
"Makannya kalau lo nggak mau jadi janda di usia muda, lo harus lakuin apa yang gue minta dan tentu nya lo sendiri juga nggak mau kan kehilangan Digo? terlebih lagi lo juga paham bagaimana Digo, dia jika sudah mempunyai keinginan yang kuat pastinya tidak ada satu orang pun yang bisa merubahnya."
Dino tersenyum, rasanya ia kembali ingin memukul Aruna yang mana sendiri tadi lemot sekali untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan, padahal Dino tau jika Aruna ingin menyatakan perasaan cintanya kepada Digo, tetapi sudah tidak ada waktu lagi jika Aruna terus menundanya dan jika sedikit saja Aruna terlambat, maka Nathan yang akan memenangkan pertandingan ini.
"Kalau begitu cepat Run lakukan! lo nggak lihat Digo sudah tertinggal jauh dari Nathan dan pastinya malam ini jika Lo nggaj segera bertindak maka siap siap lo menjadi janda, emang enak jadi janda itu? lebih lagi kalau sudah bolong tidak ada orang yang mau lagi sama Lo, meskipun wajah lo cantik tetapi tidak munafik laki-laki pasti menginginkan seorang perempuan yang masih segel!"
Ujar Dino lagi yang saat ini memanas manasi Aruna, sepertinya memang kalau tidak begitu Aruna tidak akan bertindak.
"Sialan lo!!"
Umpat Aruna kesal bagaimana tidak Dino sedari tadi ngoceh melulu dan sepertinya menyindir dirinya, tapi memang itu benar.. Aruna juga tahu jika zaman sekarang banyak laki-laki yang menginginkan pasangannya itu masih segel meskipun Aruna mempunyai wajah yang sangat cantik dan menarik tetapi tidak dipungkiri pastinya pasangannya nanti juga menginginkan Aruna yang masih perawan, bukan seperti dirinya yang saat ini sudah bolong oleh Digo dan karena itu Aruna juga bertekad kuat untuk mempertahankan pernikahan ini selain yang itu tadi Aruna juga mencintai diriku dan tidak mau kehilangan Digo.
"Digo sayank... semangat!!"
Tidak lama-lama Aruna segera berteriak meskipun masih begitu, namun tetap menggunakan kata semangat tetapi Aruna menyebut Digo dengan sayang dan ia berharap jika Digo mendengar dan mengerti apa maksud dari ucapannya tadi.
"Cihhh..cuma itu?"
Sindir Dino lagi yang mana sepertinya memang kurang greget hanya untuk rasa sayang saja tidak mengungkapkan perasaan cintanya atau bagaimana.
__ADS_1
"Diamlah! mendingan Lo pergi deh ke belakang sono beliin gue minum, gue haus. Daripada lo di sini malah ngerecokin gue saja, sedari tadi bikin gue nggak bisa konsentrasi!!"
Usir taruna kepada Dino yang memang sedari tadi Dino mengganggunya terus-menerus dan membuat ia tidak bisa mengungkapkan apa yang harusnya diungkapkan kepada Digo, padahal sedari tadi ia ingin mengatakan jika dirinya mencintai Digo namun rasanya masih malu dan gengsi.
"Digo sayank... semangat!"
Aruna kembali mengulangi teriakannya lagi yang mana ia berpikir jika Digo tidak mendengarnya padahal suaranya sudah dibuat sekeras mungkin dan yakin jika suaminya nanti akan mendengar.
Deg
"Aruna... sayank ..apa bener ya diucapkan oleh Aruna, Aruna memanggil aku dengan sayank?"
Tetapi ada sedikit keceriaan di wajah Digo dan berharap apa yang diucapkan oleh Aruna itu benar, namun Digo tidak mau GR dulu, ia juga tidak mau berharap lebih pada Aruna, siapa tahu memang Aruna hanya sekedar memberikan semangat saja, tidak benar-benar mengungkapkan rasa sayangnya.
"Astaga.m gue masih dikacangin, sepertinya memang tidak mempan. Apakah gue harus mengatakan jika gue mencintai Digo? supaya Digo benar-benar percaya dan akan memenangkan pertandingan ini,!tentu saja gue nggak mau jadi janda dan nggak mau kehilangan Digo, apalagi bersama dengan Kak Nathan. Kak Nathan memang laki-laki yang baik tetapi gue nggak mencintainya!!"
Sepertinya Aruna harus berpikir keras, ungkapan kata sayangnya itu benar-benar tidak mempan untuk Digo yang mana ia jadi berpikir apakah ia juga harus mengungkapkan perasaannya di sini dan berteriak mengungkapkan jika ia cinta Digo supaya suaminya itu mendengar dan akan bersemangat untuk memenangkan pertandingan ini.
"Okelah kalau begitu daripada gue harus kehilangan Digo, lebih baik gue malu di sini lagi pula yang mendengar hanya sahabat-sahabat Digo saja tidak ada orang lain di sini!"
__ADS_1
Ya dengan sekuat hati dan tenaga, Aruna akan mengatakan perasaan yang selama ini dipendamnya. Dan inilah pertama kalinya harus mengungkapkan kata cinta itu untuk laki-laki dan beruntung sekali laki-laki itu saat ini sudah menjadi suaminya.
Ya sepertinya tekad Aruna memang buat ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini terlebih lagi ia yang melihat jika Digo sudah tertinggal jauh dari Nathan, tidak ingin menyesal di kemudian hari karena terlambat menyatakan perasaannya.
"Digo sayank...aku gak mau kehilangan kamu...aku gak bisa jauh dari kamu!"
Kembali Aruna berteriak, berharap kali ini Digo akan menambah kecepatannya karena mendengar teriakan dari Aruna dan Aruna berharap lagi jika digo menenangkan pertandingan malam ini.
Lagi-lagi Digo kaget, teriakan dari Aruna kali ini begitu terlihat jelas sekali dan apa tadi Aruna tidak mau kehilangan dirinya dan itu membuat Digo kembali lagi tersenyum, tetapi ia juga tidak tahu apa maksud dari ucapan Aruna tadi siang yang sudah mengatakan jika ia sayang dengan Nathan dan nyaman dengan laki-laki itu tetapi tidak mau kehilangan dirinya?
Kembali lagi otak Digo berpikir keras, ia tidak mau lagi dan lagi terlena dengan apa yang barusan didengarnya, namun ia begitu senang rupanya ada setitik cerah di wajahnya, hingga Digo pelan tapi pasti menambah kecepatannya dan berharap apa yang didengarnya itu tidak salah.
"Astaga tidak ada tanggapan dari Digo, apa tadi aku kerang keras? apa ucapanku belum bisa membuat Digo percaya jika aku benar-benar mencintainya!"
Aruna memang sudah mengungkapkan sayang, menyemangati Digo, bahkan sudah berteriak jika tidak ingin kehilangan laki-laki itu dan bersikap biasa saja, meskipun sedikit menambah kecepatan motornya tetapi tidak itu yang diinginkan oleh Aruna.
"Aruna...jangan bodoh! cepat katakan jika lo memang mencintai Digo, itu jika Lo memang benar-benar mencintai Digo dan tidak ingin kehilangan Digo, waktunya sudah mepet..dan kalau Lo gak bisa bertindak malam ini Digo kalah!!"
Ya Dino gemas dengan Aruna dan berteriak dari belakang memperhatikan Aruna yang tidak mengungkapkan rasa cinta kepada Digo, malah kesannya berbelit-belit.
__ADS_1
Aruna menghela nafas panjang, apakah ia harus menyatakan cintanya di arena balapan ini tetapi memang benar, jika ia terlambat untuk menyatakan cinta nya, maka Nathan akan keluar sebagai pemenangnya dan ia juga tau konsekuensinya jika Digo kalah, maka ia akan kehilangan Digo untuk selama-lamanya