My Crazy Husband

My Crazy Husband
Pamit


__ADS_3

"Sepertinya aku pamit dulu, Pi..Pah..sudah ditunggu Aruna untuk makan malam."


Pamit Digo kepada Papi Rendra dan Papah Adi karena satu jam lagi sudah waktunya makan malam dan dipastikan jika Aruna saat ini sedang mempersiapkan makanan dan menunggunya.


Tidak mungkin jika Digo tidak menyempatkan makan malam bersama istrinya, apalagi ini adalah pertama kalinya Digo kembali ke perusahaan dan tentu saja ia akan berusaha untuk menyeimbangkan antara kepentingan pribadi dan juga kepentingan perusahaan di mana meskipun sibuk tetapi ia akan berusaha untuk menyempatkan diri dan ada waktu untuk Aruna, tidak akan mengecewakan Aruna terlebih lagi waktu malam ia akan menemani Aruna makan malam dan juga menemani istrinya itu belajar karena Digo tau kemampuan Aruna itu tidak seperti kemampuan dirinya yang tanpa belajar sudah bisa menguasai pelajaran.


"Hubungi Aruna dan katakan pada dia kalau kamu makan malam bersama Papi dan juga Papa."


Digo menggelengkan kepalanya, mana bisa seperti itu.. ia sendiri belum bilang kepada Aruna jika tidak makan malam di rumah apalagi acaranya mendadak seperti itu, ia takut jika Aruna curiga padanya dan mengira jika Digo keluar dengan teman-temannya.


"Besok-besok saja Pi, Pah...aku belum bilang sama Aruna dan juga kasihan di rumah sendirian makan malamnya."


"Aruna ada Mami di rumah dan pastinya istrimu itu paham jika kamu saat ini makan malam bersama Papi dan juga Papa, sudah coba hubungi istrimu dan katakan jika kamu tidak makan malam di rumah, lagi pula kita mumpung ada waktu, besok-besok malahan Papi dan juga Papa sibuk belum tentu bisa mengajak kamu makan malam dan sekalian Papi juga mau hubungi Nathan supaya bergabung juga bersama dengan kita."


Mau tidak mau Digo beranjak dari sofa kemudian ia menuju ke mejanya dan mengambil ponsel untuk menghubungi istrinya di rumah.


Sebenarnya Digo takut untuk meminta izin kepada Aruna terlebih lagi ia tidak mengatakan apa-apa atau tidak mengatakan ingin makan di luar bersama kedua orang tuanya tetapi keinginan dari Papi Rendra itu tidak bisa terbantahkan lagi, lagi pula memang benar ia takut jika besok-besok malah tidak ada waktu untuk makan malam bersama Papi dan juga Papah mertuanya yang sudah dipastikan jika Papa mertuanya itu sangat sibuk sekali.

__ADS_1


"Angkat sayank kamu di mana?"


Digo sudah mencoba menelepon Aruna dua kali tetapi sepertinya Aruna tidak membawa ponselnya sehingga tidak mendengar panggilan masuk dari Digo.


Digo menggelengkan kepalanya, kemudian laki-laki itu mematikan sambungan teleponnya ke Aruna dan mencoba menghubungi Maminya di rumah, namun beberapa menit kemudian ia pun menggelengkan kepalanya lagi ternyata istri dan juga Maminya sama saja, sama-sama tidak mengangkat telepon.


Hingga akhir nya Digo menghubungi salah satu pekerja di rumahnya yang tentu saja stand by 24 jam di rumah dan tahu betul siapa saja yang keluar masuk rumah itu, siapa tahu memang Aruna dan juga Mami Nina belum pulang dan masih berada di mall.


Setelah menelpon Pak satpam yang ada di rumahnya, Digo menjadi lega karena memang istrinya dan juga Mami Nina sudah pulang 1 jam yang lalu dan mungkin juga Aruna dan Maminya saat ini sedang mempersiapkan makan malam jadi tidak tahu jika ada panggilan masuk dari Digo.


"Sudah, jika tidak diangkat kirim pesan saja mungkin Aruna dan Mami saat ini sedang berada di dapur dan tidak membawa ponselnya masing-masing."


[Sayank, maaf aku malam ini tidak makan di rumah, Papi dan juga Papa ngajakin aku makan di luar, padahal aku sudah menolaknya tetapi Papi memaksa, kamu langsung makan saja ya dengan Mami, jangan menunggu aku, love you sayank."


Bukan hanya mengirimkan kata-kata romantis kepada istrinya, Digo juga mengirimkan foto Papi Rendra dan juga Papah Adi yang saat ini berada di ruangannya sebagai bukti jika memang itu perginya dengan Papi dan Papanya bukan dengan orang lain.


Meskipun sebenarnya Digo masih cemas tetapi ia berusaha untuk bersikap tenang dan langsung saja mengikuti di mana Papi Rendra dan juga Papa Adi yang saat ini keluar dari ruangannya untuk segera menuju ke restoran untuk makan malam tentu saja Papi render yang sudah menghubungi mantan agar ikut serta bergabung makan malam.

__ADS_1


Sementara di rumah, Aruna bersama dengan Mami Nina berada di dapur setelah sore tadi mereka berdua berjalan-jalan di mall dan menghabiskan waktu bersama kini saat nya mereka berdua berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam.


Selain jalan-jalan dan membeli perlengkapan perempuan, Mami Nina juga mengajak Aruna untuk ke salon, karena sudah kebiasaan Mami Nina setiap satu Minggu sekali, bukan hanya perawatan wajah dan juga rambut saja tetapi perawatan seluruh badan, yang paling utama adalah di bagian bawah supaya suaminya nanti klepek-klepek ketika malam hari.


Aruna sebenarnya juga sudah menolak namun atas paksaan dari Mami Nina dan beberapa ucapan-ucapan yang Aruna benarkan, maka Aruna pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh Mami Nina padahal Aruna sudah yakin sekali jika nanti malam suaminya pasti akan memangsanya habis-habisan dan tidak akan mengampuninya sama sekali.


Tidak pergi ke salon saja Digo tidak melepaskannya apalagi nanti malam, pasti Digo juga tidak akan membiarkan Aruna untuk tidur semalaman.


"Maaf Mi, aku tinggal ke kamar dulu mau ambil ponselku."


Seketika Aruna teringat dengan ponselnya di mana ia memang tidak membawanya, bukan sengaja tetapi Aruna lupa.


Ia paham betul bagaimana sikap posesif suaminya itu dan takut saja Digo menghubunginya tetapi ia sendiri tidak mendengar panggilan dari Digo.


Dan benar saja ketika Aruna sudah sampai di kamar nya, ia mengambil ponselnya kemudian membuka ponselnya itu yang nyatanya ada beberapa panggilan tidak terjawab dengan suaminya dan beberapa pesan yang dikirimkan oleh Digo.


Tidak menelpon balik suaminya tetapi Aruna membuka pesan itu yang isinya ternyata memperlihatkan foto Digo bersama dengan Papi Rendra dan juga Papah Adi dan juga Nathan yang ada di sana dengan kata-kata yang dituliskan begitu mesra oleh Digo.

__ADS_1


Aruna hanya membalas pesan itu dengan kata iya saja dan tidak banyak berkomentar lagi toh juga ia malah senang jika suaminya tidak buru-buru datang ke rumah dan sudah dipastikan jika keempat laki-laki itu bertemu dan ngobrol pastinya pembicaraan nya tidak akan singkat bahkan bisa nanti malam baru mereka semua akan pulang ke rumah.


Tidak mau jika Mami mertuanya itu menunggu nya terlalu lama, Aruna segera turun ke bawah ... ia juga menyampaikan pesan kepada Mami Nina kalau Digo dan juga Papi Rendra tidak makan malam di rumah.


__ADS_2