My Crazy Husband

My Crazy Husband
Drama Bumil


__ADS_3

"Eh yank, di rumah saja ya nggak usah ikut ke kantor, aku tidak lama kok."


Digo pastinya mengejar istrinya yang sudah turun ke bawah dengan buru-buru tentu saja laki-laki itu takut juga Aruna kenapa-napa, pasalnya entah kenapa kehamilan nya ini membuat Aruna menjadi lincah meskipun ada drama mual dan juga pusing tetapi tetap saja Aruna yang awalnya bukanlah gadis yang pendiam yang pastinya membuat orang gelisah dengan kelakuannya.


"Kenapa aku nggak boleh ikut? Apa kamu malu ngajakin aku ke kantor karena aku yang gak seksi lagi?"


Digo menggelengkan kepalanya pelan, rasanya yang dimaksud dengan istrinya yang berpikir yang tidak tidak, padahalmaksud Digo tidak menginginkan jika Aruna ke kantor itu nanti akan kelelahan, lebih baik pulang, di rumah saja bisa istirahat bisa selonjoran karena Digo takut kehamilan Aruna ini nanti akan membuat Aruna susah menggerakkan tubuhnya dengan bebas, juga mual-mual maka dari itu Digo tidak menginginkan Aruna untuk ikut ke kantor bukan karena ada alasan yang lainnya.


Laki-laki itu masih saja menghampiri Aruna yang saat ini sudah turun dari tangga dengan langkah kaki yang begitu lebar, Digo juga tidak mau terjadi apa-apa dengan Aruna, ia berusaha untuk meraih tangan Aruna supaya Aruna tidak terburu-buru untuk turun ke bawah.


"Jangan pegang pegang Di, aku nggak mau dipegang sama kamu!!"


Ngambek itu yang dilakukan Aruna saat ini, padahal Digo baru menjelaskan mengapa alasannya Aruna tidak boleh ikut ke kantor, tapi malah Aruna sudah berpikiran yang tidak tidak.


"Bukan begitu sayank, aku hanya khawatir sama kamu, tidak ada apa-apa ...aku juga bukan tidak mau membawa kamu ke kantor, cuma saja kondisi kamu yang belum boleh betul, aku khawatir kamu kelelahan, Aku khawatir di sana kamu bosan dan juga kamu mual dan pusing lebih nyaman berada di sini kamu bisa tidur nonton TV atau apapun yang ingin kamu lakukan."


"Halah alasan atau jangan-jangan kamu di sana mempunyai perempuan yang lainnya? Makanya aku tidak boleh ke kantor atau jangan-jangan nanti kamu janjian dengan perempuan yang lain?"

__ADS_1


Langsung saja Aruna menepis tangan Digo kemudian perempuan cantik itu menuju ke ruang makan untuk sarapan yang ternyata di sana sudah ada kedua mertuanya pastinya kedua mertua Aruna itu memperhatikan sedari tadi ada percekcokan antara dirinya dengan Digo.


"Ha?"


"Sayank, bukan seperti itu .. mana mungkin Aku mempunyai perempuan lain di luar sana, apalagi aku sampai janjian dengan perempuan yang lain lagi. Kamu sudah tahu sendiri kan alasannya kalau aku tidak ingin kamu kenapa-napa, kamu juga baru keluar dari rumah sakit yang pastinya harus banyak istirahat.."


"Alasan saja, basi!!"


Aruna masih satu cemberut, tetapi ia juga tidak mogok makan pagi ini karena perutnya benar-benar lapar sekali terlebih lagi ada satu nyawa di dalam perutnya yang pastinya Aruna kesal dan juga jengkel,  ia tidak boleh ikut Digo ke mana mana tidak diperbolehkan juga untuk ke kantor,  tetapi soal makan apalagi menu yang dihidangkan pagi ini benar-benar menggugah selera semua kesukaan Aruna, Aruna dengan lahap memakannya.


"Kenapa sayank? Digo jahatin Kamu atau bagaimana?"


Tanya Mami Nina sembari perempuan cantik itu menaruh lauk dan juga sayuran di piring Aruna, sungguh perhatian sekali mertua Aruna itu yang mana memang bahagia karena mendengar Aruna hamil dan Aruna tetap mempertahankan anak itu meskipun awal kehamilan Aruna, semua orang khawatir dan ketar-ketir takut jika Aruna tidak menerimanya.


"Iya Mi, Mas Digo jahatin aku, masa' Aku nggak diperbolehkan ikut ke kantor, palingan Mas Digo itu punya perempuan lain di sana atau malah janjian dengan perempuan-perempuan nanti di kantor hingga aku tidak boleh ikut!!"


Ingin rasanya Papi Rendra tertawa tetapi tidak mungkin dilakukannya, beliau paham betul bagaimana perempuan jika hamil muda terlebih lagi sifat Aruna dengan Mami Nina itu sama persis, sama sama manja dan ngambekan, ketika waktu hamil Digo dan Nathan  dulunya juga begitu , yang pasti Papi Rendra sudah kebal.

__ADS_1


Laki-laki yang tidak muda lagi itu kemudian menatap ke arah Digo, meminta penjelasan kenapa Digo tidak mau membawa Aruna ke kantor padahal sudah jelas dan tahu jika tidak ada apa-apa di kantor bahkan melirik wanita lain saja Digo tidak pernah melakukannya apalagi memiliki simpanan di luar sana.


"Bukan begitu sayank, aku nggak mau ngajakin kamu itu bukan karena aku ada apa-apa di kantor nantinya tetapi aku hanya ingin kamu istirahat, aku tidak ingin kamu kecapekan.."


"Halah pasti alasan kamu saja, bilang saja jika benar kamu ada sesuatu di sana hingga aku tidak diperbolehkan untuk nemenin kamu.."


Ucap Aruna yang masih dengan nada kesalnya tetapi ia juga tidak lupa untuk memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya yang jelas sikap Aruna itu membuat Digo sedikit lega meskipun Aruna ngamuk dan marah-marah tetapi Aruna tetap makan pagi ini.


"Sepertinya istri kamu memang nggak mau jauh-jauh dari kamu lagi pula di sana juga ada ruangan pribadi kamu untuk istirahat Aruna, yang pastinya tidak akan terjadi sesuatu dengan Aruna, malahan Aruna kenapa kenapa jika nanti pulang sekolah dia pulang ke rumah, padahal dia ingin sekali temenin kamu di kantor. Dan kali ini kamu harus banyak-banyak mengalah, ibu hamil muda memang seperti itu, Papi jadi ingat dulu Mami kamu sewaktu hamil kamu dan Nathan juga persis seperti Aruna, manja nya tidak ketulungan dan apa-apa harus sama Papi kalau tidak diturutin ya itu ngambek..."


"Bener Mi, tapi nggak papa kan jika nanti pulang sekolah aku ajak Aruna? pasalnya aku masih khawatir kondisi Aruna belum benar-benar boleh meskipun Aruna dan anak aku itu baik-baik saja tetapi tetap saja seharian ini sudah fokus di sekolahan dan belum istirahat. Aku pengennya sih Aruna pulang saja ke rumah dan bisa istirahat , tapi sepertinya malahan Aruna berpikir yang macam-macam jadi aku harus gimana Mi?"


Rupanya penjelasan dari Papi Rendra benar benar belum bisa membuat Digo mengiyakan permintaan Aruna, ia masih butuh saran dari Mami Nina, yang pastinya tahu betul bagaimana seorang ibu hamil muda itu.


"Tidak apa-apa diajak yang penting nanti setelah sampai di kantor jangan biarkan Aruna keliling kantor kamu, kantor kamu itu luas dan juga besar cukup sampai di ruangan kamu saja lalu suruh Aruna istirahat dan juga siapkan makanan dan juga camilan yang banyak, karena menunggu yang pastinya itu sangat membosankan tetapi pastinya Aruna sangat senang jika berada di dekat kamu."


Ya mau tidak mau Digo mengiyakan permintaan Aruna, meskipun ia masih khawatir dengan kondisi Aruna, tetapi sedikit bisa bernafas dengan lega terlebih lagi ekspresi Aruna saat ini yang masih manyun yang  sepertinya obatnya hanya Digo mengiyakan saja Aruna untuk ikut dengan nya ke kantor nanti.

__ADS_1


__ADS_2