
Aruna bergegas untuk menuju ke kelasnya, ia takut jika guru sudah ada di dalam kelas dan pastinya ia akan mendapatkan hukuman karena Aruna tahu sekarang ini adalah jam pelajaran matematika dan pasti gurunya killer dan sangat menyebalkan.
Namun Aruna sendiri lega setelah ia sampai ke dalam kelas tidak mendapati guru itu hingga akhirnya ia duduk di bangkunya sendiri sembari menggelengkan kepalanya, tentu saja ia masih bingung dengan sifat suaminya itu yang mana mengapa Digo yang merupakan ketua OSIS di sekolah ini, laki-laki yang tampan dan juga tidak suka neko-neko mengapa setelah bersama dengan dirinya menjadi gila seperti itu, rasa-rasanya jika diceritakan kepada orang lain itu tidak mungkin jika Digo yang tidak pernah bergaul dengan yang namanya begituan mengapa sekarang menjadi tergila-gila pada dirinya dan suka sekali melakukan hal-hal yang berbau mesum.
"Cie yang baru saja mendapatkan vitamin?"
Ledek Vina kepada Aruna di mana saat ini Vina melihat ekspresi wajah Aruna yang manyun dengan bibir yang masih basah dan berwarna merah. Vina pastinya paham setelah Aruna bertemu dengan Digo pasti terjadi sesuatu yang diinginkan.
"Memang dasar si ketos gila, berani-beraninya dia nyium gue di sana bahkan...."
Aruna menutup mulutnya tidak mungkin ia menceritakan sesuatu yang berbau begituan kepada Vina bukan karena ia tidak percaya kepada sahabatnya yang mungkin saja akan membocorkan rahasia pernikahan dengan Digo, tetapi Vina sendiri tidak berpengalaman soal itu dan tentu saja itu merupakan rahasia, apa yang sudah dilakukan setiap harinya bersama Digo.
"Apa? Digo ingin bercinta sama lo?"
Sepertinya tanpa Aruna mengatakannya, Vina sendiri sudah paham karena ia bisa melihat gelagat dari sahabatnya itu bagaimana.
Aruna menganggukkan kepalanya pelan rasanya ia tidak mungkin menutupi semuanya kepada Vina tetapi ia juga tidak akan mengatakan hal-hal yang berbau seperti itu takut nanti Vina malah kepengen.
"Lo bisa bayangin nggak? dia yang idola kelas ini bisa berubah seperti itu, nyesel deh gue minta Digo untuk ketemuan di ruang OSIS lebih baik ketemuan di sini saja..."
Ujar arunya sembari mengambil tisu dan mengusap lembut di bibirnya di mana bibirnya masih terlihat basah dan itu nantinya akan menimbulkan pertanyaan dari teman-temannya yang jeli memandangnya.
__ADS_1
"Sepertinya Digo sudah terkena virus cinta deh, gue juga nggak bisa bayangin bagaimana laki-laki seperti Digo itu bisa bercinta sama lo bahkan gue lihat sendiri kalau Digo bucin banget sama lo..."
Aruna sendiri tidak menanggapi apa diucapkan oleh Vina memang nyatanya seperti itu suaminya saat ini berubah saat bersama dirinya, padahal setau Aruna Digo bukan laki-laki yang suka begituan apalagi bersikap pada pasangannya. Aruna mengingat ketika Digo dulu berpacaran dengan Miranda yang pastinya Digo juga tidak seperti saat bersama dengan dirinya.
Dan secara bersamaan Aruna yang menopang dagunya kemudian melihat ke arah luar bertepatan dengan Digo yang melintas di depan kelas Aruna, laki-laki itu menghentikan langkah kakinya sebentar kemudian melihat ke dalam tentu saja melihat ke arah istrinya kemudian memberikan satu kedipan mata yang pastinya itu ditanggapi oleh Aruna dengan melototkan matanya bisa-bisanya juga melakukan seperti itu di sini, di depan teman-temannya pula.
"Hahaha bucin deh bucin Digo, baru aja diomongin eh dianya nongol!"
Ujar Vina ketika ia tanpa sengaja memperhatikan arah luar di mana memang Digo sedang memberi kedipan mesra kepada Aruna.
"Kalau gue jadi Lo, Run, gue tantang Digo.. berani nggak dia ngelamar lo, terus nikahin lo pastinya kalau gue lihat dari gelagat Digo, sepertinya si ketos itu tergila-gila banget sama lo!!"
Bukan hanya Vina saja yang meledeknya tetapi semua teman-temannya juga saat ini melihat ke arah Aruna dan juga di mana memang perubahan Digo itu sangat besar sekali, tidak seperti dulu yang bersama dengan Miranda.
Emang sebenarnya gue udah nikah sama Digo hanya kalian saja yang tidak tahu.
Mereka semua menghentikan obrolannya mana kala guru pelajaran matematika sudah datang di kelasnya, tentu saja tidak ada yang berani ngobrol-ngobrol di saat pak guru killer itu sudah masuk ke dalam kelas.
Sementara Digo, laki-laki itu tersenyum.. ia sendiri juga bingung apa yang baru saja dilakukannya mungkin saja jika Aruna tidak sadar dan tidak mendorongnya tadi Digo sudah kelewat batas dan apa jadinya jika ia melakukan percintaan panas dengan Aruna di sekolahan.
"Lo kenapa? setelah nikahi Aruna jadi gila seperti ini!!"
__ADS_1
Sepertinya pusat perhatian Dino terarah kepada Digo, di mana ia melihat sahabatnya itu senyum-senyum sendiri dan nampak bahagia terlebih lagi Digo yang baru saja keluar dari kelas dan entah itu ke mana.
Ya, Digo sendiri tidak bercerita kalau ia akan menemui Aruna di ruang OSIS barusan, hingga membuat keempat sahabat nya itu bertanya-tanya, kemana laki-laki itu perginya dan setelah masuk malah menjadi gila seperti ini senyum-senyum tidak jelas.
"Dan lo juga dari mana? jangan-jangan lo ketemu dengan Miranda diam-diam dan selingkuh di belakang Aruna?"
Dino sebenarnya hanya mengetes Digo saja karena ia tahu jika sahabatnya itu tidak akan pernah berselingkuh terlebih lagi Digo saat ini sudah mempunyai istri secantik Aruna, perempuan yang sudah diidam-idamkan Digo sejak dulu dan sudah dicintai Digo dari dulu dan mustahil jika Digo sampai menghianati Aruna.
"Sialan!! enak aja, mana mungkin gue selingkuh dari Aruna, Lo tau sendiri bagaimana perjuangan gue untuk dapetin Aruna..."
"Lalu lo dari mana? kenapa bibir lo basah seperti itu? jangan-jangan lo tadi bercinta dulu dengan Aruna?", ujar Dino mencoba untuk menebak, siapa tau memang benar.
"Hampir, bahkan gue hampir gila jika Aruna tidak mendorong, gila saja gue benar-benar khilaf akan ngelakuin itu di ruang OSIS..."
Dino menepuk keningnya, ternyata sahabat nya lebih parah dari dirinya dan yang lainnya, padahal saja dari keempat sahabat Dino, Digo lah yang benar-benar laki-laki sejati dan tidak bermain perempuan tetapi setelah Digo menikah, sifat kalemnya Digo berubah, namun perubahan itu hanya ditunjukkan kepada Aruna saja bukan berupa hal-hal yang lain tetapi juga lebih sering berdua dengan Aruna dan melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama dengan istrinya.
"Anjir.. parah banget lo, nggak sadar jika di sekolahan? kalau mau begituan mendingan Lo bawa kabur Aruna dan pergi ke hotel atau apartemen, apartemen lo kan dekat dengan sekolahan, bisa tuh Lo pakai asal jangan di sekolahan, gila gila gue nggak menyangka seorang ketua OSIS yang digilain oleh banyak perempuan di sini bisa melakukan hal mesum seperti itu!!"
"Jangankan lo.. gue sendiri juga bingung mengapa jika didekat Aruna hawanya ingin memangsa Aruna saja padahal tadi pagi gue juga sudah melakukan itu sebelum berangkat sekolah eh kenapa barusan gue pengen lagi!"
Dino Lagi dan Lagi hanya menggelengkan kepalanya, entah apa yang ada di dalam otak sahabat nya itu, nampaknya setelah menikah memang Digo menjadi gila, gila karena seorang Aruna.
__ADS_1