
Aruna menarik tangan Dino untuk segera menuju ke motornya ia tidak perlu menjelaskan lagi karena di video itu pastinya Dino sudah melihat secara jelas dan mendengarnya kalau hanya salah paham saja.
Dan Aruna yakin, Dino yang cerdas pastinya paham betul dengan ucapan dari dirinya apalagi di video itu sudah terlihat jelas bagaimana perasaannya terhadap Digo yang pastinya ini adalah kabar baik untuk Digo dan semuanya.
"Semoga tidak terlambat!"
"Makanya buruan No, gue nggak mau terjadi apa-apa sama Digo, gue tahu itu bagaimana."
Dengan cepat Dino melajukan motornya, kali ini lebih kencang dari yang tadi dan dengan begitu Aruna juga berpegangan erat di tubuh Dino.
"Gue yakin jika Digo melihat posisi lo seperti ini pastinya gue siap-siap dibunuh!"
"Biarin daripada gue mati karena jatuh dari motor lo lebih baik gue begini, lagian lo nggak ada rasakan sama gue?"
"Hahaha pantang bagi gue untuk mencintai perempuan yang sudah menjadi milik dari sahabat gue meskipun aku ilo memang cantik menarik dan juga seksi tetapi tidak ada di Kamis kamus untuk merebut sesuatu yang sudah menjadi milik dari sahabat-sahabat gue."
"Bagus yang artinya lo nggak akan baper ataupun GR cepat jalan gak usah banyak bicara nanti jikalau belum jelas gue akan setelah gue ketemu sama Digo yang jelas kita harus bertemu dengan dia gue takut jika Digo sampai berbuat nekat!"
Kebetulan sekali jarak antara cafe pelangi dengan arena balapan cukup jauh tetapi Dino yakin jika iya bisa sampai ke akhiran itu tepat waktu lagi pula belum ada kabar dari sahabat-sahabatnya yang mengatakan jika di ke atau Nathan yang ada yang kalah dan mereka sudah mengakhiri pertandingan ini dan itu berarti jika keduanya masih bertanding atau malahan belum bertanding sama sekali.
__ADS_1
"Lagi pula kenapa lo nggak katakan sama Digo kalau sudah cinta sama dia?"
"Mana gue tahu jika Digo pulang hari itu, dia juga yang nggak ngasih kabar sama gue. Dan juga semalam sampai pagi harinya Digo juga tidak memberikan kabar apapun, gue kira dia masih di Jepang."
"Kan Lo bisa ungkapkan itu lewat telepon, bukannya setiap hari Digo juga nelpon lo, kalau kayak gini nanti jika tiba-tiba Digo benar-benar mengalahkan dirinya sendiri, lo akan nyesel nantinya!"
Aruna menggelengkan kepalanya ia baru menyadari betapa arti pentingnya Digo saat ini terlebih lagi penjelasan dari Dino membuat nyalinya menjadi ciut seketika.
Aruna takut jika Digo benar-benar mengikuti apa kata hatinya, yang sengaja mengalahkan dirinya dan membuat Nathan menang, dan itu artinya Digo harus benar-benar melepaskannya dan Aruna tidak mau apalagi ini hanya salah paham saja jika memang benar tidak masalah tetapi ini kesalahan dirinya dan juga Digo yang tidak saling komunikasi.
"Dan lo pastinya gak tahu jika Digo nanti nggak mati, maka dia akan pergi ke London karena Digo pastinya akan menerima beasiswa dari sekolah!"
Aruna melongo yang sedari tadi sesuatu yang buruk tentang Digo kini merasa terkejut, terlebih lagi ucapan dari Dino barusan yang Aruna sama sekali tidak tahu.
"Lebih tepatnya satu minggu setelah Lo dan Digo menikah, Digo ke ruangan kepala sekolah dan setelah itu dia menceritakan jika dia mendapatkan beasiswa itu tetapi Digo sendiri sudah menolaknya namun sayang sekali bapak kepala sekolah meminta untuk menimbang-nimbangkan terlebih dahulu karena masih ada waktu."
Aruna jadi ingat sesuatu, dan apa yang dikatakan oleh Dino memang benar. Aruna melihat Digo keluar dari ruang kepala sekolah beberapa minggu yang lalu dan tentu saja ia sedikit curiga, namun ia juga lupa untuk bertanya pada Digo mengapa tiba-tiba masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
"Tapi setelah kejadian kemarin, Digo memutuskan besok akan menemui kepala sekolah dan ia akan menerima beasiswanya itu, ia mungkin saja Digo tidak macam-macam malam ini dia akan pergi ninggalin lo selama-lamanya!!"
__ADS_1
"Tidak mungkin!! lalu bagaimana dengan gue? apa Digo akan ninggalin gue dan memilih beasiswa itu daripada gue?"
Aruna nampak kembali meneteskan air matanya ia takut jika kedatangannya nanti terlambat dan Digo meninggalkan dirinya, terlebih lagi Aruna yang sudah mencintai Digo, ia tidak ingin kehilangan ataupun berpisah dari Digo. Memang semuanya salahnya Aruna sendiri, terlambat untuk mencintai Digo, tapi begitulah Aruna.. ia yang memang tidak mudah untuk jatuh cinta terlebih lagi dengan laki-laki yang sudah membuat kesalahan besar dalam hidupnya.
"Semoga saja pertandingan itu belum selesai dan bisa menjelaskan kepada Digo semuanya!"
Dino langsung saja menarik kembali motornya dengan kecepatan tinggi meskipun ia tahu ini sangat berbahaya tetapi ia percaya jika Aruna nyaman dibuat seperti ini, ia juga tahu bagaimana perasaan Aruna saat ini yang pastinya ingin segera menemui Digo supaya tidak terlambat untuk mengatakannya.
Sementara di arena balapan, keberuntungan sedang berpihak kepada Aruna, karena Nathan tiba memutar jadwalnya dan memundurkan jadwalnya itu satu jam dari jam yang sudah mereka sepakati karena Nathan ketemu klien penting dulu baru akan bertanding dengan Digo.
Digo sendiri tidak masalah, laki-laki itu yang sudah berada di area pertandingan empat puluh lima menit yang lalu mendadak meneteskan air matanya ia sendiri teringat momen-momen bersama dengan Aruna dan apakah malam ini ia benar-benar akan mengakhiri semuanya.
Hatinya benar-benar tidak ingin dan tidak rela jika Aruna jatuh ke tangan laki-laki lain tetapi mengingat betul bagaimana Aruna tadi siang mengatakan nyaman bersama dengan Nathan dan tersenyum manis ketika menyebutkan nama Nathan, membuat Digo mau tidak mau meyakinkan dirinya jika memang itu yang terbaik untuk Aruna.
Di arena itu juga sudah ada Dimas dan kedua sahabat Digo yang entah kenapa ketiganya langsung menyusul ke sini padahal Digo sama sekali tidak memberitahukannya.
"Pikirkan sekali lagi, jangan buat lo nyesel dengan keputusan Lo itu!"
Meskipun sempat Dimas tadi jengkel dengan Aruna, apalagi setelah mendengar cerita dari Dino, namun ia percaya jika Digo hanya salah paham saja apalagi Digo yang belum bicara secara langsung dengan Aruna, hanya sekedar mendengar saja bukan keseluruhan karena Diego langsung pergi tadi siang dan Dimas juga berharap jika Digo akan mengurungkan niatnya untuk melepaskan Aruna karena Dimas yakin jika Digo benar-benar mencintai Aruna dari dulu hingga saat ini.
__ADS_1
"Entahlah .. hati dan juga pikiran gue benar-benar tidak sinkron, berat sekali melakukan ini tetapi gue ingin Aruna benar-benar bahagia meskipun itu tidak dengan gue!!"
Tentu saja mendengar ucapan dari Diego, Dimas menepuk pundak Digo, ia tahu betapa hancurnya perasaan Digo saat ini, perempuan yang sudah lama dicintainya dan sudah menjadi istrinya bahkan sudah berkali-kali ditiduri, namun perasaan perempuan itu tidak bisa luluh malah lebih memilih orang lain daripada suaminya sendiri.