
Digo meninggalkan kamar Aruna dengan tersenyum lebar, laki-laki itu langsung saja berpamitan dengan kedua calon mertuanya yang saat ini masih berada di bawah
Malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh Digo, di mana ia bisa menggagalkan pertunangan Nathan dengan Aruna, memang jahat sekali kesannya tetapi inilah kenyataannya, yang nyatanya Aruna sudah dimiliki olehnya dan tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan Aruna dengan dirinya, termasuk kakak kandungnya sendiri.
Memang bisa dibilang Digo itu ada laki-laki yang jahat, egois karena sudah merusak Aruna sebelum benar-benar menjadi istrinya tetapi apalah daya hanya itu yang bisa dilakukan oleh Digo.
Digo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak langsung pulang ke rumahnya tetapi menuju ke klub malam di mana keempat sahabat-sahabatnya itu sudah berkumpul.
Bukan karena Digo ingin minum-minuman beralkohol di sana, tetapi sekedar untuk memberitahukan kepada keempat sahabatnya kalau ia sudah berhasil melamar Aruna dan tinggal menikahi Aruna saja yang akan dilaksanakan minggu depan.
Ya memang Digo sengaja untuk tidak mengajak keempat sahabatnya, bukannya apa-apa karena acaranya memang adalah acara inti saja, dan cukup sahabatnya itu mendoakan Digo dari jauh yang nyatanya memang doa-doa mereka berhasil meskipun mereka adalah laki-laki yang brengsek.
"Bro!!"
Ucap Digo sembari menepuk pundak ke 4 sahabat nya satu persatu, kemudian laki-laki itu memesan orange jus seperti biasanya, lalu duduk di samping sahabat-sahabatnya.
"Roman-romannya ceria sekali, bagaimana berhasil kan?"
"Alhamdulillah semuanya berhasil sesuai rencana, tetapi sayang sekali Aruna tidak mau gue nikahi besok!!"
Digo sedikit kecewa sebenarnya dan raut wajah Digo menjadi murung ketika ia mengingat bagaimana penolakan Aruna tadi.
Padahal Digo sudah mempersiapkan semuanya termasuk penghulu yang akan menikahkan dirinya dengan Aruna tetapi apalah daya, Aruna tidak mau jika besok menikah dan masih ingin mengulur waktu, setidaknya sampai Aruna siap.
"Maksud lo bagaimana?"
__ADS_1
Keempat sahabat Digo lalu menoleh ke arah Digo, mereka berpusat ke Digo saat ini yang mana ingin mendengar cerita selengkapnya tentang Digo, bagaimana mungkin Aruna tidak mau menikah dengan Digo tetapi Digo malah tersenyum.
Hingga akhirnya Digo menceritakan semuanya termasuk bagaimana caranya ia menggagalkan pertunangan Nathan dengan Aruna tadi dan bagaimana penolakan Aruna untuk dinikahi besok.
"Tidak apa-apa bro, sabar.. mungkin memang minggu depan lo bisa nikahin Aruna, tapi yang jelas Aruna sudah menjadi milik Lo, Lo sudah melamarnya bahkan lo juga sudah merasakan tubuhnya!!"
"Sialan lo!! awas aja kalau lo bayangin tubuh istri gue, habis lo ditangan gue!!"
"Hahaha mana berani gue bayangin Aruna, lihat Aruna saja lo sudah mau congkel mata gue, apalagi membayangkan yang tidak-tidak."
Kelima laki-laki tampan itu kemudian tertawa bersama-sama dan kelimanya tos untuk sama-sama meminum-minuman.
Ya keempat sahabat Digo sudah terbiasa minum-minuman beralkohol, hanya Digo yang tidak dan tidak mau mencoba sesuatu yang belum pernah ia lakukan dan Digo hanya meminum orange juice seperti biasa nya ia minum ketika berada di klub malam ini.
Mereka juga tidak mau memaksakan Digo, terlebih lagi mereka tahu siapa Digo dan bagaimana Digo, asalkan Digo masih tetap bersahabat dengannya, mereka oke oke saja dan juga Digo tidak pernah mencampuri urusan pribadi masing-masing sahabatnya, termasuk mereka yang sudah tidur dengan perempuan yang tidak benar.
Digo tidak menjawab, tetapi pikirannya melayang ke mana mana, tentu saja setelah mendengar ucapan dari sahabatnya itu Digo malahan membayangkan tentang kejadian kemarin di mana ia sudah berhasil mendapatkan perawan Aruna, yang membuat Digo malahan semakin ketagihan dan tidak salah kan ucapan dari sahabatnya itu.
"Hahaha jangan ditanyakan lagi, kalau sudah pernah merasakan enak pastinya akan ketagihan . Digo saja yang laki-laki baik-baik akan ketagihan dengan rasanya anu anu, pastinya ia sudah tidak tahan ingin melakukan adegan panas itu lagi."
Mereka berlima saling mengoceh ngalor ngidul dan tidak karuan hingga akhirnya 1 jam sudah Digo berada di klub malam itu.
"Gue cabut dulu ya?"
Pamit Digo kepada keempat sahabatnya itu, pastinya sudah teler karena sudah menghabiskan beberapa gelas minuman beralkohol.
__ADS_1
"Yoi bro, oh ya Lo nggak mau nyobain ini? Tapi jangan deh, besok saja kalau lo sudah sah menjadi suami Aruna, lo harus cobain ini .. setelah itu lo melakukan adegan anu anu dengan Aruna, gue jamin pasti rasanya lebih nikmat dibanding kan dengan biasanya."
Dino menyerocos lagi, padahal laki-laki itu sudah mabuk tetapi otaknya masih bisa berputar dan masih bisa menggoda Digo.
"Kalau gue coba itu, besok bisa-bisa Aruna langsung minggat dan gue diusir dari rumah .. gue nggak mau lah, lagi pula enakan dilakukan dengan sadar daripada nggaknya."
Balas Digo tersenyum ke arah Dino, kemudian meninggalkan keempat sahabatnya, tetapi sebelumnya ia membayar semua pesanan makanan dan minuman dari keempat sahabatnya itu, itung-itung sebagai ucapan rasa syukur karena ia telah berhasil melamar Aruna.
Laki-laki itu keluar dari klub, kemudian ia menuju ke mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pulang ke rumahnya.
Jujur saja ada rasa tidak enak dengan Nathan, di mana ia tahu jika Nathan juga sangat mencintai Aruna, tetapi Digo lebih dari itu dan Digo sudah mendapatkan Aruna, maka dari itu mau tidak mau Digo harus menggagalkan pertunangan malam ini dan membuat Aruna menjadi miliknya.
Malam ini Digo berniat untuk bicara empat mata dengan Nathan meskipun ia salah, tetapi ia juga harus meminta maaf kepada Nathan atas semuanya yang sudah terjadi.
Beruntung sekali, mobil Nathan sudah berada di halaman rumah dan itu tandanya kalau kakak laki-lakinya itu sudah berada di rumah dan tidak pergi kemana-mana setelah meninggalkan rumah Aruna.
Digo langsung saja naik ke atas di mana kamarnya dengan kamar Nathan bersebelahan dan ia memang malam ini berniat untuk masuk ke dalam kamar Nathan.
"Bang, bolehkah aku masuk?"
Tidak ada sahutan dari Nathan, hingga akhirnya Diego pelan-pelan membuka pintu kamar Nathan dan melihat keseliling kamar itu, apakah ada Nathan di sana.
Tidak ada Nathan di atas ranjang dan Digo melihat jika abangnya itu berada di balkon kamar dan tentunya Digo langsung menuju ke sana.
"Maafkan aku, Bang."
__ADS_1
Ucap Digo setelah ia berada di balkon kemudian berdiri di samping Nathan, sedangkan Nathan hanya melirik sekilas ke arah Digo. Bagaimana mungkin ia tidak memaafkan adik kandungnya sendiri tetapi rasa sakit di dalam hatinya masih menjalar sampai saat ini dan ia tidak menyangka gadis yang selama ini diincar dan di damba-dambakan sebagai calon istrinya ternyata malahan sudah dimiliki oleh Digo, terlebih lagi gadis itu sudah dirusak oleh adik kandungnya sendiri.