
"Sayank..."
Digo mendekati Aruna, di mana ia melihat Aruna yang tampak mengg@irahkan malam ini. Di mana memang Aruna masih menggunakan handuk kimono tetapi Digo juga bisa melihat jika di dalam handuk kimono itu, Aruna memakai pakaian kurang bahan yang sudah disiapkan.
"Kamu cantik sekali sayank dan malam ini izinkan aku memilikimu. Meski ini bukan pertama kali bagi kita tetapi aku menganggap ini adalah pertama kalinya kita lakukan, karena kita sudah sah sebagai suami istri dan aku harap kamu tidak menolaknya. Kamu tahu kan kewajiban kamu sebagai istri aku dan tentu saja malam ini aku memintamu sebagai suami kamu."
Aruna tidak mengangguk tetapi ia juga tidak menggeleng,.namun Aruna paham betul tentang agama .. bagaimana kewajiban seorang istri setelah menikah itu yang harus melayani suaminya, mau tidak mau Aruna wajib memberikan apapun yang diinginkan oleh Digo meskipun di dalam hatinya masih ragu dengan pernikahan ini tetapi semua sudah terjadi.
Aruna juga tidak akan menolak apapun yang diminta oleh Digo malam ini yang memang ia sudah berpikir jika Digo sudah mempersiapkannya. Dari Aruna masuk kamar, dengan di atas ranjang yang sudah dipenuhi bunga mawar dan juga pakaian kurang bahan yang sudah dipersiapkan oleh Diego.
"Aku sangat mencintai kamu Aruna, dan aku harap kamu secepatnya bisa menerima aku sebagai suami kamu, jangan berpikir jika aku hanya menginginkan tubuh kamu saja karena aku memang tidak seperti itu, Aku tulus mencintai dan menyayangi kamu."
Lagi lagi tidak ada sahutan dari Aruna, perempuan cantik itu hanya menundukkan kepalanya dan enggan untuk menatap wajah tampan suaminya, bukannya apa-apa tetapi Aruna takut saja jika ia melihat ke arah Digo, nanti Digo langsung menyerangnya.
Cup
"Aku mandi dulu."
Digo dengan sengaja menyambar bibir manis Aruna, kemudian laki-laki itu dengan cepat melesat masuk ke kamar mandi, ia tidak mau melakukan sesuatu yang penting ini tanpa membersihkan diri dahulu karena Digo memang sejak pulang ke rumahnya ini belum mandi dan membersihkan diri.
Setelah mendengar bunyi pintu ditutup, Aruna melangkahkan kakinya menuju ke balkon di mana ia melihat ke sekeliling kediaman Narendra yang mana ini adalah pertama kalinya Aruna menginjakkan kaki di sini.
__ADS_1
Tentu saja suasana sudah sepi karena ini sudah pukul sepuluh malam di mana kendaraan juga sudah tidak banyak yang lalu-lalang, tetapi Aruna senang berada di sini meskipun ia belum berkeliling sekitar rumah Digo tetapi ia paham betul jika di samping kanan, kiri dan juga belakang terdapat taman yang bisa membuat Aruna sedikit terhibur di kala sendirian.
Beberapa menit kemudian..
Digo sudah keluar dari kamar mandi dan tentu saja ia hanya menggunakan handuk kimono saja yang nanti jika handuk itu dibuka maka terpampang jelas tubuh Digo yang berotot, yang tentu saja dengan ular piton yang tidak memakai penutup sama sekali.
Digo sudah tahu jika Aruna berada di balkon, karena Digo tidak melihat Aruna yang berada di atas ranjang dan bunga-bunga mawar yang masih tertata rapi di sana.
Grepp
"Bagaimana kalau kita mulai malam ini sayank aku menginginkan kamu."
Dengan cepat Digo memeluk tubuh indah Aruna dari belakang, laki-laki itu pun memberikan kecupan-kecupan manis di leher Aruna hingga membuat Aruna meremang seketika.
Tangan Digo yang nakal yang sedari tadi memeluk tubuh indah Aruna, kini sudah berpindah tempat. Kedua tangan Digo meraba dua gundukan milik Aruna yang membuat Digo semakin menginginkan Aruna saja, hingga lagi lagi Aruna mengeluarkan nyanyian nyanyian merdu yang membuat Digo semakin nekat untuk melakukan sesuatu yang lebih.
Pelan-pelan Digo membalikkan tubuh Aruna, kemudian menatap wajah cantik Aruna yang saat ini matanya masih terpejam. Digo tau jika istrinya itu menghayati apa yang sudah ia lakukan.
"Buka matamu sayank dan pandanglah suamimu ini, yakinlah jika aku benar-benar tulus mencintaimu dan apa yang kita lakukan ini adalah ibadah untuk menyempurnakan pernikahan kita."
Aruna membuka matanya kemudian menatap ke arah suaminya yang memang benar tidak ada kebohongan di sana, kemudian Digo tersenyum lalu dengan cepat laki-laki itu menyambar bibir Aruna, bukan hanya sekedar mencium tetapi Digo juga memainkan bibirnya hingga Aruna membuka bibirnya dan Digo bisa memainkan lidahnya untuk mengeksplor ke seluruh bibir Aruna dengan begitu rakusnya.
__ADS_1
"Balas pelan-pelan apa yang aku lakukan sayank, aku tahu kamu pasti sulit menerimanya."
Bisik Digo di telinga Aruna, sembari laki-laki itu menggigit kecil telinga Aruna yang membuat lagi lagi Aruna meremang seketika.
Hingga pada akhirnya, Aruna dengan perlahan-lahan membalas apa yang dilakukan oleh Digo, bukannya apa-apa tetapi sentuhan-sentuhan nakal Digo dan lum@tan bibir Digo membuat Aruna tidak berdaya dan ingin merasakan sesuatu yang lebih hingga pada akhirnya Digo dengan pelan-pelan membawa tubuh istrinya ke atas ranjang dengan kedua bibir yang masih saling bertautan.
Tangan Digo perlahan-lahan mulai membuka handuk kimono Aruna dan saat ini terpampang jelas di sana pakaian kurang bahan yang dipakai oleh istrinya itu yang membuat Digo menggelengkan kepalanya pelan melihat keindahan tubuh istrinya, meskipun ini bukan pertama kalinya Digo melihatnya tetapi rasanya apapun yang berada di dalam tubuh Aruna membuatnya candu dan ingin sekali memakan Aruna saat ini, namun Digo tidak mau egois ... ia ingin bermain sebentar dan membuat istrinya puas dulu baru ia akan memuaskan dirinya sendiri.
Semakin lama tangan Digo mulai membuka satu persatu tali yang mengait di pakaian kurang bahan itu, hingga pada akhirnya semua sudah terbuka dan terpampang nyata di tubuh indah Aruna tanpa sehelai benang pun.
Perlahan-lahan tangan Digo juga mulai menelusuri lekukan-lekukan indah tubuh Aruna hingga bibirnya juga sudah mulai turun semakin ke bawah dan ke bawah dan saat ini posisi Digo berada di bawah dengan kedua tangannya merentangkan kaki Aruna.
"Ini yang membuat aku gila dan aku tidak bisa bertahan tanpa memilikimu."
Dengan cepat Digo memberikan sentuhan-sentuhan lembut di area sensitif Aruna yang membuat perempuan cantik itu meremas sprei dan merasakan sesuatu yang beda.
Dan memang Aruna merasakan sesuatu ini berbeda dari apa yang dulu pernah Digo rasakan, yang mana untuk saat ini Aruna pasrah ketika semua tubuhnya sudah dinikmati oleh Digo, karena Digo adalah suaminya yang sah, berbeda waktu dulu ketika Digo memperkosanya ... tidak ada sama sekali Aruna menikmatinya.
"Di...."
Ucap Aruna dengan tangannya yang mulai menjambak rambut Digo manakala sesuatu sudah keluar dari bagian inti Aruna.
__ADS_1
"Sebentar lagi sayank, aku masih ingin merasakan di sini."