
Dua orang laki-laki yang berbeda usia itu tampak saling mengobrol. Meskipun sedari tadi muncul tanda tanya besar di benak Papa Adi tentang pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Firman, mengapa laki-laki itu kini malahan seperti nya berbasa basi pada Papah Adi yang mana menanyakan dengan siapa Papah Adi tadi ke sininya.
Padahal sudah jelas-jelas bertahun tahun lamanya Firman mengenal Papah Adi, Firman juga tahu jika Papah Adi kalau ada urusan keluar kantor, meeting atau ada urusan dengan klien pastinya selalu mengajak asisten pribadinya atau kalau nggak sekretaris dan tidak akan mengajak yang lainnya tetapi mengapa Firman malah menanyakan sesuatu hal yang sebenarnya tidak perlu dipertanyakan dan juga Papah Adi sebenarnya juga tidak perlu menjawab.
"Biasalah Fir, tadi ke sini sama asisten pribadi Om yang biasanya juga Om ajakin kemana-mana, emangnya ada apa?"
Firman tersenyum, Jujur saja ia mulai kikuk berhadapan dengan calon mertuanya. Ya Firman berpikir jika memang usianya sudah tidak muda lagi dan pastinya setelah ia merasakan patah hati selama bertahun-tahun lamanya kini saatnya Firman telah menemukan sosok perempuan yang bisa meluluhkan hatinya bisa membuat Firman bangkit lagi dari keburukannya selama belasan tahun menjomblo, dan Aruna lah perempuan itu perempuan yang bisa membuat Firman merasakan kembali jatuh cinta dan Firman tidak akan lama-lama untuk mengenal Aruna lebih lanjut karena Firman tahu siapa sebenarnya Aruna itu latar belakang Aruna dan juga keluarganya yang pastinya keluarga Firman juga akan setuju jika Firman segera melamar bahkan akan menikahi Aruna meskipun usia Aruna yang terbilang masih sangat muda.
"Sama Aruna juga kan Om?"
Ya akhirnya satu pertanyaan lolos juga dari bibir firman yang mana ia tidak perlu basa-basi lagi dan langsung saja to the point tentang Aruna bahkan kalau perlu detik ini juga Firman akan meminta Aruna untuk menjadi istrinya kepada Papah AdiĀ
Sabar Fir sabar, lo jangan terburu-buru, lagi pula lo juga baru bertemu dengan Aruna nanti malah jangan-jangan baik Aruna maupun Papah Adi sok mendengar ucapanmu...
__ADS_1
Iya, Firman sedang pikir-pikir lebih baik memang Firman menahan dulu ingin menyampaikan sesuatu kepada Papah Adi meskipun Firman juga tidak mau basa-basi dan tidak akan menunggu lama namun sepertinya waktunya yang tidak pas masa mau melamar anak gadis orang di kantor seperti ini tidak etis. Firman adalah laki-laki yang terpandang dan berasal dari keluarga yang baik-baik sepertinya memang lamaran itu harus benar benar antara dua buah keluarga yang pastinya diselenggarakan baik-baik di rumah bukan di kantor seperti ini.
"Aruna? Kamu kenal dengan anak Om?"
Kaget tentu saja, pasalnya Papah Adi juga baru tahu jika Firman kenal dengan Aruna dan juga dari mana Firman itu mengenal Aruna karena selama menjalankan bisnis perusahaan Papah Adi, beliau tidak pernah membawa Aruna bukan karena tidak mau tetapi Aruna nya yang tidak mau diajak ke perusahaan ataupun ke acara-acara kolegannya itu yang membuat Papah Adi jadi bingung dari mana Firman bisa mengenal Aruna dan juga kenapa Aruna tidak bercerita tentang sosok Firman ini.
"Iya Om tidak lama, baru beberapa hari dan kebetulan sekali pas saya dengan Aruna tanpa sengaja bertemu di mall dan itu juga secara kebetulan."
Jawab Firman jujur sembari tersenyum kemudian laki-laki itu membayangkan kembali pertemuan pertama dengan Aruna meskipun diawali dengan tabrakan namun beruntung sekali karena dengan tabrakan itulah Firman bisa mengenal sosok perempuan yang benar-benar bisa membuat hatinya jungkir balik selama beberapa hari ini.
Ya bukannya tidak suka putrinya mengenal dengan Firman, Firman adalah laki-laki yang baik keluarganya juga keluarga terbandang dan juga Firman bukan sosok laki-laki yang suka gonta-ganti perempuan, Papa Adi tahu betul itu tetapi yang jadi permasalahannya saat ini karena bukanlah seorang gadis Aruna sudah mempunyai suami bahkan saat ini sedang mengandung dan juga suami Aruna itu posisi yang sudah tingkat tinggi yang mana pastinya tidak akan mau juga istrinya itu perkenalan dengan laki-laki lain dan pastinya juga Digo sampai tahu maka laki-laki itu akan membatalkan semuanya karena Papah Adi yakin Digo tidak mau berurusan dengan laki-laki yang tertarik dengan istrinya.
Syukurin kamu Di, saingan Kamu bertambah lagi karena sepertinya Papa melihat kalau Firman ini tertarik dengan Aruna dan pastinya Firman tidak tahu jika Aruna itu sedang hamil apalagi sudah menikah dengan kamu...
__ADS_1
Ya ternyata di dalam ruangan itu bukan hanya Papa Adi dan juga Firman saja tetapi ada Papi Rendra beserta dengan asisten asistennya berikut juga dengan asisten Digo yang mana mereka semua mendengarkan apa yang diucapkan oleh Firman karena memang sepertinya Firman itu tidak mengatakan dengan berbisik karena tidak ada yang perlu ditutupin lagi.
Terlebih lagi Firman mengucapkan yang sebenarnya kalau ia memang berkenalan dengan Aruna dan itu bukan merupakan sesuatu yang buruk bahkan Firman juga tidak segan-sekat lagi mengatakan ketertarikannya dengan Aruna jika memang memungkinkan Firman lakukan di sini.
Papa Adi tersenyum, beliau langsung saja melirik ke arah besannya, tentu saja baik Papah Adi maupun Papi Rendra dan semua yang ada di sana tau betul bagaimana gerak gerik dari Firman yang menanyakan tentang Aruna.
"Menantu aku benar-benar luar biasa Di, banyak laki-laki yang tertarik padanya, untung saja Diego tidak di sini, bisa-bisa dia langsung saja marah-marah dan mengusir Firman jika sampai mendengar istrinya lagi dikepoin oleh laki-laki lain."
Bisik Papi Rendra di telinga Papah Adi dan itu sangat pelan sekali sehingga Firman tidak mendengarnya sama sekali.
"Oh kirain sudah mengenal Aruna lama dan tadi memang kebetulan sekali Aruna ikut om ke sini tetapi tidak tahu lagi ke mana anak itu sekarang.."
Bukan ingin menutupi pernikahan Aruna dengan Digo tetapi rupanya kondisinya tidak memungkinkan untuk menjelaskan semuanya, ya kalau Digo menerima juga pernikahan mereka di publikasikan, lagi pula memang tidak ada salahnya jika Papa Adi sedikit menutupi tentang pernikahan anak dan menantunya itu biarlah nanti ini menjadi urusan Digo dan juga Aruna, lagi pula Firman hanya menanyakan tentang Aruna saja belum tentu pikiran dari Papah Adi maupun Papi Rendra itu benar benar kalau laki-laki yang berada di depannya saat ini menaruh rasa kepada Aruna.
__ADS_1
"Kalau Firman datang ke rumah Om bolehkah Om? ya Firman ingin lebih mengenal lebih lanjut lagi dan juga ada sesuatu yang ingin Firman sampaikan tentu nya."