
Sementara Digo gelisah, laki-laki itu saat ini tidak pulang ke rumahnya tetapi ke sebuah cafe di mana di sana bukan hanya ada Digo saja tetapi bersama dengan keempat sahabatnya.
"Lo cemburu, marah dan kesal?"
Tanya Dino, laki-laki yang paling mengerti bagaimana sifat Digo meskipun ia termasuk laki-laki yang brengseekk terhadap perempuan tetapi kalau memahami isi hati orang, Dino paling jago.
"Jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan gue.. gue memang sudah memiliki Aruna seutuhnya, tetapi gue belum nikahin dia, gue tidak akan lega jika gue belum menikah dengan Aruna, terlebih lagi lo tahu sendiri Bang Nathan bagaimana."
Digo menganggukkan kepalanya dan memang benar apa dikatakan oleh Digo kalau memang Digo sudah memiliki Aruna seutuhnya tetapi tidak dengan statusnya saat ini.
Bahkan bisa saja Digo tidak akan pernah menikahi Aruna karena Bang Nathan mau menerima Aruna apa adanya dan tetap melanjutkan pernikahan ini, meskipun Aruna sudah tidak perawan lagi.
"Jadi lo kepikiran itu?"
"Iya lo juga tahu kalau Aruna tidak cinta sama gue, pastinya dia sulit sekali untuk menerima gue nanti yang akan jadi suaminya."
"Aruna memang tidak cinta sama Lo, bukan tidak cinta tapi belum cinta, maka dari itu..Lo harus tunjukkan ke Aruna kalau lo benar-benar cinta dan sayang sama dia dan lo serius ingin nikahin dia, gue yakin jika lo perhatian dan menunjukkan itu pasti Aruna cepet atau lambat akan luluh, dan jangan pernah menyerah meskipun gue juga percaya pastinya Bang Nathan memiliki cinta yang sama besarnya sama lo."
Digo terdiam sesaat, ia menyadari memang jika abangnya itu juga mempunyai rasa cinta yang sama dengannya dan juga sama-sama mencintai setulus hatinya untuk Aruna tetapi Digo juga tidak akan menyerah, ia juga tidak akan melepaskan Aruna terlebih lagi ia sudah memiliki Aruna seutuhnya dan tidak akan membiarkan orang lain merebut Aruna darinya termasuk Abang nya sendiri.
"Tapi gue nggak rela juga Aruna bersama dengan laki-laki lain meskipun itu bang Nathan."
__ADS_1
"Gue tahu, lalu Lo maunya gimana? Apa kita culik Aruna sebelum pertunangan lusa itu dilaksanakan?"
Ya Digo memang belum tahu rencana abangnya itu untuk memajukan pertunangannya, ia masih mengira jika pertunangan itu dilaksanakan lusa, bukan besok malam.
"Entahlah, mungkin itu cara satu-satunya jika Aruna tetap tidak mau menikah sama gue setelah gue bongkar semuanya."
Ya Digo memang berkeinginan untuk membongkar semua rahasianya itu lusa sebelum acara pertunangan itu berlangsung, meskipun ia tahu bagaimana nanti konsekuensi di akhir cerita ini tetapi yang jelas Digo bukanlah laki-laki pengecut, ia akan mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya untuk tidak dimiliki oleh laki-laki lain.
"Oke tenang saja, gue bantu untuk bicara sama Aruna."
"Oke thanks tapi ingat jaga jarak, Aruna milik gue , No."
Akhirnya kelima laki-laki tampan itu keluar dari cafe yang entahlah Digo saat ini seperti enggan untuk pulang, ia ingin sekali ke rumah Aruna dan mengatakan semuanya kepada kedua orang tua Aruna, tetapi setelah dipikir-pikir.. ia mengurungkan niatnya, bukan ia ingin menjadi laki-laki pengecut tetapi ia masih menghargai keputusan Aruna dengan arona yang meminta untuk dirinya tidak mengatakan kepada kedua orang tuanya.
Digo melajukan mobilnya menuju ke rumah, iya setelah ia dari kafe dan tidak menuju ke rumah orang tua Aruna, laki-laki itu memilih untuk pulang saja toh juga masih ada waktu untuk dirinya dengan Aruna ngobrol dan pastinya jika malam ini Aruna bisa diajak jalan, ia akan keluar dan membicarakan semua yang sudah terjadi pada dirinya dan juga Aruna.
"Bagaimana persiapan besok Pi, apa Papi sudah menghubungi orang tua Aruna?"
Di dalam rumah, Papi Rendra dan juga Mami Nana sedang membicarakan tentang pertunangan dan pernikahan Nathan yang tiba-tiba di ajukan, mereka memang awalnya kaget mendengar apa yang diinginkan oleh Nathan itu tetapi setelah dipikir-pikir memang ada baiknya juga, terlebih lagi memang perjodohan itu sudah direncanakan dari dulu dan tidak masalah jika memang Aruna dan juga Nathan menikah saat ini, toh sama saja sekarang atau nanti keduanya juga sama-sama akan menikah.
Dan memang lebih baik seperti itu menjaga pasangannya daripada terus-terusan berdua tetapi tidak ada ikatan yang sah dan kedua orang tua Nathan juga setuju dengan keinginan Nathan.
__ADS_1
"Sudah Mi, kebetulan tadi pagi Papi bertemu dengan Adi dan kita sudah membicarakan tentang semuanya dan Adi juga setuju, dia juga tidak mempermasalahkan tentang Aruna yang mau dinikahi oleh Nathan meskipun usianya masih sangat muda, Adi percaya kalau Nathan bisa membahagiakan Aruna."
Deg
Digo yang baru saja masuk ke rumah seketika kaget, ia memegangi dadanya yang terasa sesak ketika mendengar kedua orang tuanya yang saat ini membicarakan tentang pertunangan dan juga pernikahan Nathan dengan Aruna yang tiba-tiba dipercepat.
Besok oh tidak!! gue tidak akan pernah membiarkan.. gue tidak mau kehilangan Aruna terlebih lagi gue sudah memiliki Aruna sepenuhnya dan gue tidak akan menyerah, gue akan membicarakan ini kepada semuanya karena Aruna hanya milik gue.
Rasa kesal menyelimuti Digo saat ini, laki-laki itu memang masuk ke dalam rumah dan ia ingin menyampaikan semuanya kepada kedua orang tuanya tentang apa yang sudah dialaminya bersama dengan Aruna.
"Eh anak Mami yang ganteng sudah pulang, oh ya Di kamu persiapkan semuanya ya dan baju-baju kamu juga sudah dipersiapkan untuk acara pertunangan dan juga pernikahan Abang kamu, rencananya Bang Nathan ingin mempercepat semuanya."
"Tapi Mi, bukankah Aruna masih sekolah.. apa dia juga mau?. Dan juga apa bang Nathan tahu semua tentang Aruna,.siapa tahu Aruna memang bukan perempuan yang baik-baik?"
Ya sepertinya Digo memancing mancing sesuatu supaya pertunangan abangnya itu dibatalkan mungkin dengan cara seperti itu kedua orang tuanya akan mempertimbangkan untuk Nathan menikahi Aruna dalam waktu dekat ini.
"Semuanya Mami serahkan kepada Nathan, toh Nathan yang menjalani dan Mami juga Papi tahu jika Nathan sudah tahu semuanya tentang Aruna, bagaimana gadis cantik itu berperilaku dan bersikap. Meskipun apa yang kamu katakan tadi adalah benar, Mami yakin jika Nathan mau menerima Aruna apa adanya."
Tidak !!tidak bisa dibiarkan..
Digo yang kesal, langsung meninggalkan kedua orang tuanya, ia tidak menanggapi sama sekali apa yang diucapkan oleh kedua orang tuanya itu, Digo berpikir bagaimana caranya untuk membatalkannya sementara ia sendiri mau mengatakan tentang itu masih maju mundur, takut jika Aruna tahu nanti yang ada malahan Aruna meninggalkannya dan pergi entah ke mana itu yang membuat Digo sampai saat ini tidak berani mengungkapkan tentang sesuatu yang sudah terjadi.
__ADS_1