
Entah sudah berapa kali Digo melakukan penyatuan dengan Aruna, yang jelas sejak malam sampai pagi ini, Digo tidak berhenti untuk merengkuh kebahagiaan dan kenikmatan dengan istrinya, bahkan jika Digo tidak kasihan dengan Aruna, laki laki itu juga tidak akan berhenti pagi ini.
Ya, jam sudah menunjukkan pukul 5pagi, tapi baik Digo maupun Aruna masih belum tertidur, keduanya bahkan baru saja menyelesaikan percintaan panasnya yang entah sudah beberapa kalinya....
Sungguh, ini memang gila. Tetapi apa yang mereka rasakan memang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hingga Digo tidak bisa diam dan entah sudah berapa kali ia memangsa istrinya.
Laki laki itu menatap ke arah wajah cantik Aruna, tentu saja ia kagum dengan wajah cantik Aruna yang saat ini mengeluarkan keringat yang menambah rasa terpesonanya saja Digo kepada istrinya.
"Cantik banget sih kamu, yank ... beruntung sekali aku mendapatkan kamu."
Digo terus memandangi wajah cantik Aruna dengan tangannya yang mengusap keringat yang masih menempel di wajah Aruna itu, sungguh ia tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan kecantikan Aruna yang memang benar-benar bisa membuatnya terpesona sampai seperti ini.
"Baru sadar kalau aku memang cantik parah seperti ini?"
Aruna pun malah mengedip ngedipkan matanya yang membuat dirinya semakin menggemaskan saja di mata Digo, tetapi itulah Aruna .. ia yang memang dari awal centil dan juga suka usil, tetapi di depan Digo dulunya Aruna berusaha untuk bersikap keras kepala dan barbar yang pastinya entahlah rasa bencinya terhadap Digo dulunya membuat Aruna berubah seperti ini.
"Cantik banget istriku, baru tahu aku kalau kamu memang centil dan menggemaskan seperti ini."
"Baru tahu ya? Ke mana saja dulu kamu, Di?"
Aruna malah makin membuat wajahnya terpesona hingga Digo mengusap lembut pipi Aruna itu begitu manja, begitu menggemaskan dan tentu saja ia tidak akan pernah melepaskan istrinya yang sangat membuat tergila-gila ini.
"Kamu nggak sadar jika aku dari dulu sudah ada rasa sama kamu? Kamu aja yang cuek dan hindari aku.."
"Oh ya tapi kenapa kamu malah jadian sama Miranda? bukannya kamu itu pacaran sama dia dan cinta sama dia?"
__ADS_1
"Siapa bilang aku cinta sama dia? emang aku memang pacaran sama dia Karena aku risih setiap hari selalu di buntuti sama dia terus, hingga Dino dan yang lainnya menyarankan supaya aku menerima saja Miranda agar hidup aku tenang, tapi sepertinya bukannya tenang tetapi hidupku malah menjadi berantakan terlebih lagi saat semua orang tahu jika aku dan Miranda jadian, terlebih kamu .. kamu malah semakin jengkel saja padaku hingga Aku tidak bisa berbuat apa apalagi dan melakukan segala macam cara supaya bisa menjerat kamu."
Ya memang apa diucapkan Digo itu benar dan juga Aruna sudah mendengar cerita ini dari Digo dan yang lainnya jika Digo terpaksa menerima Miranda dulunya.
"Karena itu kamu perkosa aku? Kamu jahat Di!!"
Tentu saja ketika Aruna mengingat perbuatan Digo dulu, ia menjadi sedih.. tetapi jika di dekat Digo, Aruna mencoba menyembunyikan apa yang dirasakan. Dan jujur saja, bayangan Digo yang memperkosanya masih teringat di ingatan Aruna.
Tetapi beruntung sekali, Digo yang memang sudah merencakan semua nya ini, untuk menjadikan Aruna miliknya dengan melakukan itu. Tetapi, karena rasa cinta dan sayang Digo yang berlebih itu, yang akhirnya membuat Aruna luluh.
"Maaf sayang jangan mengingat kejadian itu lagi aku benar-benar minta maaf.."
Begitu juga dengan Digo yang tidak ingin Aruna mengingat lagi kesalahannya, meskipun kesalahannya itu yang akhirnya membawa dirinya menikah dengan Aruna, namun lagi dan lagi jika mengingat itu semuanya, Digo menjadi merasa bersalah.
"Kamu minta maaf dan sudah aku maafkan, tetapi sepertinya kamu tidak menyesal dengan perbuatan kamu?"
"Menyesal? Tentu saja tidak! aku malahan bersyukur karena melakukan itu, kamu bisa nikah sama aku.. coba bayangin jika aku tidak memperkosamu, pastinya kamu sekarang sudah menjadi milik Bang Nathan dan apa jadinya aku ini, pasti hatiku hancur dan patah hati, karena aku yang benar-benar mencintaimu tetapi tidak bisa memilikimu terlebih lagi kamu harus menikah dengan Bang Nathan, Kakak kandungku sendiri..."
"Nakal!! bisa-bisanya orang yang sudah memperkosa itu tidak menyesal, hanya kamu loh Di, di dunia ini yang seperti itu!!"
Aruna langsung saja menepuk dada Digo dengan sedikit jail yang bukan hanya tepukan saja, tetapi jari jari Aruna juga berperan di sana, yang membuat Sidgi menjadi gemas dengan istrinya dan membuat sesuatu di bawah sana bangkit lagi.
Tetapi Digo mencoba untuk tidak terpancing duiu karena ia kasihan dengan Aruna, dan memberi sedikit jeda kepada istrinya itu untuk istirahat sejenak.
Ya, Aruna sedikit merajuk bukan karena marah atau bagaimana namun suaminya ini benar-benar langka, sudah memperkosanya tetapi sama sekali tidak menyesal dengan apa yang dilakukan.
__ADS_1
"Stop sayank, kamu membangunkan aku!! Dan bagaimana aku bisa menyesal jika perbuatanku itu malah mengantarkan aku untuk menikahimu dan itu adalah memang sebuah yang rencana yang sudah aku susun supaya aku bisa memiliki mu selamanya."
Digo memeluk erat tubuh Aruna, ia juga menghirup aroma dari tubuh Aruna, dan tentu nya sedikit memberikan belain di punggung Aruna sembari menahan gejolak di bagian bawah Digo.
Dan memang benar, yang nyatanya pagi ini keduanya benar-benar dimabuk asmara untung saja ini adalah hari Minggu hari dimana mereka bebas untuk tidak berangkat sekolah dan hanya menghabiskan waktu untuk kedua saja.
"Aku ngantuk Di?"
Aruna yang memang belum memejamkan mata, dan ia berharap jika pagi ini bisa tidur tanpa gangguan dari suaminya.
"Satu ronde lagi ya? Setelah ini tidur sayank?"
"Ha?"
Jelas saja Aruna melongo, ucapan dari suami nya itu membuat nya tidak berkutik lagi.
"Kamu yang mancing si ular yank, yang membuat dia bangun dan meminta masuk lagi..."
Mau menolak tetapi tidak bisa, padahal badan Aruna sudah remuk redam, hingga akhirnya ia pasrah menghadapi suami mesum nya itu.
Pasrah yang dilakukan Aruna saat ini, ia sudah mengantuk tetapi mau tidak mau ia harus melayani suaminya, benar-benar Digo bisa membuatnya gila dan jujur saja perlakuan dari Digo ini membuat Aruna juga merasakan sesuatu yang berbeda dan membuat Aruna langsung saja mengeluarkan nyanyian merdunya.
Ya apa yang diucapkan Digo itu untuk satu rondo saja sebelum membiarkan Aruna tidur ternyata tidak ada, laki-laki itu tidak hanya melakukan satu kali tetapi hampir tiga kali dan Aruna lagi lagi pasrah tetapi matanya sudah tidak tahan lagi, karena memang rasa lelah sudah menyelimuti dirinya saat ini begitupun juga dengan matanya yang ingin terjam karena ngantuk.
"I love u sayank.... Maaf ya membuat kamu seperti ini."
__ADS_1
Aruna tidak bisa membalas ucapan dari Digo, matanya sudah benar-benar terlelap dan kini perempuan cantik itu langsung saja memejamkan matanya dan beranjak untuk tidur.
Digo sendiri tidak masalah, yang salah dalam hal ini dirinya sendiri yang begitu candu yang tidak bisa menahan diri untuk tidak memangsa Aruna. Laki-laki itu bahkan sama sekali tidak mengantuk, ia malah memandang wajah cantik Aruna yang saat ini sudah terlelap, kemudian dengan cepat Digo beranjak dari atas ranjang untuk menuju kamar mandi tentu saja selain ia membersihkan diri sebentar, Digo juga mengambil baskom dan mengisinya dengan air hangat, tak lupa juga kain untuk membersihkan inti Aruna supaya nanti Aruna bangun sudah terlihat nyaman. Digo juga selalu membawa salep untuk mengoleskan bagian inti Aruna, kalau memang apa yang dilakukan itu membuat sesuatu di bawah milik Aruna itu menjadi lecet.