
Mau tidak mau dengan paksaan dari Vina, Aruna akhirnya keluar dari kelas yang mana ketika sampai di luar teman-temannya sudah sepi bahkan hanya tinggal beberapa orang saja yang mana memang Aruna masih berada di kelas itu hampir 1 jam lamanya.
Seperti apa yang diucapkan oleh Papah Adi, Vina mengikuti motor Aruna dari belakang meskipun gadis cantik itu memakai mobil tetapi ia tahu jika sahabatnya itu tidak mau kalau motornya ditinggal dan ikut dengannya, hingga mau tidak mau Vina juga mengikuti motor Aruna dari belakang sampai akhir nya Aruna sampai di depan rumahnya.
Setelah sampai di depan rumah Aruna, Vina juga tidak langsung buru-buru pulang,.gadis cantik itu malah mematikan mesin mobilnya dan juga ikut turun dari mobil. Ia harus memastikan jika Aruna memang benar-benar sampai rumah dan melihat apakah ada orang di rumah ini, nanti jangan-jangan setelah dirinya pergi ... Aruna juga ikut pergi dan dirinyalah nanti yang mendapatkan ceramah dari Papa Adi.
"Ngapain lo masih ada di sini, gue kan sudah ada di rumah ... pulang sono!!"
Vina hanya tersenyum, gadis cantik itu kemudian mendorong pelan tubuh Aruna supaya cepat masuk ke dalam rumah dan memastikan jika di dalam rumah itu ada asisten rumah tangga atau syukur-syukur malah ada Mamahnya Aruna di dalam.
Ya setelah Aruna dan juga Vina sampai di dalam rumah, Vina bisa bernafas dengan lega yang nyatanya di dalam rumah ada Mamanya Aruna dan Vina bisa langsung berpamitan untuk segera pulang karena dirinya juga tidak mau lama-lama di sini, pastinya kedua orang tua Aruna akan menyiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam meskipun itu bukan sesuatu acara yang besar tetapi perlu juga ada persiapan.
Beberapa jam kemudian
Malam ini adalah malam pertemuan antara kedua keluarga meskipun hanya perkenalan saja antara Aruna dengan Nathan tetapi Papa Adi sudah menyiapkan segala sesuatunya, berikut tentang rencananya dengan rencana Papi Rendra yang sudah menentukan tanggal di mana nanti Aruna dan juga Nathan bertunangan.
Ya keluarga dari Aruna sudah sampai di dalam restoran yang mana memang jarak rumahnya dengan restoran itu tidak begitu jauh sehingga Papa Adi sudah sampai duluan di sana.
Sengaja memang memesan restoran yang mewah dan juga bergelas itu juga semua sudah diatur oleh Papi Rendra dan sudah diatur tempatnya pula, di privat room yang mana memang acara ini adalah acara khusus keluarga.
"Aku ke toilet dulu ya Mah, sudah kebelet nih."
__ADS_1
Mama Dina melototkan matanya ketika ia mendengar apa yang diucapkan oleh Aruna barusan, beliau berpikir jika Aruna hanya pura-pura saja ingin ke kamar mandi dan nanti akhirnya Aruna malahan kabur dari sini, karena mama Dina tahu jika Aruna menolak perjodohan ini.
"Jangan macam-macam Run, kalau kamu tidak mau kedua orang tua kamu malu nantinya."
Ancam Mamah Dina, yang mana beliau sudah berpikiran negatif kepada Aruna meskipun ia tahu putrinya itu adalah gadis yang baik-baik tetapi tidak menutup kemungkinan jika Aruna akan nekat karena dirinya tidak mau dijodohkan.
"Astaga Mama, kenapa berburuk sangka pada aku, aku hanya kebelet pipis..kalau Mama tidak percaya Mama boleh ikut, daripada aku nanti ngompol di sini. Lagian juga tamu yang ditunggu juga masih lama dan belum tahu kapan sampainya dan juga kapan acara ini berakhir, jadi tidak mungkin kan kalau aku harus menahan pipis sampai nanti."
Iya apa dikatakan oleh Aruna itu memang benar adanya jika ia memang kebelet pipis dan tidak mungkin kabur dari sini.
Setelah Aruna pikir-pikir, ia bukannya mau menerima perjodohan ini tetapi ia akan bertemu dulu dengan calon suaminya nanti dan akan berbicara empat mata dengan laki-laki itu dan akan sama-sama bekerja sama untuk sama-sama menolak perjodohan ini.
Aruna mengangguk, ia bergegas untuk keluar dari privat room itu untuk menuju toilet di mana toilet nya memang tidak jauh dari ruangan yang saat ini ditempati oleh kedua orang tuanya.
Sedangkan keluarga besar Narendra, saat ini sudah sampai di depan restoran yang mana mereka memakai dua mobil, dengan kedua orang tuanya Nathan yang berada satu mobil dan juga Nathan bersama dengan Digo yang ada di mobil belakang.
"Santai Bang, jangan nervous seperti itu katanya sudah pernah melihat calon istrinya Abang, tetapi kenapa ekspresi mukanya Abang seperrtinya tidak baik-baik saja dan gugup."
Ledek Digo yang saat ini mereka sudah turun dari mobil dan menuju ke private room. Digo sekilas melirik ke arah Nathan yang mana terlihat sekali jika Nathan itu gugup.
"Bagaimana tidak gugup, ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan dirinya dalam jarak yang sangat dekat setelah bertahun-tahun lamanya aku memendam perasaan ini dan juga melihat dia dalam jarak yang jauh."
__ADS_1
Meskipun gugup, Nathan tetapi bisa mengontrol dirinya, ia bahkan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Aruna yang mana memang malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh Nathan supaya bisa melihat wajah cantik Aruna dalam jarak yang dekat.
Nathan juga sudah berpikir untuk mengatakan perasaannya kepada Aruna yang mana memang Nathan sudah lama menaruh rasa kepada gadis cantik itu tetapi sayang sekali Aruna sendiri tidak tahu.
Digo hanya tersenyum melihat kakak kandungnya yang bahagia dan seketika ia teringat dengan Aruna, gadis cantik yang saat ini ada dalam pikirannya dan juga mengingat tentang kejadian pagi tadi di sekolah yang mana ia sudah memberikan ciuman manis di bibir Aruna yang membuat gadis cantik itu langsung merah merona karena Digo tahu itu adalah ciuman pertama bagi Aruna.
Digo juga memegang pipinya yang mana memang masih terasa sakit akibat tamparan dari Aruna tetapi itu tidak masalah yang jelas ia sudah berkesempatan untuk mengambil first kiss nya Aruna.
"Selamat malam."
Papa Rendra membuka pintu privat room kemudian menghampiri Papa Adi dan juga mama Dina yang saat ini masih duduk di kursinya.
Mereka semua berjabat tangan dan juga saling berpelukan kemudian memperkenalkan Nathan dan juga Digo kepada Papa Adi.
"Bener kan Mah, apa yang papa bilang kalau calon menantu kita itu sangat tampan."
Papah Adi memuji ketampanan Nathan, bukan berarti Digo yang sebelah Nathan itu jelek, namun ia memastikan kepada istrinya itu jika yang dikatakan kepada Aruna itu tidaklah salah.
"Aku juga tidak jelek kan Om dan sebentar lagi aku juga akan menyusul Bang Nathan."
Digo sendiri tidak masalah dengan apa yang diucapkan oleh Papa Adi, ia malah dengan bangganya akan memperkenalkan gadis pujaannya itu setelah acara malam ini.
__ADS_1