My Crazy Husband

My Crazy Husband
Semoga Bukan Orang Yang Sama


__ADS_3

Setelah kepergian Firman, Digo langsung meninggalkan kafe, laki-laki itu segera pulang ke rumahnya karena Aruna sudah mengabarkan jika istri cantiknya itu sudah berada di rumah beberapa menit yang lalu.


Yang pastinya Digo juga tidak menyangka jika iya menemukan laki-laki yang sebangsa dengan Nathan yang mana sampai saat ini belum menikah dan hanya mengincar satu perempuan saja.


Ya Digo malah mengingatkan lagi tentang Nathan di mana kakak kandungnya itu juga hampir sama dengan Firman yang belum menikah dan malah mencintai istrinya.


Semoga bukan orang yang sama...


Doa Digo di dalam hati karena apa yang dikatakan oleh Firman itu semuanya hampir sama dengan Aruna bagaimana menceritakan tentang perempuan yang beberapa hari ini mampu menjungkir balikkan hatinya tentang perempuan yang masih berseragam putih-putih abu-abu itu yang mana itu semua ciri-cirinya ada dalam diri Aruna dan Digo harap untuk kali ini ia tidak akan mendengar berita lagi jika ada yang menyukai istrinya terlebih lagi itu adalah orang yang digo kenal sendiri.


Tidak mau berpikir negatif dulu laki-laki itu segera melajukan mobilnya menuju ke kediaman yang terindah yang pastinya ia tidak mau berpikir jauh ke depan toh juga yang penting dirinya dengan Aruna meskipun di luar sana banyak laki-laki yang tertarik dengan Aruna tetapi yang penting adalah dirinya bagaimana Digo harus membentengi rumah tangganya itu dengan sebab benteng yang kokoh menambah rasa perhatian dan juga cintanya kepada istrinya dan membuat Aruna nyaman bersamanya hingga perempuan cantik itu tidak akan pernah berpaling dari dirinya apalagi malahan mencintai laki-laki lain yang harus dilakukan oleh Digo seperti itu.


Karena Digo percaya bahwa semuanya yang akan ia lakukan itu berimbas pada dirinya sendiri apa yang ia tanam adalah yang ia tua dan itu sudah terbukti Digo yang selama ini memberikan perhatian kepada Aruna sayang dan juga cinta dengan Aruna dan akhirnya semuanya itu terbalaskan juga Aruna mau menerima dirinya dan mau mencintai dirinya.


"Mbok, istriku sudah pulang kan?"


Sedikit basa-basi karena setelah sampai di rumahnya Digo bertemu dengan asisten rumah tangga yang menyiapkan makanan untuk makan malam meskipun sebenarnya Digo sudah tahu jika Aruna sudah pulang tetapi ia siapa tahu jika Aruna pergi ke mana dulu sebentar.


"Sudah tuan muda, tetapi Nona Aruna tidak turun, si mbok tawarin makan katanya masih kenyang."

__ADS_1


Digo tersenyum dan mengagukan kepalanya kemudian laki-laki itu segera menuju ke kamarnya dan melihat istrinya apakah memang benar arona sudah kenyang atau Aruna malas saja makan karena tidak ditemani dengan dirinya.


"Sayank..."


Digo membuka pintu kamar dengan pelan-pelan sembari memanggil nama Aruna tentu saja itu dilakukan tidak dengan berteriak.


Sesamanya di dalam kamar, ya Digo sudah membuka pintu ia menemukan istrinya terlelap di atas ranjang laki-laki itu tersenyum kemudian mendekati rona dan memastikan jika memang kondisi istrinya itu baik-baik saja tidak sakit atau apapun.


Setelah mengecek kondisi Aruna Digo bergegas untuk ke kamar mandi ia tidak mau memeluk Aruna terlebih dahulu karena merasa jika dirinya kotor dan juga gerah laki-laki itu segera menuntaskan mandinya untuk bisa mendekati istrinya.


Cup


Beberapa menit setelah mandi laki-laki itu bergegas untuk menuju ke atas ranjang memeluk tubuh istrinya dari belakang kemudian mencium kening Aruna, Digo juga membalikkan pelan-pelan tubuh Aruna setelah ia puas memeluk istrinya dari belakang laki-laki itu memandang cantik wajah Aruna yang terlelap dan juga mengusap lembut perut Aruna yang belum terlihat itu.


Iya semakin ke sini Digo tidak akan mengekang Aruna terlebih ia tahu jika istrinya itu tipe perempuan yang tidak mau dikasih sama sekali apalagi kondisi Aruna saat ini yang sedang berbadan dua yang pastinya menginginkan sesuatu untuk membahagiakan karena sendiri Digo juga percaya jika Aruna di luar sana tidak akan macam-macam dengan laki-laki lain karena itu Digo memberikan kebebasan kepada istrinya bukan berarti diiku tidak sayang lagi kepada Aruna atau Digo tidak cemburu atau tidak posesif, namun semuanya Digo lakukan demi kenyamanan Aruna dan juga anak yang ada di dalam perut Aruna itu.


"Sudah pulang Di?"


Aruna terbangun karena merasakan ada sesuatu yang memeluknya, perempuan cantik itu membuka matanya pelan-pelan dan menemukan sosok manis di depannya yang saat ini masih memandang wajahnya.

__ADS_1


"Iya sayank, baru pulang. Maaf ya sudah mengusik tidur kamu, kamu kelihatan lelah sekali."


"Tidak apa-apa aku memang lelah tetapi aku bahagia karena bisa jalan-jalan kamu lagi, aku bisa berdua dengan Vina dan nanti sebentar lagi jika perut aku sudah besar pasti aku nanti akan males kemana-mana. Tadi bagaimana meetingnya? Dan juga bagaimana ngobrol-ngobrolnya dengan teman baru kamu itu?"


Sudah menjadi kebiasaan Aruna jika selalu menanyakan tentang meeting yang dilakukan oleh Digo perempuan cantik itu selalu memberikan dukungan kepada suaminya karena berbagai makna pun juga apa yang dilakukan Digo itu untuk masa depan dirinya dan juga anak-anaknya nanti yang pastinya Aruna tahu sesibuk-sibuknya Digo laki-laki itu tidak akan pernah lupa untuk memberikan kabar kepada Aruna dan selalu menyempatkan diri untuk memberikan perhatian meskipun itu perhatian yang sangat kecil.


"Alhamdulillah meeting berjalan dengan lancar dan itu semua berkat doa kamu dan juga anak kita dan tentu saja teman baru aku tadi itu mengajak ngobrol di cafe ya bercerita panjang dan lebar tentang kisah cintanya yang entahlah."


Memang tadi Digo sudah berpamitan kepada Aruna untuk ngobrol bersama Firman di cafe yang pastinya kedua orang itu saat ini saling terbuka apapun yang terjadi dengan kesehariannya masing-masing selalu bercerita termasuk Digo yang akan menceritakan tentang FirmanĀ 


"Kok bisa? bagaimana ceritanya?"


Sepertinya Aruna tertarik mendengar cerita dari Digo yang mana perempuan cantik itu saat ini membalas pelukan dari suaminya dan mendekatkan tubuhnya di dekat suaminya memang aroma tubuh Digo itu membuat aroma nyaman yang mana ia semakin mendekati Digo maka semakin bertambah nyaman dan juga rasa cintanya kepada suaminya itu.


"Dia itu seperti Bang Nathan yang usianya juga sama dengan Bang Nathan mungkin mereka juga satu angkatan dulunya aku malah lupa untuk bertanya kepada dia yang jelas saat ini dia masih jomblo tetapi sebentar lagi dia akan melamar dan menikahi seorang perempuan dan kamu tahu nggak yang perempuan yang dicintainya itu umurnya berapa?"


"Umurnya berapa? lebih tua dari dia pastinya"


Ya Aruna berpikir jika perempuan yang diceritakan oleh Digo itu pastinya usianya lebih tua dari laki-laki kenalan Digo, yang mana dari ekspresi wajah Digo yang tidak meyakinkan itu yang membuat Aruna bisa menebak seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2