My Crazy Husband

My Crazy Husband
Gaya Baru


__ADS_3

Aruna yang gelagapan berada di dalam kamar mandi tentunya ia juga sudah kedinginannya karena sudah lama berada di sana, maka dari itu Aruna sendiri masih bingung bagaimana caranya ia keluar sedangkan ia benar-benar lupa untuk membawa pakaian gantinya, sementara yang ada di dalam kamar mandi hanya handuk saja dan itu hanya bisa menutupi sebatas dadanya.


Entah ini suatu keberuntungan untuk Digo atau suatu bencana bagi Aruna yang mana tidak ada handuk kimono yang tertinggal di sana, hanya handuk saja dan pastinya jika Aruna keluar dari kamar mandi, Digo akan langsung memangsanya. Ia tahu bagaimana reaksi dari suaminya itu, Aruna berpakaian lengkap saja Digo sudah mati-matian ingin langsung menerkamnya apalagi seperti ini.


Tetapi Aruna juga tidak mungkin membiarkan dirinya berada di di dalam kamar mandi, selain dingin juga nanti pastinya Digo akan menggedor pintu kamar mandi dan parahnya laki-laki itu akan mendobrak pintu nya untuk memastikan jika dirinya baik-baik saja berada di dalam kamar mandi.


Aruna ingin keluar, tetapi ia masih ragu-ragu. Rasa takut akan diterkam oleh Digo masih terlintas di dalam benaknya, hingga akhirnya Aruna langsung saja menempelkan telinganya di pintu kamar mandi memastikan jika suaminya tidak ada di dalam kamar meskipun itu sangat mustahil sekali.


Merasa jika memang tidak ada suara orang di luar kamar mandi Aruna perlahan-lahan membuka handle pintu kamar mandi kemudian keluar dari sana.


Tepat sekali Digo memang tidak berada di atas ranjang, laki-laki itu sudah tahu pasti jika Aruna akan ketakutan untuk keluar dari kamar mandi karena tidak memakai pakaian gantinya dan tentunya ia juga ingin menggoda istrinya, mengelabui istrinya dengan tidak bersuara ataupun berteriak-teriak apalagi memanggil istrinya untuk segera keluar dari dalam kamar mandi.


Yang dilakukan Digo saat ini adalah berada di samping kamar mandi, di mana nanti seketika Aruna keluar dari kamar mandi Aruna tidak akan melihat dirinya berada di atas ranjang tetapi Digo nanti pasti akan langsung menerkamnya dan memeluk Aruna kemudian langsung saja membawa Aruna ke atas ranjang, iya itu yang akan dilakukan oleh Digo karena Digo sudah mempunyai otak yang licik dan juga cerdas di mana memang istrinya malu-malu bahkan mungkin saja sore ini tidak mau disentuh.


Selamat ... tidak ada dia, tetapi ngomong-ngomong di mana Digo? perasaan tadi ada di sini kenapa tidak ada di atas ranjang...


Aruna mengedarkan pandangan matanya ke segala arah dimana tadi suaminya masih berada di atas ranjang tetapi setelah ia keluar dari kamar mandi tidak ada di sana.

__ADS_1


Aruna tentunya merasa lega karena apa yang ditakutnya tidak terjadi mungkin saja suaminya saat ini sedang turun ke bawah dan entah apa yang dilakukan tetapi yang jelas ia harus segera mengambil pakaian ganti dan masuk kembali ke kamar mandi tidak ingin jika berlama-lama dengan keadaan seperti ini pastinya Aruna juga paham juga Digo akan segera kembali ke sini.


Grepp


Tetapi sayang sekali baru saja Aruna melangkahkan 2 kakinya untuk menuju ke arah meja mengambil pakaian ganti, Digo sudah memeluknya dari belakang dan itu membuat Aruna menjadi kaget, dan gueperasaan tadi tidak ada seorangpun di sini tetapi mengapa ada sebuah tangan kekar yang memeluknya dari belakang dan Aruna sudah bisa memastikan jika tangan itu adalah milik dari Digo.


"Kamu pasti kaget ya dan mengira aku berada di bawah? tentu saja aku tidak akan meninggalkan kamu di sini terlebih lagi aku tahu jika kamu tidak membawa pakaian ganti kamu ke dalam kamar mandi. Aku ingin memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya sama kamu terlebih lagi kita belum melakukan adegan yang panas di kamarmu ini sayank."


Shittt.... Sialan!! Rupanya ia pura-pura keluar dari kamar ini dan juga pura-pura tidak berisik, semuanya sudah direncanakan, habis lah aku kalau sudah seperti ini .. aku tidak bisa kemana-mana dan pastinya pasrah mendapat apa yang diinginkan dari dia.


"Diam dan nikmati sayank, jangan banyak mengumpat apalagi menolak apa yang diinginkan oleh suami kamu, kamu ingin menjadi istri yang sholehah kan yang membuat suami kamu senang dan tidak akan berpaling dengan perempuan lain lagi?"


Glekk


Mendengar ucapan dari suaminya tentu saja Aruna merasa was-was, ia tahu jika Digo hanya main-main saja mengatakan seperti itu tetapi Aruna juga sadar jika suaminya tidak akan diberikan sesuatu maka cepat atau lambat pastinya akan berpaling dan mencari perempuan yang lainnya lagi dan Aruna tidak mau jika itu terjadi.


Sedangkan Digo tersenyum melihat ekspresi wajah Aruna yang tampak memikirkan sesuatu membuat kesempatan baginya untuk segera membalikkan tubuh Aruna, apalagi saat ini erkspresi nya merenung dengan ucapannya yang pasti Digo juga yakin jika Aruna tidak mau jika dirinya nanti berpaling dari Aruna dan meninggalkan Aruna apalagi sampai bercinta dengan perempuan yang lainnya.

__ADS_1


"I love you, dari dulu saat ini dan sampai nanti aku sangat mencintai kamu, aku juga tidak ada niatan untuk sedikit berpaling dari kamu .. tentu saja cintaku pada kamu ini tulus dan apa adanya sayank."


Cup


Perlahan-lahan Digo mendekatkan wajahnya, ia tahu jika istrinya saat ini pasrah menerima apapun juga karena memang tidak ada alasan untuk Aruna menolak suaminya.


Digo memanyunkan bibirnya hingga kedua bibir saat ini sudah saling menempel, bukan hanya sekedar menempel saja tetapi Diego juga *****@* edikit demi sedikit bibir Aruna, menghis@p dan juga menggigit bibir bawah Aruna hingga Aruna membuka bibir itu.


Kemudian Digo bermain di mulut Aruna dengan memainkan lid@h dan juga semua yang ada di dalam mulut Aruna hingga membuat perempuan cantik itu mendes@h karena merasakan sesuatu yang begitu nikmat.


Digo kembali tersenyum kemudian tangannya perlahan-lahan mulai membuka handuk yang masih melekat di tubuh Aruna tetapi dengan bibir yang masih bertautan dengan bibir Aruna, hingga tanpa sadar saat ini keduanya sudah berada di atas ranjang dengan posisi Aruna yang sudah di bawah Kungkungan Digo.


"Semakin hari kamu semakin mengg@irahkan saja sayank dan aku semakin candu untuk melakukannya, tidak ingin menghentikan semuanya ini."


Digo hanya mengistirahatkan bibir Aruna sebentar saja, setelah itu ia kembali menghis@p kuat bibir Aruna kemudian ciuman itu turun ke bawah hingga membuat Aruna menggelinj@ng hebat karena ada sesuatu yang barusan keluar dari bagian bawahnya.


"Ini baru permulaan saja sayank, kamu akan mendapatkan sentuhan-sentuhan lembut dariku yang tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya, karena sore ini aku akan memberikan sentuhan yang berbeda dan juga gaya baru kita dalam percintaan nantinya."

__ADS_1


__ADS_2