My Crazy Husband

My Crazy Husband
Membuat Tertawa


__ADS_3

"Yakin mau sekolah yank? Apa nggak besok saja? aku khawatir dengan kondisi kamu?"


Setelah beberapa hari izin tidak masuk sekolah hari ini Aruna berniat untuk masuk sekolah karena juga sebentar lagi ia akan memasuki ujian nasional dan tentu saja karena tidak mau ketinggalan pelajaran.


Ya meskipun tanpa masuk sekolah sekalipun, Aruna pasti akan membantu Aruna dengan hati bahkan jika andai saja Aruna tidak sampai lulus sekolah itu pun juga tidak masalah Digo kaya raya kekayaan ia sangat banyak sekali bahkan tidak akan pernah habis dimakan berdua nanti dan juga keturunannya terlebih lagi kekayaan milik Papi Rendra yang mana memang sudah membagi warissan antara dirinya dengan Nathan yang pasti Aruna akan aman dan juga nyaman sampai anak cucu cucunya nanti.


Tetapi bukan seperti itu,.dalam beberapa bulan hari ini Aruna akan mengadakan ujian nasional dan tentu saja setelah itu ia dan juga teman-temannya pastinya akan berpancar satu sama lain yang pastinya dalam waktu yang tinggal sedikit ini aku nggak akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan teman-temannya yang pasti ini akan menikmati masa mudanya dengan penuh kegembiraan dan tidak ada drama-drama lagi meskipun dirinya sudah menikah bahkan hampir mempunyai anak tetapi itu tidak masalah buat Aruna.


"Aku sudah nggak apa-apa Di, lebih baik malahan aku ke sekolah bisa bertemu dengan teman-teman daripada hanya di rumah saja aku pasti kepikiran tentang hal kemarin."


Aruna kini sudah berada di depan cermin tentu saja ia melihat kondisi tubuhnya yang benar-benar sudah berubah bahkan tangan Aruna memegang perutnya yang kehamilannya tidak begitu kentara tetapi karena bisa merasakan jika ada nyawa di dalam perutnya kemarin-kemarin itu tetapi untuk saat ini ia sudah tidak mau berharap lagi bahkan Aruna sudah mengikhlaskan tetapi Lagi dan lagi ia masih mengingat tentang semuanya.


Yang pastinya bukan bermaksud juga untuk melarang Aruna sekolah karena apapun juga tetapi laki-laki itu benar-benar khawatir dengan kondisi kesehatan Aruna yang mungkin saja Aruna masih terasa sakit di perut atau bagian mana.


Meskipun setiap hari setelah keluar dari rumah sakit Aruna tidak pernah merasakan karena merasakan sakit atau apapun juga tetapi laki-laki itu masih saja khawatir karena kemarin baru pulang dari rumah sakit tetapi hari ini sudah mau sekolah.


Ya setelah mendengar jawaban dari Aruna juga merasa lega tetapi sedikit kemudian laki-laki itu melihat ke arah Aruna dan tentunya melihat ekspresi wajah Aruna yang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Digo kemudian menghampiri istrinya ia memeluk Aruna dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak arona ia tahu istrinya masih sedih karena kejadian kemarin meskipun bibir Aruna itu selalu mengatakan tidak apa-apa bahkan sudah mengikhlaskan semua yang terjadi tetapi juga tahu di dalam hati Aruna masih menyimpan perasaan kehilangan itu.


"Andai saja kejadian itu tidak terjadi maka saat ini perut aku sudah terlihat dan aku bisa merasakan gerakan nya,  ya walaupun perubahan itu tidak ada banyak karena masih beberapa minggu tetapi aku seperti mempunyai teman jika ada dia."


Masih saja Aruna berceloteh zembari tangannya masih mengusap lembut perutnya padahal sedari tadi sudah memeluk Aruna dengan erat, tetapi perempuan cantik itu masih saja membayangkan dan berandai andai.


"Katanya sudah mengiklaskan? kenapa ekspresi kamu seperti ini? Jangan begitu sayank, aku jadi tidak tega melihat wajah kamu."


Merasa Aruna belum baik-baik saja laki-laki itu segera membalikkan tubuh Aruna tentu saja diketahui istrinya masih merasa sedih.


"Kamu yang mengajarkan kepada aku dan semuanya jika kita harus ikhlas dan menerima takdir ini meskipun sangat pahit tetapi mengapa kamu sendiri yang sepertinya masih belum ikhlas. Aku tahu pastinya sangat sulit untuk kamu tetapi marilah kita mencoba untuk menyudahi semua nya dan berusaha menjadi lebih baik lagi, memulai hidup kita dengan yang baru."


"Setelah kamu selesai nanti kita buat lagi dan kali ini aku ingin program anak kembar yang pastinya Aku mau berguru kepada Om Vicky, bagaimana caranya aku mendapatkan anak kembar."


Aruna melototkan matanya seketika suaminya meminta anak kembar, Aruna bisa membayangkan Bagaimana repotnya nanti mempunyai anak kembar meskipun ia tahu pastinya suaminya akan mencari pengasuh untuk anak-anaknya itu namun pastinya juga ia sendiri yang akan repot nantinya terlebih lagi jika kelakuannya itu mirip sekali dengan dirinya yang susah diatur dan tidak mau kalem.


"Jangan ah, aku takut jika dia nanti seperti aku yang nggak mau diem dan susah dibilangin..".

__ADS_1


"Hahaha...."


Digo tertawa sembari mencubit pelan hidung istrinya yang menggemaskan itu dan juga Digo senang karena Aruna sudah kembali berekspresi ceria meskipun belum sepenuhnya menampakkan rasa kegembiraannya.


"Tidak masalah, aku malah senang jika mirip kamu gitu, terutama Mami dan Papi yang pastinya mereka akan senang betul mengasuhnya yang bandel. Ya pengalaman yang begitu berharga karena dulunya aku dan Bang Nathan itu penurut, jadi mungkin saja mereka akan begitu senang jika sifat-sifatnya mirip dengan kamu."


"Haaa......"


Kini giliran Aruna yang tertawa ketika mendengar cerita dari suaminya yang mana Aruna juga membayangkan betapa repotnya kedua mertuanya itu besok, terlebih lagi memang benar jika Digo dan Bang Nathan sangat penurut berbeda dengan dirinya dan juga membayangkan bagaimana nanti kedua mertuanya itu mengasuh anak-anaknya yang pinternya nggak ketulungan.


"Jadi deal ya kita akan program anak kembar, nantinya kamu tidak perlu khawatir tentang repotnya atau bagaimana, kita akan merawat mereka dengan baik, dan juga menjaganya..."


Melihat istrinya yang sudah tersenyum Digo langsung saja mengajak Aruna untuk bersiap-siap sarapan laki-laki itu pastinya tidak mau juga sampai Aruna belum sarapan atau bahkan tidak sarapan sekali meskipun nanti di sekolah juga makan lagi yang pastinya untuk saat ini pola makan Aruna harus dijaga supaya kesehatan Aruna cepat kembali pulih.


"Sarapan dulu ya nanti jajan lagi di kantin yang pastinya kamu harus makan banyak supaya kesehatan kamu cepat pulih, tidak enak kan jika hanya berdiam diri saja padahal aslinya kamu pecicilan, nanti dikira kamu tidak bahagia lagi bersama dengan aku kalau hanya dianlm dan aktivitas kamu hanya terbatas."


Aruna tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya lalu keluar dari kamar untuk segera menuju ke ruang makan di mana pastinya sudah ada kedua mertuanya itu.

__ADS_1


Namun baru saja mereka berdua turun dari atas tangga keduanya saling berpandangan, yang pastinya mereka melihat seseorang yang sudah berada di ruang makan, kaget sekaligus juga tidak menyangka dengan kedatangan orang itu.


__ADS_2