
"Pelan-pelan Di, kamu ganas sekali..."
Entah sejak kapan kedua sejoli itu sudah berada di atas ranjang dengan pakaiannya yang sudah teronggok di atas lantai tentu saja Digo tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini dimana ia begitu berhasil menginginkan Aruna malam ini dan akan membuat malam ini menjadi malam yang begitu berkesan buat Aruna.
"Maaf sayank, tetapi aku tidak bisa pelan, tubuhmu benar-benar candu dan aroma dari tubuhmu membuat aku gila, aku tidak bisa memelankannya tetapi jika sakit kamu bisa berteriak atau mencakar punggung aku.."
Aruna akhirnya pasrah dan merasakan sesuatu yang benar-benar diluar dugaannya, perempuan cantik itu kini memejamkan matanya.
Entahlah apakah si ular Digo yang sudah bertambah panjang dan juga besar atau karena mungkin 10 hari mereka berdua tidak melakukan hal-hal yang menyenangkan hingga membuat rasanya penyatuan malam ini benar-benar begitu berbeda, benar-benar nikmat tidak seperti yang dulu-dulu.
"Kenapa sayank, sakit?"
Aruna tidak menjawab perempuan cantik itu yang sudah mengalungkan tangannya ke leher Digo dan sengaja menganggukan kepalanya, memang tidak dipungkiri lagi rasanya benar-benar berbeda, rasanya benar-benar sesak meskipun sudah berulang kali Digo pakai tetapi malam ini benar-benar membuat Aruna bisa meneteskan air matanya, karena kembali Aruna merasakan sakit dibagian intinya seperti pertama kali Digo melakukan itu padanya.
Aruna tersenyum dan mengangguk, memang benar apa yang diucapkan oleh suaminya jika penyatuan malam ini benar-benar begitu beda benar-benar begitu merasa sampai ke dalam hati dan memang benar jika malam ini Aruna sudah menerima Digo sepenuhnya, hingga si Joni dan juga inti Aruna juga bisa berdamai mengeluarkan sesuatu yang benar-benar nikmat.
"Di...."
"Apa sayank, rasanya benar-benar beda kan?"
Lagi Dan Lagi Aruna tidak bisa menjawab ya bahkan berpikir jika suaminya itu di sana sudah melakukan sesuatu hingga membuat penyatuan kalau ini benar berbeda sungguh Digo kali ini berbeda dengan sebelumnya.
Hingga akhirnya...
__ADS_1
"Arghh....."
Digo yang merasa sudah tidak tahan lagi langsung saja mengeluarkan cairan kental itu dan menumpahkan di dalam rahim Aruna, Digo juga berteriak untuk menuntaskan semuanya, dan benar-benar merasakan enak sekali penyatuan malam ini.
"I love you sayank, kamu benar-benar nikmat.."
"I love you too Di, Aku ngantuk.."
Digo tersenyum kemudian mencium kening dan juga bibir Aruna, tetapi laki-laki itu tidak lantas turun dari tubuh Aruna karena memang Digo ada niat untuk memangsa Aruna pagiĀ sampai pagi, tidak akan membiarkan istrinya itu istirahat dulu sebentar.
"Di, kenapa nggak turun? apa kamu tidak ngantuk dan juga capek?"
Jelas saja Aruna sedikit ngeri, karena ia paham betul bagaimana suaminya itu yang pastinya satu ronde saja itu tidak cukup buat Digo tetapi Aruna yang merasa lelah hanya bisa meminta Digo untuk istirahat tetapi sayang sekali suaminya itu tidak bisa terbantahkan jika menyangkut masalah ini.
Astaga kamu benar-benar gila Di....
Aruna sudah memejamkan matanya rasa lelah dan ngantuk sudah menyelimuti dirinya saat ini benar-benar suaminya itu membuat dirinya tidak berdaya.
Berbeda dengan Digo, laki-laki itu kini sudah berada di samping arona memeluk tubuh Aruna dan memandangi wajah cantik istrinya sungguh sudah lama ia tidak memerdebu istri saat ini 10 hari berada di Jepang rasanya seperti setahun diiku tidak kuat jika lama-lama jauhan dengan istrinya.
Di dalam hati Digo berjanji tidak akan pernah meninggalkan istrinya meskipun sebentar kalaupun ia terpaksa pergi urusan bisnis dalam waktu yang lama ia harus mengajak Aruna mau tidak mau Aruna harus ikut bersama dengan dirinya.
Tidak ada rasa capek sama sekali dalam tubuh Digo apalagi tadi Digo bertanding dengan Nathan di arena balapan tetapi laki-laki itu masih saja mempunyai kekuatan yang ekstra bahkan Digo juga tidak mengantuk entahlah Apa rasa senangnya sudah bertemu Aruna dan juga Aruna menyatakan cinta kepada dirinya atau memang digoyang mempunyai kekuatan yang lebih.
__ADS_1
Pastinya tidak bisa dibayangkan seorang ketua OSIS yang pintar dan juga tidak neko-neko bisa melakukan sesuatu itu kepada istrinya tentu saja jika orang-orang tahu pastinya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Diego tetapi kenyataan seperti itu bahkan Digo lebih parah dari keempat sahabatnya yang suka bermain dengan perempuan.
Melihat istrinya sudah tertidur Digo memberi ciuman di kening Aruna ia yang ingin mengulang kegiatan panas lagi rasanya tidak tega dan membiarkan arona istri untuk malam ini ia untuk malam ini saja tetapi nanti setelah Aruna bangun Digo akan kembali memangsanya karena ia benar-benar menikmati kebersamaan dengan istrinya.
"Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?"
Dan jawabannya, Digo sendiri tidak tahu dari awal pertama bertemu dengan Aruna, Digo langsung jatuh cinta dengan perempuan yang saat ini sudah menjadi istrinya itu dan dengan alasan apapun Digo juga tidak pernah tahu bukan hanya karena kecantikan Aruna saja tetapi yakin di dalam hatinya jika Aruna itu benar perempuan yang dipilihkan Tuhan untuk menjadi istrinya untuk menjadi pendamping dirinya.
Meskipun pada awalnya Aruna sangat membenci di kota tapi itu tidak masalah hingga akhirnya mereka berdua sama-sama saling jatuh cinta walaupun ada sedikit kerikil-kerikil tajam yang menghampiri kehidupan rumah tangganya.
Digo yang mendengar bunyi ponsel berdering tentu saja langsung beranjak dari atas ranjang laki-laki itu kemudian mengambil ponselnya yang ia taruh di atas meja.
"Mami..."
Ada sedikit kaget di dalam hati Digo kenapa malam-malam begini mami Nina menelponnya bukanlah dari tadi aku sudah mengirimkan pesan kepada Mami Nina sudah pulang tetapi malam ini menginap di hotel bersama dengan Aruna tetapi mengapa Mami Nina itu malah menelponnya Ada apa yang sebenarnya terjadi.
"Halo Mi, ada apa?"
Jelas saja baru saja diriku mengangkat sampeyan telepon dari mami Nina perempuan cantik itu sudah mengeluarkan suara yang membuat Digo menutup telinganya tentunya memilih nama marah-marah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Digo balapan dengan Nathan yang pastinya Digo sudah tidak kaget mengapa Mami Nina tahu tentang kelakuannya malam ini karena tidak lain dan tidak bukan orang suruhan Papi Rendra yang sudah mengatakan apa yang terjadi dengan dirinya dan juga Nathan.
"Aruna mana?"
Ya setelah memberikan ceramah panjang kali lebar kepada Digo menulis sambungan telepon meminima menanyakan tentang keberadaan menantunya beliau takut jika arona saat ini merasa sedih atau bagaimana dengan tindakan Digo meskipun Digo berulang kali sudah mengatakan jika arona baik-baik saja dan bersama dirinya namun sepertinya Mama Nina tetap tidak percaya dengan kelakuan Putra bungsunya itu.
__ADS_1
Hingga mau tidak mau Digo mengarahkan panggilan video itu dan kini maminina bisa melihat bagaimana posisi Aruna saat ini ia sudah tertidur pulas dengan pundak yang kelihatan dan juga hanya tubuh Aruna hanya tertutup terselimut tebal dan itu menandakan jika Aruna dan Digo baru saja melakukan sesuatu yang menyenangkan.
"Kamu benar-benar gila Di, besok pulang ke rumah.. papi kamu tadi marah-marah dan ingin membicarakan sesuatu ini kepada kalian berdua!!"