My Crazy Husband

My Crazy Husband
Jangan Lama Lama


__ADS_3

"Tumben-tumbenan jam segini masih tidur?"


Kaget Aruna ketika melihat suaminya yang masih tertidur lelap dengan selimut yang masih menempel di tubuh Digo, perempuan cantik itu langsung saja menghampiri suaminya berniat untuk membangunkan Digo pagi ini yang mana memang sudah seharusnya Digo untuk bangun meskipun masih lama berangkat sekolahnya tetapi sudah menjadi kebiasaan dirinya dan juga Digo bangun pagi-pagi sekali karena tidak mungkin jika mereka bangunnya kesiangan yang ada nanti malah buru-buru untuk pergi ke sekolah.


"Di bangun sudah siang, Kamu nggak sekolah?"


Nyatanya perempuan cantik itu tidak menggoyang-goyangkan tubuh Digo tetapi malah ia berteriak, tentu saja itu tidak akan mempan oleh Digo yang mana Digo tidak menginginkan teriakan dari Aruna tetapi menginginkan sentuhan-sentuhan lembut dari istrinya.


Satu kali teriakan dari Aruna, tetapi rupanya itu tidak membuat  Diego bangun, hingga membuat Aruna berkacak pinggang yang mana suaminya itu memang susah sekali dibanguninnya dan membuat Aruna kesal sendiri.


Iya padahal ini baru satu kali Aruna berteriak membangunkan suaminya, belum berkali-kali bagaimana dengan dirinya dulu sewaktu masih tinggal di rumah kedua orang tuanya, Mama Aruna suka sekali membangunkan Aruna berkali-kali karena Aruna juga tidak bisa bangun pagi.


"Di, kalau nggak bangun aku tinggal!!"


Ancam Aruna yang mana menurut pemikiran Aruna Digo akan segera bangun tetapi sayang sekali Digo masih menutup rapat-rapat matanya, namun di dalam hati laki-laki untuk menyimpan gemes dengan istrinya yang mana malah berteriak, tidak membangunkan dengan cara mesra atau bagaimana.


Lagi lagi  Aluna mengumpat kesal ternyata itu tidak mempan yang membuat perempuan cantik itu langsung saja mendekati suaminya, tentu saja dengan teriakan Digo tidak bangun maka dari itu Aruna mengeluarkan tangannya untuk menggoyang-goyangkan tubuh Digo, siapa tahu suaminya itu dengan sekali goyang langsung terbangun.


Ayo sayank mendekat lah, maka akan aku terkam.. jangan menjauh dariku, Aku sudah tidak tahan nih...


Ucap Digo dalam hati, ia sebenarnya ingin menarik tubuh Aruna tetapi sayang sekali istrinya itu belum mendekat ke arahnya, tunggu saja beberapa menit lagi pasti Aruna akan mendekat ke arahnya dan saat itu akan menarik tubuh Aruna lalu memangsanya.


"Di..."

__ADS_1


Grepp


"Ah...."


Aruna menjerit ketika ia mendekatkan tubuhnya di samping Digo yang mana suaminya itu langsung saja menarik tangannya hingga akhirnya tubuh Aruna berada di atas tubuh Digo.


Kedua pasang mata itu saling bertemu, saling memandang dengan intens yang mana keduanya saling mengisyaratkan perasaan satu sama lain, mungkin saja jika Digo sudah mengatakan rasa cintanya kepada Aruna dan sangat tulus, tetapi berbeda dengan Aruna yang masih memendamnya di dalam hati ia kalau memang benar dirinya jatuh cinta dengan Digo, tetapi kalau tidak maka akan membuat Aruna memberikan harapan palsu kepada suaminya itu.


"Nakal!! kenapa semalaman tidur di kamar Mami, tidak pindah ke sini?"


Ujar Digo dengan masih terus memeluk pinggang istrinya ia tidak akan membiarkan Aruna lepas dari dirinya meskipun saat ini posisinya ke balik, Aruna yang berada di atas bukan Digo yang berada di atas.


"Sengaja, enak banget tidur sama Mami .. aku bisa tidur dengan puas tanpa gangguan dari kamu."


"Sengaja ya berarti? kamu bisa tidur tetapi aku tidak bisa tidur sayank."


"Salah sendiri mengapa kamu tidak bisa tidur, tinggal merem aja apa susahnya, lagi pula malah enakan dong kamarnya luas tidak berbagi ranjang dengan aku."


Keduanya sama-sama ngeles, tentu saja tidak ingin menjahili istrinya bahkan laki-laki itu sudah tidak tahan lagi ini memangsa Aruna pagi ini yang mana memang masih ada waktu untuk melakukan pertempuran selama 1 ronde tentunya ia nanti tidak akan telat tetapi mungkin tidak bisa sarapan di rumah.


"Nggak enak, enakan sama kamu di sini, udah aku usahakan tapi aku bisa merem apalagi tanpa meluk kamu dan sebagai gantinya Aku ingin kita bercinta pagi ini."


"Ha?"

__ADS_1


Aruna membulatkan matanya tentu saja ia kaget dengan apa yang diucapkan oleh suaminya barusan, bercinta di pagi hari, bukan Aruna tidak mau dan bukan Aruna kaget dengan apa yang sudah dilakukan oleh Digo berulang-ulang setiap paginya tetapi ini waktunya tidak pas, bahkan jam menunjukkan pukul 05.00 pagi yang itu artinya jika mereka melakukan adegan panas itu tentu saja akan terlambat ke sekolah, lagi pula Aruna sudah hafal suaminya itu tidak bisa melakukannya dengan cara cepat paling cepat mengeluarkan oli itu 1 jam dan pastinya jika Aruna mengiyakan apa yang Digo inginkan pastinya ia harus tau sekuensinya ia akan datang terlambat ke sekolah.


Cup


Melihat Aruna yang melongo itu membuat kesempatan untuk Digo, laki-laki itu dengan cepat mencium bibir Aruna sekilas meskipun hanya sekelas tetapi itu bisa membuat n@fsu Digo semakin bertambah.


Bukan hanya sampai di situ saja, Digo dengan cepat membalikkan tubuh Aruna hingga posisinya saat ini Digo di atas dan Aruna di bawah dan dengan cepat laki-laki itu langsung melancarkan aksinya dengan memberikan ciuman lembut ditubuh Aruna hingga turun ke bibir, kemudian membuka satu persatu pakaian yang dikenakan oleh istrinya.


"Aku belum mandi, Di?"


Bukan hanya beralasan tetapi memang benar Aruna belum mandi dan kembali ke kamar ini untuk mandi dan membangunkan suaminya yang pastinya memang selain tidak mau bercinta dengan Digo pagi ini Aruna juga gerah dan ingin bergerak ke kamar mandi.


"Alasan, biasanya juga nggak apa-apa lagi pula setiap pagi kita melakukannya."


Yah, Digo tahu kalau itu hanya alasan dari istrinya saja,  memang Aruna seperti itu, jika tidak dipaksa maka istrinya itu tidak akan pernah mau menurutinya.


Aruna membulatkan matanya manakala ia mendengar ucapan hari Digo yang mana Digo tidak pernah protes ketika ia mengucapkan sesuatu, tetapi kali ini Digo dengan cepat mengatakan kalau dirinya beralasan, memang itu adalah benar.


Digo tersenyum penuh kemenangan manakala ia sudah berhasil membuka satu persatu pakaian yang dikenakan oleh Aruna, hingga ia seketika langsung saja memposisikan dirinya kemudian mengeksekusi Aruna dengan cepat, tentu saja dengan melakukan pemanasan dulu seperti apa ya sudah Digo lakukan.


"Jangan lama-lama nanti terlambat ke sekolah!"


Akhirnya Aruna pasrah ia tidak dapat menolak apa yang diinginkan oleh suaminya lagi pula yang sudah dikungkung oleh Digo dan tentunya sudah masuk ke inti Aruna membuat Aruna hanya bisa mengeluarkan nyanyian indah sembari mengingatkan Digo jika pagi ini harus berangkat ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2