
Tentu saja Dino mengumpat kesal, manakala ia melihat pertunjukan yang benar-benar membuat darahnya mendidih, benar-benar panas dan membuat ia juga ingin merasakan sentuhan-sentuhan itu.
Terlebih lagi Dino adalah Playboy, bukan hanya Playboy saja tetapi dia adalah seorang Casanova. Yang tentunya melihat adegan panas dari Aruna itu juga membuat sesuatu di bawah sana menegang, meskipun pelakunya bukan Dino tetapi ia yang hanya sekedar melihat saja rasanya ikut terpancing dan ingin sekali untuk memasukkan sesuatu itu dilubang kenikmatan.
"Kalian berdua memang brengsek!! Sudah diperingatkan sekali lagi tetapi masih melanjutkan!! Apalagi lo kan kaya raya Di, bisa melakukan itu di hotel ataupun di apartemen dekat sini jika memang gak tahan, sudah tahu kita kita mata dan hatinya brengsek pastinya lihat lo seperti itu, gue dan yang lainnya juga pengen!"
Sekali lagi yang membuat keduanya langsung melepaskan ciuman panas bibir mereka dan seketika melihat ke arah Dino yang saat ini murung sembari menahan sesuatu yang bergejolak di bawah.
"Santai No, ini baru permulaan... tahu kan kalau kita ini masih kangen, sudah 10 hari tidak ketemu pastinya gue kangen banget sama Aruna!"
Bukannya kasihan dengan Dino dan yang lainnya tetapi Digo malahan tersenyum mengungkapkan kemenangannya, apalagi ia yang sudah berhasil meluluhkan hati Aruna, dan Digo juga yakin tidak akan lagi yang bisa memisahkan dirinya dari Aruna karena ia tahu pasti juga Aruna saat ini benar-benar mencintainya.
"Ckkk... Terus-terusan aja kalian ciuman di sini, asal lo tau aja Di, tadi sebelum ke sini ..
Aruna pergi sama gue dan diperjalanan Aruna memeluk gue."
Syukurin, panas-panas deh Lo Di, siapa suruh manas manisin gue, apalagi muka lo yang sama sekali tidak bersalah karena sudah membuat gue tegang seperti ini.
Ya Dino memang sengaja mengatakan itu bukan karena ingin merusak rumah tangga Digo, tetapi hanya ingin membuat Digo cemburu dan marah-marah saja, habisnya Dino juga kesal melihat ekspresi wajah sahabatnya yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Shittt!!!"
Tentunya mendengar ucapan dari Dino, Digo langsung saja menoleh ke arah Aruna dan menanyakan kebenarannya, apakah memang benar jika tadi istrinya memeluk Dino.
"Jangan cemburu dulu, aku memang meluk Dino tetapi tidak ada maksud apa-apa, lagi pula mana tertarik Dino padaku Di, Dino tau jika aku adalah istri kamu dan pantang bagi dia untuk mengencani istri dari sahabatnya sendiri, lagian aku terpaksa melakukan itu agar tidak jatuh, kamu tahu sendiri kan bagaimana Dino melajukan motornya sangat cepat sekali dan itu semua lakukan karena aku ingin buru-buru sampai ke sini untuk menyelamatkan pernikahan kita jadi aku harap kamu tidak perlu cemburu, apalagi marah-marah seperti ini, nyeremin tahu Di!!"
__ADS_1
Belum sampai Digo bertanya kepada Aruna, Aruna tapi dulu menjelaskan panjang dan lebar dan tentunya ia tidak mau jika nanti suaminya berpikir yang tidak tidak apa lagi sama merusak persahabatan Digo dengan Dino, karena ini hanyalah suatu keadaan yang mendesak saja yang mengakibatkan Aruna memang harus melakukan itu.
Cup
"Jangan marah, katanya kangen sama aku? kalau masih marah marah, aku nanti malam tidur di rumah Vina saja."
Kembali lagi Aruna melihat ekspresi Digo yang tidak menyenangkan, membuat Aruna berpikir untuk mengancam Diego padahal ia sendiri tidak bisa tidur tanpa Digo jika ada di sini, dan pastinya tidak mungkin jika Aruna malah menginap di rumah Vina.
Cup
Digo mencium bibir Aruna sekilas, ia tidak mau membuat Dino dan yang lainnya nanti merasa kepanasan hingga akhirnya ia melakukan ciuman bibirnya itu sekilas saja, nanti bisa dilanjutkan jika di rumah.
"Jangan dong sayank, iya iya aku nggak marah tetapi aku cemburu .. enak saja Dino mendapatkan pelukan diri kamu padahal tangan kamu itu hanya untuk aku dan hanya aku yang bisa mendapatkan pelukan kamu tetapi karena alasan itu, aku bisa memaklumi tetapi..."
"Tetapi awas aja kalau Lo sampai baper dengan istri gue, gue nggak akan segan-segan nggantung lo nantinya. Dan lupakan soal tadi yang Aruna memeluk Lo, anggap saja tidak pernah mendapatkan itu!!"
Ucap Digo dengan sinis, meskipun ia tidak membenci Digo tetapi rasa cemburu masih menjalar di diri Digo saat ini meskipun Digo juga tahu jika Dino maupun sahabat-sahabatnya tidak akan mungkin merebut sesuatu yang sudah menjadi miliknya hanya saja rasa kangen nya itu sudah tertutupi dengan rasa cemburunya.
Dino kemudian melangkah mendekati Digo dan menepuk pundak Digo, lalu tersenyum.
"Sante bro, gue nggak mungkin mengambil sesuatu milik sahabat gue sendiri dan pastinya lumayan.. ternyata memang nyaman dipeluk oleh Aruna...."
"Dino... sialan lo!!"
Teriak Digo yang kesal dengan Dino manakala Dino setelah mengucapkan itu langsung saja berlalu meninggalkan Digo, Dino takut jika akan ada bahaya mengancam jika ia tetap berada di tempat ini.
__ADS_1
Setelah melihat keempat teman-temannya yang sudah meninggalkan arena itu, Digo kemudian beralih ke arah Aruna lagi dan melihat istrinya hanya diam saja, entah apa yang dipikirkan oleh Aruna saat ini.
"Kenapa sayank?"
Digo melihat istrinya sepertinya sedang melahirkan sesuatu membuat ia bertanya kepada Aruna dan mendekati wajah Aruna sehingga kedua wajah itu menempel tanpa adanya jarak.
"Jangan tinggalin aku Di, aku nggak bisa hidup tanpa kamu."
Cup
Mendengar ucapan dari Aruna, Digo menggelengkan kepalanya, kemudian laki laki itu dengan cepat melabuhkan kembali bibir Aruna dan bukan hanya mencium saja tetapi Digo juga *****@* lembut bibir Aruna dan menyes@pnya dan juga menggigit kecil bibir Aruna yang masih menggoda itu.
Hingga akhirnya Digo melepaskan tautan bibir diantara mereka karena si Joni yang sudah sedari tadi menegang dan meminta untuk segera dilepaskan yang pasti Digo tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena ia memang kangen dengan Aruna, 10 hari tidak bertemu.. tidak memberikan segala sesuatu dan juga tidak memanjakan si Joni maka dari itu malam ini ia harus bisa menuntaskan semua yang sudah Joni pendam dan selama 10 hari.
"Kita lanjutkan saja di rumah aku tahu jika kamu belum puas mendapatkan ciuman dariku!!"
Ujar Digo sembari ia menggoda dan melihat sepertinya Aruna enggan melepaskan ciuman dari bibirnya, tentu saja Aruna yang merasa nyaman dan juga enak kan tidak ingin semuanya berakhir nafas pastinya ia sudah terlena dengan apa yang diberikan oleh Digo.
"Apaan sih!! kamu aja yang belum puas!!"
Aruna yang malu tentunya langsung saja membalikkan tubuhnya ia segera meninggalkan Digo yang masih asyik menggodanya.
"Sayank, tungguin aku! mau ke mana?"
Tanya Digo dengan mengejar istrinya ia tahu juga istrinya itu akan pulang tetapi pintu keluarnya ada di sebelah selatan meskipun Aruna juga tidak salah keluar dari arah Utara tetapi Digo ingin keluar dari pintu Selatan saja sembari mengelilingi arena balapan yang baru saja ia lalui.
__ADS_1