
"Biar gue saja yang menemui Aruna!"
Dino dengan cepat menepis tangan Dimas, ia tahu bagaimana sifat dari sahabat yang satunya itu pastinya Dimas nanti tidak akan bisa menggunakan hatinya bahkan emosi ketika menceritakan segala sesuatunya dengan Aruna.
Tidak ingin menambah masalah, Dino yang tahu betul permasalahan ini segera menuju ke motornya, laki-laki itu harus segera ke rumah Digo untuk bertemu dengan Aruna dan menceritakan semuanya sebelum terlambat.
"Kalian bertiga cepat ke lokasi dan memberi dukungan kepada Digo, malam ini dia akan bertanding dengan Bang Nathan, dan biar gue yang menemui Aruna!"
Ujar Dino sebelum ia menaiki motor besarnya kemudian laki-laki itu melesat begitu saja tanpa mendapatkan jawaban dari ketiga sahabatnya.
Sepanjang perjalanan, Dino was-was. Bukan hanya mengkhawatirkan tentang Aruna saja, tetapi juga bagaimana ia bisa menceritakan segala sesuatunya kepada perempuan yang dicintai sahabatnya itu dan dari mana Dino harus menjelaskan, sementara memang malam ini adalah malam penentuan bagaimana nasib rumah tangga Digo dengan Aruna, yang jelas Dino sendiri tidak rela jika sahabatnya itu memilih Jalan pintas yang akan mengakhiri pernikahannya, padahal Digo benar-benar mencintai Aruna.
Pikiran-pikiran buruk juga menghantui Dino saat ini ia yakin jika Digo akan mencelakai dirinya nantinya karena tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, terlebih lagi Digo yang sudah cinta mati dengan Aruna pastinya tidak ingin melihat Aruna bersama dengan orang lain, lebih baik mati daripada harus melihat Aruna dengan laki-laki lain dan ucapan dari Digo itu membuat Dino seketika berpikir apakah mungkin nantinya Digo akan menghilangkan nyawanya sendiri supaya tidak pernah melihat kebahagiaan Aruna bersama dengan Natan, dengan pemikiran Dino yang seperti itu, pastinya kali ini Dino harus benar-benar bicara dengan Aruna dan ia harus menanyakan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi karena Dino yakin ini hanya salah paham saja.
Dino mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan tidak ada lima belas menit laki-laki itu sudah sampai di depan gerbang kediaman Narendra dan dengan cepat menuju ke Pak satpam dan bertanya secara langsung apakah Aruna ada di dalam, yang pastinya jika memang Aruna ada Dino ingin sekali bertemu dengan Aruna secepatnya.
"Sayang sekali Mas Dino, non Aruna tidak pulang dari tadi sepertinya Non Aruna menginap di rumah temannya."
__ADS_1
Ya Pak satpam pastinya tahu betul siapa yang keluar masuk rumah ini dan tentunya dari asisten rumah tangga yang tadi menyiapkan makan malam dan juga makan siang untuk Aruna, mengatakan jika Aruna tidak pulang hari ini dan menginap di rumah temannya terlebih lagi malam ini adalah malam Minggu dan besok itu adalah hari bebas mereka karena tidak sekolah.
"Terima kasih Pak."
Ucap Dino yang langsung saja menuju ke motor nya, ia bahkan tidak bertanya lagi siapa teman Aruna itu dan Dino pasti sudah menebak jika teman Aruna adalah Vira yang saat ini pastinya Aruna berada di rumah Vina.
Laki-laki tampan itu melajukan motornya lagi dengan kecepatan tinggi, ia harus menuju ke tempat Vina dalam waktu kurang dari lima belas menit karena jam sudah menunjukkan pukul 07.00 kurang lima belas menit yang artinya sebentar lagi pertandingan akan dimulai. Dino sendiri tidak mau jika nantinya ia telat membawa Aruna ke area balapan yang mana pastinya akan senang jika Aruna berada di sana karena sepertinya Dino yakin jika memang Digo itu benar-benar salah paham dengan apa yang sudah terjadi.
Dan memang benar hanya sepuluh menit saja Dino sudah sampai di tempat Vina, ia langsung buru-buru turun dari motornya dan meminta Pak satpam untuk bertemu dengan Vina sekaligus Aruna.
"Ngapa lo ke sini?"
Dan tidak menyangka jika ingin bertemu dengannya adalah Dino tetapi yang menjadikan mereka kaget mengapa Dino datang ke sini sendirian, bukankah biasanya mereka bersama dengan sahabat-sahabatnya seperti orang keroyokan tetapi kali ini Dino sendiri yang datang ke sini dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan lagi sepertinya harap-harap cemas dan was-was.
"Gue mau bicara dengan Aruna ini penting."
"Bicara saja di sini nggak apa-apa."
__ADS_1
Ujar Aruna yang pastinya pembicaraan Dino itu tak lepas dari Digo dan tidak masalah karena Vina adalah sahabat baiknya dan sudah tahu semua seluk-beluk yang terjadi antar dirinya dengan Digo tetapi tidak dengan malam ini dan tidak dengan kepulangan juga.
"Tidak bisa Run, ini gawat darurat dan sebaiknya lo ikut sama gue karena ada sesuatu yang bakalan terjadi dan pasti gue tidak mau ada penolakan, ini penting sekali menyangkut pernikahan lo dengan Digo!"
Aruna melongo, ia sendiri bukannya tidak percaya dengan ucapan Dino tetap bagaimana mungkin sahabat dari Digo itu membicarakan tentang pernikahannya dengan Digo yang pastinya memang ada sesuatu yang dibicarakan, entah itu apa hingga akhirnya Aruna ikut saja bersama dengan Dino tetapi mengambil ponsel nya sebentar.
Beberapa menit setelah Aruna mengambil ponsel nya, perempuan cantik itu ikut dengan Dino dan sepanjang perjalanan Aruna menjadi was-was sendiri, ia mau dibawa kemana oleh Dino, terlebih lagi Dino saat ini melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi.
"Sebenarnya apa yang terjadi jangan membuat gue penasaran, jelaskan saja di sini?"
"Lo dengarkan baik-baik malam ini Digo dengan Bang Nathan sedang adu balap motor dan pastinya jika salah satu dari mereka menang, dialah yang akan memenangkan kamu dan yang kalah akan meninggalkan kamu meskipun itu Digo yang sudah menjadi suami."
Aruna terperanjat kaget, ia bener-bener kaget dengan ucapan dari Dino barusan, sepertinya Aruna tidak percaya terlebih lagi Digo yang setahu Aruna masih berada di Jepang tetapi mengapa malam ini malahan sedang adu balap dengan Nathan.
"Jangan bercanda, Digo juga masih berada di Jepang, mana mungkin dia ada di sini, kalau lo mau ngeprank gue jangan di sini, gue lagi tidak ingin bercanda dan sebaiknya lo turunin gue, gue bisa pulang sendiri dan gue memang nggak ingin lo hibur atau pun apa-apa!"
Cittttttt...
__ADS_1
Dengan cepat Dino menghentikan laju motornya memang kesalahannya yang tidak menjelaskan lebih dulu jika Digo sudah pulang dan tentang apa yang ada di pikiran Dino, terlebih lagi saat ini mungkin Aruna berpikir yang tidak tidak dengan dirinya entah itu yang macam-macam atau sekedar ingin menghibur Aruna.