
Kembali lagi Digo terdiam, pagi ini ia sama sekali tidak semangat meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 menit dan saatnya Digo berangkat tetapi rupanya pembicaraan antara dirinya dengan Papi Rendra masih terus berlanjut bahkan Digo rasanya tidak ingin berangkat sekolah dan ingin memutuskan secara langsung tentang penolakannya dan membiarkan saja proyek itu terbangkelai dengan kata lain Digo tidak akan pergi ke Jepang menemui Mr. Abraham dan tentunya alasannya hanya karena Aruna, tidak ingin meninggalkan Aruna sendiri di sini terlebih lagi dan Nathan.
"Cuma satu minggu Di, bahkan kalau urusannya cepat selesai bisa kurang dari 1 minggu maka dari itu kamu di sana harus serius dan tidak berpikir macam-macam supaya bisa bertemu dengan Aruna. Toh juga ini adalah proyek besar, kamu tahu sendiri kan bagaimana Mr. Abraham itu banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sudah berkembang ingin bekerja sama dengan beliau tetapi sangat sulit. Dan perusahaan kamu yang notabenya adalah perusahaan baru berkembang bisa langsung bekerja sama dengan Mr. Abraham itu sangat wow sekali menurut Papi. Jadi tolong pikirkan baik-baik, itu semua demi kamu dan juga Aruna nantinya."
Digo menghela nafasnya panjang, ia juga membalas genggaman tangan dari Aruna rasanya, ingin sekali berteriak dan langsung menolak permintaan Papi nya tetapi mendengar beberapa kali ucapan yang terucap dari Papi Rendra membuat Digo saat ini bimbang, di satu sisi ia ingin memajukan perusahaan bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk Aruna dan keluarga kecilnya nanti namun di sisi lain ia tidak mau berjauahan dengan Aruna, terlebih lagi ada Nathan yang masih tinggal di rumah ini, bagaimana jadinya jika 1 minggu ia tidak melihat Aruna dan malah menyaksikan Nathan yang selalu mencuri-curi pandang terhadap istrinya pastinya Digo akan cemburu dan di sana tidak bisa berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaannya.
"Bagaimana kalau Papi saja yang ke sana? terus juga Mr. Abraham sudah tahu jika aku adalah anaknya Papi lagi pula proyeknya juga sama, Papi juga ikut terlibat dalam proyek itu kan?"
Papi Rendra tersenyum . Ia sudah berpikir jika Digo akan meminta dirinya untuk mewakili Digo pergi menemui Mr. Abraham tetapi sayang sekali beliau juga akan ke Inggris bertemu dengan klien penting dan juga tidak bisa diwakilkan ataupun dibatalkan.
"Sayang sekali Papi tidak bisa Di, bukan karena Mr. Abraham tidak mau jika yang mewakili Papi, beliau boleh saja asalkan itu masih dalam keluarga kita, kamu, Papi ataupun Nathan, tetapi lusa di hari dan juga jam yang sama Papi harus pergi ke Inggris karena ada klien penting yang tidak bisa Papi tinggalkan ataupun diundur, klien penting Papi itu juga tidak mau kalau ada orang lain yang mewakili."
"Kalau begitu Bang Nathan saja, bisa kan? lagi pula kata Papi, Mr. Abraham itu tidak apa-apa yang penting asal masih keluarga dari aku, dan Mr. Abraham juga sudah tahu Bang Nathan."
Nathan yang disebutkan namanya langsung saja melihat ke arah Digo, ia pun tersenyum.
__ADS_1
"Maaf Di, aku juga sama. Lusa Aku juga berangkat ke Singapura, jadwalnya sudah Aku undur sejak kemarin dan baru bisa bertemu Pak Thomas lusa, jadi untuk bertemu dengan Mr. Abraham memang kamu yang sebaiknya ke Jepang."
"Hufhh...."
Digo kembali mengeluarkan nafasnya panjang, namun sedikit ia merasa lega jika ternyata Nathan tidak berada di rumah lusa dan itu berarti jika memang keputusannya dirinya harus pergi ke Jepang tidak masalah toh juga tidak ada Nathan di sini lagi pula ada keempat sahabatnya yang bisa diandalkan untuk menjaga Aruna.
"Jadi Bang Nathan Juga tidak ada di rumah?"
"Iya lusa aku ke Singapura, mungkin lama di sana menunggu proyek baru selesai dan pastinya bisa sampai 2 minggu ataupun satu bulan akan di sana dan kamu tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang ada di pikiran kamu, Aruna aman di sini dia di rumah bersama dengan Mami."
, apa yang ditakuti oleh Digo karena dirinya. Tetapi pas kebetulan sekali Nathan juga tidak ada di rumah padahal jika Digo pergi Nathan bisa memanfaatkan kesempatan ini bukan untuk macam-macam tetapi Nathan bisa menjaga Aruna dan bisa mengantar jemput Aruna pergi ke sekolah. Ya hanya itu saja, tidak ada yang lebih yang dilakukan oleh Nathan nantinya.
"Memangnya Mami tidak ikut Papi biasanya setiap Papi pergi, Mami selalu ngintil?"
Kini giliran Digo menoleh ke arah Maminya dan bertanya, takut saja jika memang Aruna tidak ada temannya di sini.
__ADS_1
"Kali ini Mami tidak ikut, Mami mau bersama dengan anak perempuan Mami satu-satunya di sini, kita malah bebas bisa pergi ke mall, ke salon dan jalan-jalan tanpa ada gangguan dari kamu, jadi sebaiknya kamu pikirkan lagi tentang keberangkatan kamu ke Jepang, yakinlah Aruna pasti aman di sini, kamu sendiri pastinya sudah memerintahkan orang-orang untuk menjaga Aruna jadi tidak perlu khawatir lagi."
Digo belum memberikan keputusan ia melihat jam yang ada di tangannya dan menundukkan pukul 06.30 waktunya Digo berangkat ke sekolah bersama Aruna biarkanlah ia pikirkan dulu nantinya, ia juga belum berdiskusi dengan Aruna meskipun tadi Aruna tidak masalah tentang kepergiannya namun Digo belum lega rasanya juga belum berbicara empat mata dengan istrinya.
"Nanti aku pikirkan lagi. Aku mau berangkat ke sekolah dulu."
Papi Rendra menganggukkan kepalanya dan menunggu keputusan Digo masih ada waktu untuk Digo memutuskannya dan Papi Rendra berharap keputusan yang diberikan oleh Digo itu adalah tepat.
Aruna dan Digo pamit untuk ke sekolah tentunya dengan wajah Digo yang muram ia benar-benar tidak tahu apakah memang harus melakukan perjalanan ke Jepang tanpa istrinya atau membatalkan semua proyek yang di depan mata. Jujur saja Digo kemarin bersemangat sekali pas tahu ada yang ingin bekerja sama dengan perusahaan yang baru saja dirilis terlebih lagi orang itu benar-benar berpengaruh tidak hanya di dalam negeri saja tetapi di luar negeri.
Tetapi kenyataannya setelah Mr. Abraham menyetujui proyek dan minta Digo ke Jepang ke Jepang Digo mendadak menjadi bingung ia harus meninggalkan istrinya dalam waktu yang tidak singkat meskipun waktu satu minggu itu tidak lama namun bagi Digo rasanya berat untuk berpisah dengan Aruna.
Sudah berada di mobil dengan Digo yang selalu memasangkan sabuk pengaman di tubuh Aruna kemudian laki-laki itu juga memasang sabuk pengamannya sendiri lalu segera keluar dari halaman kediaman Rendra untuk menuju ke sekolah.
"Di aku tau apa yang kamu pikirkan tetapi lebih baik kamu benar-benar mempertimbangkan jangan khawatirkan aku."
__ADS_1