My Crazy Husband

My Crazy Husband
Tidak Menyia nyiakan Kesempatan


__ADS_3

Tiga hari berlalu. Ya masih sama dengan hari kemarin dan kemarin nya lagi. Aruna hanya ditemani oleh kedua orang tuanya dan kedua mertuanya sementara suaminya hanya menatap wajah cantik Aruna dari pintu kaca saja.


Jangan ditanya lagi bagaimana rasa kangennya Aruna itu kepada suaminya benar-benar tidak bisa diucapkan dengan kata-kata apalagi anak yang di dalam kandungan Aruna itu sepertinya memang merindukan kehadiran ayahnya bukan karena lebay atau bagaimana tetapi Aruna beberapa hari ini merasa tidurnya tidak nyenyak bahkan ada rasa ingin sekali perutnya diusap oleh Digo tetapi kenyataannya orang yang dikangeni dan juga diinginkan Aruna tidak menjenguknya sama sekali sampai 3 hari Aruna berada di rumah sakit.


Mengenai perkembangan kondisi Aruna sudah lebih baik dari kemarin tetapi memang pusing dan juga mual masih ada ya karena kenyataannya orang hamil muda memang begitu meskipun tidak semuanya tetapi yang dirasakan oleh Aruna ini adalah wajar namun mengenai kondisi calon buah hati yang ada di dalam perut Aruna itu sudah baik-baik saja bahkan tidak ada masalah sama sekali.


"Mi, Mas Digo ke mana?"


Aruna memberanikan diri untuk menanyakan kabar suaminya kepada Mami Nina mungkin saja sejarah kemarin Aruna menahannya berusaha untuk tidak menanyakan tentang suaminya itu tetapi hari ketiga ini karena benar-benar tidak tahan.


"Kamu kangen nak?"


Tanpa sadar Aruna menganggukkan kepalanya memang ia merasakan begitu bahkan saat ini lebih kangen dari pasti tinggal Digo 10 hari selama ke Jepang kemarin.


"Mau ketemu dengan Digo?"

__ADS_1


Ya pertanyaannya kali ini berasal dari bibir Mami Nina, Aruna tidak berani menjawabnya meskipun ia kangen ia juga ingin ketemu dengan Digo tetapi masalahnya apakah Digo mau menemuinya bahkan mungkin saja Diko sudah kecewa padanya hingga berujung Digo 3 hari ini tidak menemuinya ke sini padahal kenyataannya tidak seperti itu Digo setiap pulang sekolah langsung saja menuju ke rumah sakit meskipun tidak diiku tidak masuk ke dalam ruang perawatan Aruna tetapi laki laki itu setia menunggu Aruna walaupun berada di depan ruangan saja dan melihat setiap perkembangan Aruna yang ada di dalam walaupun Aruna sendiri tidak melihatnya.


Bahkan sampai hari ini Digo juga tidak ke perusahaan atau pun ke restoran. Ia setiap pulang sekolah langsung ke rumah sakit ini mengabaikan begitu saja pekerjaan-pekerjaan penting yang lainnya dan menyerahkan semuanya kepada orang percayaan yang lebih penting ini adalah Aruna dan calon anaknya itu meskipun tidak bisa mendekati Aruna dan memeluk arona bahkan tidak bisa mengusap lembut perut Aruna namun Digo sudah merasa senang sedihnya informasi dari maminin aja juga mama Dina itu sudah membuat dirinya lega karo Aruna baik-baik saja dan juga anak yang ada di dalam kandungan Aruna juga tidak ada masalah sama sekali.


"Mami tahu apa yang kamu rasakan dan Mami juga tahu apa yang kamu pikirkan Digo tidak sekejam itu nak. Dia mungkin saja awalnya kecewa sama kamu tetapi itu semua bukan kesalahan kamu Mungkin kalian yang memang belum sama-sama dewasa dan lebih mementingkan ego kalian masing-masing tetapi percayalah Digo juga di sana kangen dan ingin bertemu dengan kamu."


Mami Nina diam sejenak, ia melihat ekspresi dari wajah Aruna mungkinkah kali ini Aruna benar-benar bisa menerima anak yang ada di dalam kandungannya dan ingin bertemu dengan Digo atau memang ada sesuatu yang membuat Aruna seperti itu?


"Kalau kamu kangen dengan Digo nanti Mami suruh dia ke sini ya?"


Mami Nina tersenyum kemudian ia mengusap lembut rambut Aruna dan pastinya ia senang mendengar apa yang diucapkan dan diinginkan oleh menantunya itu dan itu menjadi sebuah tanda jika Aruna memang benar-benar menerima kehamilannya ini.


"Kalau begitu kamu istirahat dulu ya, Mami akan menghubungi Digo dulu dan memastikan nanti kamu bangun tidur juga sudah ada di sini."


Aruna menganggukan kepalanya Iya pelan-pelan menutup matanya Karena rasa lelah dan juga ngantuk setelah minum obat. Dan memang berharap jika suaminya nanti akan ke sini ketika Aruna membuka matanya.

__ADS_1


Melihat menantunya yang sudah tertidur pulas malam ini na segera keluar ia tahu jika Digo sudah berada di luar sedari tadi meskipun dia tidak mengatakan apapun juga tetapi meminima melirik sekilas ke arah pintu dan beliau melihat jika Digo sudah berdiri di sana yang pastinya apa yang akan disampaikan oleh Mami Nina ini nanti akan membuat Digo bahagia.


"Bagaimana kondisi Aruna, Mi? kenapa Aruna malah tidur terus?"


Ada rasa khawatir menyelimuti di benak Digo saat ini meskipun ia sendiri sudah mendapatkan informasi dari kedua orang tuanya dan juga kedua mertuanya bahkan Digo yang belum puas langsung saja mendatangi dokter kandungan yang menangani istrinya itu dan menanyakan tentang kesehatan Aruna dan Digo mendapatkan informasi yang sama jika istrinya itu dalam kondisi yang baik-baik saja sudah stabil dari harga pertama kali Aruna datang ke sini tetapi entah mengapa setiap kali Digo melihat Aruna terus tertidur apa yang terjadi dengan istrinya itu apakah Dokter salah mendiagnosa tentang kesehatan Aruna atau bagaimana?


Mami Nina meminta Digo untuk duduk kemudian menepuk pundak Putra bungsunya itu beliau akan menjelaskan lagi tentang kesehatan Aruna karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Aruna saat ini.


"Istri kamu tidak apa-apa memang setiap kamu ke sini Aruna itu habis makan dan minum obat dan setelah itu pasti kamu tahu efek dari obat itu akan membuat Aruna mengantuk karena memang itu sengaja biar arona bisa istirahat. Jadi kamu tidak perlu cemas dan mengkhawatirkan Aruna bahkan Aruna juga kangen sama kamu Aruna ingin bertemu dengan kamu."


Sungguh senyum Digo mengembang ketika mendengar ucapan dari mami Nina meskipun Digo selalu melihat dan memantau bagaimana kondisi Aruna dan melihat bagaimana ekspresi Aruna setiap harinya tetapi Apa yang diucapkan Aruna dengan Mami Nina maupun Mama Dina diikuti tidak bisa mendengarnya.


Dan setelah itu Digo langsung berdiri, laki-laki itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati Aruna bahkan tidak menunggu sampai nanti malam ataupun sampai Aruna bangun.


"Astaga anak itu baru dikasih tahu jika istrinya kangen dan ingin bertemu dengan dia dia langsung saja ngegas dan masuk ke dalam dia tidak tahu saja kalau istrinya saat ini sedang tidur dan istirahat."

__ADS_1


__ADS_2