My Crazy Husband

My Crazy Husband
Sadar


__ADS_3

"Aruna, gue kangen banget sama lo??"


Di seberang sana Vina sepulang sekolah langsung menelpon Aruna melalui sambungan video, gadis cantik itu benar-benar kangen dengan sahabat baiknya karena Aruna 2 hari tidak sekolah.


Ya Vina memang sudah mendengar cerita semua dari Digo dan memang Digo sengaja tidak membiarkan Vina ataupun keempat sahabatnya itu untuk menjenguk Aruna, bukan tanpa alasan tetapi Digo ingin istrinya atau benar-benar tenang terlebih dahulu tidak mendapat gangguan dari siapapun juga.


Digo juga tidak mengatakan kepada sekolah kalau Aruna sakit karena hamil muda, Digo izinkan Aruna dengan alasan Aruna yang pergi ke luar negeri tetapi tidak dengan Vina dan keempat sahabat Digo yang memang sudah tahu karena tidak masuk sekolah itu karena apa.


"Vina, gue juga kangen banget sama lo kenapa lo nggak ke sini jahat banget sih lo gue sakit kenapa lo nggak jenguk gue? gue benar-benar kesepian tahu?"


Merasa sendiri, tidak ada suami dan juga sahabatnya hanya ditemani oleh mertua dan juga orang tuanya saja yang selama berada di rumah sakit bahkan Aruna yang sudah kangen dengan Digo tetapi wajah tampan suaminya itu tidak muncul di hadapannya.


"Sorry bukannya gue nggak mau jengukin loh, karena suami lo yang larang gue."


"Digo larang lo?"

__ADS_1


Vina mengagukan kepalanya dan itu mendapat sambutan dengan gilingan kepala dari Aruna pantas saja selama 2 hari ini tidak ada Vina ataupun keempat sahabat digoyang datang untuk menjenguk bahkan teman-teman sekelasnya juga tidak ada yang ke sini.


"Pasti teman teman di sekolah pada gosipin gue ya atau mereka sudah pada tahu jika gue sudah nikah dan hamil pasti mereka pikirannya macam-macam mengira gue hamil di luar nikah atau malah pikiran mereka mengira bahwa gue ada perempuan yang gatel yang nakal yang menjerat Digo dengan pura-pura hamil atau memang sengaja hamil supaya Digo mau nikahin gue?"


Ya Aruna berpikir seperti itu karena ia tidak sekolah dan pastinya gosip tentang kehamilannya itu sudah beredar di sekolah bahkan mungkin nanti juga Aruna masuk maka banyak teman-temannya yang akan menjauhinya meskipun karena idola tetapi tidak banyak fans Digo yang tidak suka dengan hubungan Aruna dengan Digo.


"Ngarang.. bahkan mereka semua nggak tahu kalau lo sakit apalagi tahu tentang pernikahan dan kehamilan lo, BTW Slamet ya besti gue mau punya keponakan?"


Ya meskipun Vina sudah mendengar cerita dari Digo secara detail jika Aruna tidak menginginkan anak yang ada di hari rahimnya itu tetapi Vina berharap jika Aruna mau mempertahankannya masalah sekolah dan yang lainnya itu bisa diatur nantinya toh juga menurut cerita dari Digo, Digo sendiri tidak akan mengekang Aruna bahkan memberikan kebebasan sebebas-bebasnya dengan perempuan cantik itu supaya tidak terdengar supaya Aruna enjoy menikmati masa mudanya asalkan harus membagi waktu antara keluarga dengan yang lainnya.


Tentu saja mendengar ucapan dari Vina, Aruna begitu kaget,. pasalnya Digo tidak mengatakan apapun juga tentang semuanya ini dan alasan apa yang diberikan Digo ketika mengizinkan Aruna untuk tidak masuk beberapa hari ke sekolah.


"Ya bisalah Digo mengizinkan lo itu alasannya karena lo pergi keluar negeri dan pastinya tidak ada orang yang tahu jikalau sakit apalagi hamil dan lo tenang saja tidak ada yang berani mengusik lo jika memang nanti mereka tahu jikalau sudah menikah dan hamil anak Digo lagi pula lo bukan hamu di luar nikah tetapi lo mempunyai suami. Dan pastinya gue yakin jikalau adalah perempuan yang tidak kejam itu akan mempertahan kan anak dalam kandungan lo karena apa di kebunnya berasa yang sama lo dan anak itu Digo sudah menginginkan anak dari lo itu cukup lama."


Aruna terdiam perempuan cantik itu merenung dengan apa yang dikatakan oleh Vina bukan hanya Vina saja yang sudah mengatakan seperti ini bahkan mungkin saja jika ia bertemu dengan perempuan-perempuan di luar sana pastinya akan memberikan nasihat seperti ini apalagi jika perempuan itu susah sekali mempunyai anak bahkan sudah divonis tidak bisa mengandung pastinya jalan yang ditempuh Aruna itu tidak baik dan menyarankan Aruna untuk menerima semuanya ini untuk masalah yang lainnya bisa dipikir belakangan.

__ADS_1


"Sorry sorry bukan maksud gue untuk menggurui lo atau bagaimana tetapi gue tahu sahabat gue ini perempuan yang sangat baik yang tidak tega akan melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan..."


Melihat Aruna yang hanya diam sepertinya Vina merasa bersalah, perempuan cantik itu seharusnya tidak mengatakan seperti itu terlebih lagi saat ini Vina tidak bisa memulai Aruna dan menenangkan Aruna hanya lewat sambungan video call saja yang dapat kita lakukan.


"Tenang saja, lo nggak salah dan Lo adalah orang yang keseribu kalinya ya sudah mengatakan ini semua pada gue mungkin saja gue terlalu egois gue nggak memikirkan semuanya, gue hanya mementingkan diri gue sendiri hingga gue berpikir yang tidak tidak."


Mendengar ucapan dari Aruna, Vina tersenyum ia yakin jika Aruna tidak akan berbuat nekat akan mempertahankan kehamilannya.


"Ya sudah besti, gue tutup dulu ya Lo istirahat, cepat sembuh dan berdoa saja jika suami lo mengijinkan gue untuk jenguk lo karena gue udah kangen banget sama lo dan pengen mengusap lembut perut lo pastinya lucu sekali elo sekarang jadi gemoy."


Aruna menganggukkan kepalanya ia juga sama kangen dengan sahabat baiknya itu tetapi Lagi Dan Lagi kondisinya yang masih belum stabil dan juga masih lemah tidak memungkinkan untuk dirinya keluar dari rumah sakit ini apalah di kandungannya yang belum baik-baik saja yang membuat Aruna harus lebih banyak istirahat dan tidak memikirkan apapun juga.


Panggilan video call sudah terputus Aruna meletakkan ponselnya itu di samping bantal kemudian ia mengusap lembut perutnya yang saat ini di dalam rahimnya sudah tumbuh calon anak keturunan Narendra.


"Maafkan Mama sayang maafkan Mama yang sudah berpikiran sempit, Mama memang egois dan tidak mementingkan semuanya, mama hanya mementingkan kepentingan Mama sendiri dan kesenangan Mama tetapi tidak memikirkan kamu, papa kamu dan yang lainnya... Kamu tahu nggak sayank mama kangen banget sama papa kamu tetapi sayang sekali papa Kamu sepertinya tidak mau menemani mama, papa Kamu sepertinya tidak mau bertemu dengan mama lagi dan kecewa sama mama..."

__ADS_1


Ya sepertinya Aruna sudah sadar, perempuan cantik itu menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya meskipun itu belum terlanjur tetapi ucapannya itu seolah-olah sudah menyakiti perasaan Digo bahkan Aruna berpikir jika Digo saat ini kecewa dan membenci dirinya hingga sampai tidak mau bertemu dengan dirinya lagi dan membiarkan dirinya berada di rumah sakit tanpa pelukan hangat dari Digo yang sudah ia rindukan.


__ADS_2