My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kemarahan Papi Rendra


__ADS_3

Seperti apa yang dikatakan oleh Papi Rendra, Nathan dan Digo kini sudah berada di ruang kerja Papi Rendra, mereka berdua hanya saling pandang dan tidak mengucapkan apa-apa lagi.


Meskipun sebenarnya Digo ingin bertanya kepada Nathan, mengapa kakak kandungnya itu belum juga pergi dari Indonesia dan malahan sepertinya lupa dengan perjanjian yang sudah Nathan buat sendiri kemarin.


Begitu juga dengan Papi Rendra, yang melihat kedua putranya itu dengan tatapan yang menyelidik, ingin rasanya beliau benar-benar menghajar kedua putranya itu tanpa basa-basi, tetapi Papi Rendra masih menahan diri dan ingin menanyakan apa yang menjadi alasan mereka melakukan pertandingan balapan semalam yang pastinya Papi Rendra sangat kecewa dengan Nathan maupun Digo.


"Kalian tahu mengapa kalian Papi minta untuk datang ke sini?"


Sedikit basa-basi, Papi Rendra tidak langsung memukul kedua putrinya itu melainkan menanyakan terlebih dulu kepada Digo dan juga Nathan. Apa yang mendasari mereka berdua melakukan sesuatu yang sangat konyol.


Baik Nathan maupun Digo hanya menggelengkan kepalanya pelan, meskipun sebenarnya mereka berdua paham kenapa tiba-tiba Papi Rendrameminta untuk berbicara di ruang kerjanya dan hanya mereka bertiga saja, tidak ada Aruna maupun Mami Nina yang berada di sana, tetapi mereka lebih baik diam dan mendengarkan apa yang diucapkan Papi Rendra tanpa adanya pembelaan lagi.


"Jelas saja kalian tidak tahu karena kalian berdua sibuk untuk mencari kemenangan kalian sendiri. Lagipula Papi sudah bilang sama kalian tidak boleh menggunakan motor besar untuk balapan tetapi mengapa kalian semalam menggunakan nya dan alasan nya apa kalian melakukan itu!!"


Kembali lagi Digo dan Nathan saling menatap, kemudian memutuskan pandangan itu lalu menatap ke arah depan,.melihat ke arah Papi Rendra yang saat ini benar-benar tanpa ekspresi, wajahnya yang datar dan juga amarahnya yang terlihat membuat keduanya tidak bisa berkata apa apalagi bahkan untuk sekedar membela diri saja mereka tidak bisa.

__ADS_1


Plak


Plak


Melihat kedua putra nya hanya diam saja dan sepertinya enggan untuk memberikan pernyataan tentang kejadian semalam membuat Papi Rendra jengkel, laki-laki itu langsung saja melayangkan tamparan di pipi Nathan dan juga Digo.


Keduanya pun hanya meringis menahan sakit tanpa mengumpat ataupun menggerutu kesal kepada Papinya, karena tamparan ini memang pantas diberikan oleh keduanya meskipun ada alasan yang mendasari mengapa mereka melakukan perbuatan seperti itu.


"Digo... Kamu sudah lupa bagaimana janjimu dulu terhadap kedua orang tua Aruna saat kamu meminta Aruna menjadi istrimu?"


Kali ini Digo yang ditatap tajam oleh Papi Rendra dan langsung saja mendongakkan wajahnya, ia kalau sudah berkenaan dengan Aruna akan buka suaranya dan tidak basa-basi lagi.


Tentu saja Digo tidak akan pernah lupa dengan janjinya kepada kedua orang tua Aruna dulu ketika Digo meminta Aruna untuk menikah dengannya dan juga mau bertanggung jawab dengan apa yang terjadi dengan Aruna tetapi mengapa malam ini malahan Papi Rendra menanyakan itu lagi, apakah Papi Rendra tidak yakin dengan apa yang sudah Digo lakukan selama menjadi suami Aruna?


"Ckk... Kamu ingat dengan janji kamu kepada kedua orang tua Aruna, tetapi mengapa kemarin kamu dengan tega-teganya melakukan perbuatan itu!"

__ADS_1


Lagi lagi Digo menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak maksud dengan apa yang diucapkan oleh Papi nya itu, melakukan perbuatan bagaimana? sementara selama ini Digo tidak pernah selingkuh ataupun menyakiti hati Aruna, bahkan ketika 10 hari berada di Jepang .. Digo juga tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat Aruna kecewa.


"Bagaimana Pi? aku tidak menyelingkuhi Aruna ataupun menyakiti Aruna?"


"Kamu memang tidak menyelingkuhi Aruna atau menyakiti Aruna secara langsung, tetapi dengan perbuatanmu terhadap Nathan yang melakukan balapan itu itu sama saja kamu menyakiti perasaan Aruna, kamu bahkan tega melepaskan Aruna jika kamu kalah dalam pertandingan itu dan Apa kamu tidak pikir Papi tidak mengetahui semuanya? bahkan Papi juga tahu jika kamu kemarin akan mengalah demi Nathan dan melepaskan Aruna ? Apa itu yang dinamakan kamu teringat dengan janji yang sudah kamu katakan kepada kedua orang tua Aruna?"


Ucapan dari Papi rendra sontak membuat Digo tersadar, memang apa yang dikatakan oleh Papi Rendra benar, Digo tidak menyelingkuhi Aruna atau berbuat yang tidak tidak terhadap Aruna di belakang Aruna, tetapi dengan perbuatan yang kemarin itu sama saja sudah menyakiti hati atau dengan tidak langsung Digo sudah ingin melepaskan Aruna untuk laki-laki lain dan sepertinya Papi Rendra tidak terima dengan itu semua.


Tidak ada jawaban dari Digo, laki-laki itu kembali merenungkan kesalahannya meskipun ia sudah meminta maaf kepada Aruna dan hubungan mereka baik-baik saja namun ucapan dari Papi Rendra  menyadarkan Digo jika perbuatannya kemarin benar benar sudah melewati batas.


"Apa itu juga yang kamu bilang kalau kamu sangat mencintai Aruna dan tidak akan melepaskan Aruna? tetapi kamu mendengar sesuatu yang belum jelas beritanya itu langsung saja melakukan hal-hal yang tidak bisa ditolerir lagi. Seharusnya kamu sebagai laki-laki sejati, kamu juga sebagai seorang suami tidak langsung memutuskan semuanya, kamu harus bertemu dan membicarakan masalah ini baik-baik bukan langsung memutuskan untuk menyerahkan seseorang itu kepada orang lain, kamu pikir Aruna itu barang yang bisa dilempar ke sana kemari sesuka kamu!"


Lagi lagi papi Rendra mengatakan itu dengan aura wajah yang begitu menyeramkan, memang beliau harus bertindak tegas kepada kedua putranya itu supaya yang memiliki tanggung jawab lebih kepada pasangannya, terlebih lagi Digo yang katanya sangat mencintai Aruna, tetapi perbuatannya itu tidak mencerminkan jika laki-laki itu benar benar mencintai perempuan yang saat ini menjadi istrinya, bahkan sekarang Papi Rendra ragu dengan ketulusan cinta Digo kepada Aruna.


Hening, ketiga orang di ruang kerja Papi Rendra itu tidak berkata apa apalagi setelah Papi Rendra memarahi Digo habis-habisan, Digo juga tidak membuka suaranya karena ia memang salah terhadap Aruna. 

__ADS_1


Setelah beberapa menit hening kini perhatian Papi Rendra terarah kepada Nathan yang juga sama-sama menundukkan kepalanya, Nathan yakin jika Papi Rendra setelah ini akan memarahinya karena awal dari semua perbuatannya itu berasal dari Nathan sendiri.


"Dan kamu Nathan, sudah beberapa kali Papi bilang kamu harus move on, kamu harus sadar diri.. ingat.. Aruna itu bukan perempuan yang single, Aruna sedang menikah dan Aruna ini menjadi adik iparmu bukan perempuan yang dulunya Papi jodohkan sama kamu. Meskipun sebenarnya Papi yakin jika kamu masih mencintai Aruna, tetapi kamu harus sadar diri.. cinta kamu kepada Aruna itu tidak akan terbalaskan, meskipun Aruna juga tidak mencintai Digo, tetapi ikatan pernikahan mereka itu sudah sah dimata hukum dan agama."


__ADS_2