My Crazy Husband

My Crazy Husband
Lagi dan Lagi


__ADS_3

"Di...."


Lagi dan Lagi, Aruna memanggil nama suaminya di mana ia sudah merasakan sesuatu di bawah sana karena permainan indah dari suaminya itu.


Entahlah, sudah berapa kali Digo menghujam milik Aruna malam ini yang Aruna sendiri tidak bisa menghitungnya karena Digo melakukan berbagai macam gaya untuk bisa menyempurnakan pernikahannya dan juga memuaskan istri nya.


"Kenapa sayank, enak?"


Digo tidak menghentikan apa yang dilakukannya di bawah, laki-laki itu mengusap keringat yang membasahi pipi istrinya dengan terus memandang wajah cantik istrinya dan bagian bawah yang terus bergerak gerak naik turun supaya Digo mencapai kepuasan maksimal.


Aruna jelas saja tidak mau menjawab, meskipun jujur ia merasakan sesuatu yang beda, namun Aruna gengsi untuk mengucapkan kata enak itu kepada Digo yang mana jika Aruna mengucapkannya maka Digo akan semakin menghujam miliknya dengan begitu keras.


"Kamu sangat sempurna sayank dan jujur saja aku semakin tidak ingin menyudahi permainan kita malam ini, kamu begitu luar biasa dan aku sangat puas dengan tubuh indah kamu sayank."


Bisik Digo di telinga Aruna dengan sesekali laki-laki itu menggigit kecil telinga Aruna dan memberikan kecupan kecupan indah di leher Aruna, hingga membuat kulit putih Aruna tidak berbentuk putih lagi manakala sudah dihiasi dengan cap indah lukisan cinta dari Digo.


Digo sendiri merasa senang, entahlah sepertinya melakukan kegiatan menyenangkan dengan Aruna beberapa kali tidak membuat Digo lelah tetapi malahan staminanya bertambah terus seiring dengan apa yang sudah ia lakukan.


"Besok sekolah Di.."


Tentu saja bukan maksud Aruna untuk menghentikan permainan ini yang mana ia melihat suaminya yang masih terus menggempurnya bahkan Digo sendiri tidak kehilangan tenaga sama sekali, berbeda dengan dirinya yang sudah lelah karena sedari tadi Digo tidak membiarkan ia istirahat. Tetapi dengan mengatakan kalau besok sekolah maka Aruna berpikir jika suaminya itu akan peka dan meminta dirinya untuk istirahat terlebih dahulu.


"Bukan besok sayank, tapi nanti."


Seketika Aruna melihat jam yang menempel di dinding kamar Digo yang menunjukkan sudah pukul tiga dini hari yang mana Aruna menggelengkan kepalanya, berarti ia sudah hampir 5 jam di bawah kendali Digo.

__ADS_1


Dasar suami gila!! pantesan saja tubuhku remuk redam rupanya sudah beberapa jam dia melakukan seperti ini....


"Dan nanti kamu tidak usah ke sekolah biar aku saja yang ngizinkan kamu."


Cup


Setelah mengatakan itu Digo kembali mencium bibir Aruna dengan sangat ganasnya karena sesuatu di bawah sana sudah mulai digoyang goyangkan, yang membuat Aruna seketika langsung saja membalas ciuman panas Digo.


Entahlah Aruna tidak tahu sejak kapan ia mulai berani membalas apa yang dilakukan meskipun ia pasrah berada di atas ranjang tetapi Aruna sangat menikmati permainan yang dilakukan oleh Digo.


Hingga akhirnya cairan hangat dan kental itu sudah membasahi bagian inti Aruna dan membuat Digo langsung saja mengembangkan senyumannya karena beberapa kali ia sudah berhasil menyemburkan benih-benih cinta yang pastinya berharap jika itu nanti akan menumbuhkan sesuatu di rahim Aruna.


Cup


"I love you sayank, terima kasih atas semuanya. Aku sangat beruntung mendapatkanmu dan jika kamu bertanya apakah aku puas, Aku sangat puas sekali bahkan aku tidak ingin menyudahi permainan kita, tetapi aku sadar kamu sangat kelelahan..."


Aruna menarik selimutnya yang menutupi tubuhnya yang polos sampai ke pundaknya ke kemudian mengubah posisinya membelakangi Digo.


Sejenak perempuan cantik itu meneteskan matanya, kemudian langsung saja mengusap kembali air mata yang sudah menetes di pipinya, ia tidak boleh terlihat menangis dengan apa yang sudah terjadi karena memang ini adalah takdir yang harus Aruna jalani dan sepertinya Aruna pasrah jika memang dirinya ditakdirkan harus menjalani hidup selamanya bersama dengan Digo.


"Sayank kenapa menangis? apa aku menyakitimu?"


Tentu saja sekecil apapun yang dilakukan oleh Aruna, Digo peka ... hingga ia membalikkan badan Aruna dan melihat wajah cantik Aruna yang terlihat sembab sedikit meskipun Aruna sudah mengusap air mata yang tadi tidak sengaja menetes di pipinya.


"Kenapa kamu menikahiku Di? kenapa kamu tidak tinggalkan aku saja setelah kamu mendapatkan apa yang kamu mau?"

__ADS_1


Pertanyaan bodoh macam apa yang dikeluarkan oleh Aruna itu, di mana Digo langsung menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangan Aruna dengan sangat erat. Digo juga tidak habis pikir mengapa istrinya itu bisa mempertanyakan hal-hal seperti itu, padahal Digo sendiri sudah menceritakan bagaimana perasaan kepada Aruna dari dulu sampai sekarang hingga Digo berpura-pura untuk bersikap tegas kepada Aruna dan menghukum Aruna di sekolah, semata-mata demi ingin bersama dengan Aruna dan lebih dekat dengan Aruna, namun sayang sekali ... Aruna yang tidak peka dan juga tidak paham perasaan Digo malahan membuat Aruna berpikir jika memang Digo adalah musuh bebuyutannya dan juga membencinya seperti dirinya membenci Digo.


"Kenapa aku menikahimu? jawabannya hanya satu.. karena aku mencintai kamu dan tidak ada niatan sedikitpun untuk aku meninggalkanmu, meskipun apa yang aku lakukan dulu salah sebelum kita menikah tetapi aku melakukan itu dengan sadar, sadar sesadar sadarnya dan aku memang sengaja memperkosamu, bukan untuk Aku tinggalkan tetapi untuk aku nikahi..


Sekarang coba kamu berpikir jika aku tidak melakukan itu apakah kamu mau menikah denganku?"


Aruna tidak menjawab tetapi ia menelaah apa yang diucapkan oleh suaminya dan memang benar jika tidak ada kejadian itu, Aruna juga tidak mau menikah dengan Digo dan ia pasrah jika harus dijodohkan dengan Nathan karena baik Nathan maupun Digo keduanya sama-sama baik di mata kedua orang tuanya dan tentu saja Nathan juga laki-laki yang baik di mata Aruna dan bersikap sopan kepada nya.


"Aku tahu jawabannya, yang pastinya kamu tidak mau menikah denganku, maka dari itu setelah aku mengetahui jika kamu dijodohkan dengan Bang Nathan, aku berpikir keras.. aku berpikir bagaimana cara supaya kamu bisa menikah denganku dan memang semua ide-ide yang ada di kepalaku itu salah satunya bersumber dari keempat sahabatku, namun aku berterima kasih padanya karena mereka sudah menunjukkan ide yang mungkin bagi kamu gila tetapi bagiku sangat bersyukur sekali, karena dengan begitu aku sekarang bisa menikahi kamu. Dan tentunya jangan berpikir jika aku akan meninggalkanmu, karena aku bukan hanya mencintai tubuhmu saja tetapi aku juga mencintai diri kamu apa adanya."


Aruna tidak merespon apa yang diucapkan oleh Digo, perempuan cantik itu malah memandang wajah Digo dengan sesekali mengedipkan matanya yang membuat Digo gemas seketika dan membuat ular pitonnya berubah bentuk dan juga ukuran.


"Astaga sayank, mengapa ekspresi wajahmu menjadi menggemaskan seperti ini. Kamu tidak tahu jika kamu sudah membangunkan ular yang tadinya sudah ingin tertidur?"


Seketika Aruna melototkan matanya,.ia langsung saja membalikkan badannya dan kembali memunggungi Digo karena ia tahu ucapan dari Digo itu mengandung makna yang sangat dalam.


Sementara Digo, ia tersenyum penuh kemenangan karena memang benar ular pitonnya itu sudah meminta untuk kembali dimasukkan ke dalam sarangnya yang membuat Digo tidak akan melepaskan Aruna lagi pagi ini dan akan kembali memangsa Aruna dan ia tidak peduli apakah Aruna nanti bisa sekolah atau tidak yang jelas ia sudah berpikir jika memang istrinya itu nanti tidak akan berangkat ke sekolah.


"Tidur Di, ini sudah pagi. Bukankah kamu juga harus berangkat ke sekolah?"


Melihat gelagat aneh dari suaminya yang saat ini sudah membalikkan badannya, Aruna dengan cepat mendorong tubuh Digo, ia tahu apa yang akan suaminya lakukan setelah ini.


"Mana bisa tidur sayank, jika sesuatu dibawah sana tidak mau tidur dan kamu harus tanggung jawab tentunya."


Cup

__ADS_1


Kembali lagi dengan cepat Digo menyambar bibir Aruna sebelum istrinya itu ngeyel dan mengucapkan apa-apa. Dan juga Aruna mendapatkan sentuhan-sentuhan lembut dari Digo membuat dirinya kembali lagi pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Dan akhirnya Digo sudah berhasil membuang selimut yang menutupi tubuh Aruna dan kembali lagi Diego memasukkan ular pitonnya itu ke dalam inti Aruna yang semakin dalam dan sangat dalam, hingga Aruna menjerit seraya mengeluarkan nyanyian indah yang membuat Digo bersemangat untuk terus menghujam inti Aruna.


__ADS_2