
"Apa Mah?"
Aruna kaget ketika ia bangun tidur sudah ada Mamanya di dalam kamarnya dan tentu saja Mama Dina itu memberitahukan jika dua jam lagi akan diadakan akad mereka,.antara dirinya dengan Digo yang membuat Aruna seketika tidak percaya, terlebih lagi Aruna baru saja bangun tidur.
"Iya sayank, 2 jam lagi Digo dan keluarganya akan ke sini, Digo ingin menikahimu nanti malam."
Aruna menggelengkan kepalanya pelan, rasanya ia masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Mamanya barusan dan seketika itu pula Aruna duduk bersandar di atas ranjang dan juga membuka mata nya lebar-lebar.
"Aku tidak percaya Mah, Digo tadi tidak mengatakan apapun juga ketika mengantarkan aku."
Mama Dina tersenyum lebar, jelas saja Digo tidak mengatakan kepada Aruna karena memang Digo ingin merahasiakan semuanya dari Aruna, begitupun juga dengan Mama Dina dan juga Papa Adi yang di minta Digo untuk tidak menyampaikan ini kepada Aruna, nanti saja jika sudah hampir acara baru Aruna diberitahu.
"Digo yang meminta supaya merasahasiakannya dulu dan memang seperti itu supaya kamu tidak kaget dan juga tidak membatalkan pernikahan ini."
"Ckk... Dasar curang."
Aruna yang masih tidak begitu percaya, langsung saja mengambil ponselnya kemudian perempuan cantik itu menelpon Digo, yang mana ia ingin memastikan apakah yang dikatakan oleh Mama Dina itu adalah benar, bukannya Aruna tidak percaya tetapi rasanya tidak mungkin.. Digo sendiri saja tadi tidak mengatakan apapun saat mengantarkannya pulang tetapi kenapa tiba-tiba Mama Dina mengatakan jika 2 jam lagi acara ijab qobul akan dilaksanakan.
"Iya say..."
"Digo ... maksud lo bagaimana? apa-apaan ini kenapa lo tidak bilang sama gue tadi dan kenapa acaranya mendadak seperti ini?"
__ADS_1
Belum selesai Digo menjawab sapaan mesra untuk Aruna tetapi Aruna sudah menerocos, menanyakan perihal tentang acara nanti malam.
Digo dibalik sambungan telepon hanya tersenyum, sudah ia duga jika akan seperti ini, Aruna akan marah-marah padanya bahkan mungkin jika berhadapan secara langsung Digo bisa melihat bagaimana wajah cemberut Aruna dan ekspresi menggemaskan Aruna.
"Sayank mau Minggu depan atau nanti malam sama saja, toh kita juga sama-sama akan menikah.. kamu tahu sendiri kan jika aku orangnya tidak sabaran dan tentu saja aku cemburu dengan kedekatan kamu dengan Ryan, jadi ya jangan protes sayank 2 jam lagi aku akan ke sana dan kita akan sah sebagai suami istri."
Klik
Dengan cepat Digo mematikan sambungan teleponnya, memang ia sengaja mematikannya supaya Aruna tidak banyak protes lagi, dan juga semuanya sudah dipersiapkan dengan matang-matang dan memang benar yang dikatakan oleh Digo, mau minggu depan atau nanti malam itu sama saja Aruna akan sah menjadi istrinya.
"Digo sialan!! bisa-bisanya memutuskan tanpa diskusi dulu sama gue!!"
Teriak Aruna kesal dan kembali mengumpat ke arah Digo yang membuat Mama Dina menggelengkan kepalanya dengan tingkah putri tunggalnya itu.
Mama Dina membantu Aruna untuk mempersiapkan diri, sebelum dirias Aruna diminta untuk mandi terlebih dahulu dan meskipun Aruna kesal dengan apa yang diperbuat oleh Digo, perempuan cantik itu mengikuti perintah mamahnya dan menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi lagi lagi Aruna menggerutu kesal, kenapa acara seperti ini ia tidak diberitahu..dan bukan hanya kesal kepada Digo tetapi kesal kepada kedua orang tuanya, kenapa juga kedua orang tuanya ikut-ikutan merahasiakannya.
Aruna jadi berpikir, apa hanya gara-gara ia yang tadi pagi bersama dengan Ryan dan berduaan di kantin membuat Digo langsung saja mempercepat proses ijab kabulnya jadi nanti malam?
Iya sepertinya begitu, karena tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba Digo memajukan acara pernikahan ini yang mana membuat Digo marah dan seketika Aruna berpikir jika memang Digo melakukan itu karena Digo cemburu melijat yang bersama dengan Ryan.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Aruna sudah dirias menjadi lebih cantik meskipun sebenarnya tanpa di make up pun, Aruna sudah sangat cantik .. namun ini adalah acara yang spesial makanya mau tidak mau keluarga Aruna dan keluarga Digo menyiapkannya meskipun acaranya hanya dilakukan secara tertutup dan dihadiri hanya keluarga dekat saja.
"Astaghfirullah, Aruna...Lo cantik sekali."
Aruna tiba-tiba mendongakkan wajahnya ketika ia melihat seseorang yang sudah membuka pintu dan juga masuk ke dalam kamarnya, ia tahu suara itu adalah suara siapa dan seketika Aruna tersenyum, tetapi ia juga heran mengapa Vina tiba-tiba datang ke sini.
"Lo?"
"Jangan kaget seperti itu, calon suami lo yang meminta gue untuk datang ke sini untuk nemenin lo tentunya."
"Digo?"
"Iya siapa lagi oon, calon suami lo kan hanya Digo.... Setelah nganterin lo tadi siang, Digo nelpon gue dan Digo menceritakan jika nanti malam akan ada acara pernikahan antara lo dan Digo dan Digo meminta supaya gue datang untuk nemenin lo malam ini dan juga gue diminta untuk merahasiakan semua nya ini dari lo dan jangan sampai lo mendengar jika acara pernikahan ini dipercepat."
Aruna lagi lagi hanya melongo dan tidak menyangka jika Digo bisa mempersiapkan semuanya ini denganĀ terlebih meminta sahabatnya untuk datang ke sini yang mana memang selain kedua orang tuanya sendiri, Aruna tidak mempunyai siapa-siapa bahkan saudara jauhnya pun tidak ada karena baik Papa dan Mamanya merupakan anak tunggal yang mana tidak mempunyai saudara sama sekali hanya saudara yang begitu jauh tetapi tidak bisa hadir karena memang acara ini begitu mendadak dan juga tentunya sangat rahasia.
"Sudah jangan pikir macam-macam nanti jadi jelek. Dan jangan nyalahin Digo, tapi salahin diri lo sendiri kenapa bisa membuat Digo cemburu seperti itu, yang ada pernikahan lo akhirnya dipercepat tapi gue seneng Run, akhirnya lo nikah juga sama Digo.. yakinlah jika Digo adalah laki-laki yang terbaik dan tidak macam-macam seperti dengan keempat sahabatnya itu."
Ya hanya pikiran Aruna saja yang sempit mengenai Digo yang mana memang Digo tidak seperti yang Aruna pikir, tetapi entahlah mengapa Aruna masih berpikir jika Digo itu sama seperti dengan keempat sahabatnya yang brengseekk yang Playboy dan yang suka bermain-main dengan wanita bahkan Aruna juga berpikir jika Digo pernah tidur dengan seorang perempuan.
Tidak mau banyak berdebat dengan Vina yang nyatanya Vina sudah datang ke sini dan menemaninya meskipun keadaan Aruna masih bingung, tetapi setidaknya masih ada seseorang yang bisa diajak bicara nanti dan Aruna tidak sendirian karena Mamah Dina sudah turun ke bawah untuk menyambut keluarga Digo yang sepertinya sudah akan sampai.
__ADS_1
"Gue nggak bisa bayangin bagaimana nanti malam, lo bisa sekamar dengan Digo, dipeluk Digo.. oh pasti rasanya nyaman dan juga anget yang Run, apalagi tubuh Digo yang benar-benar atletis dan sempurna, idola banget untuk perempuan."
Bisa-bisanya Vina membayangkan seperti itu padahal Aruna sendiri yang sudah merasakan bagaimana hangatnya pelukan dari Digo dan tidak berpikir ke arah sana tetapi mengapa sahabatnya malah berpikir yang tidak tidak.