My Crazy Husband

My Crazy Husband
Memastikan


__ADS_3

Firman sudah sampai di lantai atas tempat di mana Aruna dirawat, laki-laki itu ingin segera mencari keberadaan ruang perawatan Aruna tetapi tiba-tiba ia sudah melihat Papa Adi yang keluar dari ruang perawatan Aruna itu sontak saja Firman langsung saja berlari untuk mendekati Papa Adi dan menanyakan tentang keberadaan Aruna.


"Om Adi.."


Teriak Firman yang mana ia melihat Papah Adi yang mau baru mau untuk turun dari lantai ini tentu saja Firman tidak mau melewatkan kesempatan ini ia kebetulan sekali bertemu dengan Papah Adi


dan langsung saja menanyakan tentang Aruna.


"Lo, nak Firman. Bagaimana bisa ke sini? apakah ada saudara yang menginap di rumah sakit ini?"


Tanya Papah Adi yang melihat keberadaan Firman di sini setahu Papa Adi, Firman pergi ke Jepang untuk mengurusi perusahaan di sana tetapi mengapa tiba-tiba Firman sudah datang dan berada di sini.


"Bukan om, Firman memang sengaja ke sini untuk melihat kondisi Aruna. Bagaimana dengan Aruna? Firman dengar Aruna kecelakaan lalu kondisi Aruna, Bagaimana sekarang?"


Tentu saja Firman langsung menanyakan kondisi Aruna itu kepada bapak adik bukannya ia tidak mau masuk ke dalam tetapi takut saja jika mengganggu istirahat taruna yang pastinya adalah untuk segera memulihkan kesehatannya.


Sementara Papa Adi menoleh ke samping dan juga ke belakang memastikan jika Digo tidak keluar dari ruangan Aruna yang memang saat ini juga masih menemani Aruna dan kebetulan sekali baik Aruna maupun Digo saat ini sedang tertidur dan berada dalam satu bed yang sama.


Yang pastinya bukannya Papa Adi ingin menyembunyikan status pernikahan mereka namun ini belum saatnya terlebih lagi ia tidak mau nanti terjadi kekacauan dari rumah sakit ini manakah lagi kau tahu jika Firman menaruh rasa kepada istrinya itu apalagi kondisi Aruna yang memang benar-benar stabil bukan hanya karena kecelakaan tetapi karena kondisi psikis Aruna yang telah kehilangan calon anaknya.


"Kalau tidak keberatan ikut om kita berbicara di kantin saja dan kebetulan sekali Aruna sudah istirahat maaf sekali lagi bukan karena Om tidak ingin kamu masuk untuk membesuk Aruna tetapi Aruna saat ini sedang tidur."


Papqh Adi pelan-pelan memberikan ucapan itu kepada Firman dan berharap jika Firman mengerti dan mau mengikuti ucapannya, ia tidak mau jika nantinya baik Firman maupun Digo sama sama berjuang untuk mendapatkan Aruna karena itu tidak akan mungkin terjadi.


"Iya om, Firman ke sini sebenarnya selain ini bertemu dengan Aruna juga ingin melihat kondisi Aruna tidak masalah Firman ke sini lain kali saja yang penting Firman bisa mengetahui kondisi Aruna dan mendengar cerita secara detail bagaimana."


Dengan buru-buru Papah Adi langsung saja menuju ke lift dan diikuti oleh Firman ia juga akan menceritakan keadaan Aruna secara detail dan bagaimana kecelakaan itu terjadi karena baik Papah Adi dan yang lainnya sudah mendapatkan informasi tentang kecelakaan itu bagaimana kronologinya dan siapa yang menabrak Aruna dan pastinya semuanya sudah diserahkan kepada pihak polisi.


Meskipun geram dengan tingkah laku laki-laki menafsir Aruna baik bapak adik maupun Diego juga tidak akan ambil tindakan sendirian ada proses hukum di dalamnya dan mereka menyerahkan semua wanita ke jalur hukum tidak mau main tangan atau apapun juga karena saat ininya dibutuhkan adalah menemani Aruna dan tidak membuat Aruna bersedih dan terus menyemangati arona karena Aruna perlu dukungan dari semuanya.


Kedua laki-laki yang berbeda generasi itu sudah sampai di kantin di mana Papa Adi sudah memesan kopi berikut juga dengan Firman.


"Kondisi Aruna saat ini sudah baik-baik saja memang tadi setelah mengalami kecelakaan itu Aruna sempat tidak sadarkan diri dan terdapat luka jahitan di kepalanya namun untuk selebihnya kondisi Aruna sudah stabil dan tidak ada masalah serius di sana."


Ya baik Papah Adi maupun yang lainnya menutupi tentang keguguran yang dialami Aruna terlebih lagi kemerdekaan Aruna dengan Digo yang masih dirahasiakan mereka semua tidak mau memandang Aruna yang buruk karena hamil di luar nikah atau apapun juga maka semua keluarga sepakat untuk merayakan ini semua termasuk dokter Vicky dan juga dokter kandungan yang menangani Aruna mereka diminta untuk tutup mulut setelah pihak Digo mau pun Papah Adi dan juga Papi Rendra menjelaskan semuanya dan memberikan bukti-bukti jika memang Aruna sudah menikah sebelum Aruna hamil.


Dan pastinya semua ini dilakukan supaya kondisi Aruna benar-benar stabil dan tidak terkencang nantinya bahkan pihak sekolah juga tidak tahu kalau aroma sedang hamil dan keguguran ya meskipun ada beberapa guru yang tahu kondisi Aruna waktu hamil beberapa hari yang lalu tetapi semuanya juga bergabung tidak ingin membacakan rahasia itu semua.


"Alhamdulillah..."


Lagi Dan Lagi Firman merasa lega mendengar kondisi dari perempuan yang sangat dicintainya itu keadaan baik-baik saja meskipun sebenarnya Firman ingin sekali melihat arona langsung namun kenyataannya ia salah berkunjung sore ini di mana tidak memungkinkan jika Firman membesuk Aruna dalam keadaan Aruna yang masih tidur, Firman juga tidak mau mengganggu istirahat Aruna.


Papa Adi sedari tadi melihat ekspresi Firman, ia sudah tahu jika dari awal Firman menang rasa kepada al-quran terlebih lagi saat ini Firman benar-benar terlihat sedang menghadirkan Aruna dan juga merasa lega setelah mendengar penjelasan darinya jika Aruna baik-baik saja.


Tetapi Papah Adi juga bukan untuk menanyakan tentang perasaannya kepada Aruna Karena itu adalah masalah pribadi dan Papah Adi tidak mau menyampurinya.


Terlebih lagi Papah Adi sudah bertemu dengan Aruna dan membicarakan masalah Firman, Aruna juga tidak mempunyai rasa sama sekali dengan Firman bahkan arona baru pertemu dengan Firman beberapa hari yang lalu Jadi tidak mungkin jika ada nama Firman di dalam hati Aruna apalagi sampai berselingkuh dengan Firman itu yang membuat Papah Adi sedikit lega dengan keberadaan Firman di sini.


"Lalu bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi dan kasusnya apa sudah ditangani oleh pihak kepolisian?"


Biasa dari tadi Firman memang penasaran terlebih lagi Remon juga terlibat kasus kecelakaan yang membuat adik sepupunya itu harus berurusan dengan polisi dan mungkin saat ini sudah mendekam di balik jeruji penjara dan pastinya Firman ingin tahu apakah memang benar perempuan yang ditabrak oleh Remon itu adalah Aruna atau ada perempuan lain lagi.


"Iya menurut informasi yang Om terima Aruna ingin menyeberang dari depan sekolahan tetapi tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga membuat Aruna tertabrak dan juga terpental. Tetapi sayang sekali laki-laki yang menabrak Aruna itu malah kabur tetap mempertanggungjawabkan semuanya tetapi Om baru saja mendapatkan berita jika orang yang menabrak rumah itu sudah tertangkap polisi dan saat ini sedang berada di penjara."


*****

__ADS_1


Kenapa ceritanya persis sekali dengan apa yang dikatakan oleh pak polisi tadi di mana Remon menabrak seorang perempuan yang membuat perempuan itu terpental kemudian langsung saja kafir tanpa melihat keadaan dari perempuan itu. Apakah memang benar jika perempuan yang ditabrak itu adalah Aruna?


Masih bertanya-tanya di dalam hati tentang siapa yang ditabrak Remon bahkan saking penasarannya Firman belum berani untuk menanyakan siapa pelakunya pastinya Papah Adi tahu siapa nama dari laki-laki yang sudah menabrak Aruna.


"Apakah Om tahu siapa laki-laki itu dan sudah mendapatkan identitas siapa penabrak Aruna?"


Tentu saja Firman menanyakan ini dengan ketar-ketir, khawatir juga nama yang disebutkan itu adalah adik sepupunya sendiri yang mana memang Remon sudah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan semuanya di dalam kantor polisi tetapi tetap saja Firman adalah saudara dari Remon yang berarti Firman juga harus ikut bertanggung jawab dengan semuanya.


"Namanya Remon Nugraha Saputra, dia anak pengusaha yang terkenal di kota Bandung dan katanya baru beberapa hari ini tinggal di Jakarta bersama dengan saudaranya."


Deg


Tangan Firman mengepal kuat-kuat bukan karena ia tersinggung ataupun marah mendengar ucapan dari Papah Adi tetapi ia benar-benar marah dan kecewa dengan tindakan sepupunya itu yang mana yang menjadi penyebab Aruna dirawat di rumah sakit ini adalah Remon adik sepupunya sendiri.


Sungguh Firman tidak tahu lagi harus berkata apa dengan kenyataan yang baru saja di dekatnya itu bukan karena patah hati atau bagaimana tetapi tiba-tiba nyalire menciut mendengar nama adik sepupunya itu disebutkan oleh Papah Adi ya meskipun Remon tidak mendengar jika keluarga dari Aruna menaruh dendam terhadap Remon atau bagaimana tetapi Firman tahu diri tidak mungkin ia melangkah lebih lanjut lagi untuk memperistri Aruna di saat keadaan genting seperti ini.


Benar-benar brengsek tuh anak, bisa bisanya dia menghancurkan apa yang sudah aku susun matang-matang...


Firman mencoba mental menetralkan apa yang ada di dalam pikiran saat ini dengan ekspresinya ia bikin seolah-olah tidak tahu tentang siapa sebenarnya Remon bukan karena Firman ingin menutupi semuanya namun sepertinya lebih baik jika memang Firman menutup mulut rapat-rapat sebentar toh nanti juga semuanya akan Firman jelaskan setelah keadaan Aruna benar-benar membaik.


"Apa Om mau menuntut anak itu untuk mempertanggungjawabkan semuanya?"


"Menuntut? pastinya iya tetapi semuanya Om serahkan kepada pihak yang berwajib dan Om juga tidak akan mengambil tindakan kekerasan karena semua ini adalah musibah tentu saja Om berharap jika keluarga dari Remon itu bisa mendidik Remon dengan sangat baik karena Om mendengar jika memang laki-laki itu bukan anak laki-laki yang baik suka membuat onar dan juga balapan. Dan pastinya Om tidak ingin kejadian seperti terulang lagi Mungkin memang sudah nasib arunas saat itu Aruna kena apes tetapi semuanya bisa dihindari jika laki-laki itu tidak mengajukan motornya dengan kecepatan tinggi."


Ya mendengar ucapan dari Papa Adi membuat Remon merasa bersalah Firman setidaknya di samping lega namun ia harus mempertanyakan semua ini kepada remote dan membawa Remon untuk meminta maaf kepada anak perempuannya dicintainya.


Mereka berdua melanjutkan ngobrolnya tentu saja dengan pembahasan seputar Aruna dan juga seputar perusahaan karena Firman tidak berniat untuk meneruskan lagi untuk datang ke rumah Papa Adi nanti malam yang pastinya selain kondisi Aruna seperti ini Firman juga harus memastikan semuanya Remon meminta maaf kepada Aruna dan juga keluarganya.


"Sepertinya saya harus pulang Om dan Om tentu saja harus istirahat besok Mungkin saya akan ke sini lagi bertemu dengan Aruna sampaikan salam saya untuk Aruna."


Iya sekaligus lega mendengar kalau Firman pergi dari rumah sakit ini meskipun belum lega karena besok pastinya Firman juga akan datang ke sini lagi.


Sepanjang perjalanan menuju kantor polisi Firman mengobat kesalahan di sepupunya itu bisa-bisanya ia memakai motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga menabrak Aruna perempuan yang digadang-gadang untuk dijadikan istrinya.


Tentu saja Firman tidak tahu lagi Bagaimana jika keluarga aku ulang tahun jika Remon itu adalah saudaranya yang pastinya Firman jadi ragu-ragu untuk bertemu dengan keluarga Papah Adi, bersilaturahmi sekaligus melamar Aruna.


Tetapi jika Firman tidak buru-buru ke sana maka ia tidak punya kesempatan lagi ia yakin pastinya perempuan yang sangat cantik seperti anak itu sudah banyak mengecat bahkan anak dari keluarga Kristus juga pastinya sudah berulang kali datang ke rumah dan menyatakan perasaannya dan Firman tidak mau kecolongan lebih lagi setelah ia patah hati bertahun-tahun ia baru menemukan seseorang yang bisa meluluhkan hatinya dalam waktu sekejap.


Bugh


"Brengsek loh!!"


Satu pukulan mendarat di wajah Remon tentu saja saat ini Firman sudah berhasil bertemu dengan Remon.


"Lo tau nggak yang lo tabrak itu siapa?"


Dengan memegang sudut bibirnya yang berdarah Remon menggalehkan kepalanya ia apes jika sudah bertatapan dengan Firman meskipun Remon tahu jika Kakak sebut punya itu begitu menyayanginya tetapi jangan salah jika ia melakukan kesalahan sekecil apapun Firman maka akan turun tangan apalagi masalah seperti ini yang Remon sendiri telah melakukan kesalahan besar yaitu menyelakai seseorang.


"Lo tau sendiri gue sudah lama mendapatkan seorang perempuan dan tidak ada satu perempuan punya berhasil meluluhkan hati gue tetapi Baru kali ini gue menemukan seseorang itu namun sayang sekali gara-gara lo gue harus merenungkan niatnya untuk melamar bahkan menikahinya secepat mungkin."


Tentu saja Remon dapat melongo dengan apa yang diucapkan oleh Firman Apa hubungannya dengan kecelakaan yang menimpanya dengan perempuan yang bisa meluluhkan hati kakak sepupunya itu sungguh otak Remon tidak bisa berpikir ke arah sana bahkan dipaksa pun nyatanya Remon tidak sanggup.


"Perempuan yang baru lo tabrak itu adalah perempuan yang gue sebutkan tadi perempuan yang bisa meluluhkan hati gue..."


Nah sekarang Remon baru paham, ia sama sekali tidak berani mendoakan wajahnya menatap wajah tampan Firman hanya penyesalan yang bisa ia lakukan saat ini terlebih lagi apa yang dikatakan oleh Kakak sepupunya itu benar jika Firman sudah bertahun-tahun menjumlah karena patah hati dan Baru kali ini menemukan seorang perempuan dan tentu saja dengan usia Firman yang sudah cukup pantas untuk menikah tetapi Firman sampai sekarang belum menikah berbeda dengan dirinya yang Playboy dan suka gonta-ganti pacar bahkan sudah tidur terulang kali dengan perempuan yang beda-beda.

__ADS_1


"Lalu bagaimana caranya aku harus meminta maaf kepada orang tua Aruna? bagaimana tadi jika mereka tahu lo ada adik sepupu gue yang pastinya mereka tidak akan pernah menerima gue sebagai bagian keluarganya nanti!!"


******


Setelah mengunjungi Remon di dalam penjara Firman langsung saja pulang ke rumah ia tidak mungkin kembali lagi ke rumah sakit meskipun jam berkunjung masih ada.


Bukan karena Remon takut mengganggu istirahat Aruna, ia yakin jika perempuan cantik itu pastinya sudah bangun apalagi atau persis bagaimana tipe perempuan seperti Aruna itu yang pastinya tidak betah jika berlama-lama berada di rumah sakit dan pastinya tidur juga tidak nyenyak meskipun pengaruh obat yang diberikan oleh dokter.


Tetapi Firman bingung ini harus berkata apalagi jika sampai nanti keluarganya Aruna tahu jika yang menabrak Aruna adalah Remon sepupunya sendiri dan juga dengan Remon yang merupakan laki-laki yang tidak baik-baik saja meskipun rekaman bukan seorang pembunuh atau bagaimana tetapi laki-laki itu adalah laki-laki urapan geng motornya suka balapan yang pastinya Remon malu juga sampai nanti kedua orang tuanya tahu akan sebenarnya laki-laki yang menabrak Aruna.


Pusing memikirkan itu semua padahal ia baru saja melangkah untuk menemukan kebahagiaan setelah bertahun-tahun merasakan patah hati dan juga kecewa saatnya kini Remon bangkit dan membuka matanya untuk perempuan lain tetapi baru saja ingin melamar dan menikahi perempuan cantik itu tetapi memang dihadapkan dengan kenyataan yang baik di mana ia tidak tahu apa yang akan dilakukan kalau ternyata calon pendamping hidupnya itu mengalami kecelakaan yang menyebabkan kecelakaan adalah keluarganya sendiri.


"Aku harus apa juga sampai nanti keluarga Aruna tahu jika Remon itu adalah saudaraku?"


Tidak mungkin jika menyangkal kalau Remon itu bukan siapa-siapanya yang jelas laki-laki itu tentu saja harus menjelaskannya daripada nanti keluarga Aruna tahu dari dari orang lain lebih baik memang Firman itu menjelaskan semuanya.


Bingung dan juga tidak tahu apa yang dilakukannya Firman kembali ke rumah laki-laki itu segera membersihkan diri kemudian tiduran di atas ranjang meskipun sebenarnya ia lelah tetapi pikirannya semraw tidak mungkin ia tidak memikirkan tentang kejadian ini.


"Besok gue akan ke kantor posisi siapa tahu remon bisa keluar dan juga bisa meminta maaf atas kelakuannya kepada keluarga Aruna dan pastinya gue juga akan mengakui jika Remon itu adalah saudara gue sebelum keluarga Aruna tahun dari orang lain."


Yah itu yang dipikirkan oleh Firman saat ini ia tidak mau jadi pengecut yang pastinya laki-laki itu harus menyelesaikan masalah semuanya ini.


Di tempat yang berbeda Papa Adi bersama dengan Papi Rendra yang saat ini sedang berdiskusi meskipun tidak adanya Digo tetapi mereka berdua harus menyelesaikan semuanya tidaklah tidak bukan masalah diselesaikan itu menyangkut tentang Aruna kecelakaan ini menimpa Aruna dan laki-laki yang sudah menabrak Aruna.


Ya meskipun si pelaku belum meminta maaf tetapi kedua orang tua Remon sudah menelpon orang tua Aruna yang pastinya beliau meminta maaf tentang kejar kecelakaan yang terjadi.


"Bagaimana? semua sudah selesaikan orang tua jari lemon juga sudah meminta maaf mungkin meskipun beliau juga belum bisa datang ke sini kemungkinan besok beliau dari Singapura langsung ke sini?"


Ujar Papi Rendra yang saat ini sedang ngobrol berdua dengan Papah Adi dan tentunya kedua laki-laki itu menginginkannya terbaik buat putrinya dan juga untuk laki-laki yang saat ini masih mendekam di penjara.


"Sebenarnya gue juga tidak ingin membiarkan anak itu bebas tetapi kamu tahu sendiri anak itu masih dibawa umur dia masih sekolah sama seperti Aruna dan juga Digo masa depannya masih panjang. Mungkin saja dia kurang kasih sayang dan perhatian makanya seperti itu."


Papah Adi menghela nafasnya berat, ini memang suatu kebutuhan yang sulit dimana ia harus berpikir lebih jernih lagi tentang keberadaan Remon di penjara apakah ia akan meneruskan gugatannya terhadap Remon atau mencabut semuanya.


Bukan karena kedua orang tua Remon yang tadi sudah menelponnya dan kebetulan sekali baik bapak Adi maupun Papi Rendra tahu betul siapa orang tua Remon itu dan juga Bukan pula karena orang tua Remon yang memberikan sejumlah uang kepada Papah Adi bahkan Papah Adi pun menolak orang tua Remon ketika kamu membiayai semua biaya perataan Aruna dan juga mengganti rugi semuanya tetapi masalahnya tidak seperti itu Papah Adi dan juga Papi Rendra memikirkan tentang masa depan Remon tentunya.


Tidak mungkin mereka berdua membiarkan Remon berada di dalam penjara apalagi 3 bulan lagi Remon akan melakukan ujian nasional yang pasti punya mereka berpikir lagi apakah mungkin jika Remon tidak lulus dengan ini karena ulahnya.


Meskipun sudah dipikir-pikir apa yang sudah Remon lakukan itu merugikan keluarga Aruna dan juga keluarga Digo, terlebih bagi pasangan suami istri itu yang kehilangan calon anaknya tetapi jika dipikir lagi semuanya adalah takdir mau ada kecelakaan itu atau tidak yang jelas jika memang tua tidak berhendak maka semuanya akan hilang yang penting saat ininya Aruna terselamatkan meskipun Aruna dan Digo harus kehilangan calon anaknya.


"Gue setuju dengan apa yang ada di pikiran lo, Bagaimana kalau dicabut saja tuntutannya lagi pula sebentar lagi dia juga akan mengiku ujian sama seperti Aruna dan juga dugo."


Belum juga Papah Adi mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya tetapi Papi Rendra seakan-akan tahu betul dengan apa yang dipikirkan oleh Papah Adi itu.


"Lalu bagaimana dengan Digo? aku takut jika Digo tidak terima?"


"Selama masih ada Aruna yang menenangkan pastinya Digo akan menerima meskipun aku tahu Digo melakukan itu membebaskan orang yang sudah membunuh calon anaknya tetapi ini penting sekarang ini adalah kenyamanan dan ketenangan Aruna, Aku tidak mau juga menantu cantikku itu berpikir tentang hal-hal yang buruk lagi terlebih lagi ada orang yang masuk ke dalam penjara."


Kedua laki-laki yang sudah tidak mudah lagi itu melakukan kepalanya sepertinya memang benar bukan karena mereka sok suci atau bagaimana tetapi mereka berpikir lagi karena yang menabrak diriku itu masih di bawah umur dan juga sebentar lagi ujian alangkah baiknya jika semua ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan.


"Kamu benar, sebaiknya kita bicarakan juga ini dengan Digo dan Aruna mereka juga harus tahu."


Setelah ngobrol-ngobrol berdua, Papah Adi dan juga Papi Rendra kembali ke ruang perawatan Aruna yang mana Di sana hanya ada Digo karena kedua perempuan cantik itu saat ini kembali ke rumah bergantian menjaga Aruna dan besok baru kembali lagi ke sini untuk merawat Aruna.


Yang pastinya semuanya harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan tidak boleh ada penyesalan atau apapun juga meskipun itu akan berat bagi Digo karena membiarkan pembunuh anaknya bebas di luar dan tidak dipenjara tetapi mencoba mengikhlaskan dan mencoba melakukan yang terbaik itu adalah kunci supaya kehidupan mereka nantinya makin harmonis juga makin bertambah semuanya.

__ADS_1


__ADS_2