
Seperti ada yang aneh dengan Bang Nathan dan seperti ada yang ditutupi dengan dia, Ada apa sebenarnya? kenapa ekspresi wajah Bang Nathan mendadak berubah seperti itu?
Ucap Digo di dalam hati sembari melihat ekspresi wajah Nathan tentang pertanyaannya yang terkait masalah pernikahan, ia sendiri baru kali ini melihat ekspresi datar wajah abangnya itu yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu tetapi Digo sendiri tidak tahu apa yang disembunyikan oleh abangnya.
"Halo dek, Bagaimana kabarmu? Kakak dengar kemarin kamu masuk rumah sakit? bagaimana ceritanya kenapa Diego tidak melindungi kamu?"
Ya sebuah pertanyaan dari Nathan membuat Digo membuyarkan lamunannya, laki-laki itu kini melirik ke arah istrinya yang saat ini sedang berjabat tangan dengan Nathan sembari ingin menjawab tentang kejadian yang menimpanya beberapa hari yang lalu.
"Aku baik-baik saja kak, namanya saja musibah meskipun Digo melindungi aku kemarin tetapi jika akunya yang apes maka kejadian itu pasti akan terjadi maunya seperti apapun juga tidak bisa."
Jawab Aruna yakin yang mana memang kenyataan seperti itu ya sudah ikhlas menerimanya meskipun sebenarnya masih ada sedikit rasa ngilu di dalam hatinya ketika mengingat tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
Ya Nathan sendiri meskipun berada jauh dari keluarganya tetapi selalu memantau Apa yang dilakukan kedua orang tua dan juga adik serta Aruna.
Nathan juga tahu persis bagaimana kejadian yang menimpa Aruna beberapa hari yang lalu. Dan sebenarnya Nathan ingin pulang waktu itu tetapi sayang sekali ia tidak bisa melakukannya karena mendadak ada pertemuan dengan klien penting dan terakhir kali nenek akan bertemu dengan klien itu untuk memecahkan permasalahan yang selama ini sedang dialami oleh perusahaan hingga akhirnya sedikit tidak memperdulikan keadaan Aruna, Nathan bisa kembali secepat ini ke Indonesia.
"Ya sudah kalian ngobrol-ngobrolnya dilanjut nanti saja sebaiknya sarapan dulu."
Ujar Mami Nina yang melirik Nathan dan Aruna serta Digo yang saling mengobrol tanpa duduk dan menyentuh sarapannya padahal sudah menunjukkan pukul 06.15 menit lagi dan itu berarti sebentar lagi Digo dan Aruna harus berangkat ke sekolah.
__ADS_1
Suasana di ruang makan mendadak sepi bukan karena tidak ada pembahasan tetapi memang kebiasaan dari keluarga Narendra untuk tidak ngobrol saat sarapan meskipun tidak melarang jika ada yang bercerita tetapi pagi ini memang mereka tidak mempunyai obrolan entah Mungkin nanti sore atau malam ketika sudah benar-benar berkumpul akan bercerita semuanya.
Hingga akhirnya Digo dan Aruna pamit untuk sekolah dengan Digo saat ini membawa mobil karena tidak mungkin ia membonceng Aruna dengan kondisi Aruna yang seperti ini.
"Mas, kamu lihat nggak dari tadi sepertinya Kak Nathan itu menyembunyikan sesuatu? rasanya ada yang aneh deh dari tatapan matanya. Jangan cemburu dulu,.bukan berarti aku sadari tadi memperhatikan Kak Nathan atau bagaimana atau aku suka dengan tatapan matanya padaku namun rasa-rasanya ada yang aneh dan juga ada yang disembunyikan oleh kak Nathan tetapi aku nggak tahu apa itu."
Sembari menunggu kemacetan lalu lintas, perempuan cantik itu sedari tadi merasa ada yang tidak beres dengan Nathan tetapi tidak mungkin Aruna menanyakan itu di depan orang banyak mungkin saja Nathan memang mempunyai masalah yang dirahasiakannya dan tidak mau kedua orang tuanya tahu.
"Kamu berpikir seperti itu yank? berarti sama dengan aku, Aku pun sama. Aku yang sejak kecil bersama dengan Bang Nathan hingga tumbuh dewasa seperti ini pastinya aku paham betul apa yang tidak beres dengan dirinya dan bagaimana ekspresi Bang Nathan jika ada terjadi sesuatu namun sepertinya kamu benar ini merupakan rahasia Bang Nathan yang tidak bisa sembarangan orang tahu termasuk Mami dan Papi."
Ya Digo pun merasakan yang sama namun sepertinya memang belum waktunya Digo menanyakan seperti itu terlebih lagi Nathan yang baru pulang dan capek tidak mungkin di gunung integrasinya mungkin saja Nathan benar-benar tidak ada masalah hanya capek saja mengurusi urusan perusahaan yang baru kelar 1 tahun ini.
Ujar Aruna memperingatkan suaminya takut saja jika digunakan sesuatu yang mungkin tidak bisa Nathan jawab dan itu akan menimbulkan perpecahan di antara dua saudara itu.
"Pasti yank, aku tidak mungkin menanyakan jika Bang Nathan dalam kondisi seperti ini tetapi lambat laun aku akan bertanya jika memang Bang Nathan terlihat serius dan sedang memikirkan sesuatu."
Keduanya sama-sama tersenyum dengan Digo menggenggam tangan Aruna dan Aruna menyandarkan kepalanya di pundak Digo.
Pasangan muda ini sekarang sudah tidak ragu-ragu lagi menampilkan kemesraannya meskipun itu di arena sekolah walaupun mereka masih tahu batasannya dan tidak membocorkan tentang pernikahannya cukup semua orang tahu jika mereka berdua sudah bertunangan dan akan melangsungkan pernikahan nanti setelah lulus sekolah dan pastinya mengenai kehamilan Aruna dan juga Aruna yang sudah berukuran itu tidak ada orang yang tahu kecuali kepala sekolah dan juga beberapa guru yang pastinya dijaga kerahasiaannya
__ADS_1
"Kenapa ada dia di sana?"
Baru saja Digo mau membelokkan mobilnya ke sekolahan tetapi ia sudah melihat motor Remon beserta teman-temannya sudah berada di depan sekolahan dan tentu saja motor Remon itu menghalangi mobilnya yang ingin masuk ke sekolahan.
"Bukankah dia Remon? kenapa juga pagi-pagi sekali sudah di sini? apakah sekolahan kita ada masalah dengan anak gengnya Remon?"
Aruna juga melihat juga ada Remon di depan sana dan ia bertanya-tanya apakah memang ada masalah antara anak sekolahannya dengan teman-teman Remon hingga menyebabkan Remon pagi-pagi sekali bersama dengan teman-temannya sudah berada di depan sekolah.
"Mana aku tahu yank, yang jelas keberadaannya di sana itu membuat semuanya menjadi kacau, kita tidak bisa masuk begitu juga dengan yang lainnya."
Hingga akhirnya Digo membuka sabuk pengamannya, ia turun untuk menegur Remon yang pastinya jika memang ada masalah dengan teman-temannya di sekolah ini harus diselesaikan dan jangan pernah menyelesaikan semua nya di sekolah.
"Hati-hati yank, Apa perlu aku temenin?"
"Nggak perlu yank kamu di sini saja!!"
Melihat Digo turun dari mobil remot tersenyum sudah pasti kedatangannya bukan karena ada masalah dengan anak sekolahan ini ataupun ingin mencari gara-gara tetapi ia ingin melihat Aruna pagi ini karena beberapa hari ini ia tidak melihat wajah cantik Aruna.
"Bisa nggak lo minggirin motor lo dan teman-teman lo!! teman-teman gue nggak bisa masuk sekolah?"
__ADS_1
"Halo bro tenang, gue ke sini bukan mencari gara-gara atau apapun juga tetapi mau bertemu dengan ayank Aruna."