
"Jangan harap kamu bisa melakukan itu!!"
Sontak tatapan tajam mata Digo tertuju kepada Ivan, ia yang lagi bersenang senang atas cintanya diterima oleh Aruna, ternyatamendadak emosi karena tiba-tiba kedatangan seorang Ivan yang lagi lagi akan merebut istrinya dari tangannya, tentunya Digo tidak akan diam dengan semuanya itu, ia tidak mau ada Nathan-Nathan lagi setelah ini, baru saja ia menyingkirkan satu penghalang besar dalam rumah tangganya kini datang lagi Ivan meskipun Digo sedari dulu memang tahu jika Ivan masih menaruh rasa kepada istrinya.
Dan memang bukan salahnya Ivan jika ia tiba-tiba duduk di sini ini, semua adalah kesalahan Digo mengapa Digo malah membawa Aruna malam minggu ini ke tempatnya Ivan yang pastinya Ivan dengan senang hati akan mendekati Aruna lagi tetapi bukan semata-mata hanya itu juga karena memang Digo selain salah, ia juga sengaja membawa Aruna ke sini dengan tujuan ingin menyatakan cinta dan perasaannya di depan semua orang meskipun Digo tidak mengakui jika Aruna adalah istrinya namun setidaknya semua orang tahu, terlebih lagi banyak pengunjung di cafe Ivan itu yang rata-rata anak muda dan kebanyakan juga dari sekolahnya maupun sekolah yang bertetanggaan dan pastinya mengenal dirinya dan juga Aruna yang pasti semuanya akan patah hati jika ia sudah mengatakan jika Aruna adalah tunangannya dan sebentar lagi akan dinikahinya.
Dan memang benar ternyata apa yang diumumkan oleh Digo tadi membuat Ivan mengepalkan tangannya, laki-laki itu sedari tadi tersenyum ketika melihat Aruna masuk ke dalam kafenya meskipun senyumannya tiba-tiba pudar karena Digo menggenggam erat tangan Aruna yang membuat hati Ivan panas dingin.
Terlebih lagi saat Digo mengatakan jika ia benar-benar mencintai Aruna dan sudah bertunangan dengan Aruna dan akan segera menikahi Aruna, rasanya Ivan semakin terbakar emosi dan cemburunya namun Ivan kembali tersenyum karena hanya tunangan saja belum menikah, jika memang sudah menikah ... Ivan juga akan menggagalkan semuanya ia, tidak masalah jika ia menjadi pebinor yang pasti ia akan mendapatkan sesuatu yang sudah dicintainya sejak dulu.
"Oh ya lagi pula kalian hanya bertunangan belum menikah, menikah saja aku bisa menghancurkan rumah tangga kalian, kamu yang seharusnya mundur dan melepaskan Aruna, karena aku yang lebih dulu mencintai Aruna, bukan kamu orang baru yang baru masuk ke dalam hidup Aruna!!"
__ADS_1
Untung saja ucapan keduanya hanya didengar oleh Aruna saja, sedangkan yang lainnya tidak akan pernah menyangka jika kedua laki-laki itu sedang berseteru, karena saat ini pengunjung yang ada di dalam kafe Ivan itu kini sedang menikmati alunan musik dari salah satu artis yang memang sengaja Ivan datangkan.
Digo tersenyum penuh kemenangan, ia tidak menyangka jika Ivan akan mengatakan seperti itu, tidak tahu saja jika ia yang pertama kali mengenal Aruna sejakmasuk ke dalam sekolahnya dan pastinya Ivan mengenal Aruna itu baru akhir-akhir ini dan tentunya selain itu juga saat ini tidak ada yang bisa merebut Aruna darinya karena Aruna sudah sah menjadi istrinya.
"Aku tidak peduli, kamu lebih dulu mengenal Aruna atau tidak yang penting Aruna saat ini sudah menjadi calon istriku dan Aruna juga sangat mencintaiku dan Aku pastikan jika kamu akan gagal untuk menghancurkan apa yang sudah kita jalin berdua."
Digo menggenggam tangan Aruna kemudian meraih tangan itu untuk dicium punggung tangan Aruna tentu saja Aruna hanya menggelengkan kepalanya pelan, bukan berarti ia tidak mau diperlakukan oleh Digo seperti itu, namun ia tahu jika nanti diteruskan maka suaminya dan Ivan akan beradu jotos di sini karena dua-duanya tidak mau mengalah, tidak mau sadar diri dan kedua nya juga sama-sama egois pula.
Ya mungkin saja bukan hanya sekali atau dua kali Aruna mengatakan seperti kepada Ivan tetapi sudah berulang kali bahkan tidak terhitung sejak pertama kali Ivan menyatakan cintanya kepada Aruna dan Aruna selalu menolaknya, entah mengapa Ivan sepertinya tidak pernah ditolak oleh Aruna malahan semakin gencar saja laki laki itu mendekati Aruna, meskipun sudah ada Digo, dan Digo sudah mengumumkan kalau sudah bertunangan dengan Aruna, tetapi laki-laki itu tetap saja menganggap jika pertunangan nya itu hanya bercanda saja, dan belum menikah jadi masih bisa dihancurkan.
"Tidak apa-apa Dek, mungkin usahaku belum terlalu keras untuk bisa meluluhkan hati kamu, tetapi selama janur kuning belum melengkung, aku akan tetap mengejar kamu dan mendapatkan hati kamu,nterserah kamu mau menolakku untuk berapa kali nya, tetapi aku tidak akan pernah menyerah. Kamu tahu kan jika rasa cinta dan sayang dari dalam hati itu tidak bisa di hilangkan begitu saja, aku juga inginnya tidak mencintai milik orang lain tetapi apalah daya, hatiku terlalu kuat untuk jatuh cinta padamu dan juga aku tidak sanggup untuk melupakanmu, apalagi melihat kamu bersama dengan laki-laki lain dan tentunya hanya ini yang bisa aku lakukan, aku terus mencintaimu dan terus mengejar kamu.m semoga kamu mengerti dan tidak menjauhi aku."
__ADS_1
"Lo?"
Tentu saja mendengar ucapan dari Ivan, Digo langsung saja berdiri dan menunjuk ke arah Ivan, laki-laki itu pasti tidak terima jika istrinya masih dikejar oleh laki-laki lain, bahkan Digo ingin segera mengatakan yang sebenarnya jika ia dan Aruna sudah menikah supaya Ivan tidak bisa mengejarnya lagi, namun baru saja Digo ingin mengatakan ucapan itu, tiba-tiba Aruna menarik tangan Digo lalu menggelengkan kepalanya, ia tidak mau jika Digo menjadi emosi gara-gara ucapan dari Ivan.
"Aku ngantuk, sebaiknya kita pulang saja!!"
Ya menghindar untuk sementara waktu itu adalah cara yang tepat supaya Digo dan Ivan tidak adu kekuatan malam ini, sudah dipastikan jika mereka tetap berada di sini tentu saja akan menambah kekacauan saja dan Aruna tidak mau, hingga Aruna memutuskan untuk mengajak Digo pulang, selain karena sudah malam .. ia juga tidak mau melihat suaminya ribut-ribut dengan laki-laki lain terlebih lagi memperebutkan dirinya.
"Tapi yank urusanku dengan dia belum selesai!!"
Sepertinya Digo memang tidak ingin meninggalkan kafe ini, ia harus mengatakan yang lebih lanjut kepada Ivan supaya Ivan tidak mengejar istrinya, namun lagi dan lagi Aruna hanya menggelengkan kepalanya dan berharap jika Digo mengikuti apa kemauannya.
__ADS_1
"Yank...."