
"Brengseekk!!"
Aruna dengan cepat mendorong tubuh Digo, ia sendiri tidak bisa melawan kekuatan Digo yang mana sudah dua kali membungkam bibirnya meskipun hanya sekedar ciuman saja tetapi Aruna sudah dibuat risih dan juga takut. Kenapa tidak, pasalnya di dalam ruangan ini hanya ada dirinya dan juga Digo saja.
"Lo gila! lo sudah tahu kan kalau gue ini adalah calon tunangan Kakak lo, kenapa lo malah berbuat seperti ini!!"
Kesal bercampur marah melihat kelakuan Digo yang sepertinya tidak wajar bahkan Aruna sendiri belum selesai marahnya karena tiba-tiba ia diminta untuk menjadi sekretaris Digo eh malahan Digo langsung saja menyambar bibir nya.
"Gue tahu dan juga gue tidak amnesia maka dari itu lo lebih baik diam dan kerjain ini."
Aruna mendadak diam, ia tidak mau lagi Digo melakukan hal-hal seperti itu atau malah nanti lebih parah lagi. Gadis cantik itu duduk di samping Digo saat ini dengan Digo yang menyodorkan beberapa berkas yang mungkin itu adalah tugas-tugas Aruna nantinya.
"Ini adalah tugas-tugas lo selama 1 tahun ini dan yang penting lo harus selalu berkonfirmasi kepada gue karena tugas sekretaris adalah selalu berada di sisi ketuanya."
Aruna menggelengkan kepalanya, mana mungkin ia terus berada di samping Digo di mana Digo adalah musuh bebuyutannya dan Aruna sendiri tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Digo itu, sifat-sifat Digo yang membuat Aruna menjadi kesal dan juga benci pada laki-laki itu.
Aruna tidak mempunyai pilihan lagi daripada ia nanti berkata-kata dan mengumpat Digo lebih baik ia mengambil berkas-berkas itu dan membacanya.
Digo sendiri memperhatikan bagaimana cara Aruna membolak-balik kan berkas, laki-laki itu tahu jika Aruna keberatan dengan tugas yang diberikannya namun tidak ada cara lain lagi, karena dengan cara inilah ia bisa dekat dengan Aruna dan dengan gampang melancarkan aksinya nanti.
Aruna masih berkutah dengan tulisan-tulisan yang ada di depannya dengan Digo yang masih berada di sampingnya. Digo sedari tadi hanya memandang wajah cantik Aruna sambil laki-laki itu tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
Ia tidak menyangka jika bisa jatuh cinta dengan seorang gadis yang saat ini berada di sampingnya bahkan di antara banyak perempuan-perempuan yang mengejarnya hanya Aruna lah yang masuk ke dalam hatinya tentu saja itu membuat Digo akan mempertahankan gadis cantik ini dan tidak akan melepaskan begitu saja apalagi sampai Nathan nanti menikahinya.
__ADS_1
"Bisa nggak lo nggak usah liatin gue seperti itu."
Sebenarnya Aruna sendiri tadi sudah selesai membaca semuanya namun ia tahu jika laki-laki di sebelahnya itu sedang memandangi wajahnya hingga membuat Aruna pura-pura menyibukkan diri ia tidak mau ditatap intens oleh Digo apalagi nanti kedua matanya juga saling bertatapan dengan mata Digo.
"Nggak bisa, karena lo terlalu cantik untuk dilewatin!!"
"Dasar buaya, sana sani sama aja...yang namanya buaya itu nggak bisa berubah jadi kucing manis apalagi menjadi pandai yang imut."
"Hahahaha...."
Digo malah tertawa keras dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Aruna yang membuat laki-laki itu gemas seketika.
Digo malahan teringat dengan apa yang dikatakan oleh Dino kemarin yang mana ia harus melakukan cara itu untuk mendapatkan Aruna, apakah ia harus melakukannya sekarang dan tentu saja itu tidak mungkin ini di sekolahan dan pastinya dengan sekuat tenaga Aruna akan memberontak.
Jangan gila Di, ini di sekolah meskipun lo gemes dengan gadis cantik yang di samping lo, tapi lo harus bisa menahan diri lo...
"Kamu cantik dan menggemaskan Run."
Ucap Digo lagi dengan pandangan matanya masih menatap tajam ke arah Aruna laki-laki itu begitu mengagumi wajah cantik Aruna yang mempesona bahkan tidak ada polesan sedikitpun di wajah Aruna namun Aruna terlihat cantik dan juga menawan.
"Gue sudah membacanya dan sepertinya tidak ada hal lain lagi yang perlu gue tanyakan."
Aruna memundurkan kursinya, gadis cantik itu ingin pergi meninggalkan Digo yang nyatanya sudah tidak ada lagi urusan dirinya dengan Digo.
__ADS_1
"Gue cinta sama lo, Run."
Tetapi baru saja Aruna ingin membuka pintu ruangan OSIS tiba-tiba suara Digo menghentikan langkah kakinya yang membuat Aruna tidak jadi untuk keluar dari ruangan itu.
Aruna sendiri kaget ketika Digo mengatakan hal itu kepada dirinya bukan kah Digo tahu jika ia adalah calon tunangan dari Kakak kandung nya sendiri tetapi mengapa Digo malah menyatakan perasaannya, ada apa ini bukankah selama ini Digo juga membenci dirinya karena setiap hari selalu membuat masalah dengan Aruna dan juga selalu menghukum Aruna.
Aruna memang menghentikan langkah kakinya namun gadis cantik itu tidak berbalik tentu saja Aruna ingin mendengar penjelasan dari Digo kenapa Digo malah menyatakan perang saatnya padanya apakah itu benar atau jangan-jangan hanya membuat dirinya GR lalu menertawakannya begitu saja.
Melihat Aruna yang diam saja di seketika langsung saja mendekati Aruna dan membuat Aruna berbalik badan untuk menghadap ke arah dirinya.
"Bisakah lo batalin pertunangan lo dengan Bang Nathan?"
"Kalau bisa gue sudah lakuin dan mendingan Lo minta itu kepada Abang lo karena gue sudah minta untuk membatalkannya namun sayang sekali kakak lo itu tidak mau."
Digo memejamkan matanya sejenak bagaimana mungkin ia meminta abangnya untuk membatalkan pertunangan itu padahal jika Digo sendiri tahu jika Bang Nathan itu juga mencintai Aruna sama seperti dirinya lalu alasan apa yang membuat nanti Bang Nathan bisa membatalkan pertunangan dengan Aruna, apakah Digo harus mengatakan yang sejujurnya kalau dirinya juga mencintai Aruna dan ingin menikahi Aruna?
"Tapi gue cinta sama lo Run, gue nggak ingin lo menikah dengan Bang Nathan!"
"Cinta? lo sudah gila? lo cinta sama gue? bukankah kita ini adalah musuhan?"
"Itu adalah menurut lo tetapi menurut gue tidak !! gue memang selama ini sengaja membuat kesalahan supaya lo dihukum namun kenyataannya Aku ingin dekat sama lo."
Seketika itu juga Digo mengungkapkan perasaannya kepada Aruna dan mengungkapkan semua yang sudah terjadi kemarin-kemarin, alasan mengapa dirinya ingin menghukum Aruna terus-menerus karena sejatinya Digo ingin selalu dekat dengan Aruna dan dengan cara itulah Digo bisa terus menatap wajah cantik Aruna.
__ADS_1
"Tidak mungkin!! bagaimana mungkin seorang Digo yang Playboy dan juga buaya itu bisa mencintai seseorang, lagipula Lo sudah punya Miranda dan gue adalah calon tunangan Kakak lo."
Meskipun Aruna tidak ada rasa dengan Digo tetapi nyatanya itu tidak mungkin kalau Digo itu jatuh cinta padanya, Aruna sendiri tahu jika Digo itu sudah mempunyai kekasih dan Aruna sendiri sudah mempunyai calon tunangan meskipun Aruna juga tidak mencintai Nathan.