My Crazy Husband

My Crazy Husband
Mencari Aruna


__ADS_3

Ryan membawa Aruna keluar dari kelasnya dan tanpa sengaja laki-laki itu menarik tangan Aruna dan menggenggamnya dengan sangat erat.


Aruna sendiri tidak sadar jika tangannya sekarang bersentuhan dengan tangan Ryan, padahal itu tidak boleh . Bukan karena ia yang sudah bertunangan dengan Digo atau pun yang lainnya, tetapi Aruna tidak mempunyai rasa sama sekali dengan Ryan dan ia takut jika Ryan nanti terlalu berharap banyak padanya.


Namun sayank sekali, rasa sakit di pinggangnya membuat Aruna mengabaikan tentang apa yang baru saja dilakukan oleh Ryan bahkan saat ini keduanya sudah berada di depan UKS dan tentu saja Ryan ingin mengecek apakah luka yang dialami Aruna itu dalam atau tidak meskipun bukan dirinya nanti yang mengeceknya karena ada petugas perempuan yang ada di sana.


Astaga kenapa tanganku digenggam oleh Ryan dan aku diam saja, bagaimana nanti jika Digo tau tentang ini, bisa bisa ngamuk tuh orang.


Aruna baru tersadar ketika ia sudah berada di depan ruang UKS dan seketika langsung saja menghempaskan tangan Ryan pelan.


"Sorry, refleks aja tangan gue genggam tangan lo karena gue tadi khawatir sama lo."


Ryan tersenyum, ia tahu jika dirinya baru saja menggenggam tangan Aruna meskipun sebenarnya Ruan sadar dengan apa yang dilakukannya tetapi sama sekali ia tidak menyesal karena begitu senang dan sudah berhasil menggenggam tangan Aruna meskipun mendapatkan perasaan aneh dari Aruna saat ini.


"Dimaafkan, tapi kenapa kita ada di sini? gue nggak apa-apa?"


Tidak ingin memperpanjang urusannya dengan Rian Aruna pun mengerti jika keadaan tadi adalah gawat darurat dan Ryan berusaha untuk menyelamatkannya dari tamparan Miranda yang pastinya akan lebih keras menamparnya dan bahkan lebih dari sekedar itu.


Namun yang membuat Aruna tidak bisa berpikir kenapa Ryan malah membawanya ke sini bukan ke kantin saja di mana memang saat ini ia ingin minum-minuman yang segar-segar pengganti dahaganya yang haus karena sudah marah-marah dengan Miranda tadi.


"Gue takut Lo terluka, makanya gue bawa ke sini, periksa dulu saja Run, gue tunggu di depan."

__ADS_1


"Tidak perlu Yan, sudah tidak sakit lagi."


Meskipun kenyataannya berbeda, karena Aruna merasakan pinggangnya yang masih begitu nyeri tetapi ia tidak mungkin masuk ke dalam sana, ia paling anti dengan namanya obat-obatan dan bau-bau kesehatan di mana ia juga anti jika disuruh minum obat, kalau tidak terpaksa mungkin kemarin juga Aruna tidak akan minum obat.


"Yakin? kalau ada apa-apa gimana? Gue khawatir sama lo."


"Tidak ada apa-apa, gue baik-baik saja."


Aruna memainkan jari jemarinya ia sendiri tidak mau ditatap secara langsung oleh Ryan yang pada dasarnya Aruna tahu apa arti tatapan yang Ryan belikan padanya itu yang mana memang rasa padanya meskipun Ryan belum secara langsung mengungkapkan kepada dirinya tetapi dari gelagat-gelagat aneh yang selama ini Ryan munculkan maka Aruna yakin jika laki-laki yang di depannya saat ini jatuh cinta padanya.


"Ya sudah kalau begitu kita ke kantin saja, ada sesuatu yang ingin gue tanyakan sama lo."


Yang jelas saja, Ruan sudah menaruh rasa dengan Aruna sejak pertama kali bertemu dengan gadis cantik itu ya sama persis dengan Digo, dan Ryan pun juga tidak berani mengungkapkan perasaannya karena ia mendengar jika setiap laki-laki yang menyatakan cinta kepada Aruna maka semuanya ditolaknya dan Ryan tidak mau jika hubungan yang sudah terjalin baik beberapa bulan ini akan hancur begitu saja jika nanti ia menyatakan perasaannya itu. Maka dari itu, Ryan sebisa mungkin untuk memendam perasaannya dan hanya sebagai teman Aruna saja.


Tetapi sayang sekali tadi pagi ketika Rian mendengar gosip tentang Aruna dan Digo, hatinya kembali teriris andai saja itu memang benar maka ia terlambat untuk menyatakan perasaannya kepada Aruna.


Dan siang ini Rian memutuskan untuk bertanya langsung kepada Aruna apakah memang benar jika Aruna ada hubungannya dengan Digo atau hanya sekedar gosip belaka.


Aruna mengaggukan kepalanya yang mana ia memang haus dan ingin minum dan juga makan di kantin, tidak peduli siapa yang akan menraktirnya, yang jelas ia harus meluapkan segala amarahnya dengan makan dan minum yang banyak.


Kedua anak manusia itu langsung saja menuju ke kantin di mana mereka berdua berjalan bersejajaran dan tanpa gandengan tangan seperti tadi yang sudah dilakukan oleh Ryan.

__ADS_1


Di satu sisi di dalam kelas Digo ramai membicarakan tentang pertengkaran antara Aruna dengan Miranda yang mana sama sekali Digo dan keempat sahabatnya itu tidak tahu dan baru tahu saat ini ketika pertengkaran itu sudah selesai dan dilerai oleh Ryan.


Brengseekk!!


Digo memukul mejanya kemudian laki-laki itu bergegas menuju ke kelas Aruna di mana ia ingin mengetahui bagaimana kabar dari calon istrinya itu yang mana sudah terdengar jika Miranda menghampiri Aruna dan ingin menampar Aruna bahkan Miranda juga sudah mendorong Aruna hingga Aruna sampai terpental dan menabrak tembok.


Tidak bisa diungkapkan lagi bagaimana rasa khawatirnya Digo di mana ia sebagai calon suami tidak bisa melindungi Aruna yang mana membuat Aruna terluka seperti ini dan itu semua hanya gara-gara dirinya.


Tetapi di samping rasa khawatir kepada Aruna, Digo juga cemburu yang mana ia juga mendengar jika Aruna ditolong oleh Ryan dan saat ini Runa entah dibawa kemana oleh laki-laki yang Digo sendiri tahu jika Ryan menaruh rasa kepada Aruna.


"Aruna mana Vin?"


Tanya Digo yang saat ini sudah berdiri di depan Vina, laki-laki itu langsung saja mengedarkan pandangan matanya mencari calon istrinya. Ya siapa tahu Aruna tidak pergi dengan Ryan dan memilih untuk di dalam kelas saja menunggu dirinya.


"Di bawa pergi oleh Rian."


"Sialan!!"


Tidak menanggapi lagi apa yang diucapkan oleh Vina, Digo langsung saja keluar dari kelas Aruna di mana keempat sahabatnya itu juga mengikuti Digo. Mereka takut jika Digo nanti marah-marah dengan Ryan, yang mana setelah menjabat sebagai tunangan Aruna, Digo menjadi posisi posesif terhadap Aruna dan tidak akan membiarkan laki-laki lain untuk lebih dekat dengan Aruna.


Digo tentu saja mencari keberadaan Aruna saat ini yang mana ia takut jika Ryan membawa Aruna keluar dari sekolah, di mana nanti Rian memberikan perhatian dan Aruna akan jatuh cinta kepada laki-laki itu yang jelas dari tampan dan kekayaannya, Rian dan Digo itu 11 12 tidak bisa dibandingkan karena keduanya memiliki daya tarik tersendiri.

__ADS_1


__ADS_2