My Crazy Husband

My Crazy Husband
Uang Kas


__ADS_3

"Pegangan yang kenceng sayank, kalau tidak mau.. nanti jatuh!!"


Digo memang sengaja melajukan kecepatan motornya dengan sangat pelan ia tahu jika nanti tidak akan terlambat masuk ke sekolah dan ingin melihat bagaimana reaksi istrinya jika memboncengnya dengan laju yang tidak cepat.


Aruna tidak memberikan jawaban, ia berpegangan dengan jaget Digo dan tidak memeluk laki-laki itu.


Hingga membuat Digo kesal sendiri, gemes dengan istrinya yang tidak sama sekali memeluknya dari belakang.


"Seperti ini sayank, meluk aja tidak berani padahal kita sudah melakukan hal yang lebih dari ini."


Kode Digo sembari menarik tangan Aruna untuk memeluk tubuhnya. Digo sendiri tersenyum karena Aruna memang menurut, entahlah apa itu karena paksaan atau memang dalam diri Aruna saat ini.


"Sudah jangan banyak bercanda, lebih baik cepat jalankan motornya, masa sedari tadi nggak nyampe-nyampe. Kamu sengaja Di!!"


"Nah kalau seperti ini kan enak sayank jadinya aku juga akan menambah kecepatan, peluk yang kenceng."


Aruna sesekali mencubit perut Digo yang mana suaminya malahan bercanda, padahal dirinya sudah was-was untuk tidak telat pergi ke sekolah, tahu saja kalau teman-teman kelas Aruna itu pada cerewet dan bawel.


Bukan hanya memeluk Digo, tapi Digo juga memegang tangan Aruna dan mencium punggung tangan Aruna, mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih saja padahal sebenarnya lebih dari itu bahkan Digo sudah membolak-balikkan tubuh Aruna dan paham betul apa saja yang terdapat di dalam tubuh Aruna.


Hingga akhirnya sepuluh menit kemudian mereka berdua sudah sampai di sekolahan tentu saja belum terlalu ramai.


Aruna dengan cepat turun dari motor, begitu juga dengan Digo, lalu laki-laki itu dengan siklgap membalikkan tubuh Aruna untuk menghadapnya dan membukakan helm untuk Aruna.


"Istri cantik Mas Digo jangan manyun kan tidak telat datang ke sekolahnya."


Cup


Aruna melototkan matanya yang benar saja Digo mencium keningnya di sekolahan bukan karena apa-apa tetapi Aruna takut saja jika teman-temannya tahu tentang hubungan yang sebenarnya dengan Digo bukannya sebatas sebagai kekasih saja tetapi sudah lebih dari itu karena Aruna ingin merahasiakan pernikahannya dengan Digo sampai mereka nanti lulus sekolah.


"Tidak masalah kan hanya cium kening, apa kamu protes karena bibirnya tidak aku cium?"


Sepertinya menggoda Aruna adalah salah satu kebiasaan Digo saat ini di mana ia senang jika melihat Aruna manyun seperti itu.


"Gila!!"


Dengan cepat Aruna meninggalkan Digo dan Digo langsung bergegas membuka helmnya, ia buru-buru untuk mengejar Aruna hingga kini Digo dapat meraih tangan Aruna dan mereka berjalan bergandengan tangan untuk menuju ke kelas.

__ADS_1


Meskipun belum begitu ramai tetapi sudah banyak teman-teman Digo dan Aruna yang datang pagi ini bahkan mereka menyaksikan bagaimana romantisnya Digo terhadap Aruna dan bagaimana perhatian Digo kepada Aruna hingga banyak yang iri melihatnya.


"Beruntung banget jadi Aruna bisa mendapatkan Digo, romantis dan perhatian sekali, sayang sekali Miranda malah selingkuh..."


"Iya kalau gue jadi Miranda kemarin, gue tidak akan pernah selingkuh bahkan gue akan menjaga Digo supaya Digo tidak meninggalkan gue, gila!! laki-laki seperti Digo ditinggalin, apa tidak salah? matanya katarak kali ya membandingkan Digo dengan laki-laki yang lain. Dan kalian lihat sendiri Digo sudah ganteng, pinter, tajir, perhatian, romantis pula dan rasa-rasanya gue lihat jika Digo benar-benar bucin dengan Aruna..."


Lagi lagi mereka terus bergosip tentu saja mereka semua iri melihat Digo yang sangat menyayangi dan mencintai Aruna, padahal hanya sebatas kekasih saja.


"Kalau gue jadi Aruna, gue akan meminta Digo untuk melamar memanfaatkan kesempatan di saat Digo bucin seperti ini pasti apapun akan dilakukan Digo, kalau itu memang terjadi gue sangat bahagia bisa mendapatkan Digo dan kalau perlu gue minta dinikahin aja sama Digo..."


"Itu kan di otak lo tetapi pikiran Aruna beda!!"


"Siapa tahu Aruna memang menginginkan seperti itu tetapi dia malu saja untuk mengatakan kepada Digo.."


Mereka masih saja bergosip tetapi tidak diperdulikan oleh Digo dan Aruna yang saat ini sudah berada di kelas Aruna.


Udah menjadi kebiasaan setiap harinya jika Digo mengantarkan Aruna ke kelasnya kemudian memberikan ciuman kasih sayang untuk Aruna baru Digo menuju ke kelasnya sendiri.


Cup


"Jangan macam-macam Di, ini di kelas!"


Tentu saja Aruna takut, bukan hanya cium kening saja tetapi lebih parahnya Digo nanti mencium bibirnya, apa kata mereka semua jika Digo melakukan seperti ini mungkin saja kalau hanya cium kening itu tidak masalah, tanda sayangnya tetapi kalau sudah bibir dan di dalam kelas pastinya mereka akan berpikir yang macam-macam.


"Pasti sayank nanti malam aku akan memberikan yang lebih dari ini.."


Kemudian laki-laki itu mengusap lembut kepala Aruna dan mengedipkan sebelah matanya kemudian Digo dengan cepat berlalu dari kelas Aruna, karena ia tahu jika istrinya itu tidak nyaman kalau dirinya berlama-lama di sini tentu saja karena banyaknya pasang mata yang saat ini memandang ke arahnya.


"Cie cie Aruna, aduh gue lihat lo semakin dekat deh sama si ketos ganteng itu, dan juga sepertinya ketos itu sudah tergila-gila sama Lo, beda loh sama dulu pas masih sama Miranda, si Digo tidak perhatian seperti ini, tidak sama kayak lo yang rasa-rasanya gue lihatnya senang, adem gimana gitu...." ujar Hendri sang ketua kelas yang sedari tadi memperhatikan Aruna.


"Dasar laki-laki suka kepo, lo mendingan pakai rok aja deh daripada jadi tukang gosip!!"


"Memangnya yang bisa gosip itu perempuan saja gue laki-laki juga butuh dong gosipnya.."


"Astaga... anjir!! kenapa lo bisa jadi ketua kelas sih siapa kemarin yang milih lo?"


"Lupa!! bukannya Lo juga yang memilih gue?"

__ADS_1


Aruna menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dari teman-temannya yang seperti itu aneh bin ajaib tetapi Aruna suka karena mereka tidak berkelompok seperti kelas-kelas yang lainnya dan lebih suka membaur dengan sesamanya, jadi di sana tidak ada yang namanya anak orang kaya ataupun anak orang tidak punya, semuanya sama.


"Oh ya Run, nanti pulang sekolah kita jenguk Bagas, bagaimana?"


Ucap Hendri sang ketua kelas, memang salah satu teman Aruna ada yang sakit dan masuk rumah sakit dan belum sama sekali teman-teman kelas Aruna itu membesuknya.


"Boleh boleh tidak masalah pakai uang kas atau urunan lagi?"


"Pakai kas aja tetapi kalau ada mau nyumbang lagi juga boleh..."


"Oke oke mau dikeluarin berapa uangnya?"


"Kasnya dapat berapa?"


"Sebentar gue lihat catatannya dulu?"


Aruna memang bukan bendahara di kelas itu tetapi Aruna membawa uang kas, entahlah teman-temannya pada meminta Aruna untuk membawa uang kas kelas dan tentu saja dengan banyak pertimbangan yang salah satunya karena Aruna menjadi kekasih Digo dan aneh sekali teman-temannya semua meminta kepada Aruna untuk membawa uang kas yang baru berjalan beberapa hari ini.


"Ada 10 juta mau diambil semuanya?"


"Gila, enakan Bagas kalau dapat 10 juta, ya nggaklah sewajarnya aja biasanya kita kalau besuk itu ngeluarin berapa?"


Aruna mengedikkan bahunya tanda ia tidak tahu, karena baru kali ini ia memegang kas kelas dan itu juga atas paksaan dari teman-temannya.


"Mana gue tahu?"


"Nggak tahu? Gila lu kan yang bawa uang kasnya mengapa juga nggak tahu?"


"Hei lo juga gila.. dari dulu uang kas itu nggak gue pegang tetapi kenapa malahan gue yang diserahin semuanya ini, lo semuanya pada nggak mikir kalau uang kasnya buat gue jajan dan shoping bagaimana?"


"Tentu saja tidak masalah, lo punya pacar yang super duper kaya raya dan kita-kita nggak takut juga uangnya kalau buat jajan atau shopping!"


Ujar Hendri lagi yang menjawab dengan santainya dan juga mendapatkan persetujuan dari teman-teman kelasnya, memang mereka semua setuju jika Aruna membawa uang kas kelas yang jumlahnya sangat banyak itu selain Aruna juga kaya raya ada Digo di samping Aruna yang selalu setia untuk mengatasi semuanya.


"Anjir... setan semua kalian!!"


"Hahaha rasain itu resiko punya pacar kaya raya. Jadi lo juga harus tanggung resikonya untuk membawa uang kas kita-kita!!"

__ADS_1


__ADS_2