
Kegiatan panas pagi hari sudah selesai Digo dan Aruna lakukan tentu saja dengan cepat dan kilat dan pastinya Digo tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Keduanya kini sudah keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke sekolah, pastinya Diego memakai motor saja supaya cepat sampai ke sekolahnya tidak terlambat.
"Sayank tolong ambilkan tasku!"
Ujar Digo yang saat ini sudah merapikan seragam sekolahnya kemudian menyisir rambutnya sekilas lalu melirik ke arah Aruna nya yang sepertinya sedang menunggunya.
Aruna tidak menjawab tetapi perempuan cantik itu langsung saja beranjak untuk menuju ke tempat di mana tas tersebut berada di atas meja.
Namun saat Aruna mengambil tas Digo rupanya Digo lupa untuk menutup resleting tasnya hingga membuat isi di dalam tas itu terlihat oleh Aruna.
"Kenapa bawa kaos olahraga Di? bukannya kelas kamu itu hari ini tidak olahraga?"
Tentu saja jadwal kelas Digo, Aruna hafal dan hari ini tidak ada jadwal olahraga, yang ada olahraga adalah di kelas sebelah yaitu kelasnya Ryan.
Mati aku !! bagaimana nanti jika Aruna tahu kalau aku ditantang Riyan untuk main basket? tetapi jika aku jujur pastinya Aruna juga akan tidak terima apalagi jika aku membohongi Aruna dan tentu saja nanti aku juga tahu kalau aku bertanding basket dengan Rian.
"Sayank jangan marah ya aku nanti tanding basket dengan Rian."
Iya semalam setelah dari kelab malam, Ryan mengirimkan pesan kepada Digo yang intinya ia ingin menantang Digo untuk bertanding basket dan tentu saja semuanya itu tidak lain dan tidak bukan karena Aruna , karena Riyan ingin memiliki Aruna dan tentu saja Riyan tidak terima jika Aruna saat ini bersama dengan Digo meskipun statusnya adalah suami Aruna tetapi sepengetahuan Rian, Digo dan Aruna masih saling pacaran belum terikat suami istri
"Tanding basket dengan Rian?"
__ADS_1
Rasanya Aruna tidak percaya mendengar apa yang diucapkan oleh sunannya itu di mana suaminya dan juga Rian tanding basket, Ada apa sebenarnya?
"Iya sayank tetapi bukan aku yang ngajakin namun Rian, dia yang lebih dulu mengirimkan pesan ke aku, untuk ngajakin aku tanding basket."
Jawab Digo jujur dan apa adanya memang bukan dirinya yang membuat ulah meskipun kemarin ia cemburu ketika melihat Aruna dengan Riyan tetapi laki-laki itu tidak mengirimkan pesan atau menelepon Rian, ia sudah bisa sedikit lebih tenang karena Aruna tidak mencintai Rian hanya sebatas teman saja dan pastinya Aruna juga akan belajar mencintainya, itu yang membuat Digo sedikit lebih tenang dan tidak marah-marah kepada Rian.
Ingin tidak bertanya tetapi tidak mungkin jika suaminya itu yang menantang Riyan, atas dasar apa Digo dan Ryan bertanding, yang pastinya ini semua karena dirinya, karena dirinyalah Rian dan Digo bertanding.
"Apa bisa dibatalkan, Aku nggak suka ya?"
Jelas-jelas Aruna kaget dan tidak suka yang mana suami dan juga teman nya nanti akan bertanding basket tentu saja ada udang dibalik semuanya itu pasti semuanya itu gara-gara dirinya karena dirinyalah mereka berdua kali ini bertanding tentunya untuk merebutkan dirinya.
"Tidak bisa sayank, aku yang sebagai laki-laki sejati harus memenuhi apa yang diinginkan lagian itu semua demi kita."
"Demi kita?"
"Kenapa Di? aku nggak mau ya gara-gara aku kalian berdua berantem batalkan saja ya?"
Digo menggelengkan kepalanya, ia tidak mungkin menjilat ludahnya sendiri, bagaimanapun tadi malam ia sudah menyetujui permainan dengan Riyan dan pastinya itu semua dilakukan karena ingin mempertahankan pernikahan nya dengan Aruna dan Digo benar-benar mencintai Aruna, tidak akan membiarkan laki-laki lain merebut Aruna dari dirinya.
Digo mendekati istrinya, laki-laki itu tahu bagaimana perasaan Aruna yang tentunya, Digo paham betul kalau Aruna sangat mengkhawatirkannya.
Mungkin bagi Aruna, Digo memang tidak pandai bermain basket tetapi jangan salah di belakang itu semua, Digo akan melakukan sesuatu yang mungkin saja membuat Aruna klepek-klepek dan terpana, terpanah karena digo sendiri jago bermain basket hanya saja ia tidak ingin mengeluarkan kemampuan yang satu itu, cukup berkelut di dunia OSIS saja tidak ingin menambah ke yang lainnya.
__ADS_1
"Jangan khawatir aku pasti menang,nlagi pula aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku ingin mempertahankan pernikahan kita karena aku sangat mencintaimu Aku juga tidak ingin ada laki-laki lain merebut kamu, cukup aku saja memilikimu aku, tidak akan melepaskanmu dan apapun akan aku lakukan untuk bisa terus bersama kamu meskipun aku harus melawan Rian sekalipun tapi itu tidak masalah."
Melihat Aruna yang hanya diam saja, Digo langsung saja memeluk tubuh istrinya. Laki-laki itu memeluk Aruna dengan sangat erat dan sepertinya tidak ingin terpisah, mungkin Digo menenangkan istrinya dan menguatkan istrinya supaya Aruna tidak khawatir dan tidak berpikiran yang macam-macam.
"Aku takut Di, atau kalau perlu kamu katakan saja kepada Riyan Kalau kita sudah menikah dan tentu saja Rian akan menjauhiku. Maaf itu semua pasti karena kemarin-kemarin aku yang pergi bersama dengan Riyan ya."
Lagi lagi Aruna memohon kepada suaminya untuk tidak meneraskan pertandingan ini bukannya apa-apa tetapi Aruna takut saja jika nanti Digo kalah yang akan berimbas pada dirinya. Jujur saja Aruna sudah ada sedikit rasa dengan Digo, meskipun rasa itu tidak begitu besar yang diberikan Digo kepada nya tapi Aruna sudah nyaman bahkan tidak akan ada niatan untuk berpisah dari suaminya.
"Maaf yank, aku kali ini tidak bisa menuruti mau kamu, tetapi percaya ya kalau tidak terjadi apa-apa sama aku. Aku tahu jika kamu mengkhawatirka Aku, cukup doakan saja dan beri semangat kepada suami kamu."
Cup
Digo melepaskan pelukannya kemudian laki-laki itu mencium kening Aruna hingga ciuman ikut turun ke bawah dan mencium sedikit bibir Aruna yang membuatnya candu.
"Dan jangan berpikir yang macam macam, percayalah pada suami kamu ini."
Aruna mengangguk, meskipun sebenarnya ia belum yakin tetapi daripada ia mengatakan kalau masih ragu terhadap Digo dan pastinya nanti tidak akan berangkat ke sekolah.
Kemudian, Aruna mengajak suaminya untuk berangkat ke sekolah karena pasti jika lama-lama di sini pastinya nanti akan terlambat ke sekolah dan Digo semakin berbuat yang iya iya, tidak lucu juga jika ketua OSIS dan sekretaris telat masuk sekolah.
Digo memang sudah berencana sejak tadi jika ia akan memakai motor karena pasti jam yang sudah mepet begini enakan membawa motor daripada mobil, yang pasti bisa menyalip kanan dan kiri, dan juga supaya cepat sampai ke sekolah.
Setelah menempuh jarak beberapa menit dari rumah Digo mereka berdua sudah sampai di parkiran motor tentu saja tidak ada drama Aruna minta turunkan di gang sebelah yang pastinya hubungan mereka berdua sudah diketahui oleh seluruh siswa di sini meskipun hanya sebagai kekasih saja bukan sebagai suami istri.
__ADS_1
"Jangan cemberut, senyum dong masa istrinya Digo cemberut seperti ini. Tau nggak sayank kalau kamu senyum itu tambah cantik deh, Aku jadi tambah cinta sama kamu."
Ucap Digo dengan membukakan helm untuk Aruna, laki-laki itu melihat ekspresi wajah Aruna yang hanya diam sembari memainkan bibirnya,yang membuat Digo panas dingin dan ingin memangza Aruna. Kalau tidak di sekolahan pastinya sudah habis bibir Aruna dimakan oleh Digo.