My Crazy Husband

My Crazy Husband
Miranda vs Aruna


__ADS_3

Brakk


Suara gebrakan meja membuat Aruna dan Vina kaget, lalu mereka berdua mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang sudah berani-berani yang membuat gaduh di kelas ini.


Ya, saat ini adalah pergantian pelajaran, di mana kebetulan kelas Aruna dan juga kelas Miranda kosong, lebih tepatnya gurunya tidak hadir.


"Beraninya lo merebut Digo dari tangan gue, lo tidak ngaca apa bagaimana? wajah lo itu sendiri tidak lebih cantik dari gue, tetapi kenapa Digo bisa berpaling dari gue dan sekarang malah jadian, apa lo menggunakan pelet hingga Digo bisa jatuh ke dalam pelukan lo, apa lo menjual tubuh lo hingga Digo dengan terpaksa mau menerima lo!!"


Plakk!!


Aruna yang tidak tidak suka mendengar ucapan dari Miranda yang begitu pedas dan menusuk di hati, langsung saja menampar pipi Miranda, ia tidak takut sama sekali jika nantinya dirinya masuk ke dalam ruang BP.. sudah terbiasa dan Aruna memang membenci jika ada seseorang yang membuat fitnah, terlebih dengan dirinya sendiri dan juga dengan Miranda yang tidak tahu apa-apa.


"Sialan!!"


Miranda yang sudah mendapatkan satu tamparan di pipinya, ia ingin menampar balik wajah Aruna tetapi sayang sekali dengan cepat tangan Aruna menepis tangan Miranda dan mencengkeramnya dengan sangat kuat, hingga Miranda kesakitan dan tidak bisa membalas perlakuan Aruna.


"Jaga mulut lo, jikalau tidak mau disakiti oleh orang lain terlebih lagi apa lo tahu dengan semuanya ini hingga mulut lo bisa ember seperti itu dan mengatakan yang tidak tidak,  lo seharusnya ngaca!! kenapa Digo lebih memilih gue daripada lo!!"

__ADS_1


Aruna mengempeskan tangan Miranda, rasanya i sudah tidak ingin diam dengan kata-kata Miranda itu bahkan ia malah ingin membalas semua yang diucapkan oleh Miranda padanya dan sedikit ingin bermain-main dengan perempuan yang ada di depannya saat ini.


"Kenapa diam ? benarkan apa yang gue ucapkan? seharusnya Lo lihat diri lo sendiri, kalau lo memang lebih cantik dari gue dan lo memang punya segalanya yang lebih dari gue, setidaknya Digo tidak akan berpaling dari lo dan lebih memilih gue, tetapi kenyataannya apa .. Digo lebih memilih gue bahkan dia rela mutusin lo dan ngejar-ngejar gue. Sorry ya gue tidak menggunakan tubuh atau pelet-pelet seperti yang lo katakan, atau memang itu semua biasa lo lakukan terhadap laki-laki yang ingin lo dekati?"


Jlebb


Miranda mengepalkan tangannya ucapan dari Aruna membuat dirinya naik darah dan juga sakit hati, meskipun kenyataannya adalah memang benar jika ia kerap kali menggunakan tubuhnya dan juga sedikit pelet memelet supaya laki-laki yang menjadi incarannya itu bisa takluk dengan dirinya, tetapi Miranda berpikir jika Aruna memang kurang ajar dan berani-berani nya membuka aibnya di depan semua teman-teman yang saat ini berkumpul di kelas Aruna dan sedang menyaksikan pertengkaran antara kedua perempuan yang sama-sama memperebutkan Digo maaf bukan memperebutkan Digo tetapi Miranda yang ingin terus bersama dengan Digo dan tidak ingin juga berpaling darinya.


"Brengseekk!! Dasar j@lang!! bukan hanya tubuh lo saja yang rusak tetapi mulut lo juga rusak."


Plakk


"Silakan lo! ngucap itu beberapa kali lagi dan tamparan akan mendarat di pipi Lo sebanyak lo mengucap dan j@lang teriak j@lang, itu yang lo lakukan? apa lo tidak ngaca jika Lo adalah j@lang yang suka menjual tubuh lo dengan laki-laki yang kaya raya."


"Dan asal lo tahu semua orang di sini sudah tau siapa lo sebenarnya, hanya saja mereka tidak akan mengusik kehidupan pribadi lo yang mana mereka semua tidak peduli apa yang lo lakukan sebelum lo sendiri yang mengusik tentang semuanya ini. Sama dengan gue jika Lo tidak mengusik kehidupan pribadi gue dan tidak mengatakan gue yang seperti lo bilang tadi, gue juga tidak akan pernah mengusik semua yang ada pada diri lo, mau lo jadi j@lang mau jadi gembel atau simpanan om-om, gue nggak peduli tetapi jangan berharap jika gue akan diam saja jika lo mengusik kehidupan pribadi gue."


Semua orang yang ada di sana terdiam dan menyaksikan pertengkaran antara Miranda dengan Aruna dan sama sekali mereka tidak akan memisahkan keduanya karena ingin melihat akhir dari pertandingan itu di mana mungkin menurut mereka kedua perempuan itu hanya saling adu mulut saja dan tidak akan sampai jambak menjambak atau pun tendang-tendangan tetapi mereka juga waspada jika ada aksi seperti itu.

__ADS_1


"Lo!!"


Tunjuk Miranda di depan wajah Aruna yang membuat perempuan cantik itu langsung saja mengambil tangan Miranda dan menghempasnya kembali.


"Jauhi digo dan jangan pernah bersama dengan Diego, gue tidak akan tinggal diam jika itu terjadi."


"Oh ya apa hak lo untuk ngatur-ngatur hidup gue dan apa hak lo untuk memaksa gue menjauhi Digo? dan asal lo tahu Digo yang ngejar-ngejar gue, kalau lo tidak percaya silakan tanya sendiri kepada Digo."


Aruna tersenyum kemudian melihat ke arah Miranda dengan tatapan sinis, ia tahu jika perempuan di depannya itu benar-benar marah dan emosi mendengar ucapannya.


"Sialan!! Brengseekk!!"


Brukk


Miranda yang sudah emosi dan kehabisan kata-kata lagi langsung saja mendorong tubuh Aruna hingga tubuh Aruna terpental ke belakang, dan pinggangnya sedikit mengenai meja, bukan hanya itu saja Miranda juga ingin memberikan tamparan kepada Aruna, tetapi beruntung sekali Rian yang tiba-tiba melihat kerumunan di kelas Aruna langsung saja masuk ke dalam dan menolong Aruna yang saat ini meringis kesakitan dan menepis tangan Miranda.


"Sebaiknya kalian pergi!! sebelum gue panggil guru BP ke sini!"

__ADS_1


Teriak Rian yang saat ini sudah menolong Aruna hingga kemudian Miranda yang kesal pergi dari kelas Aruna dengan menghentak-hentakkan kakinya, ia sendiri takut jika pertengkarannya dengan Aruna ini sampai ke tangan BK yang nantinya ia pasti akan diskorsing untuk beberapa hari dan tidak boleh masuk sekolah.


"Awas lo!! Urusan kita belum selesai dan jauhi Digo."


__ADS_2