My Crazy Husband

My Crazy Husband
Please....


__ADS_3

Membawa Aruna ke ruang OSIS, itulah yang dilakukan oleh Digo saat ini di mana memang ruang OSIS tidak ada siapa siapapun di sana, bukannya untuk berbuat apa-apa tetapi Digo hanya ingin memastikan jika istrinya itu tidak kenapa-napa.


"Kenapa kita di sini? Kita tidak sedang rapat kan Di?"


Lagi lagi Aruna protes di mana ia malahan yang lebih banyak berbicara daripada Digo sehingga Digo hanya menggelengkan kepalanya saja, merasa lucu dan juga menggemaskan melihat tingkah Aruna saat ini.


"Memang tidak ada rapat di sini sayank, tetapi aku akan melihat kondisi kamu, buka rok kamu!!"


Aruna seketika langsung saja melototkan matanya ketika ia mendengar apa yang diucapkan oleh Digo, yang benar saja jika dirinya diminta untuk membuka roknya sementara ia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Digo.


Memang sedikit Aruna merasa khawatir dan pikirannya sudah negatif manakala Digo memerintahkan untuk membuka roknya, ia takut jika nanti Digo berbuat macam-macam apalagi di ruang osis ini sepi, hanya ada mereka berdua dan pikiran Aruna kembali teringat tentang beberapa malam yang lalu di mana kesuciannya sudah di renggut paksa oleh Digo.


Apa Digo cemburu melihat aku bersama dengan Ryan tadi? hingga ia nekat ingin melakukannya di sini , oh tidak... aku tidak ingin.


Bukan menjadi perempuan yang munafik tapi juga tidak menjadi perempuan yang murahan manakala kesuciannya yang sudah direnggut oleh Digo dan ia dengan sukarela memberikannya jika Digo inginkan, Aruna masih mempunyai iman, Aruna masih berpegang teguh kepada agama yang mana ia tidak akan pernah melakukan itu sebelum sah menjadi istri Digo nantinya..


"Jangan macam-macam Di!!"

__ADS_1


"Aku tidak macam-macam sayank, Aku hanya ingin mengecek keadaan kamu saja, apakah memang ada yang terluka atau bagaimana? Aku hanya ingin memeriksamu .. percayalah."


Ya memang tidak ada niatan sedikitpun untuk melakukan macam-macam kepada Aruna meskipun nanti malam Aruna sudah bisa menjadi istrinya dan juga meskipun ia sudah mendapatkan sesuatu yang paling berarti dari Aruna, tetapi ia juga tahu diri, di sini bukanlah tempat dan waktu yang tepat untuk dirinya melakukan itu, Digo masih mempunyai iman dan tidak akan melakukan sesuatu yang akan menghancurkan dirinya dan juga keluarganya.


"Bagaimana mungkin gue akan percaya pada lo Di, sudah..gue enggak apa apa..jangan lebay seperti ini."


Dengan sedikit menahan rasa sakit di pinggangnya dan memang benar jika terasa sakit, mungkin saja jika dibuka maka di sana akan terdapat memar karena terbentur pojokan dari meja.


Sreek


Lagi lagi Aruna terkejut dengan kelakuan Digo yang mana sudah terbuka dan Digo dengan leluasa untuk melihat apa yang terjadi di sana.


Digo menggelengkan kepalanya, ketika ia melihat memar di pinggang Aruna dan itu tidak hanya kecil tetapi lumayan agak besar yang membuat Digo juga merasakan rasa sakit seperti apa yang dirasakan oleh Aruna.


"Kenapa kamu bohong? ini bahaya sekali sayank, sini aku obati."


Tidak tahan melihat apa yang terjadi dengan calon istrinya itu Digo langsung saja menarik tubuh Aruna dan meminta Aruna untuk sedikit berbaring hingga ia bisa mengolesi obat di pinggang Aruna.

__ADS_1


Sebenarnya bukan niatan Aruna untuk membohongi Digo tetapi itu tidak mungkin jika Diego mengobatinya yang mana akan terlihat bagian lekukan tubuh Aruna bahkan jika mungkin Digo juga akan melihat bagian inti Aruna


"Tidak perlu Di, nanti gue obatin saja di rumah, lebih baik lo menjauh saja, bisa bahaya jika semua orang nanti tahu kalau kita sedang berbuat yang tidak-tidak."


Meskipun sakit tetapi Aruna akan menahannya, ia tidak mau jika Diego mengobati lukanya itu dan lebih lagi di tempat seperti ini yang nantinya akan menimbulkan fitnah.


Tidak mendengarkan apa itu ucapan Aruna, Digo dengan cepat mengobati luka memar di pinggang Aruna itu. Digo susah payah menelan salivanya yang mana tidak dipungkiri melihat tubuh Aruna yang putih dan juga seksi membuat g@irahnya sebagai laki-laki meningkat tetapi Digo masih waras, ia tidak mungkin melakukan hal-hal itu di sini.


Sedikit nakal laki-laki itu meraba pah@ muluz Aruna yang membuat Aruna memejamkan matanya tentunya ada rasa sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya meskipun ini adalah salah dan Aruna takut jika nanti baik dirinya maupun Digo khilaf di tempat ini.


"Di, please!!"


Aruna menggelengkan kepalanya sebagai tanda jika ia tidak mau jika nanti Digo nekat melakukan sesuatu itu yang mana tangan Digo masih betah meraba p@ha muluznya sementara tangan satunya sudah mengoleskan salep di bagian yang memar.


"Sorry sayank."


Digo seketika sadar lalu melepaskan tangannya yang sedari tadi mengusap lembut p@ha Aruna yang mana kini beralih pada luka dan mengobatinya dengan sangat pelan.

__ADS_1


__ADS_2