
Aruna membulatkan matanya lebar-lebar ketika ia sudah masuk ke dalam kamar hotel yang baru saja dibuka oleh suaminya,.sungguh ... pemandangan di depannya membuat Aruna tidak ingin berkedip sedikitpun juga.
Ini memang bukan pertama kalinya Digo memberikan kejutan untuknya. Dan ini juga bukan pertama kalinya Digo memberikan sesuatu yang romantis untuknya tetapi kali ini Aruna dibuat benar-benar tidak menyangka, jika sesuatu yang ia impi-impikan sejak dulu ada di depan mata,.bukan sebuah kemewahan yang ia inginkan tetapi suasana romantis seperti yang difilm film Korea yang memang Aruna impikan sejak dulu.
Maklumlah, Aruna adalah tipe perempuan yang sebenarnya tidak suka mengumbar kemesraan tetapi dibalik itu semua Aruna seperti perempuan-perempuan lainnya, perempuan ABG pada umumnya yang suka melihat drama Korea dan juga suka dengan adegan-adegan romantis yang dilakukan oleh pasangannya maka dari itu dari dulu Aruna menginginkan perlakuan yang romantis dari pasangannya dan beruntung sekali Aruna mendapat itu dari Digo, meskipun Digo adalah musuh bebuyutannya sejak dulu tetapi lambat laun perasaan Aruna bisa luluh juga dengan Digo dan Digo selalu memberikan kejutan-kejutannya, hingga Aruna tidak bisa berkata apa-apa lagi termasuk malam ini.
Kamar hotel yang begitu indah,.karena ini adalah kamar spesial buat pemilik hotel ini, dan tentu nya sudah di sulap sebagaimana mestinya seperti kamar untuk bulan madu, layaknya pengantin baru yang akan menikmati malam pertamanya.
Iya desain kamar yang begitu indah dengan taburan bunga mawar berbentuk hati yang diletakkan di atas ranjang membuat Aruna lagi lagiĀ tidak bisa berbuat apa-apa, sungguh perempuan cantik itu merasa kalau malam ini ia menjadi pengantin baru dan merasakan malam pertamanya lagi meskipun itu sudah kelewat 1 bulan yang lalu.
"Suka sayank?"
Melihat istrinya yang melongo, entah karena kaget atau terpesona, membuat Digo langsung saja memeluk Aruna dari belakang, laki-laki itu langsung saja menyandarkan dagunya di pundak Aruna sembari mencium pipi dan juga leher Aruna yang membuatnya candu.
Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Aruna, sungguh tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, lebih dari suka yang dirasakan Aruna malam ini.
"Bukan suka lagi tetapi sangat suka, bagaimana caranya kamu bisa melakukan ini semua padahal kamu dari tadi sibuk dengan aku?"
__ADS_1
Aruna tidak sadar jika suaminya bisa melakukan apapun juga, ia yang terpesona sampai tidak berpikir ke arah sana jika Digo mempunyai kuasa penuh untuk melakukan sesuatu secara dadakan.
"Lupa suami kamu ini siapa? yang bisa menjadikan sesuatu dalam sekejap mata saja."
Digo yang gemas langsung saja membalikkan tubuh istrinya, ia benar-benar merasa senang kali ini melihat wajah ekspresi Aruna yang nampak lucu dan juga menggemaskan.
"Oh ya lupa, aku seperti Roro Jonggrang saja yang akan dibuatkan seribu candi, karena kamu sekejap mata bisa memenuhi semua yang aku inginkan meskipun aku sendiri belum mengatakan kepada kamu apa-apa, tetapi aku sungguh terharu malam ini kamu begitu banyak memberikan kejutan-kejutan untukku."
"Aku akan selalu membuat kamu bahagia, dan aku akan menebus kesalahanku kemarin dengan mencintai mu selamanya, seumur hidup ku..dan aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi..."
Cup
Melihat apa yang dilakukan oleh istrnya, Digo dengan senang hati menyambut ciuman mesra Aruna itu, dengan sangat ganasnya laki-laki itu sedari tadi ingin kembali merasakan bibir Aruna yang menjadi candu untuknya tetapi Digo juga tidak ingin berlama-lama memainkan bibir Aruna itu karena ia masih ada sesuatu yang harus dilakukannya lagi.
"Jangan bicara seperti itu. Aku nggak mau mendengarnya lagi, lagi pula aku hari ini cukup senang sekali dengan semua yang kamu lakukan terlebih lagi ini seperti pengantin baru saja yang disiapkan bunga mawar merah di atas ranjang...."
Setelah tautan bibir mereka terlepas Aruna membalikkan tubuhnya yang saat ini kembali memandangi bunga-bunga mawar merah yang ada di atas ranjang yang begitu sangat membuat mata Aruna tidak ingin mengedipkannya, benar-benar indah dan juga suasana di kamar ini benar-benar romantis.
__ADS_1
"Kan memang kita pengantin baru, bagaimana mau coba malam pertama dengan aku sekarang?
Tentu saja malam ini adalah malam pertama bagi mereka karena mereka benar-benar merasakan jatuh cinta, bukan hanya Digo saja mencintai Aruna tetapi Aruna juga membalas cinta Digo dan untuk itu Digo akan melakukan semuanya dengan apik seperti pertama kali ia melakukan dengan Aruna dan menganggap malam ini adalah malam pertama bagi mereka.
"Kamu ngaco Di! kita kan bukan pengantin baru lagi, lagipula sudah banyak malam-malam kita lewati bersama..."
"Tidak sayank, malam ini adalah malam pertama kita malam pertama kamu mulai mencintai aku dan pastinya kita akan melewati malam pertama ini sebagai pengantin baru dan pastinya aku akan merasakan sesuatu yang berbeda, terlebih lagi 10 hari aku tidak menyentuh kamu pastinya rasanya juga beda sekali."
Aruna hanya menggelengkan kepalanya, benar-benar suaminya itu di luar dugaan, kadang menyebalkan kadang juga bersikap lembut seperti ini, yang Aruna sendiri tak tahu lagi bagaimana harus membalas apa yang dilakukan oleh Diego padanya.
Hingga akhirnya Digo saat ini sudah berdiri di depan Aruna, kemudian laki-laki itu memandang wajah cantik Aruna dengan begitu intens dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Aruna, Digo malam ini ingin memulai semuanya dengan baru, memulai sebuah penyatuan yang benar, ia dan Aruna bisa menikmati itu semua , sebenarnya bukan hanya Digo saja yang menikmatinya tetapi Aruna juga.
Cup
Dengan cepat, Digo memajukan bibirnya ke bibir Aruna, laki-laki itu kemudian mencium Aruna dengan ganasnya karena memangnya sudah tahan lagi, bibir Aruna benar-benar sangat menggoda dan tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja.
Mendapatkan serangan dari suaminya, Aruna langsung saja melingkarkan tangannya ke leher Digo dengan membalas ciuman panas yang Digo berikan hingga akhirnya keduanya saling *****@*, saling memberikan sesuatu yang berbeda di bibirnya yang rasanya keduanya seperti melayang-layang, padahal ini baru tahap awal pemanasan saja bukan ke tahap intinya.
__ADS_1
Ya Aruna mendapatkan sensasi yang luar biasa, mengapa rasanya benar berbeda daripada sebelum nya yang ia pernah rasakan, bukan karena ciuman Digo yang semakin hari semakin menggelora saja tetapi karena perasaan Aruna yang benar-benar sudah mencintai suaminya yang benar-benar sudah memasrahkan hidupnya kepada Digo, dan tidak ada keraguan sama sekali dari Aruna untuk Digo dan itu yang menyebabkan saat ini ciuman mereka benar-benar hangat, benar-benar merasuk sampai ke dalam hati.