
Digo tersenyum penuh kemenangan, semalam ia tidak ikut tidur bahkan matanya saja tidak bisa dipejamkan bukan karena susah tidur namun memang Digo sendiri tidak mengantuk dan ingin terus melihat wajah cantik Aruna yang terlelap saat ini.
Ya sejak semalaman yang dilakukan Digo setelah memperkosa Aruna, laki-laki itu memeluk Aruna, membuat Aruna diam di atas ranjang dan tidak kemana-mana karena Digo takut jika Aruna nanti akan marah dan kembali memukul dirinya sementara Digo sendiri masih terus bersama dengan Aruna malam ini.
Laki-laki itu masih terus memandang wajah cantik Aruna dengan Aruna yang masih tertidur pulas, yang entah kenapa setelah Digo mendapatkan sesuatu yang paling berarti dari Aruna, ia merasa jika Aruna itu semakin cantik saja dan membuat Digo semakin tergila-gila pada gadis yang sudah tidak gadis ini.
Cup
Satu ciuman dilayangkan Digo di bibir Aruna yang entah sudah ke berapa kalinya Digo mencium bibir Aruna sejak kemarin sore, yang nyatanya tidak membuat laki-laki itu bosan atau bagaimana malahan menambah candu dan ingin terus melakukan itu.
Ingin sekali bukan hanya ciuman saja yang diberikan Digo, tetapi Digo ingin kembali merasakan betapa panas dan dahsyatnya perlakuannya semalam dengan Aruna, namun Digo mengurungkan niatnya karena ia tahu pastinya Aruna sangat kelelahan dengan apa yang sudah ia perbuat.
Karena bukan hanya sekali atau dua kali saja Digo memperkosa Aruna laki-laki itu dengan ganasnya membuat tubuh Aruna lemas dan tidak berdaya, bahkan sudah tidak terhitung lagi berapa kali semalam Digo melakukannya, hingga membuat Digo mengurungkan niatnya karena ia tidak ingin menyakiti Aruna lagi, dan Digo yakin apa yang sudah ditanamkannya semalam akan membuahkan hasil dan itu akan membuat hubungannya dengan Aruna semakin bertambah erat saja.
"Brengseekk!!"
Aruna membuka matanya, yang entah apa karena dirinya mengantuk atau kelelahan atau juga tidak sadar dengan apa yang sudah dilakukan oleh Digo semalam yang nyatanya dari semalam Aruna tidak bisa berbuat apa-apa, jangankan untuk keluar dari kamar ini untuk menuju ke kamar mandi saja rasanya Aruna tidak sanggup, badannya remuk semuanya apalagi di bagian bawahnya terasa sakit dan ngilu.
__ADS_1
Sejak kemarin sore setelah Digo melakukan itu, Aruna sebenarnya ingin meninggalkan kamar ini namun ia tidak sanggup hingga Digo kembali membuat Aruna tidak berdaya dengan melakukan Lagi dan Lagi hingga akhirnya Aruna pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa dan juga tidak bisa keluar dari sini yang membuat Aruna akhirnya memejamkan matanya, entah tidur ataupun pingsan hingga pada akhirnya pagi ini Aruna sadar dan membuka matanya, yang ada ia masih berada di kamar ini dengan Digo yang berada di sampingnya dan tersenyum manis sembari melihat ke arahnya.
"Lo jahat Di, Lo jahat!!"
Ucap Aruna lagi yang saat ini melihat tubuhnya masih polos seperti kemarin sore, dengan segera Aruna menarik selimutnya untuk menutup kembali bagian tubuhnya yang sedikit terbuka, mungkin karena ulah digoyang mencoba ingin melakukannya lagi padanya.
"Aku sayank dan cinta sama kamu Run, dan aku akan mempertanggungjawabkan semuanya, aku akan katakan kepada kedua orang tuamu pagi ini, kalau aku sudah mengambil apa yang semestinya kamu berikan kepada suamimu nanti dan aku akan bertanggung jawab, aku juga siap untuk menikahimu saat ini."
"Lo memang gila!! gue benci sama lo!!"
Aruna menggelengkan kepalanya, tidak mungkin jika pagi ini Digo ke rumahnya lalu mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya, bagaimana nanti reaksi kedua orang tuanya yang pastinya sok dan tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Digo. Lagi pula Aruna juga tidak mau menikah dengan Digo meskipun Digo sudah merusaknya apalagi status Aruna saat ini adalah calon tunangan laki-laki lain yang mana jika berita ini sampai ke sebar ke Nathan pastinya Nathan akan kecewa padanya.
"Aku anterin kamu pulang ke rumah."
Ucap Digo yang tahu jika Aruna ingin pulang ke rumah pagi ini karena sudah melihat Aruna yang berjalan tetapi menuju ke kamar mandi dengan mengambil seragamnya.
Meskipun Digo merasa berserah namun ia juga merasa lega karena Aruna sudah menjadi miliknya dan tidak mungkin Nathan akan menikahi Aruna setelah apa yang sudah ia lakukan kepada Aruna.
__ADS_1
Digo beranjak dari atas ranjang, ia tidak mungkin membiarkan Aruna memakai seragam sekolahnya yang sudah ia sobek kemarin, karena Digo sendiri sudah menyiapkan pakaian untuk Aruna dan tentunya pakaian itu memang cocok untuk Aruna karena Digo sudah tahu berapa ukuran pakaian Aruna beserta dengan dalaman-**********.
Tok..tok
"Sayank, bukain pintu. Aku hanya ingin memberikan pakaian ganti untuk kamu,.tidak mungkin kamu memakai seragam sekolah yang sudah robek."
Pasti Aruna belum tahu jika seragamnya sudah dirobek oleh Digo kemarin, karena Digo sudah tidak tahan dan ingin cepat-cepat memakan Aruna hingga laki-laki itu khilaf merobek seragam Aruna.
Aruna yang mendengar hanya memejamkan matanya, memang Digo adalah laki-laki yang brengsek yang sudah melakukan sesuatu padanya. Lalu Aruna membuka pintu sedikit, ia menanggulangi supaya Digo tidak bisa masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil pakaian yang disodorkan olehnya, mau tidak mau Aruna harus mengambil pakaian itu karena tidak mungkin ia memakai seragam sekolahnya yang jelas-jelas sudah robek dan Aruna baru mengetahuinya.
"Apa yang harus aku katakan kepada Kak Nathan jika aku sendiri sudah ternoda dan tidak mungkin jika Kak Nathan mau menerima aku yang sudah kotor ini..."
Di dalam kamar mandi, Aruna menangis. Meskipun ia tidak mandi karena merasa tidak nyaman berada di sini apalagi dengan adanya Digo yang masih berada satu ruangan dengannya, namun Aruna melihat tampilan dirinya di depan cermin dengan banyaknya tanda-tanda cinta yang diberikan oleh Digo bahkan hampir seluruh tubuh Aruna dipenuhi oleh tanda itu yang membuat Aruna sendiri kembali menangis setelah mengingat apa yang sudah terjadi dengan dirinya.
Ceklek...
Beberapa menit kemudian, Aruna membuka pintu kamar mandi ia sudah selesai untuk berganti baju, ya hanya memakai baju saja karena Aruna juga tidak berniat untuk mandi di sini.
__ADS_1
Sedangkan Digo, laki-laki itu sudah memakai pakaiannya... sama seperti Aruna, ia tidak mungkin untuk mandi di tempat yang lain karena takut jika nanti Aruna kabur dari sini dan berbuat nekat.
"Sayang maafkan aku, aku akan nganterin kamu ke rumah dan aku akan mengatakan semua ini kepada kedua orang tua kamu."