My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kejujuran


__ADS_3

"Tunggu"


Teriak Digo yang saat ini sudah memasuki rumah Aruna, laki-laki itu bergegas untuk masuk karena ia mempunyai feeling jika Nathan akan memasangkan cincin di jari manis Aruna dan feeling Digo juga itu benar karena saat ini Nathan dan Aruna sudah berdiri saling berhadap-hadapan dengan Nathan yang sudah memegang tangan Aruna dan bersiap untuk memakaikan cincin manis di jari Aruna.


Bukan hanya Nathan saja yang menghentikan aksinya tetapi semua yang ada di sana, kedua orang tua Aruna dan kedua orang tua Nathan juga melongo, lalu melihat ke arah Digo di mana Digo yang berteriak untuk menghentikan acara ini.


"Ada apa sebenarnya?"


Mereka semua bertanya-tanya kenapa Digo datang-datang berteriak seperti itu dan menghentikan pertunangan Nathan dengan Aruna, bahkan Mami Nana angsung saja menghampiri putra bungsunya itu.


"Digo kenapa nak, Ada apa yang terjadi hingga kamu berteriak untuk menghentikan acara ini?"


Mami Nana bertanya kepada Digo, ia juga ingin mendengar alasannya kenapa Digo melakukan itu padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda jika Digo tidak setuju dengan acara pertunangan ini tetapi mengapa malam ini Digo tiba-tiba datang dan menghentikan semuanya.


Digo tersenyum, kemudian ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri Nathan dan juga Aruna.


"Bang Nathan harus membatalkan acara ini."


Ucap Diego dengan menatap tajam ke arah Nathan, yang sepertinya ia memang bertekad bulat untuk mengatakan sejujurnya kepada semua yang ada di sini karena di sini juga hanya ada keluarga Aruna dan keluarga Nathan saja, tidak ada yang lainnya.


Nathan meletakkan kembali cincin berlian yang akan diberikan kepada Aruna, kemudian ia menatap ke arah Digo.


"Kenapa ? kenapa aku harus menghentikan pertunangan ini Di?  Aku sangat mencintai Aruna dan aku juga tidak mempermainkannya, lalu apa masalahnya dengan kamu?"


Digo menghela nafas panjang, ia juga melirik ke arah Aruna kemudian tersenyum, lalu dengan cepat gerakan tangan nya meraih tangan Aruna dan menggenggam tangan mungil itu dengan begitu eratnya, hingga kedua mata Nathan pun melihat apa yang dilakukan oleh Digo.


"Bang Nathan tidak boleh bertunangan dengan Aruna, apalagi menikahinya karena Aruna adalah milikku, aku dan Aruna sudah tidur bersama, lebih tepatnya aku yang sudah memperkosa Aruna."

__ADS_1


Jedarr...


Bagai dihantam batu besar dari ketinggian beratus-ratus meter, hancur hati Nathan saat ini ketika mendapati kenyataan jika calon istrinya telah diperkosa oleh adik kandungnya sendiri, entahlah perasaan Nathan hancur berkeping-keping .. ia tidak menyangka adik kandung yang ia sayang sejak kecil malah menikungnya dari belakang.


Ya pikirannya Nathan seperti itu karena Nathan belum mendengar penjelasan dari Digo kalau sebenarnya Digo juga sangat mencintai Aruna dan sudah lama mengincar Aruna.


Bugh


Satu bogement mendarat di wajah Digo hingga membuat laki-laki itu tersungkur seketika dan melepaskan tangan Aruna.


"Nathan!!"


"Digo!!"


Keempat orang tua itu berteriak kemudian menghampiri kedua anak laki-laki yang saat ini sedang berdebat lebih tepatnya sedang menunjukkan adu kekuatannya.


"Pukul, pukul aku sesuka Abang, tetapi yang jelas lepaskan Aruna, aku yang akan menikahi Aruna karena aku yang sudah meniduri Aruna dan aku akan bertanggung jawab dengan semuanya ini."


"Kau!!"


"Hentikan Than!"


Mendengarkan kembali kalimat yang diucapkan oleh Digo, Nathan juga kembali ingin melayangkan pukulan kepada Digo, tetapi sayang sekali Mami Nana langsung menghampiri dan memegang tangan Nathan supaya Nathan tidak memukul Digo lagi.


Bukan karena Mami Nana pilih kasih, tetapi ia harus mendengar penjelasan dari Digo apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Digo sampai melakukan seperti ini.. karena ia tahu Digo adalah laki-laki yang baik, Digo bukan laki-laki brengsek yang suka meniduri perempuan perempuan di luar sana, tetapi mengapa ia melakukan kepada Aruna yang jelas-jelas Aruna adalah calon istri dari abangnya sendiri.


"Lepaskan Mi, anak ini harus diberi pelajaran karena berani beraninya dia menyentuh calon istri aku!"

__ADS_1


"Aruna bukan calon istri Abang, Aruna adalah calon istriku dan sebaiknya mulai saat ini Bang Nathan jangan bermimpi untuk mendapatkan Aruna karena aku yang akan menikahi Aruna."


"Tidak akan aku biarkan kamu untuk menikahi Aruna,  kamu sudah menyakitinya dan kamu jahat sekali Di, Kamu sudah tahu jika Aruna adalah calon istri Abang kenapa kamu melakukan seperti itu, apa salah aku.. hingga kamu tega menyakiti perempuan yang aku cintai."


Digo tersenyum manis, laki-laki itu kembali menggenggam tangan Aruna, meskipun Aruna tidak membalas dan juga tidak mengucapkan apa-apa tetapi ia yakin Aruna setuju dengan apa yang diucapkannya dan setuju kalau pertunangan Ini dibatalkan


Setelah Digo menguatkan Aruna, laki-laki itu kemudian secara perlahan melepaskan genggaman tangan Aruna, lalu ia mendekati kembali Nathan dan ingin berbicara secara laki-laki kepada kakak kandungnya itu.


"Kamu pikir aku melakukan ini karena aku tidak menyukai Abang atau karena aku ada masalah dengan Abang? tidak... Aku melakukan semua ini karena sengaja, aku sengaja memperkosa Aruna.. karena apa, karena aku sangat mencintai Aruna dan aku tidak ingin Aruna menikah dengan Abang."


Deg


Kembali lagi Nathan merasakan perih di dalam hatinya mendengar ungkapan perasaan yang diucapkan oleh Digo, yang nyata-nyatanya memang bukan hanya dirinya saja yang mencintai Aruna, tetapi Digo juga mempunyai rasa kepada Aruna, hingga Digo berbuat nekat seperti itu.. memperkosa Aruna supaya Aruna bisa menjadi miliknya.


"Jangan katakan jika aku tidak mempunyai perasaan, aku mempunyai perasaan tetapi apa aku bisa meminta kepada Papi atau Bang Nathan untuk membatalkan perjodohan ini? yang nyatanya Aku sangat mencintai Aruna dan aku ingin memilikinya. Jujur saja Aku ingin egois karena aku benar-benar menginginkan Aruna menjadi istriku, tetapi mendengar kalau Bang Nathan yang dijodohkan dengan Aruna, hatiku juga sakit .. tetapi aku tidak punya pilihan lagi selain melakukan itu, karena aku sendiri tahu antara Papi dan juga Bang Nathan sama sama kekeh untuk perjodohan ini, terlebih lagi yang aku tahu Bang Nathan juga mencintai Aruna."


Bukan hanya Nathan saja yang diam, semua yang ada di sana juga diam terlebih dengan Aruna, perempuan cantik itu malah semakin menangis dan meneteskan air matanya hingga Mami Nana yang melihatnya langsung memeluk tubuh Aruna, begitu juga dengan Mama Mila yang mendekati putri tunggalnya itu.


"Apa benar yang Digo katakan sayank? Dan Kenapa tidak bilang sama Mami, nak kalau Digo sudah berbuat seperti itu sama kamu, kamu seharusnya bisa bercerita kepada Mami ataupun kepada Mamah kamu."


Bukannya Mami Nana tidak percaya tetapi beliau ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Aruna, yang mana Aruna dari tadi belum membuka suaranya meski sedikit.


"Jangan takut, katakan yang sejujurnya Mami akan melindungi kamu."


Aruna mendongakkan wajahnya kemudian perempuan cantik itu mengedarkan pandangan matanya ke segala arah hingga hanya satu kata yang terucap dari mulutnya dan itu bukan suatu penjelasan atau apapun...


"Maaf..."

__ADS_1


Plakk


__ADS_2