
"Biarkan istriku pergi."
Teriak Digo dari dalam yang membuat keempat sahabat Digo langsung memberikan jalan untuk Aruna, mereka juga tidak mau menggoda Aruna atau pun menjaili Aruna karena tahu Digo adalah laki-laki yang posesif yang pastinya tidak mau jika cara istrinya disentuh oleh laki-laki lain.
Aruna yang mendapatkan kesempatan itu langsung saja keluar dari kamar mandi, perempuan cantik itu hanya pipis saja tadi dan tidak jadi berganti pakaian hingga saat ini Aruna menemui Vina yang masih ada di dalam lapangan.
"Loh katanya mau ganti?"
Tanya Vina yang melihat Aruna yang masih memakai pakaian olahraga dengan handuk dan juga pakaian ganti yang masih menempel di pundak Aruna dan saat ini Aruna duduk di samping Vina dengan kembali meminum minuman yang tadi diberikan oleh Ryan.
"Nggak jadi, ada si songong dengan antek-anteknya."
Vina tersenyum ia menatap ke arah Aruna yang sebenarnya benci sekali dengan ketos ganteng idola semua perempuan di sini tetapi mengapa dengan Aruna sahabatnya itu yang sama sekali tidak tertarik dengan Digo padahal semua orang di sini memperebutkan Digo untuk menjadi pacarnya atau lebih lagi Digo saat ini jomblo.
"Awas lo, benci nanti jadi cinta.. bedanya tipis Run."
"Tidak akan pernah, mana ada dalam kamus gue yang mencintai musuh sendiri."
Aruna bertekad kuat untuk tidak jatuh cinta kepada Digo meskipun ia nanti jadi menikah dengan laki-laki itu yang jelas saat ini ada kebencian dan kemarahan di dalam diri Aruna mengapa harus Digo yang merebut semuanya.
Vina yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, ia tahu bagaimana sifat dari sahabatnya itu namun bagaimanapun, ia tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh Aruna, yang mungkin saat ini sahabatnya itu tidak jatuh cinta dengan Digo tetapi tidak tahu nanti kedepannya dan tidak tahu juga jodoh itu datangnya dengan tiba-tiba dan tanpa direncana.
Hingga akhirnya kelompok bola basket putra sudah memasuki lapangan basket, Aruna yang melihat Digo dan keempat sahabatnya itu melengos, sepertinya Aruna tidak mau berada di tempat itu tetapi lagi lagi Vina menarik tangan Aruna dan membuat Aruna duduk kembali.
__ADS_1
"Sudah diam!! di sini saja... lagian ngapain lo di kelas nggak ada orang juga mendingan di sini, tuh lihat kelima cowok-cowok ganteng sedang mencari keringat, pastinya uh... nanti gimana babang Digo dan yang lainnya terlihat semakin tampan jika berkeringat seperti itu."
Tunjuk Vina ke arah Digo dan keempat sahabatnya yang mana memang kelima laki-laki itu menjadi idola di sekolahnya terlebih lagi jika sudah memakai pakaian olahraga seperti itu tampak sekali ketampanan dan juga kemampuan yang dimiliki oleh laki-laki itu.
Aruna hanya melihat sekilas ke arah Digo, tetapi sayang sekali mungkin keberuntungan bagi Digo tetapi tidak bagi Aruna, Digo juga saat ini menatap ke arah Aruna dengan tersenyum manis dan pandangan matanya yang begitu mengisyaratkan jika Digo benar-benar ada rasa kepada Aruna.
Hingga akhirnya Aruna memalingkan wajahnya, ia tidak mau berlama-lama bertatapan dengan Digo, bukan karena Aruna GR tetapi ia sebisa mungkin tidak akan dan tidak mau jatuh cinta dengan laki-laki itu.
"Aduh tatapan mata Digo, siapa sih yang dilihat.. sepertinya ke arah sini."
"Iya, gue jadi penasaran siapa perempuan incaran Digo yang membuat Digo memutuskan Miranda, pastinya perempuan itu sangat spesial untuk Digo."
Ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat dari teman-teman Aruna membuat Aruna terasa panas, bukan karena ia cemburu atau bagaimana tetapi entah mengapa semua teman-teman perempuannya itu mengidolakan Digo, tetapi tidak dengan dirinya.
Semua orang bersorak-sorai ketika permainan dimulai karena mereka semua mengidolakan Digo dengan kelima laki-laki tampan yang mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda-beda tetapi terlihat macho dan juga mempesona saat ini
Dengan Digo berkali-kali memasukkan bola basket itu ke dalam ring yang membuat semua mata perempuan menjadi kagum pada Digo dan semuanya berteriak memanggil nama Digo dan mengucapkan kata cinta untuk Digo tetapi Digo tidak pernah GR dengan itu semua ia malahan minat ke arah Aruna dan mengedipkan matanya ke sana.
"Cie cie yang mendapatkan kedipan mata, kedipan dari ketos..gue yakin kalau si ketos itu naksir sama lo dan gue yakin kedipan mata dan senyuman manisnya itu untuk lo."
Ucap Vina yang sedari tadi memperhatikan setiap langkah Digo karena Vina adalah salah satu fans berat Digo, tetapi Vina tidak jatuh cinta kepada laki-laki itu hanya mengagumi saja terlebih Vina senang saat ini ketika ia mendapatkan sinyal sinyal dari Diego yang sepertinya jatuh cinta dengan sahabatnya yang membuat Vina semakin mengidolakan sosok Digo dan bisa melihat Digo dengan jarak jauh jika memang benar-benar Digo dan Aruna nanti jadian.
"Berisik!!"
__ADS_1
Tidak dipungkiri Aruna pun tahu apa yang dilakukan oleh Digo karena sedari tadi ia juga memperhatikan laki-laki itu laki-laki yang sudah menikmati tubuhnya pertama kali.
Dan ia tahu kedipan mata yang dilakukan oleh Digo untuknya berikut juga dengan senyuman manis dan juga tatapan mata yang tajam, namun Aruna sebisa mungkin untuk mengingkari itu ia tidak mau GR ataupun cepat jatuh cinta kepada Digo yang jelas-jelas Digo adalah musuhnya.
Hingga akhirnya setengah permainan berhenti karena pesertanya harus istirahat terlebih dahulu.
"Minum Di, untuk lo!"
Miranda yang tidak tahu malu dengan cepat menghampiri Digo dan memberikan minuman air kemasan di dalam botol untuk laki-laki yang masih dicintainya, tidak peduli dengan apa yang sudah dikatakan oleh Diego tadi mengenai putusnya hubungannya dengan Digo.
"Thanks."
"Dasar ganjen, play boy..."
Ucap Aruna seketika, tanpa sadar mengucapkan kata-kata itu ketika ia melihat Digo yang menerima minuman dari Miranda yang katanya mereka berdua sudah putus tetapi tetap saja Digo masih menerima apapun pemberian dari Miranda.
"Tangkap No.."
Ya Digo memang menerima minuman itu dari Miranda tetapi dengan cepat laki-laki itu melemparkan botol itu kepada Dino yang ada di belakangnya ia sama sekali tidak mau menerima apapun pemberian dari perempuan yang sudah jelas-jelas berselingkuh dan berbuat yang tidak tidak dengan lagi laki-laki lain meskipun diiku tidak ada rasa cinta kepada Miranda tetapi ia menjadi laki-laki seperti dibohongi dan di permainkan saja oleh Miranda itu yang membuat Digo kesal.
"Oh siap, thanks.."
Dengan senang hati Dino menerima minuman itu yang nyatanya Dino tahu minuman itu dari siapa namun Dino sendiri tidak peduli terlebih lagi minuman itu juga masih dalam kemasan dan belum terbuka dan juga dirinya saat ini haus.
__ADS_1
Baik Aruna maupun yang lainnya melototkan matanya ketika Digo dengan terang-terangan memberikan minuman itu dari Miranda padahal mereka semuanya tadi berpikir jika Digo nanti akan balikan lagi dengan Miranda karena apa dan juga perhatian yang sudah diberikan oleh Miranda itu.