My Crazy Husband

My Crazy Husband
Membuktikan


__ADS_3

"Mau ke mana Di, bukannya kamu harus ke kantor?"


Aruna masih saja bertanya ke mana suaminya akan membawa dirinya pergi sementara, sedari tadi pertanyaannya itu tidak dijawab sama sekali oleh Digo bahkan Digo hanya melirik sekelas ke arah Aruna sembari tersenyum dengan tangan yang saat ini menggenggam tangan Aruna dengan sangat erat.


Kesal, Aruna langsung saja memalingkan wajahnya, ia tidak mau melihat ke arah Digo yang nyatanya tidak ada jawaban sama sekali ke mana laki-laki itu akan membawanya pergi.


Aruna juga paham kalau ini bukan jalan menuju ke perusahaannya Digo atau menuju ke butik Mami Nina, tetapi ke suatu tempat yang entah Aruna sendiri belum tahu.


Akhirnya Aruna melototkan matanya ketika ia membaca tulisan yang begitu besar dan terpampang nyata di depannya, yang mana Aruna tidak percaya mengapa suaminya bisa membawa dirinya ke tempat seperti ini bukannya segera menuju ke perusahaan tetapi malahan menuju ke sebuah hotel.


"Di... Jangan Gila!"


Ucap Aruna ketika paham dengan pikiran Digo dan tentu saja Digo ingin membuktikan tentang kebenaran yang diucapkan nya itu di mana Aruna masih tidak percaya kalau hanya dirinyalah yang disentuh oleh Digo, satu-satunya perempuan yang pertama dan terakhir yang akan dinikmati tubuhnya oleh Digo.


"Turun sayank!"


Digo membuka sabuk pengamannya kemudian ia bergegas keluar dari mobil. Ia lebih dahulu keluar dengan sengaja menunggu Aruna di depan mobil tetapi sayang sekali sudah 5 menit Aruna tidak kunjung keluar dari mobil, yang membuat kesabaran Digo akhirnya habis dan membuka pintu mobil Aruna.


Dengan cepat laki-laki itu membuka sabuk pengaman Aruna. Dan langsung saja menarik pelan tubuh Aruna hingga Aruna sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, ingin berteriak tetapi rasanya malu jika semua orang melihatnya, terlebih ini siang hari pastinya banyak orang-orang yang berlalu-lalang di hotel ini.

__ADS_1


Digo dengan cepat membawa tubuh Aruna ia menggenggam erat tangan istrinya itu hingga mereka sampai di dalam hotel dan langsung saja ada seorang laki-laki yang tidak begitu tua langsung menghampiri Digo dan memberikan kunci kamar kepada Digo, tentu saja laki-laki itu tidak akan banyak bertanya karena hotel ini adalah milik Digo sendiri, di mana memang sebelum ke sini Digo sudah memberikan pesan kepada laki-laki itu untuk menyiapkan kamar khusus untuk dirinya dan Aruna.


Aruna hanya melongo melihat seorang laki-laki yang langsung saja memberikan kunci, memang Aruna tidak tahu seberapa besar kekayaan yang dimiliki suaminya, bukannya ia tidak begitu paham dengan suaminya tetapi Aruna sendiri masih tidak ingin terbuka dengan suaminya dan tidak ingin bertanya apa saja yang dimiliki oleh Digo, bukannya Aruna tidak mau tetapi Aruna takut jika dicap sebagai istri yang matre yang sukanya hanya mengambil harta kekayaan Digo saja.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak, tenang saja .. hotel ini adalah milikku tentunya milik kita."


Tidak menyangka jika Aruna yang melongo tiba-tiba langsung saja diam dan pikirannya yang tadi was-was ketika berubah menjadi tenang meskipun ia sadar ada bahaya di depan sana yang mana ia tahu betul bagimana Digo saat ini yang ingin menerkamnya.


Belum lagi dengan kemarahan Papi Rendra, di mana sudah menunggu Digo tapi Digo malahan bersenang-senang dengan dirinya, di sini Aruna menjadi tidak enak.


"Masuk sayank, aku akan buktikan kalau aku hanya mencintai kamu. Dan hanya kamu perempuan satu-satunya yang aku sentuh."


"Kamu sudah ditunggu oleh Papi, nanti Papi marah"


Aruna tentu saja tidak ingin bersenang-senang siang ini apalagi dengan dirinya masih jengkel dengan Digo, ketika mengingat bagaimana tangan Digo dipegang oleh Miranda, tapi semuanya tidak dihiraukan oleh Digo bahkan Digo saat ini sudah membuka seluruh pakaiannya hingga laki-laki itu tidak menggunakan apapun sama sekali.


Dengan cepat Aruna menghindar dari Digo yang tentunya tahu bagaimana lamanya percintaan yang dilakukan oleh Digo padanya dan sudah dipastikan kalau tidak hanya sangat ronde saja tetapi suaminya itu akan melakukan berulang-ulang.


Happ

__ADS_1


Aruna ingin mengelak tetapi tetap saja langsung ditangkap oleh Digo hingga tenaga Digo yang memang cukup kuat langsung saja membawa tubuh Aruna ke atas ranjang dan Digo sendiri tidak malu dengan keadaan dirinya saat ini sudah tanpa apapun juga.


Dengan cepat laki-laki itu memberikan sentuhan-sentuhan dan membuka pakaian Aruna, ia tidak tahan untuk menyentuh istrinya yang mana memang sudah menjadi candu untuknya dan juga Digo akan membuktikan jika memang ia benar-benar mencintai Aruna dan hanya Aruna perempuan yang disentuh.


Hingga akhirnya siang panas itu terjadi, udara dingin di kamar hotel mendadak menjadi panas, keduanya saat ini sama-sama berkeringat dengan mencurahkan segala sesuatu yang ada di dalam hatinya masing-masing meskipun Aruna hanya diam saja tetapi ia menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Hanya Kamu perempuan yang aku sentuh dan hanya kamu perempuan satu-satunya yang aku cintai dari dulu saat ini hingga nanti, percayalah sayang.. aku tidak pernah bermain dengan perempuan lain yang seperti kamu tuduhkan tadi bahkan meskipun aku keluar masuk klub dan bergaul dengan keempat sahabatku yang bisa dibilang mereka suka sekali keluar masuk lubang buaya tetapi aku tidak, kamu bisa menanyakan semuanya itu pada mereka, Kalau kamu masih tidak percaya kamu bisa datang ke kelab malam dan menanyakannya dengan pemilik klub itu di mana mereka tahu betul kebiasaanku di sana."


"Ah...."


Sembari melakukan aktivitas panasnya berikut Digo menjelaskan kepada Aruna bahwa selama ini memang ia tidak pernah berbuat yang macam macam terlebih lagi terhadap seorang perempuan dan hanya Aruna lah yang ia rusak.


"Dan kamu perempuan pertama yang sudah merenggut keperjakaanku."


Tidak mendapatkan jawaban dari Aruna, Digo sendiri terus berperan aktif di sana meskipun istrinya hanya diam saja tetapi digebuk itu menikmati dan merasa puas dengan apa yang sudah ia lalu lakukan bahkan siang ini rasanya benar-benar begitu nikmat karena arona mencengkerang kuat sesuatu di bawah sana.


Hingga akhirnya 1 jam kemudian Digo sudah mencurahkan apa yang ada di bawah sanajan juga di dalam hatinya hingga laki-laki itu dengan segera menarik tubuh Aruna dan menggendong Aruna untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Memang tidak ada niatan untuk melakukan itu sekali lagi tetapi tidak tahu nanti jika sudah berada di dalam kamar mandi yang pastinya diiku tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi kesempatannya.

__ADS_1


"Love u sayank..."


__ADS_2