
"Turun dulu, ada yang mau gue sampaikan sama lo tetapi kita tidak mempunyai banyak waktu."
Ya kesal dengan Aruna yang sedari tadi ngoceh ngoceh tidak jelas, akhirnya Dino menghentikan motornya sebentar, Dino tentu saja harus menceritakan secara detail dan juga cepat karena memang tidak banyak waktu lagi.
Aruna yang mendapat tatapan sinis dari Dino langsung saja turun, ia masih menerka dan berpikir apa yang akan dilakukan oleh Dino ini, mengapa tiba tiba mendadak ekspresi wajahnya seperti itu seperti ada ketakutan di wajah Dino dan amarah yang ada di matanya, antara Aruna sendiri bingung tetapi ia menuruti saja apa yang dikatakan oleh Dino.
"Baca dulu ini lalu gue akan menceritakan secara detailnya saja."
Ya tidak ingin membuang waktu, Dino segera mengambil secarik kertas yang sudah dititipkan oleh Digo dan diberikan kepada Aruna yang mungkin dengan Aruna membaca semua ini Aruna nanti akan paham dan tentu saja Dino akan menjelaskan tetapi secara singkat.
Sayank maafkan aku, mungkin suatu saat kamu baca surat ini aku sudah tidak lagi ada di sini atau mungkin malahan aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Bukan berarti aku tidak sayang atau tidak cinta sama kamu tetapi Jujur saja melihat kamu bersama dengan laki-laki lain hatiku sakit. Aku cemburu, Aku marah dan juga aku tidak sanggup melihat kebersamaanmu dengan laki-laki lain. Kamu tahu sendiri kan dari dulu Aku sangat mencintai kamu bahkan sampai saat ini hatiku juga sangat dan sangat mencintai kamu, dan cintaku akan aku bawa mati.
Sayang.. hey, jangan menangis. Aku lakukan ini semua bukan karena cintaku yang sudah hilang dan aku tidak mempunyai rasa lagi sama kamu tetapi ini semua demi kebahagiaan kamu, karena aku melihat sendiri jika kamu bahagia bersama dengan Bang Nathan. Ya Aku memang pengecut, Aku sudah pulang tadi pagi dan siangnya aku aku ingin memberikan kejutan untuk kamu tetapi kenyataannya aku malahan yang dikejutkan dengan ucapan kamu yang merasa nyaman ketika kamu bersama dengan Bang Nathan, yang kamu juga sayang sama Bang Nathan, aku sendiri kaget mengapa tiba-tiba kamu bisa berbalik arah seperti itu, apa kurang perhatian dan juga cinta yang aku berikan selama ini kurang ? atau mungkin aku yang terlalu bersalah dengan kamu hingga kamu tidak bisa memaafkan aku? Atau mungkin aku yang terlalu berlebihan hingga aku tidak sadar jika kamu tidak sama sekali ada rasa sama aku...
__ADS_1
Jujur saja sayank, aku terluka ... Aku sedih, Aku cemburu, Aku marah namun aku tidak bisa mengungkapkan semuanya ini, aku tidak bisa menyakitimu bahkan membuat kamu menangis aku pun tidak sanggup, maka dari itu aku lebih memilih untuk meninggalkan kamu dan membuat kamu bahagia dengan Bang Nathan, mungkin ini karma buat aku karena aku yang sudah lancang merebut kamu dari Bang Nathan.
Oh ya ..maafkan aku yang selama ini menuntut kamu untuk hamil, aku sadar diri kamu bukannya tidak siap tetapi kamu memang tidak ingin mempunyai anak dari aku dan itu alasannya karena kamu tidak mau memaafkan aku dan kamu juga tidak bisa mencintai aku, oke sayank.. aku paham sekarang karena aku terlalu egois, Aku yang terlalu terobsesi dengan kamu hingga menjerat kamu ke dalam sebuah pernikahan...
Dan maafkanlah semua kesalahanku, semoga dengan semuanya ini kamu akan melanjutkan hidupmu dan kebahagiaan mu meskipun itu tidak dengan aku dan jangan lupakan aku, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu meskipun aku sudah tidak ada di dunia ini....
Aruna meneteskan air matanya kemudian menggenggam erat sepucuk surat yang dituliskan oleh Diego, kemudian Aruna meletakkan kertas itu di dadanya, sungguh ia tidak percaya dengan semuanya ini tetapi ia tahu bahwa tulisan ini adalah tulisan tangan dari Digo.
"No, antarkan gue ke cafe pelangi."
Sama halnya dengan Dino, laki-laki itu segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meskipun ia penasaran apa yang akan dilakukan Aruna tetapi setidaknya ia akan mengantarkan Aruna dulu ke sana sembari nanti bertanya tentang apa yang sebenarnya.
"Cepat sedikit No, ngebut nggak apa apa dan gue akan pegangan, sorry bukannya apa-apa dan jangan baper, gue hanya ingin menjaga keselamatan gue saja, dan gue tidak mau sesuatu terjadi pada gue ataupun nanti kehilangan Digo nanti , lo harus cepat sampai di sana!!"
__ADS_1
Aruna dengan tanpa basa langsung saja berpegangan dengan pinggang Dino meskipun sebenarnya ia sedikit risih dan canggung, tetapi tidak mengapa.. yang jelas ia harus buru-buru ke cafe untuk mendapatkan bukti tentang percakapannya tadi siang bersama dengan Vina, ia juga tidak mau jika nanti Digo kenapa-napa karena terlambat menemui suaminya itu.
"Pegangan yang kenceng, nggak masalah nanti gue yang akan jelasin sama Digo, tetapi lo kesana mau apa? apa bukannya Digo saat ini sedang beradu balap dengan Bang Nathan?"
Aruna tentu saja melongo, ia yang tidak tahu menahu jika malam ini Digo bertanding dengan Bang Nathan, dan tentu saja ia yang sedari tadi menangis membaca surat Digo, eh malahan kini dikejutkan dengan ucapam Dino kalau Digo akan adu balapan motor dengan Nathan? Apa apaan ini? Tentu saja kembali perempuan itu menangis sejadi jadinya, bahkan ia melupakan kalau saat ini masih dijalan.
Padahal Aruna tadi berpikir jika Digo saat ini berada di sebuah tempat dan nanti setelah Aruna mendapatkan sesuatu dari cafe pelangi, maka ia akan menemui Digo dan juga Digo tadi tidak mengatakan di dalam suratnya kalau malam ini akan bertanding dengan Nathan, hanya mengatakan kekecewaan dan juga rasa cemburu sekaligus patah hati Digo saja.
"Astaga ... lalu bagaimana? sedangkan gue harus mendapatkan bukti jika apa yang lo dan juga Digo tadi dengar itu tidak benar, kalian salah paham?"
Aruna mendadak bingung sendiri, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, di satu sisi ia ingin ke cafe untuk mendapatkan bukti percakapannya dengan Vina tadi siang, tetapi di sisi lain ia tidak ingin Digo kenapa napa karena ia tahu bagaimana suaminya itu kalau sudah nekat pastinya apapun akan dilakukan, dan Aruna pasti khawatir jika Digo dalam bahaya.
"Bukti apa? Apa yang mau lo buktikan? secara sudah jelas gue dan Digo mendengar sendiri kalau lo nyaman bersama dengan Bang Nathan dan sangat menyayanginya!"
__ADS_1
"Astaga.. kalian berdua memang bodoh!! apa nyaman dan sayang sudah membuktikan jika gue cinta dengan Kak Nathan? tidak bukan! Gue hanya nyaman saja bersama dengan Kak Nathan. Karena dia sudah gue anggap sebagai kakak kandung gue sendiri dan sayang bukan berarti cinta. Dan gue mau ke sana untuk mendapatkan rekaman CCTV, gue tahu di cafe pelangi itu sangat ramai dan terkenal pastinya peralatan yang digunakan juga canggih, cctv-nya pasti bisa merekam suara gue dengan Vina tadi siang dan tentunya lo nggak usah khawatir, cafe itu milik temannya Papa pastinya gue mengenal betul siapa pemilik dari cafe itu. Tetapi yang gue masalahin ini, bagaimana dengan Digo? gue takut kalau dia kenapa-napa?"