
Digo bergegas untuk menyelesaikan mandinya, laki-laki itu tidak ingin terlambat untuk pergi ke rumah Aruna yang nyatanya keluarganya semua sudah pergi dari rumah ini.
Dengan keyakinan yang penuh dan juga mantap, Digo segera keluar dari kamar mandi kemudian memakai pakaian yang memang sudah disiapkan. Ia malam ini ingin tampil beda di depan Aruna dan keluarganya dan ia tidak main-main akan melamar Aruna langsung tentunya setelah Digo mengatakan kebenaran yang sudah terjadi antara ia dengan Aruna.
Persetan dengan semuanya itu, yang ada di dalam pikiran Digo saat ini yang jelas ia tidak ingin menjadi laki-laki yang pengecut, ia harus mengatakan semuanya karena Digo sendiri tidak mau kehilangan Aruna, ia salah langkah maka Aruna akan menjadi milik Nathan sepenuhnya dan selamanya.
Laki-laki itu dengan cepat menyambar kunci mobilnya ia juga tidak lupa mempersiapkan cincin yang akan diberikan kepada Aruna, cincin yang mungkin saja jauh lebih mahal dari yang di beli oleh Nathan dan pastinya ukurannya sudah pas sesuai dengan jari manis Aruna.
Sepanjang perjalanan, Digo mengembangkan senyumannya .. ia mau tidak mau harus mengatakan tentang semuanya ini meskipun nanti akan melukai abangnya sendiri dan juga keluarganya tetapi inilah jalan satu-satunya yang memilih untuk jujur dan bertanggungjawab dengan apa yang sudah terjadi, daripada Aruna nanti tidak akan pernah menjadi istrinya.
Dan benar sekali tidak sampai tiga puluh menit, Digo sudah berada di rumah Aruna, laki-laki itu sebelum turun menghela nafasnya panjang dan bersiap-siap diri karena mungkin ia juga sedikit gugup dengan apa yang akan terjadi nantinya.
Bukan karena ia tidak yakin tetapi ia juga memikirkan dampak setelahnya, setelah ia memberikan kebenarannya itu.
Sedangkan di dalam rumah Aruna, Nathan tersenyum manis ketika menyambut Aruna yang baru saja turun dari atas tangga. Memang dari tadi sengaja Aruna diumpetin dulu oleh Mamanya dan baru Aruna turun setelah acara pertunangan akan dilangsungkan.
Jangan ditanyakan lagi perasaan Aruna saat ini, ia sama sekali tidak merasa bahagia ataupun gimana. Yang ada ia malah merasa bersalah dengan apa yang terjadi karena ia tidak hanya membohongi Nathan tetapi membohongi kedua keluarga besar yang saat ini telah berbahagia.
Mereka berpikir jika Aruna juga sama-sama menerima perjodohan dengan Nathan, danĀ juga sama-sama memiliki rasa terhadap Nathan seperti rasa yang Nathan berikan kepada Aruna tetapi sayang sekali itu tidak benar.
Aruna hanya menjaga perasaan Nathan saja , Aruna juga tidak ingin membuat keluarganya kecewa, tetapi di sisi lain Aruna menyimpan sebuah rahasia yang mungkin saja malam ini ia akan sampaikan kepada semuanya.
Ya setelah Aruna bertemu dengan Dino tadi siang, ia memikirkan tentang segala sesuatunya tentu saja memikirkan tentang masa depannya dan juga dirinya bahkan perempuan cantik itu juga memikirkan tentang Nathan..
__ADS_1
Meskipun Nathan akan menerimanya dengan apa adanya tetapi jika sampai Nathan tau kalau seseorang yang sudah mengambil keperawanannya itu adalah adik kandungnya sendiri, Aruna juga tidak bisa membayangkan bagaimana rasa kecewanya Nathan.
Belum lagi nanti melihat rasa kecewa yang diberikan oleh Digo, laki-laki yang sudah jelas sengaja mengambil apa yang Aruna jaga selama ini yang pastinya aronasi tidak sanggup untuk membayangkan semuanya secara bersamaan.
Berbeda dengan Nathan, laki-laki itu tersenyum manis ke arah Aruna,.ia benar-benar tidak menyangka jika calon istrinya malam ini disulap menjadi bidadari yang tidak bersayap. Nathan berarti tidak salah ia menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya beberapa tahun yang lalu dan juga tidak salah ia menambatkan hatinya kepada Aruna, perempuan yang sudah menjadi incarannya sejak lama.
Mata Nathan hampir tidak berkedip melihat ke arah Aruna, benar-benar ia terpesona dengan kecantikan Aruna malam ini yang memang kecantikannya itu tidak bisa diragukan lagi, bahkan tanpa menggunakan make up, Aruna bisa cantik dan sangat mempesona.
"Awas Than, iler kamu nanti netes .. biasa aja lihatnya kan sebentar lagi dia juga akan menjadi milikmu, tunggu saja waktunya."
Ucap Papi Rendra yang sedari tadi memperhatikan Nathan. Di mana putranya itu benar-benar tidak berkedip melihat ke arah Aruna yang memang Papi Rendra juga mengakui jika Aruna itu sangat cantik.
"Cantik banget deh, aku sudah tidak sabar untuk menikahi Arun, atau kalau bisa penghulunya disuruh kemari malam ini juga Pi, biar aku nanti malam bisa tidur."
"Jangan ngawur kamu, semuanya butuh disiapkan lebih dulu, lagi pula hanya menunggu semalam saja Than, besok pagi kamu sudah sah menjadi suami Aruna."
Mau tidak mau Nathan melakukan kepalanya, memang ia kemarin salah mengambil langkah mengapa harus ada acara pertunangan segala dan tidak langsung saja malam ini menikahi Aruna.
Tetapi tidak masalah dan benar apa yang dikatakan oleh Papi Rendra, hanya menunggu satu malam saja dan besok jam 08.00 pagi ia sudah resmi menyandang status sebagai suami dari Aruna.
"Sudah jangan kelihatan seperti itu, lebih baik acara kita segera mulai supaya tidak kemalaman dan kamu bisa istirahat untuk menyiapkan besok pagi."
Papi Rendra memulai acaranya, beliau sedikit beramah tamah dan mengatakan sesuatu tentang lamaran yang akan dilangsungkan beberapa saat lagi.
__ADS_1
Aruna juga sudah duduk di depan Nathan, perempuan cantik itu menundukkan kepalanya yang entahlah ia sendiri juga bingung harus memulai mengatakan semuanya ini dari mana.
"Saya sebagai orang tua dari Aruna menerima niat baik dari Nathan untuk melamar putri saya, bahkan saya juga yakin jika Nathan adalah laki-laki yang tepat yang akan mendampingi Aruna selamanya."
Ucapan dari Papa Adi membuat Nathan bernafas lega, laki-laki itu kembali mengembangkan senyumannya dan melihat ke arah Aruna.
Aku tahu Run ini terlalu mendadak untuk kamu tetapi hanya ini yang bisa aku lakukan supaya kamu tidak dimiliki oleh laki-laki lain, karena aku tahu banyak di luar sana laki-laki yang tertarik sama kamu dan ingin menjadikan kamu pacar atau malah ingin menikahi kamu, aku tidak ingin terlambat untuk memilikimu dan aku juga akan menjagamu selamanya, tidak akan pernah berpaling dari kamu apapun alasannya..
Ucap Nathan di dalam hati, sembari ia masih memandang ke arah Aruna yang mana Nathan tahu jika Aruna malam ini terpaksa menerima pertunangan dan mungkin juga Aruna juga terpaksa untuk menerima pernikahan yang akan dilakukan besok.
Tetapi bagi Nathan tidak masalah, ia akan berusaha keras untuk membuat Aruna nyaman bersama nya dan ia juga akan berusaha untuk membuat Aruna jatuh cinta dengannya.
"Alhamdulillah kalau begitu dan sekarang giliran kamu memasangkan cincin di jari manis Aruna."
Ucap Papi Rendra kepada Nathan sambari laki-laki yang tidak muda itu menyenggol pundak Nathan yang mana Nathan malahan fokus melihat ke arah Aruna, tidak fokus dengan acaranya.
Nathan tersenyum, ia tampak malu-malu karena sudah kedapatan memandang ke arah Aruna dan ia pun bergegas untuk berdiri kemudian menghampiri Aruna dan mengajak perempuan cantik itu untuk berdiri juga.
"Izinkan aku untuk memasangkan cincin ini di jari manis kamu, I love you Aruna."
"Tunggu!!"
Deg...
__ADS_1