
Capek, jika Digo harus berpura-pura untuk menjadi pacar Miranda selama ini hingga akhirnya Digo memutuskan Miranda sebelum ia menyentuh Aruna kemarin.
"Lo lihatlah ini dan gue tahu tanpa gue jelasin Lo sudah paham."
Digo memberikan ponselnya kepada Miranda dan meminta Miranda untuk melihat foto yang ada di ponselnya itu di mana foto itu memperlihatkan Miranda sedang bersama dengan seorang laki-laki, bukan sekedar untuk ngobrol berdua tetapi melainkan foto Miranda dengan seorang laki-laki tanpa busana yang Diego mendapatkannya dari keempat sahabatnya itu yang entah bagaimana caranya sahabat-sahabatnya Digo itu bisa mendapatkan gambar seperti itu bahkan mereka juga mempunyai video di mana Miranda melakukan adegan panas dengan laki-laki yang diketahui adalah pacar Miranda.
Miranda melototkan matanya manakala rahasianya terbongkar oleh Digo yang mana memang sejatinya ia memiliki kekasih, tidak hanya Digo saja bahkan sudah berhubungan lebih jauh dari sekedar pacaran.
"Ini tidak benar Di, jujur saja aku mencintaimu dan hanya kamulah yang aku miliki saat ini."
Digo tersenyum licik, ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Miranda, perempuan yang gatal dan juga sangat genit terhadap laki-laki, cantik memang namun sayang sekali kelakuan dan sifatnya tidak membuat Digo tertarik padanya, untung saja Digo tidak tertarik dengan kecantikan yang dimiliki oleh Miranda sehingga ia pura-pura saja untuk berpacaran dengan Miranda dan hatinya masih tetap bersama dengan Aruna.
"Gue tidak menerima alasan lagi dari lo dan kita sudah tidak punya hubungan apa apa lagi, kita sudah putus... Dan silakan lo bersama dengan laki-laki lain."
"Gue tidak mau Di, gue hanya cinta sama lo!!"
"Terserah mau lo cinta sama gue apa nggak yang jelas pada saat ini kita tidak ada hubungan lagi dan jangan pernah mencampuri urusan pribadi gue dan mendekati gue."
"Karena Aruna, karena dia.. Lo mutusin gue?"
"Jangan menyangkut pautkan orang lain dengan hubungan kita yang lo sendiri sudah tahu kenapa alasan gue mutusin lo karena lo sudah bermain di belakang gue bahkan lebih parah dari sekedar lo mempunyai pacar lagi."
__ADS_1
Iya sebisa mungkin Digo menjaga Aruna, ia tidak mau jika nantinya Aruna diserang oleh Miranda yang nyatanya Miranda memang bukan perempuan yang baik-baik bahkan Digo sendiri khawatir jika Aruna kenapa-napa meskipun Aruna sendiri tidak masalah dan Aruna adalah perempuan yang sangat kuat, berani melawan siapapun termasuk Miranda.
"Digo!!"
Hingga akhirnya Digo yang kesal langsung saja meninggalkan Miranda, hingga membuat Miranda berteriak untuk memanggil Digo dan ingin kembali lagi menjalin hubungan dengan Digo tetapi sayang sekali Digo tidak menggubris apa yang diucapkan oleh Miranda.
Bak sebuah pertunjukan, semua orang yang di sana melihat bagaimana Digo memutuskan Miranda dan bagaimana mereka melihat Miranda yang ingin balikan lagi dengan Digo.
Mereka semua tersenyum karena berhasil memisahkan Digo dengan Miranda meskipun bukan karena campur tangannya tetapi memang hubungan Digo dan Miranda banyak yang tidak suka, terlebih dengan Miranda yang terlalu genit sebagai seorang perempuan dan Digo adalah laki-laki tampan dan laki-laki idaman setiap perempuan yang ada di sekolahan ini.
Berbeda dengan Digo, Aruna saat ini bersiap-siap untuk mengikuti pertandingan basket antar kelasnya, kebetulan sekali Aruna dan teman-temannya mewakili pertandingan hari ini di mana tim bola basket putri bertanding dengan tim bola basket kelasnya Digo tentu saja Aruna harus mempersiapkan diri sebaiknya.
"Lo nggak apa-apa Run?"
"Gue nggak kenapa-napa, hanya kurang enak badan."
Tidak mungkin juga Aruna menceritakan tentang kejadian kemarin yang mana sebenarnya ia tidak mau mengingatnya kalau bisa Aruna ingin hilang ingatan saja supaya tidak bisa mengingat apapun yang sudah dilakukan Digo padanya.
"Yakin, apa sebaiknya diganti saja sama yang lainnya?"
Vina bukan bermaksud meremehkan kekuatan Aruna dalam bertanding basket nanti namun melihat Aruna yang tidak bersemangat dan sedikit pucat membuat sahabat nya itu khawatir, toh juga misal tidak menang tidak masalah karena pertandingan ini bukan hanya untuk mengejar kemenangan saja tetapi untuk sekedar berlatih dan menghibur diri setelah ujian semester berakhir.
__ADS_1
"Gue baik-baik saja dan nggak usah diganti, nanti juga baikan lagi, mungkin sepertinya gue kurang olahraga jadinya lemes seperti ini."
Vina mengangguk, gadis itu juga ikut dalam pertandingan basket nanti dan keduanya kini sudah memakai seragam olahraga dan siap untuk menuju ke lapangan menunggu aba-aba dari panitia.
"Eh lo tau nggak tadi si ketos songong itu mutusin Miranda."
Tiba-tiba Vina baru teringat kejadian yang membuat heboh seluruh penghuni sekolah ini di mana sang ketos idaman dan idola semua perempuan itu tiba-tiba memutuskan pacarnya dan mereka sangat senang mendengar kabar itu termasuk Vina yang juga mengidolakan seorang Digo.
Aruna hanya diam saja ia tidak tertarik dengan berita yang baru saja diucapkan oleh Vina, bukan tidak mau menghargai Vina tetapi semua yang berurusan dengan Digo dan keempat sahabatnya Digo itu, Aruna tidak mau tahu apalagi setelah kejadian kemarin karena benar benar tidak mau dengar nama Digo lagi.
"Hei kenapa lo diam aja nggak nanggepin?"
"Lalu gue harus nanggepin gimana? apa gue harus bilang wow gitu atau bertepuk tangan atau menangis gara-gara mereka putus, nggak lah ... mereka jadian aja gue nggak dikasih apa-apa apalagi putus."
Ketus Aruna singkat yang mana memang sebenarnya Aruna itu tidak mau ikut campur dengan urusan pribadi orang lain.
"Kirain lo mau selamatan karena mereka berdua putus... Lumayan coba kalau lo pepet Digo, sepertinya dia ada rasa sama lo dan gue pikir-pikir Digo itu sengaja untuk mencari-cari kesalahan lo karena dia suka sama lo dan Digo juga sengaja nunjuk lo sebagai sekretaris OSIS itu juga karena Digo ada rasa sama lo, coba deh lo pikir-pikir lagi kenapa tiba-tiba tidak ada angin tidak ada hujan laki-laki itu malah memilih lo sebagai sekretarisnya, padahal kandidat di sekolahan ini kan banyak kenapa lo yang tidak begitu pintar dan suka membuat onar malahan terpilih sebagai orang yang dekat dengan ketos."
Aruna sama sekali tidak berpikir seperti itu, saat ia ditunjuk sebagai sekretaris Digo, ia tidak berpikir kalau Digo ada rasa dengannya bahkan Aruna berpikir jika Digo sengaja untuk memilihnya sebagai sekretaris supaya ia bisa menghukum Aruna dan membuat semua pekerjaannya kacau, dengan begitu Digo lebih mudah untuk menghukum Aruna bahkan Aruna juga berpikir jika Digo sengaja ingin mempermalukan Aruna dengan memberikan tugas yang ia sendiri tidak akan mampu untuk menyelesaikannya.
"Dan lagi ya kemarin itu pas terakhir kita ulangan semester-an gue merhatiin Digo, gue lihat tatapan Digo itu manis banget sama lo dan gue semakin yakin jika memang Digo itu suka sama lo, coba deh mumpung Digo jomblo pepet dia, lumayanlah loh jadi pacar dari ketua OSIS yang tampan dan juga idola dari semua perempuan..."
__ADS_1
Jangankan jadi pacarnya, kalau gue mau gue bisa jadi istri nya Digo...ucap Aruna dalam hati
Kemudian perempuan cantik itu langsung saja menggelenggkan kepalanya pelan, sadar dengan apa yang diucapkan nya.. meskipun itu hanya di dalam hati saja.