My Crazy Husband

My Crazy Husband
Pesona Aruna


__ADS_3

"Aruna....Aruna..."


Teriak semua siswa di sekolahan itu yang menggema di seluruh lapangan bola basket, kali ini di mana Aruna beserta teman-teman satu kelas ny berada di lapangan untuk bertanding basket dalam rangka pertandingan antar kelas setelah melaksanakan ujian semester.


Seperti biasa, Aruna memang menjadi idola siswa di sekolah itu meskipun Aruna yang bandel, telat masuk sekolah bahkan sering bolos dan juga tidak mengerjakan PR, namun pesona Aruna tidak bisa ditandingi oleh siapapun juga termasuk Miranda yang sudah terlihat berpakaian minim dengan gaya centil yang PD abis.


Aruna pun selalu ramah dengan teman-temannya meskipun ia selalu menolak setiap ada laki-laki yang mendekatinya bahkan ada yang menyatakan cinta kepadanya namun tidak dipungkiri memang Aruna baik terhadap semua orang dan laki-laki yang ditolak cintanya tidak dendam sama sekali dengan Aruna, bahkan mereka ingin dekat dengan Aruna meskipun tidak menjadi pacar Aruna.


Ya itulah kelebihan Aruna hingga membuat laki-laki disana bertekuk lutut dengan pesona Aruna termasuk Digo, sang ketua OSIS yang merupakan idaman kaum perempuan.


Seperti yang biasanya dilakukan oleh Aruna setiap ia bermain basket pastinya sorak sorai penonton terutama para laki-laki menyebut namanya dan itu membuat Aruna semakin bersemangat saja.


Bukan karena ia GR atau ingin dipuja oleh laki-laki namun teriakan itu membuat dirinya tau betul kalau memang permainan bola basketnya bisa diakui di sini dan tentu saja membuat semangatnya bertambah karena banyak yang mau mensupport dirinya.


"Muahh...muah...."


Seperti biasa Aruna jika sudah memegang bola basket dan diteriaki oleh pengagumnya, perempuan cantik itu selalu memberikan kiss bye kepada setiap orang yang meneriakinya, tidak peduli itu laki-laki atau perempuan dan Aruna ketika berada di lapangan ini berubah menjadi Aruna yang sangat centil dan juga menjadi menggemaskan.

__ADS_1


"Noh, calon bini loh!! Gila... pesonanya beh... ngalahin artis.."


Ucap Dino yang mendengar teriakan-teriakan dari penggemar berat Aruna, dan juga melihat ekspresi Aruna yang tersenyum manis juga memberikan kiss bye kepada penggemar-penggemarnya itu.


Dino juga menyenggol tangan Digo, berharap jika sahabatnya itu melihat aksi dari calon istrinya yang pagi ini tampak menggemaskan dan juga centil sekali terhadap orang-orang yang menonton pertandingan bola basket ini dan pastinya bisa ditebak jika Digo cemburu dengan apa yang dilakukan oleh Aruna.


"Sialan!!!"


Digo mengumpat kesal, karena ia baru menyadari jika Aruna memang terlihat menggemaskan dan juga seksii, terlebih lagi ketika memakai kaos olahraga seperti itu meskipun pakaian yang dipakai oleh Aruna tidak ketat namun entahlah, mengapa setelah kemarin ia tidur dengan Aruna rasanya badan Aruna semakin berisi dan bertambah seksii saja yang membuat Digo harus menggelengkan kepalanya dan menelan salivanya berat-berat karena tidak mungkin saat ini ia menyeret Aruna untuk keluar dari pertandingan itu.


"Calon bini lo, kenapa tambah seksi sekali .. benar-benar hebat loh Di, baru semalam nidurin dia tapi kenapa perubahan sudah drastis sekali."


"Sialan!! jaga mata kalian, ingat dia calon istri gue, bukan perempuan yang single."


Kesal Digo pada keempat sahabatnya, sebenarnya ia tahu jika keempat sahabatnya itu hanya sekedar memandang saja dan tidak mempunyai rasa sama sekali dengan Aruna tetapi entahlah Digo cemburu melihat Aruna yang bersikap manis terhadap laki-laki lain bahkan Aruna dengan terang-terangan memberikan kiss bye  dengan penggemarnya itu yang membuat Digo hatinya semakin panas yang terbakar cemburu saja.


"Santai bro, kita tahu kalau Aruna adalah milik lo dan kita semua juga pantang merebut apa yang sudah menjadi milik sahabat kita, betul nggak bro."

__ADS_1


"Betul lah karena pada dasar nya persahabatan adalah yang utama jadi di antara kita tidak boleh ada yang menyukai perempuan yang sama."


Ya prinsip mereka memang seperti itu tidak ada yang boleh menyukai satu perempuan yang sama, kalaupun ada maka mereka harus siap-siap untuk memilih persahabatan atau cinta dan beruntung sekali kelima laki-laki tampan itu mempunyai selera perempuan yang berbeda-beda termasuk Digo dan juga sampai saat ini tidak ada yang tertarik dengan satu perempuan yang sama, mungkin hanya sekedar mengagumi saja yang sama, namun kalau sudah menjurus ke arah hati dan juga perasaan mereka tidak menaruh hati ke satu perempuan termasuk Aruna.


Terlebih lagi keempat sahabatnya Digo itu tahu jika Digo sejak awal sudah menyukai Aruna dan mereka mensupport Digo untuk mengejar cintanya kepada Aruna, maka dari itu mereka memberikan ide-ide gila yang nantinya akan membuat Digo dan Aruna bersatu.


"Aruna, love u."


Teriakan dari seorang laki laki yang mana membuat Digo semakin mengepalkan tangan nya saja.


Digo kembali melototkan matanya mana kalau Aruna memang terlihat lebih seksi ketika memainkan bola basketnya yang membuat Digo semakin panas dingin saja terlebih lagi teriakan teriakan dan juga ungkapan kata cinta dari penggemar Aruna yang rasanya ingin sekali menutup mulut mereka itu yang mana Digo sudah mengklaim jika Aruna adalah miliknya karena memang benar, Digo sudah memiliki Aruna seutuhnya, bahkan semua yang ada di dalam diri Aruna sudah menjadi milik Digo.


"Ini di sekolahan dan Aruna sedang melakukan pertandingan antar kelas dan tidak mungkin juga Lo menyeret Aruna untuk membawa Aruna ke apartemen Lo."


Sepertinya Dino adalah laki-laki yang paham betul dengan apa yang dirasakan Digo saat ini meskipun Digo tidak berbicara namun tatapan matanya yang tajam mengisyaratkan jika Digo cemburu dan ingin sekali membawa Aruna pergi dari sekolahan ini entahlah mungkin akan memangsa Aruna lagi, yang jelas saat ini Dino berpikir jika Digo benar benar tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh penggemar penggemar Aruna itu.


"Awas saja kamu sayank, setelah pertandingan itu aku akan membuat perhitungan sama kamu."

__ADS_1


Ya Digo sudah merencanakan sesuatu untuk mengajak Aruna pulang siang ini entahlah mau diapakan Aruna yang jelas karena Digo cemburu dan tidak tahan dengan wajah Aruna yang semakin menggemaskan di matanya.


"Hahaha sang ketos lagi bucin sama calon istrinya, ini baru calon istri bagaimana nanti jika benar-benar ketos kita menikah dengan Aruna, wah...tidak terbayangkan lagi, kita lihat Aruna saja pasti sudah dicongkel matanya apalagi ada yang berusaha merebut Aruna, sudah dipastikan laki-laki itu pasti akan mati di tangan Digo." ledek keempat sahabat Digo yang mana Digo sendiri hanya terdiam sembari matanya melihat ke arah Aruna, siapa tahu calon istrinya itu membutuhkan bantuan darinya.


__ADS_2