
Nathan tidak menjawab, laki-laki itu meringis menahan perih ketika Mami Nina mengobati lukanya dan tentu saja sembari ia mendengarkan apa yang diucapkan oleh Mami Nina itu.
Apa memang benar-benar aku geer dan terlalu berharap lebih dengan Aruna? tetapi rasanya kedekatan kita selama ini itu bukan karena Aruna menganggap aku sebagai kakak tetapi lebih dari itu, namun untuk memastikannya aku harus benar benar bertanya kepada Aruna, Aku tidak mau mati penasaran dengan kepergianku yang belum mendapatkan penjelasan dari Aruna.
"Sakit Mi...."
Mami Nina dengan teladan sekali mengobati luka Nathan, ia tahu jika putranya ini benar-benar bandel sudah diperingatkan untuk tidak mengganggu Aruna dan membuang rasa cintanya itu kepada Aruna tetapi sayang sekali. Mungkin Nathan benar-benar mencintai Aruna dan tidak bisa melakukan Aruna hingga akhirnya Nathan memilih untuk berduel dengan Digo meskipun tidak menggunakan kekuatan tetapi sama saja di arena balapan itu sudah menunjukkan jika keduanya sama saling emosi dan sama-sama ingin memiliki arona.
"Makanya tahu sakit kenapa kamu malah melakukan seperti itu ? Kamu sudah dewasa tahan dan kamu tahu sendiri Aruna itu tidak single lagi dia sudah menikah dan adikmulah suami dari Aruna meskipun kamu berpikir jika Aruna tidak mencintai Digo tetapi pernikahan mereka itu benar-benar sakral dan tidak bisa dipisahkan dan kamu juga lihat sendiri bagaimana Digo mencintai Aruna dan Mami yakin jika cepat atau lambat Aruna juga akan mencintaiku jadi jangan berpikir untuk memisahkan mereka berdua."
Sudah berulang kali Mami Nina mengingatkan kepada Nathan tentang perasaan Nathan yang harus benar-benar dikubur untuk Aruna tetapi tetap saja natanian ngeyel bahkan sengaja beberapa hari ini selama dikubur berada di Jepang Nathan malahan bersama dengan Aruna mendekati Aruna yang Nathan sendiri mungkin merasa jika Aruna itu tidak mencintai Digo dan Aruna senang bersama dengan dirinya.
Memang rasa cinta itu tidak bisa disalahkan bahkan Nathan sendiri tidak tahu mengapa hatinya sangat mencintai Aruna meskipun Nathan tahu jika Aruna sudah menjadi milik dari Digo tetapi entahlah perasaan cintanya yang benar-benar tulus untuk Aruna dari dalam hatinya itu tidak bisa keluar begitu saja bahkan Nathan sudah mencoba untuk pergi sejauh Mungkin dari kehidupan Aruna tetapi tetap sama saja dirinya belum bisa melupakan Aruna.
"Kalau kamu seperti ini terus, Mami akan menjodohkan kamu dengan anak teman arisan Mami tidak peduli kamu suka apa tidak yang jelas otak kamu bisa encer perasaanmu tidak akan bercabang-cabang kemana-mana dan satu lagi Kamu tidak akan merusak rumah tangga adik kamu sendiri."
__ADS_1
Sepertinya mami Nina sudah gemes dengan perlakuan atas sudah berulang kali mami Nina mengatakan jika perbuatan Nathan itu hanya akan menyakiti dirinya sendiri tetapi tetap saja Nathan bertindak lebih bahkan yakin jika Aruna mencintainya.
"Mami tidak perlu repot-repot menjodohkan aku dengan siapapun karena aku sudah putuskan untuk pergi dari Indonesia."
"Bukan untuk selamanya kan Tan? karena Mami masih berharap jika kamu pulang ke sini dan tentu saja di sana nanti mami juga berharap dan berdoa kamu bisa menemukan perempuan yang bisa meluluhkan hati kamu."
"Kalau itu Nathan tidak bisa janji Mi, bagaimana mungkin Nathan bisa berpaling dari Aruna. Mami tahu sendiri bagaimana rasa cinta datang kepada Aruna bahkan sejak kecil Nathan sudah melihat wajah Aruna dan jatuh cinta padanya tetapi kenyataannya takdir berkataan lain Aruna tidak bisa Nathan miliki."
Ya obrolan tentang kepergian nah tanggal Singapura besok itu bukan pertama kalinya bahkan kemarin Nathan sudah menemui Mami Nina dan mengatakan jika akan pergi ke Singapura sebenarnya baik Mami Nina maupun Papi Rendra menyayangkan dengan perbuatan dan juga tindakan Nathan itu tetapi mau tidak mau sebagai seorang laki-laki yang jantan harus memenuhi apa yang sudah di ucapkan nya dan Papi Rendra juga tidak akan membiarkan Nathan itu untuk tinggal selamanya di negeri orang karena bagaimanapun Nathan mempunyai perusahaan yang harus dikembangkan di sini.
Sementara di dalam kamar, Digo cerita panjang dan lebar kepada istrinya sembari Aruna membersihkan dan mengobati luka Digo.
"Ini semua gara-gara aku, Di..kalau aku tidak dekat dengan Kak Nathan beberapa hari ini pastinya tidak akan terjadi seperti ini."
Aruna menyesali perbuatannya, mungkin ia memang tidak menganggap Nathan itu sebagai seorang laki-laki yang dicintainya karena rasanya nyaman saja yang Aruna berikan kepada Nathan, dan juga karena sudah menganggap Nathan sebagai kakak kandungnya sendiri, tetapi itu adalah awal dari permasalahan antara Digo dan Nathan dan Aruna menyesal telah dekat dengan Nathan dan mungkin saja sudah memberikan harapan yang banyak kepada laki-laki itu.
__ADS_1
"Tidak sayank, kamu tidak salah .. memang dasarnya Bang Nathan saja yang ke gr-an yang terlalu berharap lebih pada kamu padahal kamu sendiri cintanya sama aku."
Cup
Meskipun sebenarnya ada rasa cemburu di dalam hati Digo mengingat kebersamaan istrinya bersama dengan Nathan, tetapi ia berusaha bersikap dewasa, ia tidak mungkin memarahi istrinya begitu saja yang dekat dengan Nathan walaupun sebenarnya Digo tidak mau jika istrinya itu dekat-dekat dengan Nathan atau laki-laki lain karena Aruna adalah miliknya, namun untuk membatasi gerak-gerik Aruna rasanya Digo sendiri pun tidak bisa, semakin Aruna dikekang maka Aruna akan semakin memberontak dan akan menjauhinya bahkan bisa bisa benih-benih cinta yang baru muncul di dalam hati Aruna itu akan hilang seiring dengan apa yang sudah Digo dilakukan.
Ciuman yang awalnya hanya dikening saja kini turun di bibir tipis Aruna, dalam jarak yang seperti ini tentunya Digo panas dingin, ia tidak mungkin menyia-nyiakan apa yang ada di depan mata terlebih lagi ketika berdekatan dengan Aruna h@srtnya semakin meningkat.
"Bibir kamu masih sakit, kenapa brutal seperti ini."
Ya Aruna menghentikan sejenak ciuman panas yang diberikan oleh Digo, ia melihat ke arah suaminya dengan bibir yang masih bengkak tetapi bisa-bisanya Digo memberikan ciuman yang begitu ganas dan panas, yang membuat Aruna terlena dan ikut membalas Apa yang dilakukan oleh Digo.
"Kalau sudah mau makan Kamu pastinya tidak akan sakit lagi dan ini adalah obatnya sayank."
"Eh....."
__ADS_1