
"Makannya di sini saja, dek..."
Aruna menghentikan langkah kakinya, selain karena mendengar ucapan dari suaminya, Aruna juga kaget mengapa tiba-tiba suaminya memanggil dengan sebutan seperti itu, aneh sih karena Digo baru pertama kali ini melakukannya, biasanya memanggil dirinya dengan panggilan sayang tetapi kenapa tiba-tiba jadi berubah.
"Kamu nggak lagi ngigau kan Di?"
Tentu saja Aruna penasaran mengapa suaminya tiba-tiba memanggilnya seperti itu. Apa memang tadi kelamaan bercintanya membuatku Dinggo oleng, hingga memanggil namanya seperti itu padahal Digo juga tahu panggilan itu biasanya disematkan Nathan untuknya, apa Digo tidak cemburu jika Digo dan Nathan mempunyai panggilan yang sama untuk nya?"
"Enggak sayank, coba sini pegang kening aku, pastinya adem. Aku hanya mengikuti apa yang diucapkan oleh Mama saja dan tentunya aku berpikir memang sebaiknya kamu memanggil aku dengan sebutan Mas supaya lebih sopan karena aku adalah suami kamu dan juga selain sayank, aku akan memanggil kamu dek karena memang usia kita terpaut 1 tahun dan pastinya lebih tua aku daripada kamu."
Lagi dan lagi Aruna hanya diam, ia tidak menggubris apa yang diucapkan oleh Diego, sembari menyiapkan semuanya di atas meja dan tentu saja Aruna mengabulkan ucapan Digo yang ingin makan malam di dapur saja, malahan itu tidak memberatkan Aruna bahkan membuat pekerjaan Aruna menjadi ringan karena tidak harus bolak-balik ruang makan dan juga dapur.
"Bagaimana dek mau kan obat panggilan kamu diganti?berusaha untuk lebih sopan dengan suami kamu?"
"Nanti ah makan dulu, aku lapar Di, kalau kamu nggak mau makan biar aku makan saja semuanya...."
Tentunya Aruna masih canggung , tidak mau memanggil seperti itu, apalagi di depan Digo yang nantinya akan membuat wajahnya terlihat menggemaskan hingga akhirnya Aruna lagi dan lagi mengajakku untuk makan malam supaya Digo melupakan permintaannya.
"Habiskan saja Dek, tapi siap-siap nanti malam kamu yang aku habisin, kamu akan aku makan sepuasnya , apalagi besok Minggu tentunya Aku tidak akan melewatkannya nanti malam."
__ADS_1
Melihat tatapan Digo seperti itu, Aruna jadi bergidik ngeri sendiri, ia segera mengambil piring Digo lalu mengisi piring itu dengan nasi dan lauk pauk kesukaan suaminya.
Lagi lagi Digo tersenyum, laki-laki itu senang sekali dengan perlakuan Aruna saat ini tentu saja setelah Digo mendapatkan yang enak-enak dari Aruna tad,i ia juga diperlakukan manis oleh Aruna, hingga tanpa terasa Digo sudah habiskan makan malam yang sudah terlewat itu, tentunya dengan porsi makanan yang tidak biasanya.
"Aku bantu ya sayank, setelah ini aku ke ruang kerja Papah dulu, tadi Papa minta aku untuk datang ke sana."
Setelah Digo turun dari lantai atas kemudian menuju ke dapur, Papah Adi memanggil Digo sebentar ... laki-laki yang sudah tidak mudah lagi itu meminta Digo untuk menemuinya nanti setelah makan malam dan tentu saja ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan menantu satu-satunya itu.
"Papa minta kamu untuk ke sana, untuk apa?"
Aruna saat ini sudah membersihkan piring dan juga gelas kotor kemudian menaruhnya ke tempat cucian begitu juga dengan Digo yang membantu istrinya.
"Aku nggak tahu sayank, nanti aku ceritakan setelah aku menemui Papa."
Aruna hanya mengangguk, meskipun ia penasaran tetapi suami juga tidak tahu ada apa geranganPapanya meminta Digo untuk ke sana hingga akhirnya pekerjaan dapur sudah selesai dan Digo bersiap-siap untuk bertemu dengan Papah Adi di ruang kerja.
Cup
"Jangan tidur dulu, aku mau bertemu Papa dan sebentar saja, dan nanti malam aku akan memangsa kamu lagi, rasanya aku masih ingin menikmati indahnya bercinta sama kamu seperti tadi yang sudah kita lakukan."
__ADS_1
Dengan cepat Digo menyambar pipi Aruna, kemudian laki-laki itu berlalu dari dapur sebelum ia mendapat amukan dari istrinya. Digo yakin pastinya Aruna tidak suka jika diperlakukan seperti ini l, takut jika ada orang yang melihatnya terlebih lagi ini bukan di kamarnya yang Digo bisa puas melakukan apapun juga dengan dirinya.
Beberapa jam kemudian, Aruna yang sudah selesai membersihkan dapur dan juga sudah selesai ngobrol ngobrol dengan Mama nya, perempuan cantik itu bergegas untuk menuju ke kamarnya karena ia melihat tidak adanya pergerakan dari ruang kerja Papanya dan itu berarti Digo dan juga Papahnya masih berada di dalam dan entah apa yang dibicarakan hingga belum keluar dari tadi.
Aruna ya sudah sampai di kamar langsung saja menuju ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan juga berganti dengan pakaian tidur, bukan pakaian tidur tetapi daster kesukaannya yang mana memang Aruna masih suka kangen memakai pakaian-pakaian lucu itu, dan tidak ada niatan ntuk menggoda Digo seperti yang pernah ia lakukan dulu di rumah Mama mertuanya tetapi memang ia lebih nyaman menggunakan itu saja.
Aruna kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang tentu saja ia yang tidak mengantuk tetapi merasakan lelah disekujur tubuhnya, ingin tidur lebih awal tetapi matanya tidak bisa diajak kerja sama, malahan ia membayangkan adegan panas yang baru saja dilakukan dengan Digo tadinya yang memang sore tadi Digo benar-benar panas dan benar-benar perkasa bercinta dengan dirinya.
CeklekĀ
Hingga akhirnya Aruna membuka matanya dan melihat siapa yang membuka pintu kamarnya, karena ini di rumahnya sendiri sehingga Aruna tidak perlu mengunci pintu, tidak akan yang ada yang berani masuk ke kamarnya selain kedua orang tuanya dan ternyata saat ini ditambah dengan suaminya sendiri.
"Sayank...."
Baru masuk ke dalam kamar tetapi Digo sudah disuguhkan dengan pemandangan yang membuat matanya tidak ingin berkedip, terlebih lagi g@irahnya semakin meningkat ketika melihat pemandangan yang indah di depannya, meskipun Aruna bukan tel@njang dada tetapi penampilan malam ini begitu menggugah selera Digo.
Dasar Aruna yang sedikit nakal, perempuan cantik itu malah menatap ke arah suaminya, ia tahu jika suaminya saat ini tergoda dengannya, tetapi mau bagaimana lagi .. percuma saja jika Aruna menutup tubuh nya dengan selimut dan juga memang ia sendiri yang memancing Digo yang malahan memakai pakaian seperti itu, sehingga tidak bisa disalahkan jika suaminya memandang dengan tatapan yang menginginkan.
"Kamu lagi lagi memancing Aku sayank, tetapi tunggu sebentar aku akan ke kamar mandi dulu, membersihkan tubuh aku dan bersiap-siap, lalu kita akan kembali lagi bercinta dan tentunya malam ini aku tidak akan melewatkan kesempatan yang begitu indah, terlebih dengan pakaina kamu yang seperti itu membuat aku semakin ingin saja."
__ADS_1
Aruna tidak menanggapinya, toh jika ia menolak pastinya suaminya juga akan memangsanya apalagi ini di kamarnya sendiri yang tidak ada banyak orang yang akan melihat adegan-degan mesra apalagi mendengar suara-suara merdu dari bibir Aruna ketika bercinta.