandungku dan aku sangat menyayanginya."
Mami Nina memeluk Nathan, memang putra sulungnya itu berbeda dengan putra bungsunya kedua laki-laki tampan di rumah ini mempunyai karakter yang berbeda meskipun begitu keduanya tetap saling menyayangi.
"Terima kasih sayank atau mungkin kamu mau Mami kenalkan dengan anak teman-teman arisan Mami? tidak kalah cantiknya dengan Aruna, mau yang mana? yang masih sekolah atau yang sudah lulus atau bagaimana dari kalangan biasa artis juga ada?"
Tawar Mami Nina sedikit menggoda Nathan mungkin saja jika Nathan mau, Mami Nina akan memperkenalkan anak teman-temannya meskipun agak sedikit rempong tapi tidak masalah yang penting Nathan bisa dengan cepat move on dari Aruna.
"Gak mau Mi, nanti bukannya aku yang pusing tetapi Mami sendiri yang pusing menjodohkan aku dengan mereka, tidak usah Mi..kalau sudah waktunya aku pasti ketemu jodohku sendiri. Aku keluar dulu rasanya aku belum ngantuk dan ingin menghirup udara segar."
Pamit Nathan setelah melepaskan pelukan dari tubuh Mami Nina kemudian mencium tangan Mami Nina dan keluar dari kamar, laki-laki itu tidak menuju ke kamarnya karena ia pikir Nathan ingin keluar menghirup udara segar dan juga matanya belum mengantuk.
Nathan juga berpamitan dengan Papi Rendra yang masih berada di bawah tentunya laki-laki paruh baya itu bertanya kepada Nathan kemana perginya malam-malam begini padahal setau Papi Rendra, Nathan sendiri tidak suka keluyuran malam-malam.
"Mau ke mana Tan, ini sudah malam?"
"Cari udara segar sebentar Pi, aku belum ngantuk lagian suntuk di rumah."
__ADS_1
Jawab Natham yang entahlah itu basa-basi ataupun kenyataannya tetapi memang benar jika matanya tidak bisa dipejamkan lebih baik ia keluar daripada memikirkan yang aneh-aneh di kamarnya.
"Tidak usah memata-matai Digo, Papi sudah menyuruh orang kepercayaan Papi untuk mengawasi adik kamu itu."
Jlebb
Seketika Nathan melongo kemudian tersenyum, rupanya Papi Rendra tidak bisa dibohongi, memang di samping Nathan ingin keluar mencari udara segar laki-laki itu juga ingin pergi ke klub mengecek keadaan Digo di sana apakah memang benar jika Digo tidak bermain perempuan seperti yang dibicarakan, apalagi Nathan mengenal betul keempat sahabat Digo itu bagaimana, yang jelas keempat sahabat Digo itu suka mabuk dan bermain wanita. Nathan tidak ingin jika Digo melakukan hal seperti itu, kalau memang itu terjadi maka siap-siap Nathan akan merebut Aruna dari Digo tidak membiarkan Aruna bersama dengan Digo lagi.
"Mengapa Mami Papi seperti CCTV saja yang tahu apa isi hatiku?"
"Hahaha kamu lupa, kamu sejak kecil bersama dengan Papi dan pastinya Papi tau betul bagaimana sifat dan karakter kamu, sudahlah kalau kamu cari angin cari angin saja tidak usah memata-matai Digo, Papi percaya jika Digo tidak akan berbuat macam-macam di luar sana karena pastinya Digo juga ingat statusnya sebagai suami Aruna."
Tidak punya tujuan lain karena Nathan tujuannya memang pergi ke klub, ya yang dimaksud mencari udara segar adalah masuk ke klub walaupun Nathan tidak pernah masuk ke dalam sana.
Laki-laki itu mengedarkan pandangan matanya ke segala arah tentunya mencari keberadaan Digo dan teman-temannya yang mana memang 5 menit yang lalu Nathan sudah sampai di klub malam ini tetapi ia sedikit berpikir apa memang benar yang dilakukannya untuk masuk ke dalam klub atau nanti jangan-jangan jika Digo melihat dan mengetahui apa yang ia pikirkan laki-laki itu pastinya akan marah padanya.
Nathan melototkan matanya manakala ia melihat Digo dan para sahabatnya. Lagi dan lagi bukan hanya mereka berlima saja tetapi sudah ditemani oleh perempuan-perempuan yang mana pastinya perempuan itu sudah dibayar.
Ingin rasanya Nathan menghampiri Digo dan menarik tangan adiknya itu keluar dari sini tetapi setelah ia perhatikan, Nathan mengurungkan niatnya karena dari kelima laki-laki tampan itu hanyalah Digo yang duduk sendirian tidak bermain dengan wanita bahkan minuman yang diminumnya itu adalah orange juice.
__ADS_1
"Awas aja kalau sampai kamu berbuat yang tidak-tidak Aku pastikan akan merebut Aruna, meskipun kamu adalah adik kandungku sendiri tetapi jika kamu berbuat yang macam-macam di luar sana, Aku juga tidak akan melindungi kamu."
Nathan masih saja memperhatikan gerak-gerik Digo di sana siapa tahu setelah ini ada perempuan yang menghampiri Digo.
Sedangkan Digo, masih asik ngobrol-ngobrol dengan sahabatnya, ia sama sekali belum mengetahui keberadaan Nathan saat ini namun Dino tidak sengaja mengedarkan pandangan matanya ke segala arah menangkap sosok Nathan yang sedang duduk di kursi tentunya tidak ada yang menemani Nathan di sana.
"Bang Nathan ngapain ada di sini?"
Ujar Dino dengan memperhatikan gerak-gerik dari Nathan pastinya Dino juga kaget kenapa tiba-tiba Nathan ada di sini padahal setiap malam ia dan teman-temannya berada di sini tidak melihat Nathan, kali ini Nathan tiba-tiba datang dan itu membuat Dino sedikit curiga.
"Mana?"
Mendengar Dino menyebut nama Nathan, Digo langsung saja bertanya di mana Nathan berada saat ini hingga akhirnya Dino menunjuk dengan dagunya arah Nathan yang sedang duduk tanpa melihat ke arahnya tetapi Digo yakin jika Nathan sengaja ke sini untuk melihat dirinya ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya ataupun malahan untuk memata-matainya, apakah memang benar jika Digo tidak macam-macam di sini atau sama seperti dengan keempat sahabatnya.
Melihat Nathan, Digo hanya tersenyum ia juga tidak berkeinginan untuk menghampiri Nathan yang mana Digo dan yang lainnya untuk pura-pura tidak tahu keberadaan Nathan di sini biarkan saja Nathan yang melihat mereka tetapi asalkan Nathan tidak ikut campur.
"Sepertinya bang Nathan sengaja datang ke sini untuk memata-matai lo dan tentunya kalau lo macam-macam bang Nathan akan melaporkan kepada Aruna."
"Feeling gue juga seperti itu padahal bang Nathan tidak pernah datang ke klub tetapi sekalinya lo datang ke sini dia juga ikut ke sini."
__ADS_1
"Rasanya Bang Nathan memang sengaja untuk mencari-cari kesalahan lo setelah itu dia akan memberikan bukti kepada Aruna yang membuat Aruna tidak mencintai lo bahkan Aruna bisa meminta pisah dari lo."