
"Aruna, sini nak.."
Ucap Papa Adi ketika sudah melihat Aruna yang telah kembali dari kamar mandi, beliau langsung saja memanggil Aruna untuk diperkenalkan kepada keluarga Narendra.
"Aruna...."
Gumam Digo pelan, yang ia mendengar sendiri bagaimana Papah Adi mengucapkan nama Aruna dan seketika ia mengingat tentang gadis cantik yang sudah ada dalam incarannya itu yang mana namanya juga sama dengan nama yang disebutkan tadi tetapi sayang sekali Digo belum melihat ke belakang dan belum melihat ke arah Aruna.
Digo semakin was-was saja, jangan-jangan Aruna yang disebutkan oleh Papa Adi dan juga calon istri dari kakaknya itu adalah Aruna yang ia kenal.
Tidak, tidak mungkin..dan aku tidak akan membiarkan kalau sampai itu terjadi.... Tetapi rasanya juga tidak mungkin karena nama Aruna di dunia ini bukan Aruna yang aku cintai tetapi banyak nama Aruna.
Digo meyakinkan dirinya sendiri dan juga bersikap tenang dengan apa yang barusan didengarnya, ia harus berpikir positif dulu, lagian ia juga belum melihat wajah dari Aruna yang dipanggil oleh Papah Adi, meskipun Digo juga sedikit ragu dan berpikir yang tidak tidak namun secepat mungkin laki-laki itu menepisnya, ia tidak ingin mengganggu acara makan malam keluarga ini.
Sedangkan Aruna, ia yang sudah dipanggil oleh Papah Adi, langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju ke samping Papahnya karena sedari tadi Aruna hanya mematung saja, Aruna juga tidak melihat ke sekeliling tempat itu yang mana di sana ada Digo, musuh bebuyutannya.
"Aruna kenalkan, beliau adalah Om Rendra dan yang di sebelahnya adalah calon suami kamu, Nathan.. dan benar kan apa kata Papa kalau calon suami kamu itu tidak jelek, bahkan dia sangat tampan. Kamu bisa melihat sendiri ketampanan dari Nathan dalam jarak yang sangat dekat, Run."
Deg
__ADS_1
Digo mendongakkan wajahnya, ia melihat gadis yang saat ini berada di samping Papah Adi yang ternyata dugaannya adalah benar jika gadis itu adalah Aruna, gadis yang selama ini ia impi-impikan dan yang sangat ia cintai.
Bagaimana mungkin, bagaimana Aruna ku nanti akan menjadi kakak iparku, tidak... tidak mungkin dan aku juga tidak akan membiarkan Aruna bersama dengan Bang Nathan, Aku akan melakukan segala macam cara untuk menggagalkan acara pertunangan mereka.
Digo kecewa, ingin rasanya ia berteriak dan mengatakan untuk membatalkan saja perjodohan antara Aruna dengan Nathan, namun sayang sekali.. ia tidak kuasa melakukannya apalagi kalau sampai nanti menyakiti hati kedua orang tuanya, namun ia juga tidak sanggup jika nanti Aruna menikah dengan abangnya sendiri meskipun Digo tahu jika Bang Nathan itu sangat mencintai Aruna, bukan hanya sekedar ingin menikahi Aruna karena perjodohan saja namun rasa cintanya Digo itu melebihi segalanya dan juga sudah berencana di dalam pikirannya untuk menggagalkan acara pertunangan yang akan dilakukan mungkin satu minggu lagi.
Ya pikiran negatif sudah bersarang di benak Digo, meskipun semuanya belum jelas tetapi Digo yakin jika Aruna lah yang akan dijodohkan dengan abangnya itu karena setahu Digo, Aruna tidak mempunyai saudara lagi.
Sedangkan Aruna, gadis cantik itu mengeluarkan tangannya kemudian menjabat tangan Papi Rendra dan juga istrinya. Aruna juga tidak lupa untuk Slsalim sebagai tanda hormatnya kepada orang tua Nathan, kemudian setelah itu ia langsung saja beralih kepada Nathan dan juga sama berkenalan dengan laki-laki yang mana merupakan calon suaminya.
Aruna tersenyum bukan berarti ia jatuh cinta kepada Nathan tetapi ia merasa malu sendiri karena sudah mengatakan jika Nathan adalah laki-laki yang cupu dan tidak laku-laku namun kenyataannya Nathan adalah laki-laki yang tampan bahkan mungkin sangat sempurna sebagai seorang laki-laki.
"Nathan."
Kedua orang itu saling berjabat tangan dengan Nathan yang menggenggam erat tangan Aruna. Nathan senang sekali karena malam ini ia bisa memandang wajah cantik Aruna yang sudah lama, ia inti-impikan dan tentunya ia bersyukur di mana kedua orang tuanya sudah menjodohkannya dengan Aruna yang merupakan gadis baik-baik dan juga masuk dalam kriteria Nathan.
Tetapi berbeda dengan Aruna, gadis cantik itu memang tersenyum namun tidak ada tanda-tanda kalau dirinya menyukai atau tertarik kepada pria tampan di depannya hanya biasa saja sebagaimana layaknya seorang laki-laki yang dipertemukan oleh seorang perempuan dan tidak ada rasa suka ataupun senang kepada Nathan meskipun Nathan adalah laki-laki idaman sejuta umat perempuan.
Cantik sekali kamu Run, tidak salah jika aku ingin mendapatkanmu dari dulu dan aku sangat bersyukur karena kedua orang tuaku menjodohkan aku dengan kamu, aku tahu ini adalah pertemuan pertama untuk kamu dan mungkin juga kamu belum mencintai aku, tetapi aku sangat yakin jika aku bisa membuat kamu jatuh cinta dan pastinya Aku tidak akan melakukan kesalahan dan akan benar-benar mencintai kamu setulus hatiku...
__ADS_1
Aruna dengan cepat melepaskan genggaman tangan Nathan yang mana ia tidak suka memang dengan laki-laki yang seperti itu meskipun Nathan tidak berbuat macam-macam hanya menggenggam tangannya saja namun Aruna merasa risih apalagi Natan menatapnya dengan sangat intens dan juga tersenyum manis padanya.
"Dan yang ada di sebelah sana itu adalah adik kandung dari Nathan."
Aruna melototkan matanya manakala ia melihat sosok Digo yang berada di sini, dari ekspresi wajahnya yang tersenyum tiba-tiba ia mengurungkan senyumannya dan menatap Digo dengan tatapan wajah yang sangat dingin.
Sementara Digo, ia maju untuk mendekati Aruna yang mana memang dirinya mengeluarkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aruna seakan-akan dirinya dengan Aruna itu belum pernah sama sekali berkenalan meskipun di dalam hatinya sakit dan sudah ingin keluar dari ruangan ini namun Digo sebisa mungkin untuk menahannya dan akan berbasa basi untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.
"Hai Run, ketemu lagi kita."
Aruna menyambut uluran tangan Digo meskipun gadis itu enggan sekali berjabatan tangan dengan Digo, namun di depan kedua orang tuanya dan di depan calon mertuanya Aruna juga bisa bersifat basa-basi dan tidak ingin merusak acara ini meskipun acara ini Aruna tidak sukai
Aruna hanya diam saja ia tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Digo yang mana laki-laki itu malah tersenyum manis padanya, berbeda dengan Aruna yang cemberut mungkin jika Papah Adi melihat ekspresi wajah Aruna, beliau bisa tahu jika antara Aruna dan Digo adalah musuh bebuyutan, dan itu adalah versi dari Aruna sendiri namun tidak dengan Digo yang malahan memendam cinta kepada Aruna.
"Loh kalian saling kenal?"
Tanya Nathan yang melihat ekspresi wajah adiknya yang tersenyum menatap calon istrinya dan juga mendengar apa yang diucapkan oleh Diego barusan.
"Kebetulan sekali Bang, Aruna ini satu sekolahan dengan aku, meskipun tidak satu kelas."
__ADS_1
Ucap Digo yang masih menatap wajah cantik Aruna, meskipun di dalam hatinya ia cemburu dan juga hatinya bergejolak.