My Crazy Husband

My Crazy Husband
Menunjukkan Kemesraan


__ADS_3

Miranda dan Digo masih ngobrol-ngobrol di depan kelas dan tentu saja Digo menanggapinya dengan tidak begitu serius. Ia ingin tahu saja apa yang mau dikatakan Miranda dan sepertinya obrolan dari Miranda saat ini membuat Digo tertarik, ia ingin tahu seberapa besar Miranda menginginkannya dan seberapa besar tidak suka Miranda kepada Aruna.


"Gue tahu banyak tentang Aruna, ada temen gue yang tahu juga Aruna sering keluar masuk hotel dan pastinya lo harus tahu jika Aruna itu sudah tidak perawan lagi!!"


Brengseekk!! Bisa-bisanya dia ngatain kalau Aruna tidak perawan, jelas saja kalau yang pertama kali nyentuh Aruna adalah gue dan gue yang sudah mengambil perawan Aruna..


Tangan Digo terkepal kuat, andai saja yang di sampingnya saat ini bukan perempuan, sudah Digo pukul dari tadi begitu juga dengan Dino dan yang lainnya mendengar apa yang diucapkan oleh Miranda, mereka juga sama-sama menatap tajam ke arah Miranda, tidak tahu saja jika yang pertama kali mengambil keperawanan Aruna adalah Digo sendiri bukan orang lain dan saat ini di statusnya sebagai suami Aruna bukan pacar lagi atau apalah.


Namun lagi lagi mereka hanya diam, meskipun di dalam hatinya jenggel seperti Digo, namun jika mereka menanggapi apa yang diucapkan oleh Miranda terlebih lagi menanggapi dengan emosi maka Miranda malah senang.


"Mau Aruna perawan atau tidak itu juga bukan urusan lo, yang penting gue cinta sama dia dan satu lagi jangan pernah lo njelek-jelekin orang jika lo tidak tahu sendiri bagaimana orang itu dan seharusnya lo ngaca!!"


Tidak mau terus-menerus bersama dengan Miranda yang nanti akhirnya membuat Aruna tahu dan cemburu, Digo berdiri dari tempat duduknya, namun Lagi dan lagi Miranda menghadangnya dengan menarik tangan Digo.


"Gue lakukan ini semua karena gue cinta dan sayang sama lo Di dan gue ingin kita balikan lagi, gue nggak mau cinta lo hanya bertepuk sebelah tangan saja, tidak dibalas oleh Aruna sedangkan ada gue yang benar-benar tulus dan mencintai lo. Apa susahnya sih kita balikan lagi, toh gue juga benar-benar mencintai lo. Bukan lebih enak dicintai daripada mencintai?"


Sementara Aruna yang sudah selesai pelajaran terakhir dan juga guru sudah keluar dari kelasnya, Aruna sendiri juga keluar bersama dengan Vina dan teman-temannya, ia memang tidak menunggu Digo di kelasnya mungkin saja suaminya itu belum keluar dari kelas dan menunggu di lobi atau parkiran.


Tetapi saat Aruna keluar dari kelasnya, ia menoleh ke arah samping di mana kelas Digo berada, namun sejenak ia melihat pemandangan yang begitu menyentuh hatinya, entahlah rasanya dadanya terasa sakit melihat Digo saat ini bersama dengan Miranda terlebih lagi Miranda yang memegang erat tangan Digo, sepertinya mereka berdua ada sesuatu.


Deg

__ADS_1


Mengapa aku jadi cemburu seperti ini, apakah benar jika aku sudah jatuh cinta dengan Digo, kenapa mataku sakit sekali melihat semuanya itu..


Aruna masih memandang ke arah Digo dan Miranda tetapi sayang sekali Digo yang saat ini tidak memandang ke arah Aruna, jadi laki-laki itu tidak tahu kalau istrinya sedang melihat pertunjukan yang mungkin membuat Aruna sakit hati.


Tetapi berbeda dengan Miranda, perempuan itu tahu jika saat ini Aruna menoleh ke arah Digo yang membuat Miranda semakin menggenggam erat tangan Digo yang seolah-olah Digo juga membalas genggaman tangannya.


Rasain, setelah ini aku yakin jika Aruna akan meminta putus dari Digo...


Namun meskipun hati Aruna kesal dan juga sedikit ada rasa cemburu, ia tidak mau kalah dengan Miranda terlebih ia tahu Miranda adalah musuhnya sama seperti Digo sebelum laki-laki itu menjadi suaminya.


"Lo jangan mau kalah sama Miranda, Digo itu suami lo dan pastinya lo juga harus bisa lebih aktif dari perempuan gatal itu!!"


Bisik Vina di telinga Aruna karena Vina tahu apa yang dipikirkan oleh Aruna saat ini di mana ia memang tidak mau jika sahabatnya mengalah begitu saja apalagi Vina yakin kalau Digo benar-benar mencintai dan menyayangi Aruna, maka dari itu Vina sebisa mungkin membuat Aruna tidak mau mengalah dengan Miranda.


Aruna menganggukan kepala, mungkin ia jengkel dengan Digo yang mengapa diam saja tangannya digenggam oleh Miranda, tetapi ia tidak akan memperlihatkan rasa jengkelnya itu di sini terlebih di depan Miranda, bahkan Aruna akan membuat Miranda sakit hati dengan perlakuan manisnya kepada Digo nanti.


Hingga akhirnya Aruna melangkahkan kakinya untuk menghampiri Digo dan Miranda, ia ingin menunjukkan bagaimana cintanya kepada Digo meskipun itu hanya pura-pura tidak masalah setidaknya di depan Miranda, Aruna bisa membuat perempuan itu panas.


"Sayank.... Maaf ya lama menunggu?"


Digo yang kaget dengan cepat melepaskan tangan Miranda, ia melihat ke arah Aruna yang saat menghampirinya dengan tersenyum manis. Digo takut kalau Aruna marah karena perlakuan Miranda, yang pastinya Aruna melihat bagaimana Miranda menggenggam tangannya sangat erat dan Digo tidak mau jika istrinya nanti marah-marah bahkan membencinya ataupun malah disuruh tidur di luar kamar.

__ADS_1


"Sayank Aku bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kamu lihat."


Jelas saja ada rasa ketakutan di dalam diri Digo, laki-laki itu segera menghampiri Aruna dan memeluk pinggang Aruna dengan sangat erat, meskipun ia tahu sebenarnya istrinya itu marah dan cemburu melihat dirinya bersama Miranda, tetapi di depan Miranda.. Aruna pura-pura saja kuat dan malahan bersikap mesra padanya.


Tetapi tidak masalah, Digo akan memanfaatkan kesempatan ini, kapan lagi Aruna bisa ber manja-manja sama dirinya lebih dulu.


"Aku sudah tahu sayank jika Miranda lah yang menggoda kamu, tidak tahu saja jika kita tidak bisa dipisahkan, kamu sangat mencintai aku kan?"


Cup


Dengan cepat Aruna mencium pipi Digo dan itu membuat Digo hatinya berbunga-bunga, terkejut sekaligus juga senang mendapatkan perlakuan manis dari istrinya seperti ini.


Brengseekk!! Rencanaku gagal! Aku yang membuat dia terbakar cemburu tetapi kenapa aku sendiri yang malahan merasakannya...


Miranda tidak menyangka jika dirinya yang tadi berencana untuk membuat Aruna marah-marah, cemburu dan juga memutuskan Digo tetapi pada akhirnya ia sendiri yang terbakar cemburu,Miranda menggelengkan kepalanya, manakala ia melihat Aruna yang mencium pipi Digo dan itu dilakukan dengan sangat mesra sekali dengan tangan Digo yang memeluk pinggang Aruna dengan sangat erat padahal dulunya Digo tidak pernah melakukan seperti itu bahkan ketika Miranda ingin mencium pipi Digo saja Digo langsung menghindar.


Cup


"Aku sangat mencintaimu sayank dan jangan percaya apapun yang dikatakan oleh Miranda, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."


"Tentu saja sayank, tidak mungkin kamu akan balikan lagi sama dia, kan Kamu cintanya cuma sama aku."

__ADS_1


Ujar Aruna dengan melirik sekilas ke arah Miranda, ia tahu kalau Miranda saat ini marah padanya bahkan dengan tatapan mata yang tajam Miranda seolah-olah ingin membunuhnya.


__ADS_2